NovelToon NovelToon
Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Dosen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.8
Nama Author: KAY_21

Harap bijak memilih bacaan.
Perhatikan bacaanmu❗️


Opsesi dan cinta. Dua kata yang tampak sederhana tetapi mengandung pengertian yang begitu dalam.

Sakia Shen, atau kerap kali dipanggil Kia. Hari itu suasana sangat cerah. Wanita cantik itu dengan gembira mendatangi rumah sang pacar untuk bertemu calon mertua. Namun, ekspetasi tak seindah realita.

Kia yang jengkel datang ke Bar untuk menghilangkan penat. Tanpa disangka, ia mengalami hal yang tak terduga.



Ikuti terus kisahnya
Jangan lupa untuk tingalkan jejak berupa Like

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

...🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾...

Kenneth Pov

“Presdir, Lee.”

Suara dari Tuan David membuatku menoleh. Seorang wanita dengan dress plisket kombinasi membuatku tersentak tercengang kaget.

Kok bisa wanita ini?

“Pressdir Lee, kenalin, dia putri dari Erick Ardiansyah, pemilik perusahaan Ardi Group. Bagaimana, cantik bukan?” ucap Tuan David memperkenalkan wanita itu padaku. Wanita di sampingnya menaikkan satu sudut bibirnya dengan pose sedikit mengejek.

“Kenneth Lee!” Aku mengulurkan tangan dengan sedikit terpaksa. Berusaha menunjukkan sikap saling tak mengenal.

“Kimmora!” jawabnya anggkuh sembari menjabat tanganku. Di waktu yang sama, alunan musik terdengar begitu merdu memecah suasana. Beberapa orang sudah naik ke lantai dansa dan menunjukkan skil mereka.

Dengan gerakan cepat, aku menarik tangan wanita itu. “Kalau begitu gak masalah jika aku mengajaknya berdansa, kan?” tanyaku pada Tuan David.

“Tentu tidak, silakan silakan!”

“Apa-apaan sih kamu!” Dia mengeliat mencoba melepaskan diri.

“Jadi anak baik, oke!”

Aku membawanya ke lantai dansa. Menikmati alunan musik yang cukup indah dengan gerakan dansa yang ringan.

“Aku harap kamu bisa jaga mulut saat di kampus!” ucapku lirih tepat di telinganya.

“Kalau gak mau? Lagi pula aku juga gak ada keuntungan.”

Wanita ini ... rasanya aku sudah mencapai batas sabarku. Harus kuapakan dia?

“Apa penawaranmu?”

Ia terdiam sejenak, sebelum akhirnya setuju untuk menjaga rahasiaku di kampus. “Untuk tawarannya, aku pikirin dulu!” ucapnya.

Gak masalah tentang itu, setidaknya dia sudah setuju. Namun tiba-tiba, heels yang dia pakai mendarat cukup keras di kakiku.

“Ups, maaf gak sengaja. Lagian aku gak bisa dansa!”

Aku belum sempat merespon atau membalas. Seorang lelaki datang menarik tangan Kimmora dan mendorongku. “Dia, istriku!” ucap lelaki itu kasar, kemudian membawa Kimmora pergi ke sisi lain.

“Sial!” pekikku jengkel sambil merapikan tuxedo.

Aku sempat melihat lelaki itu mengambil selembar kain, kemudian mengelap tangan Kimmora seakan tangannya kotor. Aku tau jika itu sebuah ejekan yang langsung ditujukan padaku.

Belum puas sampai di situ. Ia mengulurkan tangan, mengajak wanita yang dipanggil ‘istri’ itu berdansa. Aku sempat mengira, Kinmora benar-benar tak bisa berdansa, tetapi nyatanya itu salah besar.

“Dia mengerjaiku!”

Di waktu yang sama, Ziko datang dan membisikkan sesuatu. Membuat mataku membulat seketika. “Kok bisa?!” Aku menatap wajah Ziko. “Ayo pergi dan ceritakan detailnya!”

Ziko menjelaskan, jika Sam tadi menghubungiku. Ternyata Kia sempat menghubungi Sam untuk meminta alamat rumahku. Namun karena Sam tak tahu, dia mengarahkan Kia untuk mencarinya di biodata mahasiswa. Yang menjadi masalah sekarang adalah alamat yang di tulis Ziko saat pendaftaran.

Ziko segera membawaku pergi ke alamat yang tertulis di biodata. Tempatnya tak jauh dari perusahaan. Mungkin sekitar belasan kilometer. Mobil yang kita kendarai masuk ke area apartemen kecil. Apartemen yang bahkan bisa aku bilang kumuh. Malah lebih bagus apartemen Kia. Apartemen ini bahkan tak punya basement untuk parkir. Hanya memakai sebagian lahan di lantai bawah yang hanya muat beberapa mobil saja.

“Gimana bisa mikir alamat ini, sih?” tanyaku saat turun dari mobil.

“Itu sebenarnya ... ini tempat tinggalku dulu!” Aku menoleh, melihat Ziko yang tertunduk malu.

