NovelToon NovelToon
Cinta Putih

Cinta Putih

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Badboy / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

18+
Lucia Jayanti, wanita cantik berumur 27 tahun, seorang ibu tunggal yang bekerja keras bertahan hidup bersama putri semata wayangnya.

Aldrich Mahendra, seorang Casanova, muda,tampan dan kaya. Dia tidak pernah mencintai wanita. Baginya, wanita hanyalah hiburan satu malam.

Tapi takdir mempertemukan mereka berdua, akankah Aldrich merubah pandangannya tentang wanita setelah bertemu Lucia?

Ikuti kisah mereka yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Playboy insaf.

Aldrich memarkir mobilnya, lalu membukakan pintu untuk Luci dan Vin-vin.

Dia membopong Vin-vin dengan tangan kanan, sedang tangan kirinya menggandeng tangan Luci.

Padahal sebenarnya Vin-vin juga tak keberatan untuk jalan sendiri, namun Aldrich keukeuh ingin membopongnya. Entah kenapa, posisi seperti ini sangat membahagiakan hati Aldrich.

Dari dalam ruang studio, banyak sekali orang yang menatap Aldrich, mereka tertegun tak percaya. Seorang Aldrich Mahendra menggandeng tangan seorang wanita di depan umum, bahkan menggendong seorang gadis kecil.

Dia seperti bukan Aldrich si model tampan yang super playboy.

Semua orang sangat penasaran pada wanita yang telah membuat seorang Aldrich Mahendra berubah 180 derajat.

Mata mereka makin terbelalak tak percaya, saat Aldrich dengan penuh perhatian membuka pintu kaca studio foto dan mempersilahkan wanitanya untuk masuk, sambil tersenyum sangat manis.

"Kayaknya si playboy kita sudah insaf." Bisik salah satu karyawan studio pada Putri, si asisten fotografer.

Putri tampak sedikit kesal, dia tak percaya jika Aldrich tidak akan terpancing bujuk rayunya lagi. Dia bahkan belum pernah merasakan nge-date dengan Aldrich, dia sudah mengincar Aldrich sejak lama namun terus-terusan di tolak olehnya. Padahal Putri tahu, banyak wanita yang telah bersenang-senang dengan Aldrich.

Putri pun menginginkannya, tapi ternyata sekarang sepertinya akan semakin sulit baginya mendapatkan Aldrich.

"Cewek sialan!" Geram Putri sambil menatap sinis pasangan yang baru masuk dengan senyum cerah menghiasi wajah keduanya.

"Wah, Luci. Tambah cantik saja." Boby mendekat sambil merentangkan tangannya hendak memeluk Luci.

"Berani peluk istri gue, gue hajar Lo!" Aldrich mendelik ke arah Boby.

Boby malah tertawa gelak-gelak. Konyol sekali baginya, karena sikap Aldrich sangat berbeda dari biasanya.

"Kapan Lo nikahnya? kok nggak undang gue?"

"Tahun depan." Ucap Aldrich santai sambil menurunkan Vin-vin dari gendongannya.

"Sayang, duduklah di sana." Titah Aldrich pada Luci.

Lagi-lagi tawa Boby menggelegar membuat semua orang yang ada di dalam studio memandang heran ke arahnya.

"Geli banget gue sama lo, Al! hahahaha..." Boby bahkan sampai memegangi perutnya yang mulai sakit karena terus tertawa.

"Tertawa saja sepuasnya!" Aldrich berlalu tak peduli pada ejekan Boby.

"Oh ya, Boby, aku bawa makanan. Silahkan di makan dengan teman-teman yang lain." Dengan malu-malu Luci menyerahkan tiga tumpuk kotak makan pada Boby.

"Serius ini? kamu bikin sendiri?" Boby terbelalak tak percaya.

Luci mengangguk sambil tersenyum.

Boby membuka tutup kotak makan yang paling atas dan mencomot sepotong martabak telor dan memakannya, lalu terbelalak tak percaya sambil menatap Luci.

"Woaahh... enak banget ini! Luar biasa!" Boby mencomot satu martabak lagi dan buru-buru memasukannya ke dalam mulutnya yang menganga lebar.

Luci terkikik sendiri melihat tingkah Boby, rasa takut yang dari tadi menghantuinya langsung hilang karena tingkah Boby yang sangat menyenangkan.

