NovelToon NovelToon
Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Komedi / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 5
Nama Author: siti aminah

Aisyah adalah seorang gadis berumur 21 th. ia di ajak tinggal dg saudaranya di sebuah pesantren.ia berteman dg santri putra bernama Riziq yg berumur 16 th. persahabatan mereka sangat dekat meskipun umur mereka terpaut jauh.
sampai suatu ketika Aisyah bertemu seorang ustad tampan bernama ustad Rasyid 24 th.yg tidak lain adalah kakaknya Riziq.

Aisyah dan ustad Rasyid saling mencintai ...namun takdir berkata lain .ustad Rasyid di jodohkan dg salah satu ustajah di pesantren itu.
begitu sedihnya Aisyah dikala itu .
iapun beberapa kali di jodohkan oleh orang tua angkatnya namun selalu gagal dg beberapa alasan...

namun tak di sangka jodohnya adalah... ? ?

ikuti terus kisah Aisyah....



baca juga ya novelku yg pertama ANDAI MEREKA TAU...makasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salat istikharah

Kini ustad Rasyid sedang menjalankan salat istikharah, ia meminta pada Allah, pilihan mana yang baik untuk nya antara Aisyah dan ustajah Yasmin. Kalau di ukur dari kecantikan, mereka sama sama cantik, namun kalau di bandingkan dengan ilmu yang mereka punya tentu Aisyah tertinggal jauh. Ustad Rasyid duduk bersila sambil berdo'a mengadahkan tangannya ke atas.

"Ya Allah siapapun jodoh hamba, hamba mohon berikan yang terbaik, siapa pun itu.

Aisyah perempuan yang baik begitupun dengan ustajah Yasmin. Hamba sangat mencintai Aisyah, hamba juga sangat menghormati kiyai Husen, siapapun yang hamba pilih hamba mohon jangan sampai ada yang tersakiti, amiin "

Setelah selesai menjalankan salat istikharah, ustad Rasyid membuka sedikit pintu kamar Riziq, ia melihat adiknya itu sudah tertidur pulas. Ustad Rasyid sadar kalau kini Riziq sedang merajuk padanya. Perlahan ustad Rasyid masuk ke dalam kamarnya Riziq, ia menatap lekat adiknya itu.

"Kau jangan membenciku, karna aku sangat menyayangimu" ucap ustad Rasyid sambil menyelimuti tubuh adiknya itu.

"Maaf kalau aang membuatmu cemas, aang yakin Aisyah wanita yang kuat, aang iri padanya karna kau lebih menyayanginya daripada aku kakakmu sendiri " ucap ustad Rasyid sambil mengelus lembut kepalanya Riziq.

* * * * * *

Sementara dengan Aisyah, ia sedang gelisah tak menentu, berguling guling kesana kemari di kasur empuknya yang berada di rumah bi Ratna. Ia masih takut dan penasaran apa yang akan menjadi keputusan ustad Rasyid. Aisyah tidak bisa tidur karna memikirkan hal itu, sesekali ia menangis tersedu ketika ia mulai berfikir kalau ustad Rasyid akan menerima perjodohan itu.

"Riziq uni butuh kamu" ucap Aisyah sambil menyeka air matanya.

"Ya Allah siapapun jodohku mudah mudahan dia bisa menjadi imam yang baik untukku."

Aisyah terbangun dari lamunannya ketika mendengar ketukan pintu.

Tok tok tok

Perlahan Aisyah membuka pintu, terlihat bi Ratna sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

"Bibi, ada apa bi?" tanya Aisyah heran.

"Kamu sudah bangun Aisyah? " tanya bi Ratna, Aisyah hanya tersenyum getir, pasalnya dia bukan sudah bangun, tapi dia belum tidur.

"Tidak apa apa, bibi cuma mendengar suara di kamarmu, ya sudah lanjutkan istirahatmu ini masih jam 2 malam" ucap bi Ratna sambil berlalu ke kamarnya.

"Aku tidak bisa tidur bi, pikiranku melayang kemana mana " gumam Aisyah dalam hati sambil menutup pintu kamarnya kembali. Aisyah membuka laci di dekat tempat tidur nya mengambil selembar kertas puisi dari ustad Rasyid itu, lalu menatap dan membacanya dari kalimat satu ke kalimat lain.

"Kalau kau mencintaiku tolong perjuangkanlah aku, perjuangkan aku sekuat yang kau bisa, jangan biarkan aku kecewa atas keputusan yang akan kau pilih, tapi kalau kau memilihnya dan tak mau memperjuangkan ku, tolong beri aku penjelasan biar aku tidak membencimu, agar aku menerimanya dengan ikhlas tanpa tersakiti " gumam Aisyah dalam hati, tidak lama kemudian ia tertidur sambil menyandar ketembok.

Waktu subuhpun kini tlah tiba.

