NovelToon NovelToon
Kamu Satu Dari Sejuta

Kamu Satu Dari Sejuta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hsnwy

Seseorang yang mengharapkan cinta dari orang yang paling ia cintai, justru adalah orang yang paling menyakiti. Hingga suatu saat mungkin harapan itu akan muncul dan menemukan seseorang jauh dan mampu memberikan rasa nyaman dan cinta.

Raisa adalah gadis yang baik, namun dia tidak seperti wanita pada umumnya yang di berikan cinta seluas samudera, berharap bahwa suatu saat nanti akan ada cahaya di balik kegelapan yang menyelimuti hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hsnwy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 Kejadian Tak Terduga

"Maaf menunggu lama." Raisa baru saja masuk kedalam mobil milik Senopati.

"Jalan," Senopati tak memperdulikan Raisa yang duduk di sampingnya ia hanya fokus pada ponselnya. Baginya Raisa mungkin hanya sebua bayangan yang tidak berarti.

Malam ini bulan bersinar terang, tapi tidak dengan hati Raisa. Berada dalam satu mobil dengan orang yang masih asing baginya sangat membuat hatinya terasa tidak tenang. Tak ingin ambil pusing ia lebih memilih menyandarkan kepalanya di jendela lalu menatap keluar, memandangi kendaraan yang lalu lalang.

Namun tanpa Raisa sadari kalau pria dingin di sampingnya itu sesekali melirik kearahnya.

Mereka tiba di butik mereka mewah, disana mereka akan memilih gaun pernikahan dan jas pernikahan. Mereka di sambut dengan ramah oleh pemilik butik dan parah karyawannya.

"Selamat malam Tuan, Nyonya. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya pemilik toko mengantar keduanya ke kursi sofa yang sangat nyaman.

"Saya ingin Anda, memilihkan gaun mewah dan yang paling bagus untuk wanita ini. Tidak pikir semahal apapun gaunnya."

Dingin, sangat dingin. Meski berbicara Senopati tetap tidak memperhatikan lawan bicaranya, baginya ponselnya lebih menarik dari pada orang-orang yang berdiri di hadapannya.

Raisa mengikuti pemilik butik untuk mencoba beberapa gaun. Sedangkan Senopati menunggu untuk melihat gaun yang akan di coba oleh Raisa.

"Tuan, sepertinya Nyonya Raisa, terlihat tidak sehat. Wajahnya terlihat pucat!" Sejak tadi ia menahan untuk tidak memberitahu Senopati, tapi sangat asisten tidak tahan bagaimana jika calon nyonyanya itu sampai kenapa-napa.

"Memangnya kenapa? Malam ini dia harus memilih gaun pernikahan, masih banyak yang harus aku lakukan bukan hanya mengurus satu urusan." Sikap itu lagi, selalu saja Senopati seperti itu, ucapannya selalu saja ketus.

Sreeet

Suara hordeng terbuka di hadapannya, menampilkan Raisa memakai gaun indah membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun. "Ganti, aku tidak suka gaun itu." Hanya melirik sekali dan Senopati tidak menyukainya gaun itu sama sekali.

Raisa terpaksa mencoba gaun kedua dan,

"Ganti..." Raisa pasrah dan menurut mencoba gaun ketiga. "Ganti, itu terlalu terbuka." Lagi dan lagi.

Raisa hanya bisa menghela nafas dengan berat, tubuhnya terasa tidak enak sejak tadi siang, tapi mau bagaimana lagi ia tetap memaksakan dirinya untuk ikut dengan Senopati malam ini.

Sreeeet

Gaun keempat yang di gunakan Raisa benar-benar sangat indah. "Bagaimana Tuan, dengan gaun keempat ini?" Tanya pemilik butik dengan senyum yang lembut.

Senopati yang melihat Raisa memakai Gaun indah itu, membuatnya sedikit memandang lebih lama ketimbang ketiga gaun sebelumnya. "Lumayan, itu saja. Saya mau gaun itu dan jasnya buat ukuran saya tiga hari lagi harus siap?" Tak ingin berlama-lama Senopati langsung berdiri. "Ganti kembali pakaianmu kita ketempat selanjutnya." Lalu berjalan keluar lebih dulu.

Sekitar sepuluh menit akhirnya Raisa datang menyusul ke mobil mewah milik Senopati.

"Lama," Senopati terdengar kesal karena menurutnya menunggu terlalu lama. "Jalan" Mobil langsung melaju membelah Jalan kota yang masih cukup ramai.

"Kita mau kemana lagi?" Tanya Raisa dengan hati-hati.

"Ke toko perhiasan." Jawabnya singkat tanpa menoleh.

"Apa tidak bisa besok saja? Aku merasa kurang enak badan." Raisa berusaha memberanikan diri mengajukan permintaan.

