NovelToon NovelToon
Aksara Untuk Arsyilla

Aksara Untuk Arsyilla

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Dosen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kirana Pramudya

Petaka satu malam yang seolah menjadi awal dari semua bencana yang memporak-porandakan hidup seorang Arsyilla Kirana. Berprofesi sebagai seorang Dosen Muda di salah satu Universitas di Ibukota. Hidupnya justru jungkir balik karena segelas alkohol yang dia minum tanpa sengaja, membuatnya berakhir dalam hubungan satu malam dengan seorang pria.

Di satu sisi tunangan dari Arsyilla, yaitu Vendra mulai ingin segera menikahi Arsyilla. Sayangnya, noda yang kini ditanggung Arsyilla membuat gadis itu memilih untuk mengakhiri jalinan cinta yang sudah dijalin selama 1 tahun dengan Vendra.

Sementara itu, ada Aksara Adhinata Pradana. Pria yang dalam diam justru menyembunyikan identitasnya dan menjadi pelaku utama dalam petaka satu malam bersama dengan Arsyilla.

Bagaimana benang kusut semua kisah ini terpecahkan? Mungkinkah Arsyilla akan menerima pertanggungan jawab dari Aksara? Dapatkah juga Aksara membuka rahasianya selama ini yang dia simpan dengan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memastikanmu Aman

“Aku datang, Syilla … kamu aman,” ucap Aksara yang masih memeluk Arsyilla dengan begitu erat.

Sungguh Aksara sedikit lega bisa menemukan Arsyilla. Sebab, jika terjadi apa-apa dengan Arsyilla, maka Aksara tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri. Merasakan tubuh Arsyilla yang dingin, dan tangisan yang tak terucap, hanya air matanya yang berlinangan. Aksara kemudian mengurai sejenak pelukannya. Dia mengambil tas Arsyilla terlebih dahulu, mengalungkannya di bahunya, kemudian Aksara menunduk dan langsung membopong tubuh Arsyilla ala bridal style.

“Tenanglah … aku datang, kamu sudah aman,” ucap Aksara lagi sembari membawa Arsyilla ke dalam mobilnya.

Begitu di dalam mobil, bak terkena trauma. Akhirnya, Arsyilla bisa bersuara dalam tangisannya. Tangisan yang begitu pilu memenuhi mobil Aksara. Pria itu belum menjalankan mobilnya, seolah memberikan waktu bagi Arsyilla untuk menangis. Hingga akhirnya, Aksara kembali meraih tubuh Arsyilla dan memeluknya lagi.

Mungkin Aksara memang pria yang tidak bisa merangkai kata-kata untuk menenangkan Arsyilla, tetapi dia berharap bahwa pelukan yang dia berikan bisa menenangkan Arsyilla saat ini.

“Maafkan aku yang terlambat menjemputmu,” ucap Aksara pada akhirnya. “Bisa kita pulang sekarang?” tanya Aksara lagi kepada Arsyilla.

Perlahan wanita itu mengangguk, maka Aksara segera melajukan mobilnya dengan lebih cepat. Berharap bisa segera tiba di apartemennya.

Hingga kurang lebih lima belas menit, Aksara telah tiba di apartemennya. Dia lantas turun dari mobil terlebih dahulu dan hendak menggendong Arsyilla ala bridal style. Akan tetapi, Arsyilla menolaknya.

"Aku bisa jalan sendiri menuju lift," ucapnya yang seolah tidak ingin merepotkan Aksara.

"Baiklah, tetapi aku akan membantumu berjalan," ucap Aksara dengan segera meraih tangan Arsyilla dan menggenggamnya.

Aksara bisa melihat bagaimana Arsyilla yang menahan rasa sakitnya. Akan tetapi, kali ini dia akan mengikuti kemauan Arsyilla yang ingin berjalan sendiri. Akan tetapi, Aksara tetap menggenggam tangan Arsyilla. Tak akan membiarkan Arsyilla berjalan sendirian.

Hingga sudah keluar dari lift dan menuju ke unitnya, Aksara bersikeras untuk membopong tubuh Arsyilla. Tanpa permisi, dia segera membawa tubuh Arsyilla dalam satu kali gerakan untuk membopongnya.

Begitu telah sampai di apartemennya, Aksara mendudukkan Arsyilla di sofa yang berada di ruang tamu. Memberikannya segelas air putih hangat.

