NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Monster Tampan

Menjadi Tawanan Monster Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Seorang gadis cerdas, tetapi Cupu bertemu tanpa sengaja dengan seorang laki-laki dengan aura tidak biasa. Pertemuan itu adalah awal dari kisah panjang perjalanan cinta mereka. Laki-laki itu menunjukkan sikap tidak sukanya, tetapi dibelakang ia bak bayangan yang terobsesi pada kelinci kecil. Akankah kelinci itu terperangkap, atau justru mencoba kabur dari pengejaran si dominan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Their Anomali

Suasana di taman indoor masih penuh kesunyian. Axel masih memeluk Sesilia dengan erat, enggan melepasnya.

Lima menit. Sepuluh menit. Tubuh Sesilia mulai kaku. Lima belas menit....

"X...aku, badanku sakit." Gadis itu berkata pelan, masih dalam pelukan posesif monsternya.

Axel tersentak kaget. Ia benar-benar lupa

"I'm so sorry, baby. Did I hurt you?"

"Yes, little bit."

Tanpa aba-aba, Axel meraih badan mungil gadis itu. Tangannya berada di bahu dan di bawah lututnya. Menggendong ala bridal style. Sesilia kaget, tidak menyangka akan mendapatkan tindakan manis itu dari Axel.

"X! I'm fine. Just..."

"Shuuutt...." Axel menjawab pelan, mata kelabu nya menatap manik hitam milik gadisnya dalam-dalam.

Sesilia kelabakan sendiri atas tatapan mematikan itu. Rona merah di pipinya muncul, memberikan tanda tak tertulis bahwa ia tersentuh atas tindakan spontan itu.

Senyum tipis, terbit di bibir Axel.

"Cute and sweet." Beo-nya. Kemudian memberikan satu kecupan singkat tepat di bibir gadisnya.

"AXEL STEEL! STOP!!!" Sesilia berteriak frustasi. Tidak sanggup menerima keromantisan bertubi-tubi itu.

"Ya..ya.. Princess, as you wish." Dan membubuhi satu kecupan lagi di bibir manis Sesilia.

Tidak tahan dengan semua itu, gadis itu segera membenamkan wajahnya di leher Axel, tangannya memeluk erat badan atletis itu. Melihat itu, Axel segera membawa gadis itu kembali ke dalam penthouse.

.....

Setelah membawa gadisnya ke kamar, Axel kembali ke ruang kerjanya. Pekerjaan sudah memanggil namanya bak hantu gentayangan.

...

Sesilia yang berada di kamar, masih merasakan panas di kedua pipinya. Jantungnya juga masih berdetak kencang, tak karuan. Efek Axel belum hilang sepenuhnya.

"Dasar buaya darat! Pasti dia sudah sering berbuat hal yang sama pada perempuan lain yang lebih cantik." Gadis itu meggerutu.

"Dia kelihatan sangat lihai membuat pipiku merona."

Gadis itu terus menggerutu. Tidak sadar, bahwa apapun yang dilakukan dan dibicarakannya akan diketahui oleh Axel.

"Axeeelll...!" Ia berteriak frustasi, kepalanya dibenamkan dalam bantal empuknya.

Lima menit kemudian, gadis itu bangun perlahan. Ia telah memutuskan untuk mendatangi Axel di ruang kerjanya. Sebelum itu ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Sesilia menghabiskan hampir dua jam dalam kamar mandi. Ia membersihkan diri dengan sangat niat. Menggunakan lulur mahal yang disiapkan Axel untuknya, kemudian berendam dalam sabun yang sangat harum, memakai shampo, menyikat gigi, mencukur bulu di kakinya dan berbagai perawatan lainnya.

Setelah mengeringkan diri, ia lalu menggunakan semua produk skincare yang juga telah disiapkan oleh Axel hanya untuknya. Kini tubuhnya sangat bersih, bersinar dan wangi.

"Axel pasti akan terpukau saat melihatku, kan?" Ia bergumam sendiri, sambil menata rambutnya.

"Monster itu pasti akan makin tergila-gil..." Gadis itu tiba-tiba terdiam. Matanya terbuka lebar, juga mulutnya terbuka membentuk huruf O besar.

"What the hell that I'm doing? trying to look nice in front of him?" Gadis itu menampar wajahnya, kanan kiri dan berulang-ulang.

"Wake up, Sesilia Kira. Wake up!!!!!"

"Sepertinya otak cerdasku agak korslet karena terlalu lama terkurung di penthouse mewah ini."

Kerandoman gadis itu terus berlanjut hingga satu jam kemudian. Karena kelelahan, ia jatuh tertidur masih dengan tubuh dan pakaian yang sangat bersih dan rapi.

...

Di ujung sana, Axel Steel duduk diam. Matanya tidak lagi terpaku pada berkas-berkas membosankan itu. Pandangannya lurus menatap layar yang menampilkan kekacauan yang diperbuat sang gadis dalam kamarnya. Juga teriakan dan umpatan yang keluar dari bibir mungil itu. Semua tak luput dari pantauan sang monster.

"You're the first person, baby girl. One and only." Racaunya pelan. Kemudian tertawa pelan. Tingkah Sesilia benar-benar menjungkirbalikkan dunia hitam putih milik Sang Monster Steel.

"Gadis ini terlalu menggemaskan untuk diperlihatkan pada dunia luar. Haruskah aku menidurinya? Menghamilinya? Agar kami segera menikah. Tapi, tubuhnya masih kelihatan kecil dan sangat rapuh. Dia pasti tidak bisa mengandung keturunanku dalam tubuh mungilnya itu."

"Apa yang harus aku lakukan pada gadis mungil itu?!" Erangnya frustasi.

1
partini
baca sinopsisnya penasaran
Lusy Kunut: Stay tune yah kak, supaya rasa penasarannya terobati👍
total 1 replies
merdi Yanto
cuit cuit cuit😍🤣
merdi Yanto
duh🤭
merdi Yanto
Bau-bau mulai berbalas perasaannya Axel
merdi Yanto
/CoolGuy//CoolGuy/
merdi Yanto
Plot twist banget keluarganyaa
merdi Yanto
🤭🤭🤭🤭
bau bau bucin😍😄
merdi Yanto
Suka cerita dari sok benci jadi bucin akut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!