"Apa itu Bob?" Seseorang mendekat dan ikut mencomot makanan yang ada dalam kotak makan.

"Wah, enak banget. Bawahnya apaan?"

"Mhm.. mhm.." Boby hanya menggelengkan kepala tanda tak tahu, karena mulutnya penuh dengan makanan.

Karena penasaran dia pun membuka kotak ke dua dan ketiga, "Churros sama Roti Jhon!"

Boby menatap Luci takjub, "ini semua kamu yang bikin?"

Luci mengangguk lagi.

"Kalau Aldrich menyakitimu, putuskan dia dan datang padaku ya, pliss." Pinta Boby sambil memasukan churros yang sangat renyah ke dalam mulutnya.

Luci kembali terkikik sambil menutup Mulutnya.

"Teman-teman, ada makanan ini." Boby berteriak memanggil para kru, padahal dia sudah menghabiskan hampir separuh makanan yang di bawa oleh Luci.

Luci duduk sambil tersenyum bahagia, karena semua orang menyukai makanan buatannya.

.

Sedangkan di tempat lain, Aldrich terus menatap Luci dengan cemas. Apalagi, Luci mulai di kerubuti oleh beberapa lelaki, yah mereka memang sedang berebutan untuk makan makanan yang Luci bawa tadi, tadi Aldrich tetap merasa tak tenang.

Apalagi kerah baju Luci sangat rendah, dan menunjukkan sedikit belahan dadanya yang sangat cantik. Aldrich sungguh merasa kesal sendiri.

"Sebentar," Aldrich menghentikan penata riasnya, lalu berjalan mendekati Luci.

"Ada apa?" Luci tersenyum sambil menatap Aldrich yang mendekat dengan wajah kesal.

Aldrich mengambil jaket kulitnya lalu mengenakannya pada Luci, kemudian menarik resleting jaket itu agar tertutup rapat.

Aldrich pun mendengus sambil tersenyum puas, lalu pergi meninggalkan Luci tanpa kata-kata.

"Huuuu!!!" sontak semua orang yang ada di dekat Luci bersorak pada Aldrich, bahkan ada yang tertawa dengan sikap konyol Aldrich.

Boby bahkan melempar potongan kecil churros yang dia makan ke arah Aldrich karena gemas.

Si Play boy cap kaki tiga sudah bucin akut!

"Dasar Play boy insaf!" gumam Boby sambil terkekeh dengan tingkah konyol Aldrich.

Berbeda dengan para lelaki yang asyik menghabiskan makanan yang di bawa Luci dan tertawa-tawa dengan sikap bucin Aldrich, para kru wanita tampak sinis. Mereka sangat cemburu karena idola mereka ternyata bisa jatuh cinta sehingga sikapnya berubah.

Mereka lebih menyukai Aldrich yang play boy, mereka lebih menyukai Aldrich yang selalu tersenyum manis dan suka merayu semua wanita,

Mereka benci Aldrich yang tampak konyol karena bucin, dan mereka benci Luci.

Melani pun merasakan hal yang sama, dia merasa kesal pada Luci. Dia mulai mencari cara untuk memisahkan Luci dan Aldrich, karena jujur, dia masih menginginkan Aldrich menjadi kekasihnya kembali.

.

"Yup, selesai." Ucap Andreas sambil mengecek kembali hasil jepretannya.

Aldrich membopong Vin-vin, dia sangat bangga pada bocah kecil itu. Vin-vin sangat pintar bergaya, dia juga sangat cantik sehingga apapun yang dia lakukan selalu terlihat sempurna untuk di potret.

"Vin-vin capek?"

"Enggak Pih, Vin-vin seneng." Vin-vin terus tersenyum. Dia senang sekali bisa bekerja bersama Papi dan di temani Mama nya.

Aldrich tersenyum sambil menciumi pipi Vin-vin, "yuk ke tempat Mama." ajaknya sambil membawa vin-vin mendekati Luci yang masih duduk sambil terus tersenyum ke arahnya.

"Vin-vin laper? Mama bawa Churros." Luci mengeluarkan kotak makan dari dalam tasnya, dia memang menyimpan satu kotak makan khusus untuk Vin-vin.

