Follow Ig me :@Thalindalena
"Jangan sok suci. Kamu sama halnya dengan wanita murahan di luaran sana !" Hina Doni.
Citra tidak menanggapinya,ia memilih bangkit dari tempat dan berjalan ke kamar mandi dengan keadaan tertatih dengan melilitkan selimut di tubuhnya. Tidak lupa sebelum itu ia mengambil pakaiannya yang berserak dilantai.
Apa yang terjadi ? Diantara mereka berdua ?
Penasaran ? Yuk simak terus kisah nya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membawanya pergi 1
"Ana, aku disini." Leon mengusap air mata Ana kemudian menggenggan tangan Ana dengan erat.
Perlahan Ana menerjabkan kedua matanya ketika ia merasakan ada seseorang yang menggenggam tangannya dengan erat.
Ia membuka matanya dengan perlahan dan ia terkejut ketika ia melihat sosok yang sangat ia kenali.
Apa ini mimpi? Batin Ana.
Tidak, ini bukan mimpi. Lanjutnya.
"Ana?" Leon mengusap pipi Ana lagi, membuat gadis itu meringis kecil.
Ana menepis tangan Leon dengan kasar.
"Leo? Bagaimana kau bisa disini?!" Ana langsung mendudukan dirinya dan bertanya dengan wajah yang terkejut.
"Aku mempunyai pintu ajaib." Masih bisa bercanda.
"Ish! Aku bertanya serius! Kenapa kau bisa berada disini dan sejak kapan kau tahu alamat rumahku?" Tanya Ana lagi. Tapi, kali ini dengan nada yang kesal.
"Karena dimana pun kau berada maka di situ juga aku berada di dekatmu." Jawab Leon, membuat Ana memutar kedua bola matanya malas.
"Nggak usah gombal!" Ketus Ana.
"Aku serius. Karena aku selalu ada disini." Leon menunjuk dada sebelah kiri Ana.
"Leo! Cepatlah keluar dari sini." Ana mengusir Leon.
"An! Kenapa kau tidak pernah mengatakan yang sesungguhnya!"Leon tidak memperdulikan ucapan Ana dan ia menatap Ana dengan datar.
"Aku.. ak—" Ucapan Ana terpotong kembali saat mendengar suara pintu di buka dengan kasar.
Brak
"Keluar kau dari sini!" Sentak Ibu kepada Leon.
Leon berdiri dari posisi sebelumnya, kemudian ia menatap wanita lampir itu dengan tajam.
"Apa kau tuli!!" Sentaknya lagi, ketika melihat Leon tak beranjak.
"Bu!" Vanessa memanggil ibunya dan ia menarik ibunya agar keluar dari paviliun itu.
"Aku akan keluar dari rumah ini tapi aku akan membawa Ana." Jawab Leon dengan tegas.
"Anak ja•lang ini tidak boleh keluar dari rumah ini!" Ucap Ibu dengan kasar, membuat Ana mengeluarkan air matanya untuk kesekian kalinya.
Aku belum puas, membuatnya menderita. Batinnya.
"Aku tidak meminta persetujuan anda, Nyonya!" Ucap Leon, lalu menarik Ana keluar dari paviliun kecil itu.
"Ya!!" Ibu berteriak dan mengejar Leon dan Ana.
"Ibu!!" Vanessa ikut mengejar ibunya.
Ayah yang baru pulang dari pasar pun terkejut ketika mendengar keributan dari dalam rumah.
Dan tak berselang lama ia melihat seorang pria yang menarik paksa Ana.
"Kau mau membawa kemana putriku?!" sentak Ayah.
Leon menghentikan langkahnya lalu menatap Ayah Ana dengan dingin.
"Aku ingin membawa Ana keluar dari neraka terkutuk ini! Aku ingin melindungi Ana dari para iblis." Ucap Leon dengan dingin dan menatap tajam ketiga orang itu.
Deg
Hati Ayah terasa tercubit ketika mendengar perkataan itu.
"Kau bilang apa?!" Teriak Ibu, tidak terima.
"Hentikan! Yang dia katakan memang benar, kita memang iblis!" Ucap Ayah, dengan menatap putrinya dengan berkaca-kaca.
"Akan ku pastikan kau akan menyesal jika berani keluar dari rumah ini!" Hardik Ibu kepada Ana, membuat Ana semakin terisak dan ketakukan. Bahkan ia sampai mencengkram kuat tangan Leon.
"Ibu, jangan berbicara seperti itu. Nanti ibu yang akan menyesal." Ucap Vanessa kepada ibunya.
"Diam kamu!" Bentak ibu.
"Jangan takut, ada aku disini." Bisik Leon kepada Ana, dan gadis itu pun mengangguk pasrah.
Ia sudah lelah berada di sini, bertahun-tahun ia bertahan di rumah itu walaupun hinaan dan cacian ia dapatkan setiap hari.
Karena ia berharap jika ibunya kelak bisa berubah dan menyayanginya. Tapi, nyatanya ia salah.
Sebegitu bencinya kah, ibu tirinya terhadapnya.
"Biarkan Ana keluar dari rumah ini" Ucap Ayah dengan tegas.
"Tap—"
"Kita bercerai!!" Ucap Ayah, kepada istrinya.
Harusnya ia melakukan ini sejak dulu.
"A a pa?!" Ibu tergagap sambil menutup mulutnya karena syok, begitu pula dengan Ana dan Vanessa.
"Ana bawa pria ini keruang pribadi Ayah" Ucap Ayah, lalu berlalu tanpa memperdulikan istrinya lagi yang memanggilnya.
Hayo lohh
Pada tegang kan?🤭
Kasih like, komentar, vote ya 😘
tuh pRT tar mupeng denger desahan kalian berdua /Facepalm//Facepalm/