Sempat tertegun sesaat usai mendengar jawaban Ziko. Dulu saat merekrutnya, aku gak pernah mencari tau asal usul atau kehidupannya. Gak nyangka, kalau dia pernah hidup seperti ini.

“Tunjukkan jalannya!”

Ziko membawaku berjalan menaiki tangga dan berhenti di lantai dua. Ia melanjutkan langkahnya melewati beberapa pintu, sampai akhirnya berhenti di ujung koridor. Ia merogoh saku, mengambil seombyok kunci. Tangannya begitu lincah mencari salah satu kunci diantara yang lainnya. Begitu ketemu, Ziko segera membuka pintu apartemen.

Pandanganku tertuju pada sebuah ruangan berukuran 40 meter persegi. Di sana terlihat ranjang, sofa dan beberapa furnitur yang ditutup kain putih. Ada sedikit debu, tapi juga tak begitu menganggu.

“Kau, pernah tinggal di sini?” tanyaku menatapnya.

“Iya. Kurang lebih delapan tahun.”

“Dihitung-hitung, bonus, ditambah lembur, juga itensif selama satu tahun. Harusnya udah bisa beli satu apartemen yang layak, kan?”

Ziko mendengus getir. “Anda benar, hanya saja, aku harus mengirim uang untuk keluargaku. Jadi uangnya baru terkumpul tahun kemarin.”

“Dimana tempatmu tinggal sekarang?”

“Apartemen di distrik S.”

Selama ini dia mengikutiku dan patuh. Yah, meski kadang menyebalkan dengan sikap kurang ajarnya itu. Melihat ini, aku jadi menyesal karena sudah mengabaikan kesejahteraan hidup karyawanku.

“Sudah panggil orang untuk bersih-bersih?” tanyaku sembari berkacak pinggang.

Ziko baru membuka mulut, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu yang sedikit terbuka. Aku melihat beberapa orang tengah berdiri di depan pintu.

“Tuan, Ziko.” sapa orang yang mengetuk pintu.

“Presdir, mereka yang akan membersihkan tempat ini. Aku juga sudah memesan kasur yang baru juga beberapa baju untuk Anda. Untuk perabotan yang lain sepertinya tidak bisa dikirim malam ini.”

Hela napasku sedikit berat setelah mendengarkan perkataan Ziko. Sepertinya persiapan Ziko lebih matang dari perkiraanku.

“Antar aku pulang. Besok sebelum matahari terbit, jemput dan antar ke sini. Aku mau semua bersih sebelum aku datang!”

“Baik, Presdir.”

Kennt : Besok kalau gak ketemu Kia, aku santet kau, Thor!!!

Tolong!!!! Bang Kennt ngamuk 🙈🙈🙈

Beberapa hari ku ajakin cari wangsit, ngambek keknya babang Kent🤭

Gantian Kia ah, aku ajakin ngepet cari kopi sama kembang 😂😂

1
zeus
Umur g Bisa bohong
Kebijaksanaan orang yg sdh berumur jgn di banding Kan ma anak muda berangasan model kenneth
zeus
Klo gini semua g blh mentingin ego
Berikan Jenny ke pemilik sahnya.. Toh Ayahnya Jenny jg korban
zeus
Knp g jujur saja
Sesuatu klo di mulai dari ke tidak jujur an jalan ya biasanya g bener
zeus
Ingusan? Bknnya usiia Ken 1 tahun lbh tua?
Klo ken ingusan Kia bocil donk
zeus
Udh blokir saja no maknya.. Toh dulu Dia sdh di usir Kan? Jgn tll bodoh dg Bahasa berbakti.. Jgn2 Kia itu bkn anak kandung si lampir
zeus
Korek trs ken
Racun saja nenek lampir kyk gitu
zeus
👍
zeus
Bakti itu g membabi buta kyk gitu.. Kasih ja syarat, suruh Ceraikan suaminya mama ya Soal biaya hidup Kia bantu.. Lelaki model parasit kyk gitu lbh Baex di buang ke sampah
zeus
Biasanya Ada ikatan bathin antara anak dan orang Tua... Laah, ini Jenny ma Ken spt ga Ada ikatan apapun? Satu lg klo emg Jenny anak Ken masak ga Ada kemiripan Sama sekali? G mgk donk..
zeus
Kok spe skrg ga Ada interaksi Ken ma Jenny?
zeus
Agak ribet bacanya krn Pov gonta ganti
Shantyka Kusuma
audio nya dong Thor please
Triana Oktafiani
Kerennn 👍
Santimehasari Nst
Luar biasa
uhuuyyyyyy
lhaahhhhh
uhuuyyyyyy
pie too kiiihhh
uhuuyyyyyy
apakah ayah nya jenny
uhuuyyyyyy
cincang ajaaaa...yg punya ndek depan mu Miss Kiaaa😂😂
pikhacu
🅑🅐🅖🅤🅢
remoncxx
endingnya kurang thor, kia blm bls ungkapan cinta nya kent
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!