NovelToon NovelToon
RETAK

RETAK

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Angst / Persahabatan / Chicklit / Tamat
Popularitas:648.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

[Proses Revisi]
On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang seorang gadis yang mengorbankan perasaan demi sahabatnya, tanpa memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri.

Karena pengorbanan yang dilakukannya, dia dipertemukan dengan seorang pria tampan yang selalu mengisi hari-harinya.

Hingga pada akhirnya dia pun harus mengorbankan lagi perasaannya, mengikhlaskan pria yang selalu mengisi hari-harinya itu untuk sahabatnya lagi,

Akankah pria tersebut bisa menerima sahabatnya itu? atau malah sebaliknya? atau bahkan tetap menetap pada gadis yang terus saja mengorbankan perasaannya?

-Lakukan selama itu membuatmu bahagia, tanpa pernah bertanya tentang hatiku kenapa, pertanyaan itu malah membuat hatiku semakin sesak.- Iris Anastashia.

-Jangan pernah hidup dalam kepura-puraan, jika dia menghilang kau jangan menyesali kepergiannya.- Zhein Anggara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RETAK [31]

Happy Reading🥀

Rate

Like

Comment

Vote

...Tuan mana yang tenang dan diam saja ketika rumah tempatnya pulang di hancurkan....

...-Celine Celina-...

Setelah selesai mengganti pakaiannya, Iris langsung mengambil kunci mobilnya untuk membelikan Zhein sarapan dan obat di apotek.

"Gue pergi," pamit Iris

"Hati-hati, kalau ada apa-apa di jalan telpon gue," ucap Zhein.

"Emang lo bisa bangun?" tanya Iris.

"Gue usahain bangun demi lo," jawab Zhein.

"Oke, gue bakalan baik-baik aja kok, lo gak usah khawatir, lagian ini juga udah siang gak bakalan ada penjahat," ucap Iris.

Setelah percakapan itu Iris langsung pergi menggunakan mobilnya dengan kecepatan standar, dia berencana untuk membeli dulu obat kemudian bubur, jika dia memesan bubur terlebih dahulu nanti akan dingin di jalan.

Sesampainya di apotek dia membeli obat untuk orang dewasa yang sedang demam.

"Berapa semuanya kak?" tanya Iris.

"Totalnya 50 ribu dek," jawab penjaga apotek tersebut.

"Oh, iya ini Kak, makasih ya," ucap Iris sambil memberikan selembar uang 50 ribu.

"Iya sama-sama dek," ujar penjaga apotek tersebut.

Iris kemudian melangkahkan kakinya menuju ke mobil untuk membeli sarapan. Iris melajukan mobil di jalanan yang cukup lenggang, mungkin saat ini para pekerja sudah memulai pekerjaannya jadi tidak terlalu macet.

Sesampainya di tempat langganan buburnya, Iris langsung memesan dua bubur yang di bungkus kepada penjualnya.

"Pak, di bungkus dua ya, kayak biasa," ucap Iris kepada penjual tersebut sambil menunggu di dekat mobilnya.

"Iris," panggil seseorang saat Iris sedang memainkan ponselnya. Dia langsung melihat kearah sumber suara yang memanggil namanya itu.

"Revan," gumam Iris saat melihat orang yang memanggilnya itu adalah Revan.

"Lo gak sekolah?" tanya Revan.

"Gak," jawab Iris singkat.

"Kenapa?" tanya Revan.

"Gak usah sok peduli sama gue," jawab Iris sambil menatap tajam kearah Revan.

"Ris, lo kenapa sih gitu banget sama gue?" tanya Revan.

"Lo masih tanya kenapa?" tanya Iris.

"Iya, kalau gue ada salah maafin gue, gue mau lo jadi milik gue lagi," jawab Revan.

"Udah gue maafin tapi lo masih ada kata kalau? lo gak intropeksi diri ya?" tanya Iris.

"Neng, ini buburnya," ucap penjual bubur tersebut sambil memberikan plastik berisi 2 bungkus bubur di sela-sela percakapan antara Revan dan Iris.

"Berapa pak?" tanya Iris.

"25 ribu neng," jawab penjual tersebut.

"Oh, ini pak," ucap Iris sambil memberikan 1 lembar uang 20 ribu dan satu lembar uang 10 ribu.

"Ris, gue mau sama lo lagi," ucap Revan sambil menggenggam tangan Iris. Sedangkan Iris yang merasa risih itu langsung menepis tangan Revan.

"Pak kembaliannya ambil aja ya," ucap Iris.

"Tapi neg... " ujar penjual tersebut yang di potong oleh Iris.