Senopati melirik kearah Raisa. "Besok saya sibuk." Itu artinya Raisa dapat penolakan secara tidak langsung.

"Baiklah aku paham."

"Bagus kalau paham."

Setibanya di toko perhiasan ternama yang terletak di pusat kota, suasana di dalamnya langsung terasa berbeda. Pencahayaannya lembut, dindingnya berbalut kaca mengkilap, dan setiap koleksi tersusun rapi di dalam lemari pajang yang dijaga ketat. Begitu melangkah masuk, sang manajer segera menyambut mereka dengan penuh rasa hormat.

"Selamat malam Tuan Senopati, Nyonya. Silakan duduk. Apa yang bisa kami persembahkan untuk malam ini?"

Senopati hanya duduk bersandar santai, sekali lagi menyilangkan kakinya sambil melirik sekilas ke arah lemari pajang. "Tunjukkan koleksi cincin pertunangan dan pernikahan terbaik kalian. Yang paling istimewa."

Manajer tersenyum lebar, lalu segera membawa beberapa kotak beludru berwarna hitam dan merah ke atas meja kaca. Satu per satu ia membukanya, memamerkan kilauan berlian yang langsung memantulkan cahaya.

"Inilah koleksi unggulan kami dari merek Vancleet & Arpels, salah satu perhiasan paling diakui dunia. Yang ini bernama Collection Alhambra, berbentuk kelopak bunga melati yang melambangkan keberuntungan dan kesetiaan. Bingkainya terbuat dari emas putih 18 karat, dihiasi berlian potongan bulat yang sangat jernih. Harganya mencapai sekitar Rp 285.000.000."

Ia lalu membuka kotak kedua yang terasa lebih berat. "Jika menginginkan kesan yang lebih megah dan kokoh, ada seri Solitaire Impérial dari merek Cartier. Bentuknya sederhana namun berwibawa, satu butir berlian utama diletakkan tegak di tengah dengan empat jepitan emas kuning 22 karat. Cincin ini melambangkan satu hati dan satu janji. Nilainya berkisar di angka Rp 420.000.000."

Namun Senopati hanya mengangguk singkat, belum ada ketertarikan yang terlihat. Manajer segera membuka kotak ketiga yang lebih istimewa lagi.

"Ini adalah koleksi paling eksklusif kami malam ini, dari merek Harry Winston, dijuluki 'Raja Berlian'. Namanya The One Solitaire. Bentuknya unik, berlian utamanya dipotong dengan teknik mahkota yang membuat kilauannya terasa menyala dari segala arah. Bingkainya dirancang ramping namun kuat, terbuat dari emas putih yang dicampur platinum agar lebih awet. Harganya berada di kisaran Rp 675.000.000."

Saat kotak itu terbuka, cahaya berliannya memantul tepat ke mata Raisa. Ia sedikit tertegun melihat keindahannya, meski hatinya terasa hampa.

Senopati mengulurkan tangannya, memutar-mutar cincin itu sebentar di atas telapak tangannya sebelum menatap Raisa. "Coba kenakan."

Raisa ragu-ragu mengulurkan tangan kanannya. Begitu cincin itu meluncur pas di jari manisnya, ukurannya terasa sangat pas seolah memang dibuat khusus untuknya.

"Bagaimana?" tanya Senopati datar.

Raisa hanya menunduk melihat kilauan itu, lalu menjawab pelan, "Cocok."

"Bagus. Ambilkan sepasang untuk saya juga, model yang senada namun lebih tebal. Semuanya dibayar sekarang." Tanpa menawar sedikit pun atau menanyakan harganya, Senopati sudah berdiri bersiap pergi seolah uang sebanyak itu bukanlah hal yang berarti baginya.

"Sekarang kita ke toko sepatu yang biasa aku datangi." Rupanya ini bukan toko terakhir yang mereka datangi, ternyata Senopati masih ingin ke toko sepatu langganannya.

"Baiklah Tuan." Mobil segera melaju meninggalkan toko perhiasan.

Raisa merasa kepalanya semakin pusing, badannya semakin tidak enak. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena Senopati belum mengantarnya pulang, ia hanya bisa pasrah lalu mengikuti kemana pria itu pergi.

Mereka akhirnya tiba didepan gedung berlantai tiga di mana toko yang di maksud oleh Senopati, mereka segera turun dari mobil dan berjalan memasuki toko. Namun kejadian yang tidak terduga tiba-tiba saja terjadi.

Bukkk

Tubuh Raisa tiba-tiba terkulai lemas dan roboh ke lantai, pandangannya langsung menjadi gelap.

"Tuan, Nyonya Raisa...?"

***

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar ya teman-teman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!