Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Tak lama kemudian,sampailah Danu,Willi dan Melisa di rumah sakit.Pihak rumah sakit pun langsung menangani dengan cepat.Hana saat ini sedang terkapar dengan bersimbah darah.
"Dokter....Dokter tolong Dok tolong istri saya!lakukan cara apapun agar istri saya bisa selamat Dok!"mohon Danu.
"Baik pak kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.Silahkan bapak menunggu di luar dulu."kata perawat.
Pria itu pun menunggu di depan pintu,mondar mandir dengan raut wajah gelisah.
Melisa yang berada di samping Willi sejak tadi mata nya berkaca-kaca ketika melihat keadaan ibu nya yang bersimbah darah.
"Tidak apa Melisa,pasti ibu mu bisa di selamatkan.kau yang sabar ya."ucap Willi membungkukkan badan nya.
"Apakah ibu akan baik-baik saja."tanya Melisa dengan lugu.
"Iya,berdoa lah kepada tuhan agar ibu mu baik-baik saja."ujar Willi menenangkan Melisa.
Tiba-tiba datang Mirna bergegas menghampiri Danu dengan kepanikan.
"Danu.....Danu...."panggil Mirna.
"Mirna......!"seru Danu meremas Mirna dengan kuat.
"Apa yang kau lakukan pada Hana,kau ingin menghilangkan nyawa nya bukan?"tanya Danu dengan mata melotot.
"Aku bisa menjelaskan semua nya!aku tidak melakukan apapun kepadanya!"jelas Mirna.
"Apa aku percaya dengan omong kosong mu?"gertak Danu.
"Tolong percaya lah kepadaku,bukan aku yang melakukan nya."kata Mirna menangis.
"Jangan bergerak,anda kami tangkap!"seru polisi menghampiri Mirna.
Mirna yang kaget langsung histeris menangis dan memohon kepada Danu.
"Danu,apa yang kau lakukan padaku?bukan aku yang membunuh nya!tolong lepaskan aku!aku tidak bersalah!semua hanya salah paham!"sangkal Mirna kedua tangan nya di pegang oleh polisi.
"Pak polisi tolong bawa wanita berhati iblis ini pergi!"pinta Danu murka.
"Baik pak!"balas polisi.
"Danu.....Danu.....Danu...."teriak Mirna.
Sementara itu,Rosa dengan hati-hati bergegas menuju ke halaman belakang untuk membakar baju yang terkena darah.
Dengan nafas tak beraturan,wanita itu berkeringat dingin karena takut ketahuan.
"Apa yang baru saja ku lakukan?"batin Rosa."Untung saja aku segera sembunyi tadi."ujar nya.
Rosa juga menghilangkan jejak dengan membakar botol obat-obatan palsu yang di konsumsi oleh Hana.
Setelah membakar semua bukti, Rosa membersihkan diri lalu pergi ke rumah sakit agar tidak ada yang menaruh curiga dengan nya.
Lama menunggu akhirnya Dokter keluar juga.
Danu yang sedang merangkul Melisa langsung beranjak berdiri mendekati Dokter.
"Bagaimana Dok?apakah istri saya masih bisa diselamatkan?"tanya Danu cemas.
"Maaf pak,kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi tidak ada harapan sama sekali dan takdir berkata lain.Istri bapak tidak bisa diselamatkan lagi."jelas Dokter.
Sontak Danu terkejut mendengar penjelasan dari Dokter.Tubuh Danu langsung terasa lemas,bibirnya bergetar.
"Kenapa Dok,kenapa istri saya tidak bisa diselamatkan!"tanya Danu rahang nya menegang.
"Seperti yang kita ketahui,istri bapak kesehatan nya sangat buruk akibat mengonsumsi obat terlalu berlebihan.Istri bapak juga mengalami luka parah yang di duga akibat tindak kekerasan.Selain itu dia juga kehabisan nafas pak."kata Dokter."
Suasana makin mencekam,Danu dibanjiri air mata.Melisa yang juga mendengar penjelasan Dokter pun ikut menangis.
Ayah dan anak itu pun masuk ke dalam ruangan untuk melihat terakhir kalinya.
"Hana.....kenapa kau pergi sangat cepat!"ujar Danu merengek
"Maafkan aku Han.....ini semua salah ku!andai saja aku datang dengan tepat pasti kau masih hidup sampai sekarang!"ungkap Danu.
"Ibu ....ibu....bangun buk...."histeris Melisa.
Tiba-tiba Rosa datang menyusul mereka.Rosa memasang ekspresi kesedihan di wajah nya dengan berpura-pura menangis.
"Haaa.....apa yang terjadi pada Hana...."kejut Rosa mendekat.
"Hana....Hana sudah meninggal!"ujar Danu sendu.
"Apa...."kaget Rosa tidak menyangka."Hana.....Hana....Hana.."ujar Rosa menutup mulut dengan kedua tangan nya.
Rosa kemudian mendekati Melisa yang menangis histeris atas kepergian ibu nya.
"Melisa....sayang....maafkan bibi,bibi terlambat datang."kata Rosa namun tidak di hiraukan.
"Dia benar-benar meninggal ternyata!"batin Rosa ia tersenyum palsu.
Malam berlalu di ganti oleh pagi.Hari ini proses pemakaman Hana.Terlihat banyak karangan bunga dan orang berdatangan.Melisa terus saja berdiri menatap foto ibu nya dengan mata sembab sambil memegang setangkai bunga.
Begitu pula dengan Danu,duduk terpaku sambil menatap foto Hana dengan wajah pucat nya.Bahkan pria itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Sedangkan Rosa berlagak sibuk dengan menerima orang yang datang.
Banyak orang yang tidak menyangka atas kematian Hana terlebih kerabat dekat maupun jauh.Mereka masing-masing mengatakan kata sabar kepada Danu dan Melisa agar harus kuat dalam menghadapi kepergian Hana.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah