I Love You Tante..! 2 adalah sekuel dari Novel yang berjudul sama, I Love You Tante..!.
Di Novel ini akan diceritakan tentang perjalanan rumah tangga yang berbeda usia, Antara Nia dan Bobby.
Perbedaan usia yang cukup jauh -+14 tahun pasti banyak sekali perbedaan sudut pandang.
Apakah Nia dan Bobby mampu bertahan seperti kedua orang tua Nia yang mempunyai kehidupan yang bahagia walaupun menjalani pernikahan beda usia juga?
Disini juga akan diceritakan tentang restu dari orang tua Bobby dan juga kehidupan rumah tangga para sahabat-sahabat Nia.
Bila ingin membaca novel ini, author sarankan untuk membaca Novel yang berjudul I Love You Tante..! yang pertama dulu. Biar nyambung ya reader.🙏🏼😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33# Air mata
Pernikahan bukan "Hanya" tentang "Bahagia". Di dalam pernikahan, ada suka, duka, sakit, sehat, di tinggalkan, meninggalkan, damai, ribut, saling diam, saling cuek, lucu, manis, pahit, kesal, debad dan lain-lain.
"Bagaimana bisa bahagia?" itulah yang banyak menjadi pertanyaan banyak orang. Bahagia hanya hadir disaat kita bersyukur dan mengingat segala hal yang manis yang pernah di lakukan pasangan kita.
"Sekaya apa pun dan seasik apapun hidup lu dalam pernikahan, lu akan merasa kosong dan tidak bahagia, bila lu cuma ingat yang jelek nya doang." Begitulah yang pernah dikatakan oleh Bapak.
Bapak, adalah panutan dari banyak pasangan. Tidak hanya Nia dan Bobby. Tetapi, bagi orang-orang sekitar rumah nya. Bagi teman-teman Nia dan teman-teman Bapak dan Emak.
Mereka berhasil bertahan, ditengah-tengah perbedaan sifat, sikap bahkan usia. Kurang lebih 42 tahun bersama, bukanlah waktu yang singkat. Banyak suka dan duka, bahkan duri dan jurang yang Emak dan Bapak jalani.
Pernikahan adalah pengorbanan. Disaat salah satu merasa kurang, kelebihan pasangan lah yang akan menutupi. Bila seseorang merasa lebih, yang kurang lah yang mengingatkan untuk tidak berlebihan. Begitulah pernikahan.
Bapak, orang yang "SANGAT" tegar, kini menangis di samping Emak yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Bapak sangat terpukul saat melihat Emak yang terlihat pucat dan tak sadarkan diri.
"Romlah, bangun Romlah." Panggil Bapak.
Nia menghibur Bapak agar Bapak tidak larut dalam kesedihannya.
"Pak, Emak pasti sembuh kok. Bapak yang sabar ya." Ucap Nia. Begitupun Bobby yang mencoba untuk siaga di samping Bapak. Bobby takut sekali bila Bapak pun ikut sakit melihat keadaan Emak.
"Pak, makan dulu ya." Ucap Bobby.
Bapak menggeleng lemah, matanya terus tertuju kepada Emak.
"Romlah, gue nanti tidur sama siapa kalau lu nginep di mari?" Ucap Bapak.
"Romlah, lu bangun dong Romlah. Becanda lu kaga baek Romlah." Ucap Bapak lagi.
Kimmy juga tampak murung saat melihat Engkong nya yang biasa ceria kini menangis sesenggukan.
"Engkong yang cabal ya." Ucap Kimmy dengan aksen cadel nya.
Bapak meraih tubuh Kimmy dan memangku nya.
"Kimmy bangunin Nyai ya." Pinta Bapak.
Bobby beranjak keluar dari kamar rawat inap Emak. Dia mengusap air matanya saat ia duduk di bangku tunggu di depan ruangan rawat inap itu. Hati Bobby sangat gampang tersentuh. Itu lah mengapa dia menjadi orang yang tidak tega dan sangat baik.
Terbayang oleh Bobby bila suatu saat dia ada di posisi Bapak. Mungkin dia akan lebih kacau dari pada Bapak saat ini. Nia menyusul Bobby dan duduk di samping suami nya itu. Nia pun menangis, dia tidak tega melihat keadaan Emak yang terbaring dan tak sadar diri.
"Sudah berapa jam Emak tidak sadar-sadar." Ucap Nia, sambil mengusap air mata yang meleh di pipi nya.
"Kita berdo'a sama-sama ya." Ucap Bobby.
Nia menganggukkan kepalanya dan mereka pun berdoa bersama.
..
Farah mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya. Saat di rumah Gunawan, ia membaca pesan dari Fajar yang bertanya tentang keberadaan nya. Walaupun Farah tidak menjawab pesan dari Fajar, tetapi dia langsung pulang untuk menemui lelaki yang sudah menikahi dirinya lebih dari 3 tahun belakangan ini.
Dari jauh, Farah sudah melihat rumah nya ramai oleh wartawan yang menunggu siapapun yang keluar atau datang ke rumah nya. Farah merasa tidak nyaman dengan wartawan-wartawan itu.
Tiba-tiba saja, Farah melihat mobil polisi datang dan mengamankan wartawan-wartawan itu.
"Apa Fajar menghubungi polisi ya?" Gumam Farah. Farah memasuki halaman rumah nya, lalu ia segera keluar dari mobilnya dan melangkah masuk kedalam rumah nya.
Puluhan wartawan memanggil-manggil namanya. Dengan cepat, Farah mengabaikan mereka dan segera mengunci pintu depan rumah nya.
Terlihat Fajar berdiri di antara ruang tamu dan ruang keluarga. Ia menatap Farah penuh dengan amarah. Tanpa basa-basi, Fajar menghampiri Farah dan menampar Farah.