"Minumlah dulu," ucapnya sembari menyodorkan segelas air putih hangat kepada Arsyilla.

Tangan Arsyilla terulur untuk menerima gelas itu. Akan tetapi, saat memegangnya tangan Arsyilla pun bergetar. Ya, Arsyilla masih shock hingga seluruh tubuhnya terasa bergetar. Bahkan hanya sekadar menggenggam segelas air putih saja tangannya bergetar.

Maka dari itu, Aksara kembali meraih gelas kaca itu dalam genggamannya dan membantu Arsyilla untuk minum. Begitu Arsyilla telah minum, Aksara lantas mengambil air hangat dalam sebuah baskon dan kotak P3K di kamarnya.

Dengan telaten pria itu menyeka wajah Arsyilla, pria itu berusaha menahan air matanya. Sayangnya tidak bisa, dia menyeka wajah sembab Arsyilla dengan air matanya yang beberapa kali menetes. Dada pria itu terasa sesak saat melihat sisi wajah Arsyilla yang terlihat bengkak, sudut bibirnya yang berdarah, dan goresan di dagunya. Belum, bekas tali ikatan di tangannya terlihat dengan jelas, hingga menyisakan warna merah di pergelangan tangan Arsyilla.

Aksara pun menyalahkan dirinya sendiri. Andai dia datang menjemput Arsyilla tepat waktu, semua ini tidak akan terjadi. Andai dia tidak menerima revisi desain dari klien, pasti Arsyilla akan aman bersamanya.

Pria itu masih berjongkok di depan Arsyilla dengan mengoleskan sebuah salep di sudut bibir Arsyilla dengan menggunakan cotton bud.

"Maafkan aku …," ucapnya lagi.

Akan tetapi, Arsyilla menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa," sahut Arsyilla dengan suara yang begitu lirih. Bak kehilangan tenaga, hingga dia tidak bisa bersuara.

Usai membersihkan wajah Arsyilla dengan air hangat, dan mengoleskan salep di sudut bibirnya. Aksara kini beranjak untuk duduk di samping Arsyilla.

"Aku tidak akan membiarkan pria berengsek itu begitu saja. Aku akan membalasnya," ucapnya dengan mengepalkan tangannya.

Arsyilla hanya diam, sama sekali enggan merespons ucapan Aksara. Hingga akhirnya wanita itu beringsut, "Bisa tolong aku ke kamar tidur? Kakiku masih bergetar …" pintanya kepada Aksara. Arsyilla memegangi paha dan lututnya yang memang terlihat bergetar.

Wanita itu sangat shock dan ketakutan, bahkan badannya pun memperlihatkan betapa ketakutannya dia.

Aksara mengangguk, dia meraih tangan Arsyilla dan membantunya berdiri.

"Mau aku gendong?" tawarnya kepada Arsyilla.

Arsyilla menggelengkan kepalanya, "Tidak bantu aku berdiri saja", ucapnya yang berusaha berdiri dan menggenggam erat tangan Aksara.

Wanita itu melangkah dengan tertatih untuk masuk ke dalam kamarnya.

" Istirahatlah, tetapi ku mohon jangan kunci pintumu. Aku terlalu mengkhawatirkan kamu," ucap Aksara kali ini yang meminta Arsyilla untuk tidak mengunci kamarnya karena dia begitu mengkhawatirkan Arsyilla saat ini.

"Hmm, iya …," sahut Arsyilla pada akhirnya karena dia juga sudah kelelahan dan kesakitan. Tidak ingin membuang energinya dengan percuma untuk berdebat dengan Aksara.

Begitu sampai di dalam kamarnya, Arsyilla memilih mengganti pakaian yang dia kenakan dan menggantinya dengan yang piyama tidur. Usai itu, Arsyilla membiarkan lampu kamarnya tetap menyala lalu dia membaringkan dirinya.

***

Dini Hari … 

Jangan sentuh aku. 

Papa, tolong Syilla, Pa. 

Selamatkan Syilla. 

Syilla ketakutan di sini, Pa. 

Ruangan ini gelap, pengap, dan kotor. Tolong Syilla, Pa. 

Jangan … jangan menyentuhku. 

Papa, tolong Syilla. 

