Abimana, terpaksa menelan kenyataan pahit kala takdir cinta tak memihak padanya. Alya, sang kekasih yang kini menjadi milik sahabat dekatnya hanya akan menjadi kenangan bagi seorang Abimana. Kasih tak sampai, ya itulah kata yang tepat untuk Abimana--pemuda tampan bermata teduh.
Abimana berusaha bangkit dari kedukaan karena pupusnya cinta pertama, dengan keikhlasan menerima takdir cinta yang telah tergores dalam lembaran kitab-Nya.
Ayunda Kirana, sahabat Abimana yang memiliki karakter unik, ternyata mampu memberikan rasa nyaman pada pemuda bermata teduh itu. Mereka pun berusaha untuk saling menautkan hati, dalam ikatan cinta yang halal.
Akankah cinta mereka berdua berakhir bahagia?? Ikuti kisahnya .... ❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Miranda Alias Maradona
Kirana mengedarkan pandangan ketika sopir menghentikan mobilnya di perempatan.
Pandangan mata Kirana tertuju pada sosok manusia unik yang sangat familiar. Kirana membuka kaca mobil. Meski tengah bersedih, namun wanita cantik itu tersenyum tipis ketika melihat dan mendengar suara cempreng Miranda alias Maradona.
"Wik ... wikkkk, ewer ... ewer ambyar, ambyar atiku, raono sik ngekei artho. Wik ... wik, ambyar, ekkkkk achhhh, ambyar tenan.... Bedake entek ra duwe duwit, ech ... ach ambyar, ambyar...."
"Ehemmm, Mbak Miranda alias Maradona." Kirana memanggil Miranda.
Seketika Miranda menoleh ke asal suara, wajah wanita jadi-jadian itu nampak sumringah tatkala melihat siapa yang memanggilnya.
"Owalahhhh Mbak syantikkkk tho? Pacarku kog nggak ikut, Mbak?" tanya Miranda dengan suaranya yang kemayu.
"Hehhh, pacar apaan??? Dia suamiku, Mbak," Kirana terkekeh.
"Ohhh iyaya, hhhehe. Mas tamfan nggak ikut, Mbak?" tanya Miranda lagi, matanya mengerjap-ngerjap seolah memamerkan bulu matanya yang cetar membahana, bagaikan princes Syaha.
"Enggak Mbak Inces, suamiku baru ada keperluan. Mbak, keburu lampunya berganti hijau, nich buat beli bedak." Kirana memberikan dua lembar uang berwarna merah. Mata Miranda membelalak, saat menerima uang yang diberikan oleh Kirana.
"Wowww, amazing. Trimakasihhhhh yang teramat sangat. Love you sekebon salak Mbak," ucap Miranda dengan suaranya yang tidak biasa, tepatnya suara seorang pria tulen.
"Hemmzzz, bisa buat beli bedak plus gincu kan?" tanya Kirana dengan mengerlingkan mata disertai senyuman.
"Bisa banget Mbak. Andaikan Miranda adalah Maradona tulen, otw saya lamar Mbak syantiikkk, hhhhhaha." Miranda tertawa lepas.
"Haissshhh, akunya yang nggak mau donk. Yupzzz, sampai jumpa lagi ya Mbak Miranda. Semoga kelak dapat jodoh yang solekhah," ucap Kirana dengan mengulas senyum.
"Aamiin, sampai jumpa lagi Mbak syantikk cintakuhhhh, emuachhh." Miranda memonyongkan bibirnya yang seksi.
Kirana bergidik ngeri. Perlahan ia menutup kembali kaca mobil.
Sopir mulai melajukan mobilnya, setelah lampu lalu lintas berganti hijau.
Di dalam mobil hanya tercipta keheningan. Tidak ada percakapan antara Kirana dan sopir.
Tanpa terasa mereka telah sampai di tempat tujuan, sopir menghentikan mobilnya di depan rumah ber cat biru. Rumah sederhana, hadiah pernikahan dari Hasan untuk putra semata wayangnya, beserta menantu, Abimana dan Kirana. Sebenarnya, Hasan ingin membelikan apartemen untuk sepasang pengantin baru, namun mereka berdua menolak. Mereka beralasan lebih nyaman tinggal di rumah yang sederhana.
Setelah mengucapkan terimakasih dan memberikan tips kepada sopir yang mengantarnya, Kirana melangkahkan kaki menuju pintu.
