NovelToon NovelToon
Second Life After Divorce

Second Life After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Duda
Popularitas:239k
Nilai: 5
Nama Author: N. Ayu Hapsary

Perceraian adalah suatu kegagalan.

Melabuhkan hati pada orang yang salah, berakibat sangat fatal. Setiap orang tidak akan luput dari kesalahan. Bukan sebuah judge yang diperlukan, tapi solusi untuk masalah yang tengah di hadapi. Dengan pengalaman yang terjadi, seseorang pasti berpikir ulang untuk tidak terjun ke lubang yang sama.

Itulah yang mendasari Ayana dan Rendra (duda dan janda dengan satu anak) untuk menyetujui perjodohan pernikahan kedua mereka. Bukan atas dasar cinta, tapi karakter. Bahkan, mereka sama sekali tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain. Mereka siap menjalaninya di kehidupan kedua mereka, yaitu sebuah kehidupan baru yang mereka bangun dengan sifat dan sikap yang berbeda dalam melihat masalah. Siapa yang menyangka jika mereka justru menemukan kebahagiaan disana?

Ternyata hati mereka masih berfungsi. Benih-benih rasa cinta itu datang dengan sendirinya.

follow me
IG : @NurulAyuHapsary
FB : Nurul Ayu Hapsary

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N. Ayu Hapsary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayana Vs Dila

Perlahan, Rendra naik ke ranjang yang Ayana membelakanginya. Ia memperhatikan punggung istrinya yang tak bergerak. Rendra tersenyum, lalu ia segera menangkupkan tangannya pada istrinya dari arah belakang. Ayana nampak diam saja. "Sayang, aku tahu kamu belum tidur. Apa kamu masih marah?" Tanya Rendra yang memeluk istrinya dari belakang.

"Mm...mm..." Jawab Ayana singkat.

"Berbaliklah." Pinta Rendra. Kemudian, ia membalikkan tubuh istrinya pelan. Ayana menurut dengan suaminya. Sekarang mereka berhadap-hadapan, dan saling berpandangan. Rendra mengusap pipi Ayana dengan ibu jarinya lembut. "Aku bisa mengerti kenapa kamu marah." Kata Rendra lembut.

"Ya. Aku juga bisa mengerti mas menuruti Dila untuk mengantarnya tadi. Tapi, aku tetap saja merasa tak nyaman. Mas bisa memahaminya kan?" Ungkap Ayana jujur.

Rendra mengangguk dengan tersenyum.

Itulah yang membuat Rendra semakin mencintai istrinya. Ayana memiliki hati yang lapang dan mencoba untuk tak membuat keributan. Ia masih bisa berbicara dari hati ke hati dengan istrinya. Walaupun saat ini istrinya sedang tak enak hati.

"Maafkan aku. Aku tidak ada pilihan." Jelas Rendra. Ayana mengangguk pelan, mengerti posisi suaminya. "Terima kasih sayang, kamu benar-benar pengertian." Kata Rendra lagi.

"Tapi, bukan berarti mas bisa pulang pergi bersama Dila dengan seenaknya. Aku sedang memperingatkan mas." Dengan pandangan sedikit tajam, Ayana berbicara serius pada suaminya. Namun, suaminya itu hanya menanggapinya dengan tersenyum.

"Tentu aku tahu sayang. Sekarang, aku benar-benar merasa bahagia. Ternyata, kamu sangat mencintaiku, iya kan?" Rendra mengangkat kedua alisnya.

"Ya... aku rasa... itu memang benar." Jawab Ayana mengakui kalimat Rendra dengan malu-malu.

Rendra semakin melebarkan senyumannya. Ia lalu mendekatkan wajahnya pada istrinya dan mengecup bibir Ayana dengan mesra. Ayana menutup matanya, merasakan kelembutan bibir Rendra, lalu membalas ciuman Rendra. Rendra kemudian mulai menjelajahi leher, dada dan perut Ayana dengan kelembutan bibirnya.

