NovelToon NovelToon
SANTANA MILIK SENJANA

SANTANA MILIK SENJANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:125
Nilai: 5
Nama Author: little ky

Kisah cinta yang tak usia saat masih berseragam abu-abu, akankah bisa terjalin kembali? Disaat keduanya sudah tak lagi sama, namun hati tak bisa dibohongi, cinta mereka nyatanya masih ada.
Namun, disaat cinta kembali mengalahkan logika, keadaan justru menyudutkan keduanya.
Akankah SANTANA masih bisa menjadi milik SENJANA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Main ke panti 1

Santana menatap bangunan panti asuhan yang dulu pernah dia tinggali. Seingatnya, bangunan panti dulu tidak sebesar dan sebagus ini. Mungkin banyak donatur yang membantu panti ini sehingga sekarang bisa sebesar ini.

Santana berdiri di samping mobil yang tadi membawanya dan keluarga angkatnya. Melihat bu Mi, mengkoordinir beberapa pegawai panti asuhan untuk membantunya menurunkan barang. Sesekali Santana bantu, tapi memang para pegawai panti ini menolak bantuan Santana.

Mereka mengatakan Santana dan keluarganya pasti sudah capek melakukan perjalanan dari kota sampai ke tempat ini. Jadi biarlah mereka saja yang menurunkan barang-barang. Santana merasa begitu disegani orang-orang ini, membuatnya mengingat saat pertama kali dia datang ke panti ini.

" Mulai sekarang, kamu tinggal disini. Saya nggak sanggup kalau harus tambah satu orang lagi untuk saya hidupi. Papa mu saja tidak meninggalkan apapun untuk kamu, lalu kenapa kami yang harus direpotkan untuk ikut mengurus kamu... " paman Santana yang merupakan sepupu papanya, dengan lantang menolak keberadaan Santana dan malam mengantarkannya ke panti asuhan.

Santana kecil hanya bisa menangis, tanpa bisa melakukan apapun. Belum habis air matanya menangisi kepergian mendadak kedua orang tuanya, kini dia harus menangisi nasibnya yang tidak diinginkan keluarga papa dan mamanya.

Santana kecil memeluk erat tas berisikan pakaiannya, lalu berjalan menuju ke arah seorang wanita usia lanjut yang menyambutnya dengan senyum yang sangat lebar. Meskipun takut, Santana beranikan diri menghampiri wanita itu. Lebih baik disini, daripada terus bersama pamannya.

" Halo anak ganteng. Kenalin nama ibu Sartika. Mulai sekarang, tinggal disini sama ibu dan teman-teman yang lain, ya... "

Sambutan hangat yang berhasil menghentikan tangisan Santana. Sungguh beruntung dia bertemu dengan ibu Sartika, meski bertemu di sebuah panti asuhan. Santana sendiri sejak itu hidup dengan baik, meski sangat menutup diri dari siapapun.

*****

" San.. " panggilan Welly membuyarkan lamunan Santana.

" Hm.. "

Mata Welly memicing menatap bu Mi, " Lo nggak ngerasa kalau mama mencurigakan dengan ajak kita ke sini? " tanya Welly meminta dukungan dari satu-satunya manusia yang selalu bersikap netral saat Welly dan bu Mi berseberangan.

Santana menggeleng pelan, " Ibu kan udah bilang, mumpung masih disini. "

" Ck.. " decakan kesal keluar dari mulut Welly.

" Heran gue.. Yang anak mama itu elo atau gue sih, sampai segitu lo nurut sama mama. "

" Kamu aja yang calon anak durhaka, jangan ajak-ajak. " tanggapan Santana yang selalu nyelekit.

" Sembarangan mulut lo. Lo lihat aja ya, pasti ada udang didalam sungai kalau mama udah bertingkah aneh begini. Gue yakin seratus persen, pasti ada apa-apa nih. " merasa tak mendapatkan dukungan dari saudara beda orang tua ini, Welly pun berjalan masuk ke area panti.

Santana terkekeh pelan, selalu terhibur tingkah Welly. Bahkan Santana mau diadopsi bu Mi waktu itu juga karena Welly. Bagi Santana yang anak tunggal plus yatim piatu, pasti rasanya tidak akan terlalu kesepian kalau memiliki Welly dalam hidupnya. Anak itu selalu rame dari pertama kali Santana kenal waktu SMP.

" Mana anak kurang aja itu, San? " tanya bu Mi yang tahu-tahu sudah ada di depan Santana.

" Masuk, bu. " wajah bu Mi nampak mengejek.

" Bilangnya males, nggak tahunya semangat banget dia. " Santana tersenyum kecil. Masuknya Welly bukan karena semangat, tapi malas debat dengannya.

*****

" Senang mendapatkan tamu kehormatan yang mau merelakan waktu mengunjungi panti ini dan selama datang kembali Santana, masih ingat saya kan? " sapa Sekar yang merupakan kepala panti saat ini, menggantikan ibu Sartika yang berpulang beberapa tahun yang lalu.