Segera ia meraih knop untuk membuka pintu, ternyata masih terkunci.
"Hahhh, berarti Hubby tidak pulang ke rumah, lalu di mana dia?" Kirana bermonolog.
Kirana mengambil kunci rumah di dalam tas, kemudian ia mulai membuka pintu dengan kunci tersebut.
CEKLEK
Kirana membuka pintu dengan perlahan. Wanita cantik itu melangkahkan kaki memasuki rumahnya, dan tak lupa menutup pintu kembali. Sesampai di ruang tamu, Kirana menaruh tas punggungnya. Ia pun mendaratkan pantatnya di sofa dan menyandarkan punggung, sembari melakukan panggilan vidio call ke nomor Abimana.
Kedua netra Kirana nampak berbinar, tatkala Abimana menerima panggilan vidio callnya.
📞 "Asalamu'alaikum, Hubby?"
📞 "Wa'alaikumsalam. Sudah sampai rumah, Yank?"
📞 "Alhamdulillah, sudah Bie. Kenapa meninggalkanku sendiri, bahkan Hubby juga tidak membalas pesan dan panggilan teleponku. (Kedua netra Kirana mulai berkaca-kaca)
📞 "Maaf, aku tadi kalut setelah mendapatkan kabar bahwa ayah mengalami kecelakaan, dan sekarang beliau dirawat di rumah sakit, Yank."
📞 "Innalillahi, terus bagaimana keadaan beliau sekarang? Hubby, aku berpikiran yang tidak-tidak saat kamu meninggalkanku."
📞 "Alhamdulillah ayah sudah sadar, lukanya juga tidak terlalu serius. Pasti Sayang berpikir, suamimu ini meninggalkan istrinya karena cemburu dan marah."
📞 "Heem, seribu untuk Hubby. Aku pikir kamu cemburu dan marah, Bie."
📞 "Hemzzz, sebenarnya aku memang cemburu dan marah. Bisa-bisanya istriku meninggalkan suami tampannya ini, dan malah asik bercengkrama dengan pria lain. Ingin rasanya aku meninju pria itu, kalau saja ibu tidak meneleponku, mengabarkan bahwa ayah kecelakaan. Yank, kamu berhutang penjelasan kepadaku, siapa pria itu?"
📞 "Iya Bie, maaf. Dia sahabatku ketika tinggal di Jakarta. Namanya Fabian. Aku ingin memperkenalkannya padamu, tapi Hubby malah menghilang. Aku mencarimu di sekeliling taman, di restoran dan di vila. Aku teramat sedih Bie, saat kamu sudah pergi, bahkan meninggalkanku sendiri."
📞 "Maafkan aku Sayang. Aku benar-benar tidak bermaksud meninggalkanmu. Jangan bersedih lagi, okay! Tadinya, aku juga akan mengajak Sayang untuk segera pulang, tapi kalian berdua masih asik berbincang di taman. Yasudah, aku hanya meninggalkan pesan ke salah seorang cleaning servis, dan menyewa mobil untuk istri comelku."
📞 "Iya Bie, aku juga minta maaf. Aku sadar, istrimu ini memang salah. Setelah berganti pakaian, aku akan menyusul ke rumah sakit Bie."
📞 "Baiklah Yank. Aku tunggu di rumah sakit."
📞 "Iya Hubby, asalamu'alaikum."
📞 "Wa'alaikumsalam, Sayang."
Kirana menutup panggilan vidio callnya. Wanita cantik itu mengulas senyum karena lega setelah melihat dan mendengar suara pria yang kini teramat ia cintai.
Kirana beranjak dari duduk, ia pun menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya. Sesampai di depan kamar, segera ia membuka pintu dan masuk ke dalam. Wanita cantik itu pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang meski sejenak, untuk menghilangkan lelah.
Visual Fabian
🌹🌹🌹🌹
Readersss
Kalau kemarin ada yang menanyakan, mengapa Abimana tega pergi meninggalkan istrinya, btw sudah terjawab ya. 😂😂😂
So jangan lupa untuk meninggalkan jejak like 👍
Komentar, syukur-syukur sesuai alur 😂😂😂
Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Klik emote ❤ untuk favoritkan novel
Beri Vote jika berkenan mendukung karya author
Trimakasih dan happy reading 😘😘😘
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
DAN SATU PRLU DIINGAT, WANITA MMG MUDAH MMAAFKN, TPI TK MUDAH MELUPAKAN.
.