Semakin lama, semakin dalam dan mereka semakin terhanyut di dalamnya. Emosi kesal dan marah Ayana menguap saat Rendra memberikan kelembutan raga yang dapat sekalian masuk ke jiwa Ayana. Sekali lagi dalam keseharian yang sering terjadi, mereka bisa mencairkan suasana dengan jalan mengalihkan kedongkolan hati dengan cara mereka. Malam ini, Ayana memaafkan Rendra karena Rendra sudah bisa peka dengan perasaannya.

...****************...

"Hai... Ayana?"

Ayana membalikkan kepalanya. Mendengar namanya dipanggil oleh seorang perempuan. Ayana nampak sedikit terkejut ketika tahu siapa yang memanggilnya.

"Hai... Dila." Jawab Ayana nampak canggung.

"Boleh aku duduk?" Tanya Dila pada Ayana. Ayana mengangguk, masih dengan ragu. Dila kemudian duduk di samping Ayana agak jauh. Ayana sedang menunggu Bulan. Sebentar lagi Bulan akan pulang. Ia masih di dalam kelas.

"Apa Bulan masih belum keluar?" Tanya Dila.

Ayana mengangguk pelan. "Sebentar lagi." Jawab Ayana. Ayana kembali membuka smartphone-nya. Tadi, ia menunggu Bulan dengan menyempatkan menulis melalui smartphone. Ayana tak ingin menyia-nyiakan waktunya dengan hanya berdiam.

"Terima kasih ya, kamu sudah mau merawat Bulan dengan baik." Kata Dila tiba-tiba. Fokus Ayana kembali harus teralih dan menanggapi kalimat Dila.

"Sama-sama, itu menjadi tugasku karena aku istri mas Rendra sekarang ini." Jawab Ayana sambil tersenyum.

Dila merasa kesal melihat ekspresi Ayana yang nampaknya sangat bahagia. Namun, Dila juga membalas dengan senyuman kepura-puraannya. Suasana kembali canggung diantara mereka.

Tiba-tiba nampak sedan berwarna hitam sedang berhenti di depan gerbang halaman sekolah Bulan. Baik Ayana maupun Dila sama-sama mengenal siapa pengendara mobil tersebut. Rendra keluar dari sana, lalu mengunci mobilnya menggunakan tombol pintar yang melekat dengan kunci mobilnya. Dila amat sumringah melihat kedatangan Rendra, sedang Ayana bingung kenapa mendadak Rendra muncul? Bukankah ia masih ada di jam kerja?

Rendra melambai pada Ayana. Namun, Dila yang saat itu berada di depan Ayana, segera membalas lambaian tangan Rendra dengan tersenyum riang. Ayana yang tadinya ingin membalas Rendra, namun keduluan oleh Dila, tak jadi melambaikan tangan pada Rendra. Rendra jadi serba salah melihat tingkah Ayana. Kenapa begitu mudahnya ia mengalah pada Dila?

Rendra mendekati mereka. Ia melewati Dila dan langsung mencium kening istrinya, mengacuhkan Dila. Dila merasa amat kesal melihatnya.

"Sayang, Bulan belum keluar?" Tanya Rendra pada Ayana. Ayana menggeleng dengan tersenyum.

"Sebentar lagi." Jawabnya singkat. "Oh iya, kenapa mas kesini? Ini kan masih jam kerja."

"Tadi, aku ada rapat dengan mitra kerja perusahaan, jadi sekalian mampir untuk menengokmu dan Bulan." Jelas Rendra. Kemudian, Rendra melihat ke arah Dila. "Kamu, juga datang Dil?" Tanya Rendra.

"Iya. Aku ingin melihat Bulan, karena ingin memberikan ini." Dila mengeluarkan sebuah buku cerita bergambar yang masih baru.

"Ah, terima kasih. Kamu tak perlu repot-repot terus membelikan Bulan." Ucap Rendra merasa tak enak.

