Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lembah Transisi Kosmik dan Gerbang Menuju Benua Tengah
Suasana senja di perbatasan barat Benua Barat menyelimuti hamparan tebing batu hitam dan tanah gersang dengan semburat warna jingga kemerahan. Di halaman paviliun kediaman yang asri, Bi Xiu duduk tenang menikmati secangkir teh herbal yang disiapkan oleh pelayan pribadinya. Di hadapannya, Bai Chen berdiri mengenakan jubah putih bersih yang berkibar lembut ditiup angin senja.
Meskipun waktu perpisahan telah tiba, tidak ada raut kesedihan di wajah Bi Xiu. Ia tahu bahwa putranya kini telah menjelma menjadi sosok penguasa yang berdiri di puncak langit, dan tempat teraman bagi seorang ibu adalah melihat anaknya terbang menggapai takdir agungnya.
"Chen-er," ucap Bi Xiu lembut sambil meletakkan cangkir tehnya ke atas meja batu, menatap Bai Chen dengan mata penuh kehangatan. "Ibu tahu kau tidak akan tinggal lama di tempat kecil ini. Pergilah mengejar apa yang harus kau selesaikan... Ibu akan baik-baik saja di sini di bawah perlindungan Paviliun Pil Kuno."
Bai Chen mengangguk pelan. Ia melangkah maju, lalu memeluk ibunya sejenak dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam. "Ibu, tunggu aku. Setelah urusanku di Benua Tengah selesai, aku akan kembali menjemputmu untuk hidup bersama di puncak dunia."
Setelah melepas kepergian sang ibu, Bai Chen membalikkan badannya. Tatapannya berubah tajam, menatap ke arah ufuk timur laut—tempat di mana daratan paling sakral dan terkuat di dunia terbentang: Benua Tengah dan 5 Klan Kuno.
Bai Chen mengangkat tangan kanannya ke udara. Dengan mengandalkan kemampuan manipulasi spasial tingkat lanjut dari Ranah Dao Surgawi, ia merobek lipatan ruang di hadapannya tanpa suara. Retakan dimensi berbentuk lingkaran bercorak cahaya keemasan langsung tercipta, membelah langit senja Benua Barat seketika.
Tanpa menoleh lagi, Bai Chen melangkah masuk ke dalam retakan dimensi tersebut, meninggalkan kilatan partikel kosmik yang berhamburan di udara.
Sementara itu, ribuan mil jauhnya di jantung daratan utama—Benua Tengah—suasana di dalam aula agung Klan Zhang tampak begitu sunyi dan tegang.
Di kursi singgasana batu pualam tertinggi, Ketua Klan Zhang, Zhang Tianheng (kultivator ranah Dao Immortal Bintang 9), sedang duduk bersilang tangan dengan ekspresi dingin dan penuh perhitungan. Di sisi kanan aula, beberapa tetua agung dan dewa penjaga klan berdiri berbaris rapi, mendiskusikan gulungan laporan intelijen terbaru mengenai dinamika faksi-faksi luar.
"Ketua Klan," ucap salah seorang tetua senior berjanggut putih sambil membungkuk hormat. "Informasi dari perbatasan barat melaporkan adanya fluktuasi energi kosmik yang sangat masif beberapa hari lalu. Seseorang di luar Benua Tengah baru saja berhasil menembus batasan Ranah Dao Surgawi."
Mendengar laporan itu, alis Zhang Tianheng sedikit berkerut. Matanya yang memancarkan kilat keemasan menatap tajam ke depan. "Ranah Dao Surgawi? Meskipun langka di wilayah luar, itu bukanlah sesuatu yang harus membuat Klan Zhang kita cemas. Di Benua Tengah, para jenius muda dari 5 Klan Kuno bahkan mampu mencapai ranah tersebut sebelum usia mereka menginjak tiga puluh tahun."
"Bukan itu masalah utamanya, Ketua," sambung sang tetua dengan nada ragu-ragu. "Berdasarkan catatan sistem pengawas batas benua, fluktuasi energi tersebut menunjukkan karakteristik yang persis sama dengan pemuda luar yang beberapa tahun lalu memenangkan Turnamen Antar-Genius... pemuda yang menjalin hubungan terlarang dengan Wanita Suci kita, Bai Chen."