Papa … 

Rupanya Arsyilla mengalami mimpi buruk. Kejadian yang baru saja dia alami benar-benar melemahkan mentalnya. Hingga terbawa ke dalam alam mimpi.

Mendengar teriakan Arsyilla, Aksara terbangun dan dia segera memasuki kamar Arsyilla begitu saja. Wanita itu masih memejamkan matanya, tetapi kepala dan kakinya bergerak-gerak.

Perlahan Aksara duduk di tepi tempat tidur Arsyilla, tangan pria itu terulur untuk menyentuh sisi wajah Arsyilla.

"Syilla, bangun dulu … Syilla," ucapnya sembari membangunkan Arsyilla.

Hingga perlahan Arsyilla terbangun dengan keringat dingin yang membasahi keningnya. Aksara membantu Arsyilla untuk duduk terlebih dahulu dan membawa wanita itu bersandar di headboardnya.

"Huhh, aku mimpi buruk," ucap Arsyilla dengan menyeka buliran keringat di keningnya.

Aksara pun mengangguk, "Iya, kamu mimpi buruk. Tenanglah, kamu aman," ucap Aksara lagi yang seolah memastikan bahwa Arsyilla akan benar-benar aman bersamanya.

"Tidurlah lagi, aku akan menjagamu," ucap Aksara dengan suara lembutnya kali ini.

"Aku takut mimpi buruk lagi," jawab Arsyilla pada akhirnya.

Aksara menggelengkan, "Tidurlah, aku akan menjagamu. Bolehkah aku tidur di sisimu untuk menjagamu dan memastikan kamu aman?" tanyanya kali ini.

Sekalipun Arsyilla adalah istrinya dan juga sudah menjadi haknya sepenuhnya, tetapi Aksara tetap bertanya terlebih dahulu kepada Arsyilla.

Perasaan gamang pun menyelimuti Arsyilla. Dirinya ketakutan dan tidak bisa tidur. Akan tetapi, tidur bersama Aksara juga serasa canggung.

"Cuma tidur. Aku hanya ingin kamu aman di sisiku," ucap Aksara lagi dengan sepenuh hati.

Hingga akhirnya, Arsyilla mengangguk pias, "Baiklah," jawabnya dengan beringsut kembali tidur dan memunggungi Aksara.

Tidak masalah untuk kembali berbagi ranjang, karena Arsyilla memang begitu ketakutan sekarang ini. Malam masih panjang, karena itu Arsyilla memilih membiarkan Aksara untuk tidur di kamarnya dini hari itu.

Seolah ingin menjaga Arsyilla, tanpa menunggu aba-aba, Aksara segera menelisipkan satu tangannya di bawah leher Arsyilla, dan satu tangan lagi melingkari pinggang Arsyilla. Sungguh, Aksara tidak ingin Arsyilla bermimpi buruk lagi. Berharap pelukan yang dia berikan bisa menenangkan Arsyilla dan membuatnya bisa tertidur lagi.

"Kamu aman, Syilla ... aku akan selalu menjagamu," ucap Aksara dan kian mengeratkan tangannya di pinggang Arsyilla.

Happy Reading^^

1
ling_y
Luar biasa
Kurnia Wardhani
Biasa
Kurnia Wardhani
Buruk
1n4
Bukannya kekasihnya alias mamanya Thania itu model ya, terus Rangga nikah sama guru TK nya Thania, adiknya Indi? kok beda ya cerita disini sama disebelah?
anypuji
jadi ingat nahyan dan navya
Pujianto Ajha
Luar biasa
Yaser Levi
masa gak tau..awal mulanya gmn ??jgn bego dech ..
Michelle Ardina
Bpk n anak sama
Michelle Ardina
copy nya bisma beneran nih
Michelle Ardina
ehh syila ntar nyesel lho
Michelle Ardina
mama khaira sma papa radit lupa kh sama aksara nya yg dlu
Michelle Ardina
aksara nya bunda naya n ayah bisma mirip ayahnya deh
Michelle Ardina
ehhh darren junior
anypuji
sabar ya vendra
anypuji
gas gak tuh aksara diajak mandi bareng🤭🤭🤭
anypuji
segera kirimkan jodoh untuk vendra
anypuji
ben kapok Tira Ama Bagas
anypuji
Vendra pura² baik ap emang udah berubah
anypuji
Tiara jahat
anypuji
semoga positif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!