"Tak apa-apa, Bulan kan juga anakku." Kata Dila dengan tersenyum melihat Rendra. Rendra-pun juga membalas dengan senyuman. Disaat itu, kembali hati Ayana merasa sendu tanpa alasan.

"Ayah!!! Mama!!!" Teriak Bulan tiba-tiba setelah ia keluar bersama murid-murid baru lainnya. Ia berhambur berlari menuju Rendra dan Ayana. Rendra segera menggendong dan memeluk Bulan.

Dila mendekati mereka dan memberi buku bergambar yang baru saja ia beli.

"Bulan, ini untuk Bulan." Kata Dila pada Bulan yang masih berada di gendongan Rendra.

"Terima kasih..." Ucap Bulan dengan tersenyum riang.

Dila lalu sengaja mencium pipi Bulan yang masih berada di gendongan Rendra. Dila menciumnya dengan waktu yang lumayan lama. Dengan begitu, jaraknya dengan Rendra begitu dekat. Dan itu terjadi di depan mata Ayana. Ayana sedikit mengkerutkan alisnya dan merasa hatinya sedikit mendidih. Rendra terkejut melihat sikap Dila. Ia pun bisa mengartikan tatapan Ayana.

Jika dilihat, Ayana merasa sedikit tersingkir disana. Ada Bulan, Rendra dan Ibu kandung Bulan. Melihat mereka, rasanya sangat serasi sekali.

Dila akhirnya melepaskan ciuman ke Bulan.

"Ren, apa Bulan tak bisa main disini sebentar?" Tanya Dila pada Rendra. "Aku masih merindukannya."

"Bagaimana ya? Itu tergantung istriku saja." Kata Rendra melihat ke arah Ayana. Dila lalu melihat ke arah Ayana.

"Tolong ya Ay, aku ingin melihat Bulan lebih lama. Setengah jam saja, biar aku memperhatikannya. Lalu kalian pulanglah." Ucap Dila memohon pada Ayana.

Ayana nampak ragu, namun akhirnya ia berkata...

"Ya. Silahkan saja. Kami akan menunggu setengah jam lagi." Jawab Ayana yang tersenyum dengan terpaksa.

"Terima kasih." Kata Dila dengan tersenyum. Bulan yang akhirnya mengerti setelah Rendra dan Ayana menjelaskan padanya, ia kembali bermain di taman bermain yang kosong, karena para murid sudah pulang dijemput orang tua mereka masing-masing. Rendra yang tadinya hanya melihat Bulan dengan senang, lalu berinisiatif untuk mendekati Bulan dan ikut bermain dengan putrinya.

Ayana dan Dila kembali duduk bersebelahan melihat Rendra dan Bulan bermain bersama.

"Kamu beruntung sekali ya Ay. Rendra adalah suami yang sangat baik." Ucap Dila tiba-tiba. Ayana menoleh ke arah Dila dengan tatapan heran.

"Ya. Aku sangat bersyukur." Jawab Ayana.

"Aku bisa tahu, karena aku dulu juga merasakannya. Merasakan menjadi istri yang paling berharga dan bahagia. Rendra sangat mencintaiku." Ungkap Dila pada Ayana mencoba kembali ke masa lalu. Ayana hanya terdiam mendengarkan Dila. "Aku tahu, Rendra adalah laki-laki yang tidak mudah melupakan cintanya. Karena aku mengalaminya. Bahkan, ketika aku sudah menikah dengan orang lainpun, Rendra masih sering menghubungiku hanya untuk menanyakan kabarku." Dila berusaha terus mengompori Ayana. Saat Dila melihat ekspresi Ayana, ia tahu ini akan berhasil.