"Allahuakbar . . Allahuakbar "

Suara azan subuh sudah berkumandang di masjid besar pesantren. Aisyah terbangun dari tidurnya kala ia mendengar suara azan, ia menatap kertas puisi dari genggaman tangannya, perlahan ia memasukan kertas itu ke dalam laci kembali, lalu ia pergi mandi dan bersiap siap untuk menjalankan salat subuh bersama bi Ratna. Bi Ratna tersenyum melihat Aisyah.

"Sudah bangun Aisyah, cepat sana mandi nanti kita salat berjamaah, mamang kamu sudah berangkat ke masjid." tutur bi Ratna.

"Ia bi " jawab Aisyah singkat lalu pergi ke kamar mandi, setelah itu mereka menjalan kan salat subuh bersama.

Bi Ratna sudah mempersiapkan barang barang yang akan di bawanya ke kantin bersama Aisyah, bi Ratna terdiam heran melihat Aisyah yang nampak gelisah dan tak bersemangat.

"Aisyah kamu sakit? " tanya bi Ratna. Aisyah hanya menggelengkan kepalanya.

"Bibi lihat wajah mu pucat, kau seperti tidak bersemangat, apa kau punya masalah ? " tanya bi Ratna sambil mengelus lembut kepalanya Aisyah. Sebenarnya Aisyah banyak pikiran dan kurang tidur jadi wajahnya nampak pucat.

"Aku tidak apa apa bi, aku baik baik saja, mungkin itu cuma perasaan bibi saja " jawab Aisyah sambil tersenyum, ia tak mungkin menceritakan masalahnya pada bi Ratna. Setelah selesai bersiap siap mereka pun pergi ke kantin.

Sesampainya di kantin Aisyah dan bi Ratna sedikit terkejut melihat Riziq sudah duduk di kursi kantin.

"Asalamualaikum "

Aisyah dan bi Ratna memberi salam.

" Waalaikum salam" jawab Riziq tanpa ekpresi sedikitpun. Aisyah dan bi Ratna heran melihatnya biasanya bocah yang ada di hadapannya itu begitu sangat periang. Perlahan Aisyah mendekatinya dan duduk di sebelah Riziq.

"Kenapa?" tanya Aisyah pelan.

"Aku sudah mengancamnya semalam. " jawab Riziq, Aisyah yang mendengarpun langsung membulatkan matanya ia kaget dengan pertuturan Riziq.

"Kamu mengancam siapa Ziq? " tanya Aisyah penasaran.

"Tentu saja kakakku, siapa lagi " jawab Riziq sambil menundukan kepalanya.

"Hei, kenapa kau mengancamnya, memang apa kesalahannya, ini bukan salahnya, dia hanya bisa memilih, bukan kah ini semua bukan keinginannya " tutur Aisyah.

"Jangan bilang uni tidak takut dan gelisah dengan apa yang akan di putuskan oleh kakakku nanti, aku hanya mengingatkannya, jangan sampai dia menyakitimu " ucap Riziq menegaskan, ia tak ingin ada seorang pun yang menyakiti Aisyah termasuk kakaknya sendiri.

"Apapun keputusan kakakmu aku pasti baik baik saja " ucap Aisyah sambil tersenyum. la mencoba menyembunyikan kegelisahannya itu, jangan sampai Riziq tau tentang perasaannya yang kini tak menentu .

1
S.R ciplux
assalamu'alaikum. hehe gak bosen2 baca ini berkali2
نور✨
hahahaha 😂😂😂😂
نور✨
ale ale
نور✨
aku malu bacanya Aisyah, apalagi kamu Aisyah yg ngomong 😭🤣🤣
نور✨
malu banget ya Allah 😂😂, dihadapan orang yg disukai lagi, dobel malunya
Rahman Djafar
aku sudah baca semua novel karya mbak kapan novel barunya semua novel bagus dan lucu.
Daffa Bintang
Bun. mn lagi ni cerita d pesantren
Rizky Alfian
klo udah masuk part nya ustad usman siap2 ngakak 🤣🤣
Rizky Alfian
😭😭😭😭
Rizky Alfian
🤣🤣🤣🤣
Sari
iya tatapan matamu ustadz Rasyid kaya mesin penggilingan yang sudah merobek-robek hati Aisha/Hey/
Sari
Alhamdulillah Aisha punya orang tua baru/Heart/
Sari
modus tuh ustadz Rasyid/Sleep/
Sari
ngaku jadi kakaknya Rizieq di depan Kaka aslinya/Facepalm/
Sari
patah hati sebelum di mulai dan aku susah move on dari rasa kecewa Aisha ke ustadz Rasyid 😥
Sari
semangat Uni Aisha ❤️
Sari
suka banget sih sama karyanya Ka author ini, sukses selalu author ❤️❤️❤️
Sari
lagi rindu Aisha dan Rizieq, mampir aku Thor baru download novel ini lagi🤭
Anvi
masih menunggu cerita fawaz dengan sabar. btw bakalan di up gak sih kak, pindah aplikasi juga tak masalah yang penting ada kelanjutannya
zeus
Knp g si rasyid yg di pindah? Membagongkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!