SELAMAT MEMBACA🤗🤗🤗
Tentang perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka membuat Raffa dan Kaila tumbuh dewasa lebih cepat
Raffa Arsenio mau tak mau menyetujui permintaan papanya untuk menikah karena terlibat janji dengan sahabatnya.
Kaila Leteshia diam-diam menyukai Raffa namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada Raffa dan entah keberuntungan apa yang ia dapat hingga suatu hari orang tuanya menjodohkannya dengan laki-laki yang ia cintai.
Awal pernikahan mereka saling berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan Raffa berusaha untuk mencintai Kaila dengan hatinya.
Namun apakah cinta keduanya akan berjalan mulus? apa saja masalah yang akan dihadapi oleh keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listri Amanda Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengaruh Baik
Kaila tersentak kaget, ia langsung mematikan ponsel Raffa begitu mendengar suara suaminya.
"Ra-Raffa?"
Raffa mendekat, ia duduk disamping Kaila.
"Tadi ponsel aku kan? abis liat apa?" tanya Raffa ulang.
Kaila terdiam, "Jawab apa? pacar kamu kirim pesan gitu?" batin Kaila.
"Kenapa La? kok bengong?" tanya Raffa lagi.
Kaila menggelengkan kepalanya, "Enggak kok bukan apa-apa." jawabnya.
Raffa menganggukkan kepalanya, "Temen-temen aku belum makan malam, jadi aku mau ambil uang buat bayar. Dompet aku dimana ya La?" tanya Raffa.
Kaila mengernyitkan dahinya, "Kan kamu yang punya dompet kenapa tanya sama aku?"
"Karna aku gak inget La.. abis beli makanan tadi aku taruh dimana ya?" Raffa bangkit, ia mencari ke sekeliling kamar.
Kaila juga ikut membantu mencarinya, "Kamu gak inget terakhir dimana?" tanya Kaila lagi.
Raffa terdiam, ia berhenti mencari dan mulai mengingat dimana ia terakhir kalinya mencari dompet miliknya.
"Tadi waktu makanannya sampai aku ambil uang di dompet trus aku taruh di... aku lempar La, gak tau jatuh dimana." ucap Raffa.
Kaila menghela nafasnya, "Makanya jangan suka asal lempar Raff, itukan dompet ada uang ada yang lainnya juga jangan asal." omel Kaila.
"Iya La, maaf."
Kaila menggeser sofa bulat yang ada di dekat sofa, niatnya ingin duduk sebentar disana sambil memperhatikan Raffa yang sibuk mencari dompet kesayangannya namun ternyata.
"Ini dompet kamu!" pekik Kaila, ia mengambil dompet Raffa yang terselip di dekat sofa dan juga ranjang.
Raffa langsung berbalik dan menghampiri Kaila, ia mengambil dompetnya dari tangan Kaila.
"Huh, untung aja ketemu. Makasih ya La." ucap Raffa.
Kaila menganggukkan kepalanya, Raffa segera berlalu namun saat di depan kamar tiba-tiba saja Raffa berbalik dan menghampiri Kaila lagi.
Cup
Satu kecupan mendarat di pipi kanan Kaila membuat sang empunya diam mematung ditempat.
"Tanda terima kasih dari aku karena udah nemuin dompetnya." ucap Raffa, setelah itu ia segera keluar dari kamar.
"Raffa cium aku?" gumam Kaila lirih, ia menutup mulutnya tak percaya.
Ia menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang dan langsung berguling-guling senang, memekik dalam hati.
Raffa duduk didekat ketiga temannya, Ravi dan Alex sibuk bermain ps sedangkan Aksa sibuk memakan jajanan sambil melihat permainan Ravi dan Alex.
"Lama banget lo ngambil dompet gitu aja." celetuk Alex.
"Udah punya istri bro, pastinya mau lengket terus." jawab Ravi.
"Sorry Raff kalo kita ganggu lo sama istri lo malem-malem gini." ucap Aksa.
Raffa tersentak kaget mendengarnya, "Ganggu apa sih, kalian macem sama siapa aja. Santay aja lo pada." jawabnya.
"Tetep aja kita gak enak bro, kan seharusnya lo bisa nempel sama istri lo kalo gak ada kita." ucap Ravi.
"Tenang aja Raff, kali ini aja kita main disini terakhir deh." ucao Alex
"Gak papa kali kalo kalian mau main disini, Kaila juga gak masalah kok." ucap Raffa.
"Kaila gak marah kan karena ada mereka disini? pasti enggak, Kaila kan baik." batin Raffa.
"Ck, bro kita ngalah supaya lo bisa bikinin kita ponakan. Ya gak?" ucap Alex.
"Bener-bener, dari pada nemenin kita main ps mending lo bikinin kita ponakan aja lain kali." ucap Ravi.
"Gesrek ya kalian semua, masih sekolah woi main bilang ponakan aja." ucap Raffa.
Ravi dan juga Alex tertawa mendengarnya, sedangkan Aksa hanya acuh tak acuh sambil terus memakan jajanan miliknya.
