Satya Hadian Biantara adalah seorang pengusaha muda yang boleh dibilang sukses dalam karir karena diusianya yang masih 27 tahun dia sudah menjadi seorang presdir disebuah perusahaan raksasa yang memiliki banyak cabang dimana mana, tapi kesuksesan karirnya sangat kontras dengan perjalanan rumah tangganya yang sudah memasuki tahun ke2.
Sitti Rubi Alya Pramana yang kemudian dipertemukan secara tidak sengaja dengan satya disebuah club malam dikota M.
Satya yang tidak tau sudah dijebak sama rekan bisnisnya akhirnya melewati malam bersama ruby disebuah apartemen ternama dikota itu. Satya baru sadar saat membuka mata paginya dan melihat keadaan dirinya yang sudah tidak memakai sehelai benangpun.
Bagaimana kelanjutan kisah selanjutnya? Apa yang akan dilakukan Satya terhadap ruby sementara dia sangat mencintai istrinya Rania.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni Chaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepanikan Satya
GEDUNG BIANTARA GRUP
Sehari sejak kepergian dokter Nata ke Jerman membawa Ruby,pagi itu Bagas terlihat memasuki ruangan Satya dengan wajah khawatir.
"Tuan muda,saya punya kabar yang kurang enak untuk tuan",kata Bagas saat berada diruangan Satya.
"Ada apa Gas,katakan saja",jawab Satya.
"Handphone Nyonya Muda Kedua dan Lila sudah dua hari diluar jangkauan tuan,saya sudah cek keapartemen,ternyata apartemen sudah kosong,tidak ada siapa-siapa lagi disana",kata Bagas penuh dengan kekhawatiran.
"Apa???,kamu jangan bercanda Gas",Satya terlihat sangat Syok.
"Saya tidak bercanda tuan,saya serius",
"Lila masih menelfon saya dua hari yang lalu Gas,tapi saya tidak mengangkatnya karena Rania masih sedikit syok dengan keberadaan Ruby",Satya sudah mulai panik.
"Iya tuan muda,disitu terakhir kali handphone Lila aktif,setelahnya tidak aktif lagi,tapi saya fikir cuma batreinya yang abis makanya saya gak langsung cek ke apartemen,apalagi kemaren kita ada meeting penting dengan investor dari Korea dan selesainya tengah malam,makanya baru saya cek tadi tuan,maafkan kecerobohan saya tuan",Bagas terlihat takut menatap Satya.
Brakkkkkkkkkkkk
Satya menggebrak meja kerjanya dengan keras,ia meramas wajahnya dan mengacak-acak rambutnya,
"Aku tidak mau tau Gas,pokoknya kamu cari Ruby diseluruh kota ini sekarang juga",wajah Satya memerah menandakan emosinya sedang berada diatas batas.
"Baik tuan,saya akan segera mencarinya,permisi tuan",kata Bagas lalu keluar dari ruangan Satya,ia menelfon semua anak buahnya untuk mencari Ruby diseluruh kota.
Satya yang masih berada diruangannya merasa sangat frustasi,
"Aku tidak bisa hanya duduk diam disini menunggu kabar dari Bagas,aku harus mencarinya sendiri",katanya pada diri sendiri,ia lalu berdiri dan keluar dari ruangannya.
"Eliana,cancel semua jadwalku hari ini,aku ada urusan yang jauh lebih penting",perintah Satya pada Eliana saat melewati mejanya.
"Baik tuan muda",Eliana tidak tau apa yang sedang terjadi pada tuannya tapi ia tidak mau banyak bertanya.
"Ruby dimana kamu?,kenapa kamu ninggalin aku?,Satya memukul setir mobilnya berulang-ulang dan meremas wajahnya kasar.
"aaaakkkhhhhh",ia berteriak sendiri didalam mobilnya seperti orang gila.
Satya berniat keapartemen Ruby terlebih dahulu,sesampainya disana ia langsung masuk kekamar Ruby,ia duduk menunduk ditempat tidur,sambil memperhatikan seluruh sudut kamar,matanya tiba-tiba tertuju pada bercak darah didekat sofa,ia pun mendekat dan benar itu adalah bekas darah yang sudah mengering,ia kembali berteriak,
"Rubyyyyyy,dimana kamu?apa sebenarnya yang sudah terjadi?bagaimana dengan anak kita By?",ia tidak perduli lagi kalau ia harus disamakan dengan wanita hanya karena ia menangis,ia tidak bisa lagi menahan rasa sakit hatinya saat ini.
"Aku menyesal By,aku sangat menyesal,aku tidak mau kehilangan kamu,maafin aku By,aku jahat,maafin aku",ia terus saja memaki dirinya sendiri.
