Sinopsis Season 1 (1-121)
Dimulai saat proses acara lamaran . Tiba-tiba Dilara seorang model terkenal di Indonesia mendadak mendapat tawaran yang menggiurkan menjadi seorang model Go Internasional impiannya sejak SD . dan di haruskan Dilara sekarang juga pergi ke Amerika Serikat untuk proses pemotretan yang di kontrak langsung oleh Produser yang sangat popoler di kota Washington .
Dilara hanya meninggalkan selembar kertas yang terletak di atas kasurnya.
"Mah maafkan aku! Dilara harus pergi. Ini mimpiku mah! Dan katakan Maafku kepada Rasya calon tunangkanku yang hari ini akan resmi melamarku , tolong katakan padanya tunggu aku pulang. Untuk Mikayla tolong sementara gantikan Mba menjadi calon tunangannya Rasya. Karena Mba dan keluarga Rasya sama sekali belum pernah bertemu karena kesibukan Mba di dunia intertaiment. Mba mohom gantikan Mba ya 😊 karena Mba gak mau membuat Tante Rere ibunya Rasya sakit jantungnya kambuh karena anaknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Dilara masih memeluk erat tubuh Wisnu yang ia anggap adalah Rasya. Wisnu terbangun ia menggeliat, Dilara melepaskan pelukannya dengan senyuman yang merekah di bibirnya. Wisnu membalikan badannya ke arah Dilara.
Dilara terperangah, ia begitu sangat kaget , kedua matanya melebar, bibirnya mangap.
"Loh... ngapain kamu disini hah?" tanya Dilara yang terdengar membentak seraya menarik selimut agar menutupi seluruh tubuhnya yang polos.
"Gak usah di tutupi begitu Mis Dilara, lagian semalam kan saya sudah melihat semuanya," ucap Wisnu polos dengan suara khas bangun tidur. Wisnu menguap begitu terasa nikmat.
"Maksud kamu apa sih Wisnu?" tanya Dilara dengan suara membentak. Dilara mendorong tubuh Wisnu sampai jatuh ke lantai.
BRUKK...
"Aduh... sakit dong Mis Dilara," rengek Wisnu.
Dilara beranjak dari tempat tidurnya, ia mengambil baju-bajunya yang berserakan dimana-mana. Dilara masuk ke dalam toilet di dalam sana Dilara mandi dengan menjerit histerit , berteriak-teriak gak jelas.
Aaaaaa...
"Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak inget semuanya... " teriak Dilara yang terus membasai tubuhnya.
Wisnu mendengarnya, ia mendumel , "So histeris. So masih perawan aja, udah jebol kek gitu mah biasa aja kali."
Setelah itu Wisnu memakai pakaiannya, ia meninggalkan sebuah rekaman video yang ia rekam saat tempur di atas ranjang bersama Dilara. Wisnu pun pergi meninggalkan kamar Club setelah selesai dengan tugasnya.
Sementara Dilara masih menjerit-jerit histeris, ia benar-benar sangat marah sekali, ternyata bukan Rasya yang sudah tidur dengannya melainkan Wisnu seketaris pribadi Rasya.
Dilara benar-benar tidak mengingatnya sama sekali, obat perangsang itu bukan hanya menaikan nafsu saja tapi membuat orang mabuk parah juga.
Sebelum menyetir mobilnya Wisnu mengirim chat WhatSapp kepada Dilara terlebih dahulu.
Maaf sebelumnya, Pak Bos Rasya mengetahui semua rencana licik yang kamu mau perbuat kepadanya, dia menukar minumannya sehingga kamu yang meminum minuman yang sudah kamu masukan obat perangsang . Pak Bos menghubungi saya untuk menemani kamu untuk menyalurkan hasrat kamu yang ingin melakukan hubungan , karena kalau tidak di salurkan efeknya bahaya. Pak Bos sangat kasian melihat kamu seperti cacing kepanasan. Kalau bukan saya yang nolongin kamu , mungkin tubuh kamu bakalan dinikmati oleh lelaki hidung belang . Ya sudah lupakan saja soal semalam, anggap tidak pernah terjadi.
