Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Niko menatap istrinya itu dengan sendu, dia tahu pembahasan seperti ini akan menyakiti istrinya tapi melihat istrinya menanggapi ceritanya, dia mengurungkan niatnya untuk mengalihkan pembicaraan.
"Bohong Bell kalau aku tidak menikmatinya, hanya saja tekanan dari ayah selalu membuatku membencimu, aku sengaja mengatakan hal itu kepadamu agar kamu semakin membenciku dan melepas kan aku, sejujurnya saat itu aku sangat lelah karena tekanan yang tak ada habisnya".
"Tekanan? ". Rossa menatap serius kearah suaminya itu, dia masih belum mengerti tekanan berat apa yang diberikan mertuanya itu kepada suaminya itu sampai suaminya itu begitu membencinya.
Niko menghela nafasnya dia menatap lurus kedepan mengingat apa yang dilakukan ayahnya padanya saat itu.
"Kamu tahu sebelum aku menikah denganmu, ayah menyuruh orang untuk mencoba memperkosa Merry di hadapanku karena aku tidak mau menikah dengan mu, kamu tahu bagaimana perasaan seseorang yang melihat wanita dicintainya hampir dilecehkan oleh orang lain didepan matanya dan itu dilakukan oleh ayahnya sendiri? ".
Niko menghela nafas, dia tahu istrinya pasti tidak akan menyangka.
"Ayah nekat berbuat seperti itu hanya karena kamu tak mau menikah denganku?? ". Tanyanya dengan tidak percaya.
Mertua yang begitu dia hormati bisa melakukan hal kotor seperti itu untuk memuluskan perjodohan itu.
"Bukan hanya itu Bell, ayahku juga melakukan perbuatan keterlaluan dengan membuat ayah Merry masuk penjara karena dituduh sebagai orang yang terlibat perdagangan manusia padahal ayahnya hanya pedagang kecil saat itu".
"Kamu bohongkan? ". Bella menggeleng tanda tak percaya pada perkataan Niko.
"Itu hanya sekian dari banyaknya tekanan yang kualami saat perjodohan itu akan dilaksanakan karena aku menolaknya, semakin aku menolak ayahku semakin brutal melakukan segala car untuk membuatku menerimamu dan akhirnya pernikahan itu terlaksana dan rasa benciku padamu saat itu seperti hal yang mendarah daging".
Tangannya mengepal mengingat bagaimana sakit dan tertekannya dirinya saat itu
"Apa itu sebabnya kamu begitu membenci ku dan tak mau memberiku kesempatan untuk masuk kedalam hidupmu? ". Tanyanya dengan tubuh bergetar.
Ini pertama kalinya dia tahu alasan suaminya begitu membenci dirinya, pantas saja suaminya selama ini memandang dirinya begitu rendah dan penuh kebencian.
"Iya itu memang benar, sejak perjodohan itu aku begitu membencimu karena ayah selalu membuatku tertekan, aku selalu berpikir semua ini gara-gara kamu hidupku dan kekasihku menderita, itu sebabnya aku membalasnya setelah kita menikah dengan bersikap seperti yang kamu terima selama ini".
Niko menunduk, perasaan bersalah menyergap hatinya, istrinya tidak tahu apapun tentang masalah yang dia alami tapi terkena dampak dari kebenciannya pada sang ayah sebagai bentuk pelampiasan.
"Terus bagaimana dengan Merry, bukankah kamu sangat mencintainya, terus bagaimana bisa kamu membuang wanita itu sekarang? ". Tanyanya dengan amarah tertahan.
Hatinya sungguh sakit mengetahui fakta tak terduga dari suaminya itu apalagi perbuatan mertuanya itu sangat keterlaluan.
"Aku paling benci diselingkuhin Bella, aku tidak memungkinkan Terima perempuan yang bekas dari orang lain, aku".
Ucapannya terhenti karena Bella langsung memotong perkataannya.
"Dan kamu pikir aku juga suka barang bekas? ". Ucap Bella dengan ketus.
Niko menghela nafas kemudian menunduk lagi, istrinya benar dia juga sama dengan Merry.