Ia berjalan mengitari apartemen seperti orang gila,ia kemudian berhenti didapur,berdiri didepan kulkas lalu membukanya,ia melihat isi kulkasnya masih punya banyak stok makanan,ia lagi-lagi seperti orang gila berucap,
"By,aku mau sarapan disini,aku belum makan dirumah",diingatnya semua saat-saat bersama Ruby,ia lalu terduduk lesu dilantai,menangisi ketidak adaan Ruby,
"Rubyyyyyyyyyyyyyyy",Satya benar-benar hilang kendali,tapi kemudian ia seolah sadar kalau tujuannya adalah mencari Ruby sekarang,ia tidak akan tinggal diam saja memaki dirinya sendiri disini.Ia pun keluar dari apartemen tersebut dan melajuka mobilnya ditengah padatnya jalanan kota M.
"Bagaimana Gas,apa ada kabar tentang Ruby",tanyanya saat menelfon Bagas didalam mobil.
"Maaf tuan,saya sudah mengerahkan semua anak buah kita tapi kami belum menemukan petunjuk apa-apa",
"Shitttt",Satya memukul kemudi mobilnya.
"Terus cari Ruby,kalau perlu telfon seluruh anak buah kamu didaerah,siapa tau Ruby kembali kedaerahnya",ucap Satya.
"Baik tuan muda",balas Bagas lalu menutup telfon.
************
RUMAH SAKIT JERMAN
Ruby sekarang sudah dirawat intensif disebuah ruangan yang sudah disiapkan dokter Nata,ia sengaja meminta pihak rumah sakit untuk menempatkan Ruby diruang khusus yang cukup besar sehingga bayinya juga yang masih didalam inkubator bisa ikut masuk.Untungnya dokter Nata punya banyak teman sesama dokter disana jadi ia tidak mengalami banyak kesulitan sesampainya mereka disana.Lila dan Rendra ditempatkan dirumah dokter Nata yang selama ini ditempatinya bersama dokter Aditya.Dokter Nata memang membeli sebuah rumah di Jerman karena ia berniat akan bekerja disana setelah lulus S2 kedokteran.
Hari itu Lila dan Rendra datang kerumah sakit mengunjungi Ruby dan bayinya.Ia akan gantian dengan dokter Nata menjaga Ruby,karena masih banyak yang harus diurus oleh dokter Nata.Dokter Nata sudah meminta dokter Aditya untuk mengantar Lila kerumah sakit,meskipun awalnya dokter Aditya menolak karena ia masih merasa kurang suka dengan Ruby dan keluarganya,ia menganggap gara-gara Ruby,dokter Nata jadi terlambat menyelesaikan studynya.Rendra yang masuk lebih dulu saat pintu terbuka lansung berlari kedekat tempat tidur Ruby,
"unda kenapa lama sekali tidurnya?",bulir bening menetes dipipi cabi Rendra seolah tau keadaan bundanya saat ini.Dokter Nata menghampirinya lalu meraih kedalam gendongannya,
"Bunda Rendra sudah dikasi obat,jadi dia lama tidurnya,besok juga udah bangun kog",kata dokter Nata menenangkan Rendra yang sudah menangis terisak-isak.Ia ikut sedih melihat Rendra,ia tidak tega melihat anak sekecil ini melalui begitu banyak penderitaan bersama ibunya.Lila yang melihat itu ikut-ikutan menangis,ia kemudian mengusap matanya saat sadar sedang diperhatikan oleh dokter Nata.
"Kita harus banyak berdoa untuk Ruby supaya secepatnya sadar,Lil",kata dokter Nata saat melihat Lila menangis.
"Bagaimana perkembangan non Ruby sama bayinya,dok?",tanya Lila yang merasa sedikit malu pada dokter Nata.
"Bayinya mengalami perkembangan yang cukup bagus,sedangkan Ruby belum ada perubahan",dokter Nata terlihat bersedih.
"Oya dok,bayi non Ruby belum punya nama,apa dokter tidak berniat memberinya nama?",tanya Lila berusaha mengalihkan kesedihan dokter Nata,ia tau bagaimana dokter Nata sudah berjuang untuk Ruby dan bayinya.
"Oh iya Lil,aku hampir lupa,bagaimana kalau kita memberikannya nama Maheswara Giandra yang artinya raja yang agung,sentosa dan pintar,mudah-mudahan kelak ia bisa menjadi raja dan mengalahkan kesuksesan ayahnya,untuk nama belakangnya biar Ruby nanti yang tentukan saat ia sudah sadar",kata dokter Nata.
"Nama yang sangat bagus dok,"baby Gian",sahut Lila.
"Aku berharapnya nama belakang dokter Nata yang akan dipakai baby Gian kelak",Lila bersungguh-sungguh dengan ucapannya,membuat dokter Nata tersenyum simpul.
"Bagaimanapun baby Gian adalah keturunan dari keluarga Biantara tapi semuanya kembali kepada keinginan Ruby nanti",jawab dokter Nata datar,tapi ia seolah menyiratkan harapan dalam hatinya,kelak Ruby akan memakai Arghany dibelakang nama baby Gian.
🤩😍Jangan Lupa like,vote dan komennya yah,sabar tungguin up selanjutnya besok😘🤗