Follow Ig Author Balqis 7850
Bantu Karya ini agar semakin bersinar dengan cara LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK 😘🥰 tapi sebelum itu masukkan ke rak favorit.
Area orang-orang humor tinggi 😁😁😁
Yang bocil menyingkir karena banyak +21 nya.
Leana Dicaprio merupakan gadis cantik berwajah baby face, berumur 18 tahun. Memiliki sikap bar-bar dan juga lucu.
Suatu malam Lea tak sengaja menyaksikan seorang pria berpakaian serba hitam sedang membongkar isi perut seorang pria yang sudah tak bernyawa.
"Dasar gi-la," lirih Lea tanpa sadar, membuat pria berbaju hitam itu menoleh ke arahnya.
"Halo, Nona manis! Apa kau juga ingin ikut bermain denganku?" Pria itu bangkit berdiri mendekati Lea.
"Tidak ... aku pahit! Tidak manis." Lea berlari menangis histeris berusaha kabur dari pria psikopat itu.
"Tolong!"
"Tolong!"
"Siapa pun tolong aku! Hiks ... aku di kejar psikologi eh psikopat!" Lea berteriak meminta tolong di gelap nya malam.
Hap.
"Dapat!" Pria itu menarik rambut Lea hingga membuat gadis cantik itu tak bisa berlari lagi.
Saat pria itu ingin membunuh Lea suara sirine mobil polisi yang sedang berpatroli berbunyi.
"Tolong ... " Lea berteriak keras membuat mobil polisi itu menuju ke arahnya.
Pria psikopat itu mengeraskan gerahamnya karena telah gagal membunuh Lea.
"Ah ... sakit!" Lea meringis kesakitan saat pria itu mer*mas kencang dada kanannya.
"Anggap ini sebagai hadiah perkenalan kita! Sampai jumpa lagi, Nona manis!" Pria psikopat itu berbisik lalu berlari pergi meninggalkan Lea yang merasa terkejut karena secara tak sengaja dirinya di lecehkan.
***
"Nona, Anda baik-baik saja?" tanya seorang polisi tampan pada Lea yang sedang menangis sesenggukan.
"Apa bapak buta, huh? Saya lagi nangis kok di bilang baik-baik saja!" Lea menangis sesenggukan memukul dada bidang polisi tampan itu.
"Oh ya ampun ... cantik-cantik kok galak! Andai aku tidak pakai baju dinas, maka ku pastikan gadis ini mengerang nikmat di atas ranjang ku," batin polisi tampan itu yang merupakan seorang cassanova.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Annabelle?
Tangisan Lea tak kunjung berhenti membuat Tom semakin frustasi. Pria tampan itu tak bisa menghentikan mobilnya karena para musuh masih saja mengikuti mereka.
Terlebih lagi jalanan yang mereka lewati merupakan jalanan perbukitan yang tidak ada satupun mobil berlalu lalang ataupun rumah di pinggir jalan.
"Huwaa … perut ku sakit Tom-Tom … aku mau pup! Hentikan mobilnya!" Lea merengek dengan suara serak membuat Tom mengusap wajahnya kasar.
"Lea sayang … tahan sebentar, ya! Nanti kita berhenti di SPBU karena di sini tidak ada WC. Terlebih lagi kita sekarang sedang di kejar musuh!" Tom berusaha menenangkan Lea dan memberikan pengertian pada gadis hamil itu.
Namun, Lea tetaplah Lea, dia hanyalah gadis cerewet dan cengeng. Mulutnya tak berhenti mengoceh sedari tadi.
"Terus aku pup di mana? Perut ku udah mules dari semalam dan kamu menyuruh aku menahannya sebentar lagi! Bisa-bisa nanti yang keluar bukan pup melainkan batu karena udah keras akibat aku tahan-tahan!" jerit Lea menjambak rambutnya sendiri seperti anak kecil yang mengamuk tak mau di belikan es krim.
Begitulah Lea sekarang di mata Tom.
"Sudah tahu mules dari semalam, kenapa tadi pagi tidak kamu keluarkan dalam WC, Lea! Begini kan jadinya! Alam kembali memanggilmu untuk melapor (pup) karena semalam tidak melapor!" desis Tom kesal membuat Lea semakin terisak.
"Tom … aku gak sanggup lagi hiks … aku!" ujar Lea dengan suara serak dan wajahnya memerah membuat Tom merasa tak enak hati. Seolah-olah ada hal buruk menimpanya.
"A-apa maksud mu Le---," belum sempat Tom menyelesaikan kalimatnya. Suara aneh mirip knalpot Vespa terdengar di telinga Tom. Diiringi bau tak sedap membuat pria tampan itu ingin muntah rasanya.
Pruppp … preeppp.
Tom memelototi Lea yang hanya tertawa cengengesan dengan tampang tak berdosa menatap Tom.
"He he … tadi itu aku kelepasan! Gas alam ku kelebihan muatan makanya tembus pertahanan ku!" ujar Lea santai menghirup ingusnya kembali dengan tampang tak berdosa.
Oh sial … Tom ingin rasanya melempar Lea keluar jendela. Andai saja Tom tak jatuh hati pada Lea! Andai Tom tidak mencintai Lea! Dan andaikan Lea tidak hamil anaknya! Maka dapat di pastikan seluruh kotoran yang ada dalam perut Lea akan Tom buang dengan tangannya sendiri.