"Saat aku sering datang ke kantor Rendra, aku tahu walaupun Rendra nampak tak acuh, tapi sebenarnya dia peduli denganku. Terbukti, saat ada karyawan yang menggodaku, di saat jam kerjanya, Rendra rela keluar untuk menolongku. Melindungiku." Dila bercerita dengan sedikit penekanan. Hati Ayana mulai terpengaruh lebih jauh. "Bahkan saat aku pingsan di klinik beberapa hari yang lalu, Rendra menjagaku. Aku menceritakan tentang kondisi kesulitanku, dan dia merasa kasihan. Lalu dia memelukku untuk menenangkanku." Ujar Dila yang amat pintar melebih-lebihkan cerita. Ia sedikit mengganti ceritanya agar usahanya membuat Ayana terbakar lebih berhasil.

Terang saja, Ayana amat terkejut mendengar cerita Dila. Dari tadi, rasanya ia sudah menahan dan tak membalas apapun kalimat Dila. Ayana lalu melihat ke arah suaminya. Benarkah apa yang dikatakan Dila? Jika melihat kelembutan suaminya selama ini terhadapnya, memang suaminya adalah seorang yang amat penyayang dan tak tegaan. Bisa saja cerita Dila memang ada benarnya. Melihat wajah Ayana, Dila tersenyum dengan licik. Ia lalu menggeser duduknya lebih mendekat pada Ayana.

"Pikirkanlah Ayana. Bukankah lebih baik, kalau laki-laki sebaik Rendra itu bisa mendapatkan perhatian lebih. Maksudku, perhatian darimu... dan juga dariku." Ayana menoleh ke arah Dila cepat dengan wajah penuh tanya.

"Cepat atau lambat, Rendra pasti akan jatuh cinta kembali padaku. Aku sangat yakin itu. Aku sudah menjalani hubungan pernikahan dengan Rendra selama tiga tahun lebih. Aku lebih mengenal Rendra dibandingkan dirimu. Aku rela jika harus menjadi istri kedua Rendra. Sekarang, tergantung padamu." Kata Dila dengan pandangan tajam yang amat serius pada Ayana. Kemudian, Dila berdiri dan mendekat ke arah Bulan dan Rendra yang masih asyik bermain dan tak tahu apa-apa tentang pembicaraan mereka.

Sesaat, Ayana memperhatikan mereka bertiga yang bermain dengan gembira. Ayana tak sanggup lagi menahan luapan rasa yang dipendamnya. Dadanya benar-benar ingin meledak. Tanpa pikir panjang, ia segera berpaling dan meninggalkan mereka bertiga yang masih bermain.

...****************...

1
EndRu
Alhamdulillah bersyukur sak akeh2e
EndRu
hehehehe tanpa bertanya pun harusnya Ayana sudah tau klo Rendra pasti Juga akan memperlakukan istrinya dulu dengan baik pula seperti pada Ayana.
tapi Dila yang dasarnya wanita tidak bersyukur saja malah ninggalin Rendra
EndRu
kalau para suami kayak Rendra semuanya... damai dunia
EndRu
aaaah sukaaa
EndRu
akhirnya..... bahagia selalu yaaa Ayana
EndRu
takut juga si Naufal ternyata... ngibrit kan jadinya. semoga enggak mengganggu' Ayana aila lagi
EndRu
ayo ren kalahkan *tu si Naufal
EndRu
Naufal juga korban' broken home.. kasihan juga ya
EndRu
klo hati Ayana bahagia terus gini bakalan cepet hamil ini
EndRu
kayak kasmaran ya.mereka .. jadi ikut seneng
EndRu
ya ampun ..
muntah gara kebanyakan minum susu.
EndRu
Ayana... jujurlah biar kamu tenang
EndRu
masalah kembali mendera
EndRu
kasihan Ayana sampai sebegitu efeknya Karen ulah Naufal
EndRu
segera periksa ke dokter biar segera tahu penyebabnya apa
EndRu
mungkin pakai iud
EndRu
anehnya di mana ren?
EndRu
bisa langsung niru gitu ya aila
EndRu
beruntungnya Ayana dapet pengganti seperti Rendra...
EndRu
udah deg degan aku. kirain Naufal mau nekat.. legaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!