Ada beberpa bab yang di revisi mohon maaaf kalu ada yg tidak nyambung sperti bab 9 dan 12 sebenar nya di hapus tadi tidak bisa.Kehidupan masalalu widya yang masih membelenggunya,
bayang_ bayang masalalu orang yang selalu mengikuti nya.dapatkah widia menaklukan waktu dan menemukan jawaban nya???
karya ku yang pertama...
mohon maaf jika masih berantakan🙏🙏🙏
cerita ini hanya lah fiktif belaka😁😁😁
mohon diambil sisi baik nya saja😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lantai 10
Erik terheran dan melongo melihat drama saling kejar antara Adrian dan Widia.
''Maen drama apa yak mereka???? kenapa ga sekalian lari maraton aja??'' gerutu Erik Meneruskan pekerjaan nya.
''Tunggu Widia! dengerin dulu!" Adrian meraih tangan Widia dan di hempaskan nya,
"Apalagi Mas!!! "menoleh ke arah Adrian.
"Oke..oke.. aku salah,bukan maksud aku untuk..." belum selesai berbicara tiba tiba ada yang memanggil Widia.
"Maaf mbak Widia,ditunggu Pak Fahri sekarang..di ruangan nya''.
"Ya..." Sahut Widia dengan muka nya yang sangat kesal,meninggalkan Adrian.
Adrian hanya bisa menghelakan nafas kasar,tidak menyangka kalau Widia akan semarah ini padanya,padahal maksudnya adalah supaya Widia lebih berkembang dan maju.
####Lantai 10
Widia memasuki ruangan dengan malas tak bersemangat.
"Kenapa tidak langsung masuk saja keruangan kerja kamu Wid..." ucap Fahri mendekati Widia.
"Masih ada keperluan dibawah Pak.." ucapnya datar dan langsung menuju meja kerja nya.
"Apa seperti itu ,cara kamu menjawab pertanyaan dari atasan kamu???".
"Maafkan atas ketidak sopanan saya pak..." Widia berdiri menganggukan kepalanya.
"Saya harap kamu betah disini???"
Widia diam tak menghiraukan ucapan Fahri.
Mereka berdua sama - sama sibuk berkutat dalam pekerjaan,Saat widia ingin mengambil map di rak bagian atas, " Aduuuuuh..."
dengan sigap Fahri berdiri dan menangkap tibuh Widia agar tidak terjatuh,tatapan mereka saling bertemu dan mengunci.
"Maaf..'' ucap Widia mencoba berdiri dan mengalihkan pandangan nya.
"Kenapa ga minta tolong saja sama Aku, Rak nya kan tinggi??meski kamu naik pake kursi..tetap saja gak akan sampai.."
"Iya Pak...lain kali saya akan lebih berhati hati terimakasih sudah menolong saya Pak.."
"Jangan formal begitu ngomong nya..." meninggalkan Widia. Jam makan siang sudah tiba, Fahri mencoba mendekati Widia
"Makan disini bareng gue aja Wid..gue udah pesen makan bentar lagi sampai...tuh liat jendela ..dibawah hujan deres..."
"Nggak usah,gue mau makan di pantry aja..."masih sibuk dengan Laptopnya
.
"Kenapa sih ..lu menghindar dari gue" tanya Fahri duduk dimeja Widia ''Gucuma ..ngajakin Lu makan ..udah itu doang Wid..."
"Oke.. oke..." hati Widia mulai tak karuan.
Mereka berdua menikmati santap siang di ruangan Fahri.
"Wid... apa lu gak pengen ngerti kabar Ardi sama Anto!''.
"Kenapa emang??? masih dengan makan tak berani menatap mata Fahri..Widia tidak mau perasaan yang masih tersimpan kian berkembang.
"Lu ngomong ,tapi mata Lu kemana mana.." Fahri memperhatikan ekspresi Widia.
''Ardi sekarang udah jadi Insinyur...ikut menggarap bangunan yang kita tempati sekarang" sambil mengunyah makanan.
"Oh..ya... keren dong Ardi sekarang,lantas Anto???tanya Widia menatap Fahri tanpa sengaja
"Anto sekarang jadi juragan Sapi dan Kebo???"
"Seriusan looo????" Menghentikan makan nya. "Juragan dimana sekarang dia???"
"Dipasar lah Wid?! nerusin usaha Bapak nya,sekarang udah punya Rumah Potong sendiri..."
"Wiiisss hebat banget tuh sih Antok! yang dulunya suka ngebanyol..sekarang udah jadi Pengusaha....??"
"Lu sendiri kemana selama ini????"
"Nggak perlu tahu lu...???ucap Widia sewot.
"Tunggu..tunggu..tuh nasinya nyangkut dimilut Lu" Sambil mengusap bibir widia dengan jemarinya,tatapan merekA kink saling bertemu.
"Widiaa..!!"ucap Adrian yang tiba tiba datang.,seketika pula itu widia berdiri dari tempat duduk nya dan tidak menyelesaikan makan siang nya. Widia masih menatap kesal
pada Adrian dan meninggal kan ruangan..