"Lea, kamu benar-benar jorok! Oh shitt … bagaimana bisa kamu kentut di saat genting seperti yang ini? Terlebih lagi di dalam mobil dengan AC yang hidup dan jendela tertutup! Oh ya ampun … demi apa pun terkutuk lah para wanita cantik yang menutupi sifat joroknya dengan wajah cantiknya!"
Tom kalang kabut, pria tampan itu geregetan dengan hati yang tak karuan. Ingin rasanya dia membuka jendela agar bau busuk itu keluar dari mobilnya, namun, sedari tadi hujan peluru tak kunjung berhenti.
Sedangkan Lea mengerucutkan bibirnya merasa kesal dan terhina mendengar umpatan Tom.
"Halah … gak usah sok bersih! Asal kamu tahu kalau bau kentut itu baik untuk kesehatan karena mampu mencegah kanker! Bahkan sekarang sudah ada terapi mencegah kanker dengan mencium bau kentut! Semakin bau nya busuk maka akan semakin bagus untuk kesehatan. Jadi, mari kita hirup bersama agar baunya menghilang dan badan kita semakin sehat!" ujar Lea seraya mengendus-endus bau kentutnya sendiri.
Tom yang melihatnya tak tahu harus menunjukkan ekspresi seperti apa.
Satu kalimat terbersit dalam benak Tom yaitu Tom sudah mencintai orang yang salah.
"Gila kamu … mana ada terapi yang seperti itu! Bisa teler aku kalau terapi nya modelan seperti itu. Ahhh … untung kamu good looking Lea!" teriak Tom kesal lalu membuka jendela mobil di samping nya.
Pria tampan itu mengambil pistol dari jog mobilnya meluapkan segala emosi yang dipendam sedari tadi karena gas alam Lea pada para musuhnya.
Dor.
Dor.
Dor.
Tom menembakkan peluru mengenai bahu musuhnya. Satu mobil BMW berwarna hitam mengikuti Tom diikuti 3 pengendara motor trail yang masing-masing membawa senapan.
"Ahh … " Lea menjerit saat pengendara motor trail itu berada di samping mobilnya menghantam jendela kaca dengan kapak.
Tom segera menutup kembali jendelanya saat mendengar suara jeritan Lea. Pria tampan itu menancap gas nya sehingga berada beberapa meter di depan para pengendara itu.
Tom melihat dari arah spion depan para pengendara itu ikut menancap gas ingin memukul kembali kaca jendela mobil yang sudah retak. Saat jarak motor trail itu ingin sampai dengan jendela mobil di samping Lea pun Tom langsung berteriak.
"Lea, buka pintu mobil sekarang!" teriak Tom membuat Lea terkejut refleks langsung membuka pintu mobil.
Brakk …
Bugh.
"Ahh …," pekik Lea terkejut saat satu pengendara motor trail itu menabrak pintu mobil lalu terjatuh dengan cara mengerikan.
Di ikuti oleh pengendara motor satu lagi yang jatuh karena menabrak motor temannya yang terjatuh itu.
"Tutup lagi, Lea!" titah Tom membuat Lea langsung menarik pintunya kembali.
Tangan Lea bergetar ketakutan karena menyaksikan berbagai hal mengerikan dan menegangkan untuk pertama kali dalam hidupnya.
"Jangan takut, Lea! Anggap saja kita sedang berada di film action. Kita jadi peran utama protagonis dan mereka antagonis nya!" ujar Tom berusaha menenangkan Lea yang sedari tadi memeluk dirinya sendiri.
"Ini gila Tom … benar-benar gila! Ini menegangkan sekaligus mengerikan! Perpaduan antara film action Fast Furious dan film horor Annabelle!" celetuk Lea dengan raut wajah tegang.
"Hey … siapa itu Annabelle! Ini itu full action tidak ada yang horor!" sentak Tom melirik Lea sesekali.
"Annabelle itu adiknya jailangkung, temennya kuntilanak, cucu dari sundel bolong dan keponakan dari genderuwo!" jawab Lea cepat menyebutkan nama-nama hantu terkenal di Indonesia.
"Oh ya ampun, Lea … aku tidak kenal mereka! Kenapa namanya sangat aneh seperti alien saja! Apa tadi genderuwo? Siapa lagi itu?" tanya Tom seraya melirik ke belakang menatap para musuhnya yang masih saja mengikuti mereka.
"Oh maaf, aku lupa kalau kamu bukan orang Indonesia! Genderuwo itu temennya kolor ijo!" jawab Lea membuat Tom mendengus kesal.
"Berarti dia keluarga ku karena aku juga memakai kolor ijo!" desis Tom membuka resleting celananya menunjukkan lapisan berwarna ijo membuat Lea menjerit.
"Ahhh … dasar Tom-Tom mesum!" jerit Lea menampol kepala Tom menggunakan tas selempang nya membuat kepala Tom seketika berputar seperti ada burung-burung berkicau di atas kepalanya.
Brakk.
"Ahhh … "
.
.
.
.
.
Bersambung.
Halo-halo kakak … author balik lagi, nih. Doakan author semoga sehat selalu! Niat hati mau up dobel tapi tak kunjung terlaksana kan. Laptop author sudah tiga kali rusak, padahal baru pakai 15 kali dan baru beli juga. Alhasil author harus pulang balik ke kota buat bawa laptop di servis … sungguh menyesakkan 🤪🤪🤪🤧🤧🤧
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