Seketika nama Bai Chen disebut, atmosfer di dalam aula agung Klan Zhang mendadak menjadi sangat dingin dan menekan. Suhu di sekitar singgasana turun drastis hingga membentuk kristal es tipis di lantai pualam.
Zhang Tianheng perlahan-lahan menegakkan tubuhnya dari kursi singgasana. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis yang dingin.
"Bai Chen..." gerentes Zhang Tianheng pelan, suaranya bergemerincing bagaikan benturan pedang baja. "Lima tahun lalu, aku memberikan syarat yang mustahil baginya—mencapai Ranah Dao Immortal Bintang 6 dalam waktu singkat—hanya untuk membuatnya sadar diri dan mundur secara terhormat karena perbedaan latar belakang klan kita. Aku berasumsi seorang pemuda dari benua pinggiran akan hancur oleh waktu dan tekanan syarat tersebut."
"Lalu... bagaimana jika anak itu benar-benar berniat datang menagih janji, Ketua?" tanya seorang tetua agung dengan cemas.
Zhang Tianheng mendengus dingin, melambaikan lengan jubahnya ke udara. "Mustahil! Dao Immortal Bintang 6 adalah ranah para dewa klan yang membutuhkan waktu ribuan tahun kultivasi! Bahkan para jenius terbaik di Klan Zhang dan Klan Lei butuh ratusan tahun untuk menaikkan setiap bintangnya. Jika ia berani datang ke Benua Tengah tanpa kekuatan yang sepadan, ia hanya akan menjadi badut yang mencoreng harga diri Wanita Suci kita!"
Namun, apa yang tidak diketahui oleh Ketua Klan Zhang dan para tetua agung di aula tersebut adalah bahwa apa yang mereka anggap "mustahil" justru telah dilampaui sepenuhnya oleh Bai Chen di dalam ruang meditasi rahasia beberapa tahun lalu.
Di saat yang sama, di titik koordinat terpencil tepat di atas perbatasan udara Benua Tengah, retakan dimensi keemasan terbuka secara perlahan.
Bai Chen melangkah keluar dari dalam lipatan ruang, berdiri mengapung di udara bebas dengan jubah putih yang berkibar tenang tertiup angin langit.
Begitu ia menjejakkan kaki—atau lebih tepatnya mengapung—di atas langit Benua Tengah, sensasi kepadatan energi spiritual murni langsung menyergap sekujur tubuhnya. Konsentrasi Qi kosmik di tempat ini ratusan kali lipat lebih padat dibandingkan di empat benua luar; bahkan sekadar bernapas di udara Benua Tengah saja sudah cukup untuk membantu seorang kultivator biasa menaikkan ranah mereka dengan cepat.
Bai Chen menarik napas dalam-dalam, merasakan aliran energi spiritual murni yang menyegarkan menyebar ke seluruh meridian tubuhnya.
[Ding! Selamat kepada Inang telah memasuki wilayah teritorial utama: Benua Tengah!]
[Pangkalan Data Kosmik Diperbarui: Mendeteksi keberadaan formasi pelindung tingkat Dao Immortal di sekeliling batas kota utama.]
[Misi Utama Diaktifkan: Menuju Kota Pusat Benua Tengah dan Mempersiapkan Pertemuan dengan 5 Klan Kuno.]
Bai Chen menatap ke arah kejauhan, di mana gugusan menara kristal raksasa yang memancarkan cahaya pelangi tampak menjulang tinggi menembus awan. Itulah Kota Pusat Benua Tengah—pusat peradaban tertinggi dari dunia kultivasi ini, tempat di mana takdir, intrik politik, dan kekuatan mutlak saling berbenturan.
Ia menyunggingkan senyuman tipis penuh percaya diri. Di tangan kanannya, gelombang energi Dao Surgawi berputar pelan membentuk percikan petir kosmik yang transparan.
"Klan Zhang... aku datang," gumam Bai Chen pelan, lalu melesat secepat kilat menembus cakrawala menuju pusat Kota Benua Tengah.