"Mau Ma." Vin-vin duduk di sebelah Luci dan mulai memakan churros buatan mamanya, kakinya berayun-ayun karena dia sangat bahagia.

Sedangkan Aldrich duduk di depan Luci sambil membantu Luci untuk melepaskan jaket kulit yang tadi di pakaikan olehnya.

"Panas ya? maaf ya." Bisiknya.

"Nggak apa-apa. Aku sudah biasa pakai baju rapat kok."

Aldrich tersenyum gemas sambil mengecup dahi Luci sekilas.

"Al!" Luci tersentak karena Aldrich berani mencium keningnya di tempat umum.

Aldrich hanya tersenyum sambil ikut mencomot churros dari kotak makan Vin-vin.

"Ehm! Ehm!" Tiba-Tiba Melani sudah berada di dekat pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.

"Ngapain lo ke sini" Ketus Aldrich.

"Gue cuma mau kasih pesen aja ke Lo, dari Arina." Jawab Melani sambil berkacak pinggang.

"Kenapa dengan Arina?" Aldrich masih cuek sambil memakan churros nya.

"Lo nggak tahu, dia sekarang lagi hamil loh!"

"Terus hubungannya sama gue?" Aldrich menatap sinis ke arah Melani.

"Lo nggak ngerasa udah bikin dia hamil?" Melani bicara dengan sangat tegas sambil melotot ke arah Aldrich.

"Lo malah asyik mesra-mesra an sama wanita lain." Melani mengalihkan pandangan sinis nya pada Luci.

Aldrich bangun dari duduknya dan menatap tajam ke arah Melani, "Lo jangan ngomong sembarangan!" Geram Aldrich.

"Telpon saja dia, kalau Lo nggak percaya."

Aldrich terdiam sejenak, dia menatap Luci yang tampak shock dengan ucapan Melani barusan.

Aldrich memijat pelan bahu Luci berusaha menenangkannya. "Sebentar ya," Bisiknya, kemudian berlalu meninggalkan Luci dan Melani untuk menelpon Arina.

1
Dewi Sri
Sdh baca cerita anak nya cuus ke cerita ini
Tamie: cuss markucus...
total 1 replies
Meili Rahma
Devan 🗿
Meili Rahma
Vincia = Kevin X Lucia ?
Meili Rahma
oh aku baru faham pas si devian bilang ayah Kevin
yang suka sama devian itu loh?
key atau apalah itu jadi itu tho
kirain apa gua juga bingung jadi Devi pas denger cerita keluarga vivin
Meili Rahma
ternyata mama luci lebih sengsara dari menantunya 😭
Meili Rahma
aku malah mulai di cerita"dinafkahi berondong" seharusnya kan cinta putih dulu!!
ya kali aku bacanya di mulai dari 3-1-2 Kanan aneh baca endingnya dulu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamie: nggak apa-apa kak, sah2 aja kok, hehe...
total 1 replies
Sri Ariyanti
aku suka karya2mu
Tamie: makasih kk.. yuk baca yang terbaru, hehehe...
total 1 replies
juwita
suka cerita nya yg karakter cweknya pd dewasa saling menghargai
juwita
knpa g naik pesawat biar cpt atuh al. ky orh susah aj g pny uang buat beli tiket🤣🤣
juwita
dasar playboy cap badak saking saltingnya sm kusen di tabrak untung kusenya g penyok🤣🤣
juwita
g ada siomay ya🤣🤣
juwita
kamu udh terluci luci aldrik mknya berhenti jd playboy cap badak🤣🤣
juwita
harusnya bc ini dl baru bc di nafkahi berondong. ini aq ke balik bcnya🤣🤣
Meili Rahma: sama mbak udah kebablasan mungkin baca ulang 🤣
total 1 replies
Yanti yulianti
seru
Bunda Fiya
/Good//Good/
Tamie: Terima kasih🙏
total 1 replies
Ratna_1729
ngomong aja, boleh ngajak anak nggak?
𝓙𝑬𝓜𝑨ѕ⍣⃝✰zc❖: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
tanpa nama
🤣Gitu2 emakmu bob
tanpa nama
Wkwkwkkk
tanpa nama
Cmburuuuu
tanpa nama
Wkwkwkk🤣 balas dendam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!