"Jadi gimana Raff?" tanya Ravi tiba-tiba.
"Gimana apanya?" tanya Raffa.
"Enak gak punya istri di usia muda gini?" tanyanya lagi.
Raffa tersenyum mendengarnya, ia mengingat bagaimana indahnya kehidupan pernikahannya dengan Kaila apalagi Kaila yang selalu membangunkannya di pagi hari untuk sholat dan menyiapkan keperluannya.
"Kalo dari ekspresinya sih gue rasa dia bahagia banget punya istri." ucap Aksa.
"Ceritain dong Raff, apa aja yang dilakuin istri lo?" tanya Alex.
"Kalian mau tau? yang pasti sih kalo tidur gak sendirian lagi ada yang dipeluk." ucapnya.
Aksa melirik Raffa begitu pula dengan Ravi dan juga Alex.
"Jatuh cinta lo bro?" tanya Ravi saat melihat senyum manis terpantri diwajah sahabatnya itu.
"Apaan sih!"
"Selain peluk apa lagi?" tanya Alex.
Raffa mengetuk-ngetukkan jemarinya didagu, "Hemm... kalo ini sih kayanya cuma Kaila yang bisa lakuin ke gue." ucao Raffa.
Ravi dan Alex saling berbagi pandang mendengarnya, "Apaan?" tanya mereka bersamaan.
"Sholat." jawab Raffa.
Ravi dan Alex langsung mengernyitkan dahinya, berbeda dengan Aksa yang langsung memegang dahi Raffa.
"Ck, apaan sih!" Raffa menepis tangan Aksa yang ada didahinya.
"Gak panas, gak demam. Semuanya normal." ucap Aksa.
Sontak Ravi dan juga Alex langsung tertawa keras, "Tunggu-tunggu! sejak kapan sholat Raff? udah tobat lo?" tanya Alex.
Raffa menatap datar Alex, "Ck. Gue rajin sholat karena Kaila, dia yang bangunin gue tiap subuh dan ingetin gue kalo udah adzan." ucapnya.
"Wow.. ternyata Kaila bawa pengaruh baik buat elo bro." ucap Ravi.
"Bener, kalo yang lo ucapin itu kenyataannya, gak ada salahnya lo nikah sama Kaila sih, elo jadi sering sholat sekarang " ucap Aksa.
Raffa menganggukkan kepalanya setuju, tiba-tiba saja bel apartement miliknya berbunyi. Langsung saja Raffa keluar dan menerima makanan pesanannya.
Ayam krispi dan ayah geprek.
Raffa menaruh makanan tersebut di atas meja makan, mengambil nasi yang ada di rice cooker dan menaruhnya di tengah meja.
"Kalian ke meja duluan aja, gue naruh dompet dulu." ucap Raffa.
Ketiganya menganggukkan kepalanya, perut yang keroncongan membuat mereka mau tak mau langsung bangkit dan berlari menuju ke meja makan mengerubungi ayam pesanan mereka.
"Kaila?" panggil Raffa, ia meletakkan dompetnya diatas nakas.
Kaila menggeliatkan tubuhnya, ia mengerjapkam matanya beberapa kali dan melirik ke arah Raffa.
"Udah tidur?" tanyanya.
Kaila menggelengkan kepalanya, "Enggak kok, cuma nutup mata aja tadi." elaknya.
Raffa tertawa pelan mendengarnya, "Mau makan ayam? aku beliin buat kamu juga."
Kaila terenyuh mendengarnya, Raffa mengingatnya dan membelikannya makanan juga. Walaupun Kaila tak merasa lapar, namun ia langsung menganggukkan kepalanya.
"Mau!"
"Ayo!" ajak Raffa, ia mengulurkan tangannya.
Kaila menerima uluran tangan dari Raffa dan Raffa menggenggam tangannya sampai ke meja makan tanpa melepasnya sama sekali.
"Cie elah digandeng mulu kaya mau nyebrang jalanan aja." celetuk Ravi.
Raffa melirik ke arah tangannya dan langsung melepaskan genggaman tangannya dengan Kaila.
"Yah udah dilepas." batin Kaila sedih.
"Duduk disini aja." ucap Raffa, ia menarik kursi untuk Kaila duduk.
Setelah Kaila duduk, Raffa langsung duduk di kursi tengah yang ia biarkan kosong antara Aksa dan Kaila untuk dirinya sendiri.
"Kamu mau yang mana?" tanya Raffa.
"Udah aku-kamuan aja cie...." ucap Ravi lagi.
Kaila menundukkan kepalanya malu, semburat kemerahan terlihat diwajahnya. Sedangkan Raffa langsung melemparkan centong nasi ke arah Ravi.
"Jomblo berisik!"
Kita crazy update ya, ada dua eps lagi jadi stay tune!
btw siapa yg d'pesan raffa TF uang yyyy 🤔
moga aja celine g'ada niatan n rencana jahat buat misah'in kaila n raffa 😏