" Masih.. " jawab Santana singkat, yang memicu tawa Sekar.

" Ngomongnya sampai sekarang masih irit, ya. " komentar Sekar mengundang tawa bu Mi yang memang merasa tidak banyak perubahan dari Santana yang dulu pertama dilihatnya dengan Santana yang sekarang.

" Maklum aja, udah settingan dari orok. " celetukan dari Welly, menambah durasi tawa mereka.

Dijamu tengah teh hangat dan beberapa makanan ringan, bu Mi dan kedua putranya duduk bersama dengan Sekar di ruangan kepala panti. Banyak yang bu Mi dan Sekar obrolkan, sedangkan Welly dan Santana sesekali menimpali, tapi Welly lebih banyak makannya sedangkan Santana diam saja memperhatikan.

" Rencananya hari ini memang ada salah satu donatur kami yang berkunjung kemari, bu Mi.. Beliau selalu berkunjung di tanggal dan bulan yang sama setiap tahunnya. " ujar Sekar menginformasikan.

" Benarkah? Wah.. Jadi makin ramai ya nanti. " senyum bu Mi yang merekah, terasa semakin mencurigakan untuk Welly yang jeli kelakuan mamanya.

" Iya, bu.. Anak-anak pasti makin senang. Soalnya donatur yang ini selalu menyempatkan main sama anak-anak. Jadi semua yang ada di panti ini kenal beliau. " bu Mi mengangguk-ngangguk senang.

Obrolan masih berlanjut, karena bosan Welly mengajak Santana berkeliling panti. Sekar yang takut Welly dan Santana nyasar, meminta Rendi, salah satu penghuni panti untuk menemani.

Ketiganya berjalan ke bagian yang lebih dalam dari panti. Santana takjub melihat jika panti ini sekarang lebih luas. Banyak bangunan-bangunan baru, lalu ada sekolah juga.

" Itu... sekolah? " takjub Santana.

" Iya, mas.. " Rendi menjawab dengan senang hati. Tipekal anak yang ceria.

" Wah.. Keren dong, Ren.. Selain sekolah ada apa lagi nih? " tanya Welly yang sama takjubnya dengan Santana. Dulu kan dia sering main ke sini juga.

" Yang disebelah sana. " Rendi menunjuk sisi kanan yang terdapat empat bangunan dua tingkat, " Itu asrama buat kami, mas. Yang warna biru itu asrama cowok yang pink asrama cewek. "

Arah pandang Santana dan Welly mengikuti arah yang ditunjuk oleh Rendi, " Wah... Beda banget sama yang dulu, ya.. " komentar Welly yang merasa ikut senang seperti Rendi yang juga terlihat senang saat menjelaskan padanya.

" Iya mas.. Dulu, pas waktu aku masih belum ngerti, ada ibu-ibu cantik banget datang ke sini, bilangnya mau jadi donatur, mas. Cantik banget orangnya, padahal usianya seusia ibu panti.... " cerita Rendi penuh semangat.

" Waktu itu aku nggak tahu arti kata donatur, kan masih kecil, baru umur hampir empat tahun. " Welly dan Santana terkekeh, " Kata ibu panti, ibu-ibu cantik itu mau bantu panti biar lebih bagus, dan bener lo mas. Nggak lama panti dibangun.... "

" Asrama dipisah, bangun sekolah, ada aula juga, taman bermain. Pokoknya semua yang ada disini di bangun lagi, jadi kayak sekarang... "

" Di sekolah ada gurunya juga? Maksudnya gurunya dari pihak luar atau pihak panti? " tanya Welly makin penasaran. Mungkin karena cerita Rendi yang penuh semangat itu.

" Dari luar, mas.. Ibu-ibu cantik itu yang bayarin. Cuma sekolahnya sampai SD aja yang SMP dan SMA harus sekolah di luar... " Welly mengangguk.

" Ibu-ibu cantiknya itu masih sering ke sini nggak, Ren? " anak laki-laki itu menggeleng dengan wajah sedih.

" Beliau udah meninggal, mas. Nggak lama setelah panti jadi seperti ini, beliau meninggal. Katanya sakit kanker.."

" Semua yang ada disini pergi layat kok, kan makamnya cuma jarak empat desa dari disini, nggak begitu jauh.. " Welly mengangguk paham.

" Awalnya kami sedih, mas. Beliau kan orang baik, jadi nggak ada lagi orang baik yang bantu panti. Tapi ternyata, anaknya yang lanjutin jadi donatur tempat ini. Itu yang kata mbak Sekar mau main ke sini nanti, dia anak ibu cantik yang baik hati tadi.. "

Santana menatap Rendi lekat. Nggak tahu kenapa, dadanya tiba-tiba berdenyut begitu Rendi mengatakan anak ibu cantik itu akan datang. Apa Santana mengenalnya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!