"Gak apa-apa pak, ambil aja," ucap Iris yang mulai risih dengan Revan yang semakin mendekatinya.

"Lo sakit Ris?" tanya Revan sambil memegang kening Iris untuk mengecek suhu tubuhnya.

"Gak, minggir," jawab Iris sambil menatap kearah Revan yang menghalangi pintu masuknya.

"Gak." ucap Revan.

"Van, gue lagi buru-buru," ujar Iris.

"Siapa yang sakit? pacar lo?" tanya Revan dengan nada sinis nya.

"Iya, terus apa masalahnya sama lo?" tanya Iris dengan tatapan tajam.

"Siapa suruh lo boleh pacaran?" tanya Revan.

"Dih, lo siapanya gue ngatur-ngatur? punya hubungan juga engga," jawab Iris.

"Minggir." sambung Iris.

"Gak, gue gak bakalan minggir sebelum lo jadi pacar gue." ucap Revan.

"Gak, gue gak mau, minggir." ujar Iris.

"Lo harus mau jadi pacar gue," ucap Revan sambil menggenggam erat pergelangan tangan Iris, hingga Iris meringgis kesakitan saat Revan semakin kuat menggenggam pergelangan tangannya.

"Pokoknya lo cuman milik gue!" bentak Revan.

"Lepasin gue." ucap Iris.

"Lo harus jawab iya nanti gue lepasin," ujar Revan.

"Gak." ucap Iris sambil menahan rasa sakit di pergelangan tangannya.

"Lo harus mau!" bentak Revan.

"Heh, lo gak sadar diri apa?! dulu lo kemana?! lo sama siapa?! di saat bersamaan lo malah caci maki gue! dasar gak tau diri!" bentak Iris.

PLAK

satu tamparan mendarat di pipi mulus Iris hingga di sudut bibirnya keluar darah, spontan semua orang yang ada di tempat bubur tersebut langsung menarik paksa Revan.

"Maafin gue Ris," ucap Revan saat dirinya menampar wajah Iris

"Diem kamu!" bentak seorang pria yang menjadi pembeli di tempat bubur tersebut.

"Neng gak apa-apa kan?" tanya penjual bubur tersebut saat melihat Iris yang sedang menyeka darah di sudut bibirnya.

"Gak apa-apa mang, makasih ya," jawab Iris sambil tersenyum di sela rasa sakitnya.

"Beneran neng?" tanya seorang pria paruh baya.

"Gak apa-apa pak, saya pergi dulu ya, makasih udah nolongin saya," jawab Iris sambil masuk kedalam mobilnya.

Rasanya saat ini Iris ingin menangis sejadi-jadinya, sambil terus bertanya di dalam hatinya kenapa Revan melakukan ini padanya? kenapa dia se kasar ini? bahkan orang tuanya saja tidak berani menampar anaknya, Iris sangat kecewa pada Revan, dia harap ini hari terakhir dirinya bertemu dengan Revan.

Tanpa Iris sadari air matanya sudah jatuh sejak dirinya masuk kedalam mobil, dia berusaha untuk menahan rasa sakit di hatinya namun tidak bisa, air matanya terus turun membasahi pipinya.

"Zhein!!" teriak Iris sambil mengeluarkan rasa sakit di hatinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sesampainya di pekarangan rumah Iris, dia langsung menyeka air matanya, dan berusaha untuk tersenyum, meskipun hal ini akan sia-sia jika sudah ada di hadapan Zhein. Zhein selalu tahu masalah yang sedang menimpanya, seolah dia bisa membaca pikiran seseorang.

"Zhein," panggil Iris.

"Lo baik-baik aja kan?" tanya Zhein yang masih memejamkan matanya.

"Iya," jawab Iris sambil melangkahkan kakinya ke dapur untuk memindahkan bubur nya ke mangkuk.

Setelah selesai memindahkan buburnya, Iris melangkahkan kaki menuju kearah Zhein yang sedang memejamkan matanya.

"Siapa yang udah lakuin ini?" tanya Zhein yang masih memejamkan matanya.

"Apa?" tanya Iris sambil menaruh mangkuk yang berisi bubur.

"Siapa yang udah bikin lo nangis?" tanya Zhein tanpa membuka matanya.

"Gak ada," jawab Iris sambil menyuapi bubur ke mulut Zhein.

Zhein membuka matanya dan menatap kearah Iris yang matanya terlihat sembab dan satu hal lagi dia juga melihat ada sedikit darah di sudut bibir Iris.

"Siapa yang nampar lo?" tanya Zhein sambil menatap wajah Iris yang tidak seceria tadi.

"Gak ada Zhein, udah lo makan dulu," jawab Iris sambil tersenyum.