"Tapi itu cerita yang berbeda Bell, aku awalnya memang tak menginginkan pernikahan ini berbeda dengan kisahku dan Merry yang aku pikir sejak awal saling mencintai, sedangkan pernikahan kita adalah paksaan".
"Aku baru ingin memperbaikinya bukan karena kisahku dan Merry berakhir tapi aku tahu aku lebih baik bersama orang yang mencintaiku dibandingkan aku mencintainya sepenuh hati tapi tersakiti seperti ini, dan aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama, itu sebabnya aku ingin belajar mencintaimu dan membalas perasaan mu agar semuanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Bella menatap suaminya ini dengan dnegusan kasar, suaminya ini ternyata sangat egois.
"Dan kamu pikir setelah menghancurkan semua perasaan dan pertahanan yang kubangun untuk tetap mencintaimu, kamu berharap semuanya akan kembali seperti semua, ini bukan dongeng apalagi permasalahan bisnis yang diperbaiki akan langsung membuahkan hasil".
Dia marah karena suaminya bertindak seenaknya dan sekarang berusaha memperbaiki segalanya seolah masalah sebelumnya bukan apa-apa.
"Tidak masalah aku menunggu sampai kapanpun, selama kamu mau memberiku kesempatan maka aku tidak akan terus berusaha, kamu tidak harus membalas apapun Bell, aku hanya ingin menunjukkan jika aku serius untuk berubah dan kembali pada perniakahn yang seharusnya bahagia seandainya aku bisa menyadari segalanya lebih awal". Ucapnya menunduk
Bella membuang pandangannya, dia sebenarnya tidak tega pada suaminya tapi dia ingin suaminya tahu bahwa selama ini dia sangat terluka dan kesakitan, suaminya harus merasakan apa yang dirasakannya agar kelak dia mengerti jika rasa itu susah dihapus apalagi diperbaiki.
"Itu konsekuensi dari semua perbuatan Niko, tidak semua segala sesuatu sesuai keinginan kita, aku sadar karena terlalu memaksakan pernikahan ini padamu tanpa tahu bahwa kamu juga terluka, jadi anggap saja kita impas".
perkataan istrinya itu membuat harga dirinya seakan jatuh tapi memang yang dikatakan benar adanya, dulu dia berharap jika dia bisa tetap bersama Merry untuk berumah tangga dan menyingkirkan Bella tapi nyatanya dia tetap bersama Bella sampai akhirnya.
"Mari kita mulai semuanya dari awal Bella, bukan sebagai partner bisnis atau yang lainnya tapi sebagaimana mestinya pasangan suami istri yang baru penjajakan karena dijodohkan, aku tidka banyak mengenal mu begitu juga sebaliknya, aku menunggu sampai semuanya siap menjadi keluarga yang baru lagi".
"Baiklah, kita bisa memulainya". Bella mengangguk seakan setuju dengan suaminya.
Mereka sama-sama bersalah dalam hal ini, dia dengan keegoisannya untuk memliki Niko sampai tidak peduli yang lainnya sedangkan Niko dengan dendam dan amarahnya karena desakan orangtuanya, mereka memang impas.
"Terima kasih, aku menunggunya".
Setelah makan malam, ternyata Niko menyuruh snag istri untuk pulang bersamanya, dan mobilnya dibawah oleh supir pribadi kantor yang dia telpon tapi mereka tidak sadar jika ada mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
" Tidak akan kubiarkan kalian berbahagia diatas penderitaan ju, aku tidak rela jika semua yang telah aku dapatkan lepas begitu saja, tunggu saja".
Rupanya orang yang mengikuti mereka adalah Merry yang dendam karena diusir oleh Niko dan semua fasilitasnya dicabut, belum lagi dia kesulitan cari pekerjaan karena namanya terlanjur buruk diperusahan sebelumnya.
"Sepertinya ada yang mengikuti mobil kita". Ucap Niko melihat ada gelagat aneh dari mobil dibelakangnya sejak tadi.
Sejak tadi keheningan terjadi keduanya itu sebabnya dia sangat fokus menyetir tapi fokusnya terganggu oleh mobil putih yang berada dibelakangnya.
Bella menatap spion mobil dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan suaminya.
"Hati-hati, takutnya orang itu mengincar untuk mencelakakan kita".
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