"Plakkkkkk..!"
Farah limbung dan terjatuh di lantai ruang tamu. Sedangkan Athar yang masih di gendong oleh Farah pun ikut terjatuh bersama Bunda nya.
Athar menangis hingga histeris. Farah yang masih terasa pusing langsung memeluk Athar dengan erat.
"Dari mana saja kamu!" Bentak Fajar.
Farah menatap Fajar dengan tatapan yang tajam. Tidak seperti biasanya, Farah menantang tatapan Fajar dengan berani.
"Jawab!" Bentak Fajar lagi.
Farah bangkit dari lantai dan berdiri dengan tegak. Ia menaruh Athar di atas sofa dan lalu berdiri tegak menantang Fajar.
Fajar mengeryitkan dahinya, tidak biasanya Farah seperti itu dengan nya.
"Kamu kenapa? berani kamu melawan saya sekarang?" Tanya Fajar.
Farah tertawa kecil sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku jijik dengan kamu sekarang. Ini rumah ku dan pergilah dari sini." Ucap Farah.
Fajar terkejut mendengar ucapan Farah.
"Kamu ngomong apa barusan?" Tanya Fajar.
"Apa kamu tuli? Aku mengusir mu dari rumah ku. Dan aku "JIJIK" dengan lelaki kamu.
Fajar terdiam dan menatap Farah dengan tak percaya. Entah dari mana kekuatan itu hadir, kini Farah berani melawan dirinya.
"Aku selama ini diam, bukan karena aku takut dengan mu. AKU MENGHARGAI KAMU!" Ucap Farah.
"Tetapi, kamu tidak tahu diri. Di hargai malah meludahi aku." Sambung Farah lagi sambil menggelengkan kepalanya.
"Maksud mu apa!" Tanya Fajar.
"Kau ini bodoh? atau pura-pura tidak tahu kesalahan mu dimana?" Tanya Farah lagi.
Fajar menggelengkan kepalanya.
"Pergilah dari rumah ku, kau hanya menumpang disini. Jangan bergaya selayak nya kau ini tuan rumah. Pergilah bersama melati selingkuhan mu itu." Ucap Farah dengan mata yang memerah.
Fajar tersentak saat mendengar nama Melati di sebut-sebut oleh Farah.
"Cukup sudah kau menganggap aku bodoh. Sudah 2 tahun lebih aku memberimu kesempatan dan aku pun memperbaiki diri. Tetapi apa? apa yang aku dapatkan? Kau semakin gila! kau bermain gila di belakang ku dengan seorang pengasuh? Hanya segitu kah selera mu Fajar?" Tanya Farah lagi.
Fajar terbelalak dan tak mampu berkata apa-apa.
"Pergilah dan jangan pernah kembali lagi dalam hidupku. Aku akan meminta pengacara ku untuk mengurus perceraian kita." Sambung Farah.
"Dasar perempuan kotor, gak tahu malu! sudah sukur aku mau menikahi mu. Berapa banyak lelaki yang hanya mau tidur dengan mu tanpa menikahi mu, hingga kau mempunyai anak haram." Ucap Fajar.
Farah mengeryitkan dahinya dan menatap Fajar dengan tak percaya.
"Harus nya kau jujur dari awal, kalau kau penganut kebebasan dengan lawan jenis. Agar aku bisa menerima masa lalu kamu!" Ucap Fajar lagi.
Dada Farah terasa sesak. Ia memejamkan matanya dan air mata pun menetes di pipinya.
"Dari aku mempunyai anak diluar nikah saja, harus nya kau tahu kelakuan ku bagaimana." Ucap Farah.
"Harus nya kau cerita, selain Gunawan ada berapa puluh kali lagi lelaki yang pernah tidur dengan mu!" Bentak Fajar.
Farah terduduk di sofa, dengkul nya terasa lemas tak bertulang.
"Pergilah, bila kau jijik dengan ku. Ceraikan aku dan masalah kita selesai." Ucap Farah.
"Aku merasa tertipu karena menikahi kamu!" Ucap Fajar. Lalu ia beranjak ke kamar untuk membereskan semua barang-barang milik nya.
Farah mulai menangis, kesalahan dimasa lalu membuat dirinya tidak pernah merasakan kebahagiaan lagi. Ia merasa bodoh karena kelakuan nya di masa lalu. Tidak banyak lelaki yang mau menerima wanita seperti dirinya, termasuk Fajar.
Tetapi, sejak hamil Queen, Farah berubah lebih baik. Ia tidak pernah dengan lelaki manapun. Farah ingin bertaubat dengan segala masa lalu nya. Kehadiran Queen adalah kehadiran malaikat yang membawa kebaikan didalam hidup nya.
Farah pikir Fajar akan menerima masa lalu nya. Fajar mengetahui adanya Queen, Farah berharap Fajar sudah paham kehidupan nya sebelum bersama Fajar. Hingga ia tidak berniat untuk menceritakan secara detail tentang masa lalu nya.
Ternyata, Farah salah. Jejak kelakuan di masa lalu terus akan mengikuti pelaku nya. Hal itu tidak akan pernah terhapus. Karena, mulut orang tidak akan pernah mampu kita tutup dengan apa pun.
Farah menangis pilu. Penyesalan tinggal penyesalan. Dan apa yang ia rasakan saat ini adalah karena masa lalu yang berusaha untuk ia kubur sedalam-dalamnya.
"Ya Allah, kuatkan lah hati ku." Bisik Farah lirih.
bnyak bnget pelajara hidup dari cerita ini
terimakasih ototr tersayang ❤❤❤❤
kasian farah sm queen