Panjang lebar Wisnu menceritakan semuanya lewat chat.
.......
Rasya sudah tiba di kantornya ia melihat ruang kerja Wisnu masih kosong , Rasya pun segera menghubungi Wisnu.
"Hallo Pak Bos, maaf saya masih di perjalanan kantor sebentar lagi sampai," ucap Wisnu via telepon.
Tut.. tut... !
Wisnu menutup telepon Rasya tanpa mengizinkan Rasya untuk berbicara sepatah katapun.
30 menit kemudian Wisnu sampai di kantornya Rasya. Wisnj langsung menuju ruang kerjanya Rasya.
"Pak Bos. Hoaaam... " sahut Wisnu , dengan muka suntuk sambil menguap ketika sudah di ruang kerja Rasya. Wisnu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang berada di dalam ruang kerja Rasya.
Rasya ketawa...
"Gimana semalem? Sukses kan? Sampai lelahnya masih terasa seperti itu?" kata Rasya.
"SANGAT GANAS BOS! GILA AGRESIF BANGET! SAYA SAMPAI KEWALAHAN," jelas Wisnu polos, sekali kali ia menguap emang masih sangat ngantuk dan capek.
"Kan akibat efek obat perangsang Wis."
"Eh Pak Bos? Mis Dilara sudah gak perawan ternyata. Apa jangan-jangan pak Bos ya yang sudah merenggut mahkotanya?"
Pertanyaan Wisnu membuat Rasya kembali ketawa.
"Eh Wisnu kalau ngomong itu di pikir dulu. kalau emang saya yang sudah merenggut kesuciannya, buat apa semalam saya minta kamu buat melayani dia?" kata Rasya.
Wisnu mangut-mangut seolah-olah mengerti dengan ucapan Rasya.
"Dilara kan mantan model Wis. Ya wajar-wajar saja lah demi ke tenaran dia rela menjual tubuhnya ke produser hidung belang," sambung Rasya.
"Untung saja... Pak Bos tidak jadi nikah sama Mis Dilara."
"Oya Pak Bos ngomong-ngomong ekhemmm Pak Bos sama si cantik Mikayla sudah...? ekhemmmm... hehe," tanya Wisnu kemudian.
"Apaan sih ngomong yang jelas?" tanya Rasya yang pura-pura tidak mengerti maksud pertanyaan Wisnu.
"Anu Bos. Malam pertamanya sudah belum? hehe... " kata Wisnu memperjelas.
"BELUM... ! jawab Rasya singkat padat dan jelas.
"WHAT?" Wisnu terpingkal kaget.
"Sudah mau 2 bulan menikah belum kikuk ba kekok sama Mikayla... sangat di sayangkan Pak Bos," kata Wisnu seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Banyak ngomong sih kamu, sekarang saya kasih kamu izin hari ini untuk tidak masuk kerja. Tapi malamnya kamu bantuin saya."
"Bantuin apa Pak Bos?" tanha wisnu.
Bla....blaaa....blaaa...
Rasya menjelaskan rencana yang akan ia buat untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Mikayla, dengan senang hati Wisnu akan membantunya.
...........
Dilara membaca chat WhatSapp dari Wisnu , kemarahannya semakin memuncak. Apalagi di tambah melihat rekaman video tersebut .
"Aaaaaaaaa... sialan!"
"BRENGSEK KAMU RASYA... "
"BRENGKSEK... "
Dilara membanting hendikem yang isinya rekaman video tersebut.
"RASYA. SAYA DILARA QUEENZZI tidak akan menyerah sampai sini. Cam kan itu?" dengus Dilara dengan raut wajah memerah penuh emosi.
Dilara mengobrak-ambrik kamar hingga berantakan, memecahkan kaca rias , menjatuhkan pas bunga kemarahan Dilara sudah tingkat akut.
..
dosa lho Sya..istrinya dianggurin