"Siapa yang nampar lo Ris?" tanya Zhein dengan tatapan teduh dan suaranya yang menenangkan.

"Revan," ucap Iris dengan nada yang kecil, namun Zhein dapat menangkap nama tersebut.

"Yang waktu di kafe itu?" tanya Zhein.

"Iya," jawab Iris.

"Lo obatin dulu tuh bibirnya, gue gak mau liat lo kayak gini," ucap Zhein sambil tersenyum kearah Iris, sedangkan Iris hanya mengangguk patuh menanggapi ucapan Zhein, dia melangkahkan kakinya menuju kamar.

Sedangkan Zhein menatap punggung gadisnya itu sambil mengepalkan tangannya dan mengambil handphonenya untuk menelpon seseorang.

...Ditelpon...

Halo Ken, ucap Zhein.

Kenapa? tanya Kenneth yang sedang di telpon oleh Zhein.

Gue minta lo cari informasi tentang Revan, dan tolong bilang sama Haiden buat kasih pengumuman ke anak-anak buat pantau Revan. jawab Zhein.

Revan? siapa? kayaknya gue baru denger, tanya Kenneth.

Gue mau nanti malam informasinya. ucap Zhein sambil memutuskan telponnya tanpa menunggu persetujuan Kenneth.

1
Zefanya Ester
Luar biasa
Zefanya Ester
Lumayan
Story Neng Gina
baca retak ini udah ke 4x nya. tapi tetep aja bikin melow😢😢😢

semangat terus bikin karya2 nya kak💪🏻🤗
Al-za Nur Rasyid
aelah tamatin cerita echa dulu napa thor
Matthias Von Herhardt
Embat ajaaaa dua2nya Haiden atau Zhein 😁😁😁😁😁😁😁😁😁 hahaaa
Matthias Von Herhardt
Sherin... aku bacanya jadi ilfeel bngt dah .. tapi gpp buat iris ngorbanin perasaanmu demi Sherin temen laknatmu... suatu saat klo dapet yg tulus jgn kasih kendor ..
Matthias Von Herhardt
Faktanya di dunia nyata jg sama, hanya karena laki2, persahabatan jadi hancur, hubungan keluarga pun bisa hancur hanya krna cinta... mending iris fokus belajar aja sayang...
Matthias Von Herhardt
si neng riumi bnr2 bikin bunda jadi gregettt.... novelnya gak jauh2 yaa dari SMA, cwo ganteng2, ciwi2 cantik hadeeehh... seketika ingin kembali ke masa muda lagi enak kali yaaa...😁😁😁
Santi Sari
sangat bagussszzz
Santi Sari
berulang2 ngebaca cerita ini,dk pernah bosen..ditgu up ny thor
ncsa
keren banget karna semua ceritanya masuk ke para pembaca jadi ikut ngersaain sedih dan senengnya juga smngtt trusss kakkk riumii❤️❤️❤️dtngguu S2nya hehehe
ncsa
aaa kak riumii aku padamu, pokoknyaa ini crtaa ditungguuu s2 nyaa gaa puas klo crtaa zhein sma iris smpes sini doangg, smngttt kakk selaluu sukaa samaa karyaa karyaa outhor stuuu iniii krnaa crtaanya seru seruu bikinn kesell sedihhh bahagiaa pokoknya smuaanya dapett aplgi crtaaa echa sma bara and kwn kwnn udahh hmpirr setaun keknyaa ga upp trkhir bca teror selaluuu aku cekk trnytaa emng gaa ada up upp trus akuu cba cek profile kak riumi penasaran sama RETAK akhirnya cbaa bcaa krna lgi bosenn eh tau tauu ramee crtaanyaa jdii jatuh cintaaa tngguuuu kakkkk s2nyaaa ga mau tauu tnggung jawab sma kita yg udahh baper inih🥺❤️❤️❤️
Esti Restianti
Sherin cepet banget merubah moodnya,kayanya dia memiliki gangguan de,dia terlalu penuh obsesi
Esti Restianti
Sherin cepet banget merubah moodnya,kayanya dia memiliki gangguan de,dia terlalu penuh obsesi
Esti Restianti
baru baca aja udah ilfeel sama Sherin
Esti Restianti
mampir kak
Sushii
bagus banget ceritanya. ngena sampe hati yang baca
Freddy
ceritanya menarik tidak membosankan
Freddy
tadinya Revan. diganti zhein. sekarang balik Revan. lain kali ga usah ganti nama tokoh, jadi ga salah sebut nama terus. sebagai pembaca setia jadi ikutan bingung
Anonymous
amazing!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!