NovelToon NovelToon
Rumah Impian Yang Retak

Rumah Impian Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Bagi semua orang, pernikahan Nadia dan Rian adalah gambaran kesempurnaan. Rian adalah arsitek sukses yang menopang kehidupan mereka, sementara Nadia adalah istri penurut yang melepaskan mimpi dan karirnya demi berbakti kepada suaminya. Namun di balik dinding rumah megah mereka, hubungan itu telah lama mati dingin sejak insiden keguguran dua tahun lalu.

Namun Rian yang selalu di kelilingi wanita cantik yang menggoda, membuat Nadia merasa terabaikan dengan sikap Rian yang dingin. Belum lagi menghadapi ibu mertuanya yang manipulatif, makin menyudutkan Nadia dalam fitnah dan tuduhan tak berdasar. Saat Rian lebih memilih meragukannya daripada pasang badan untuknya, Nadia akhirnya mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya, menyerah dan pergi membawa surat cerai.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Yuk bantu ramaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Di dalam kamar yang sunyi, Nadia duduk di depan meja riasnya. Ia membuka laptop dan mulai mengetik draf surat gugatan perceraian dengan jemari yang mantap. Tidak ada lagi keraguan yang tersisa. Setiap kata yang tertulis di layar monitor adalah ketegasan atas harga diri yang telah lama diinjak-injak.

"Aku sudah memberikan satu kesempatan kepadanya, dan kesempatan itu sudah disia-siakan. Katanya kamu akan berubah dan mengakhiri semuanya dengan Maya. Tapi ternyata semua ucapanmu itu bohong. Kamu tetap selingkuh dengan wanita itu di belakang ku, tanpa memikirkan perasaanku. Hatiku yang masih sakit karena perselingkuhanmu belum sembuh, tapi sudah kau tambah lagi dengan kebohongan dan perselingkuhan dengan orang yang sama. "

Dalam setiap ketikan yang ia tulis, Nadia bisa merasakan rasa sakit yang menghujam jantungnya jika ia mengingat penghianatan yang dilakukan Rian kepadanya.

Rumah impian yang ia bangun dengan ketulusan cintanya, sudah dihancurkan Rian berkeping-keping. Tidak ada lagi yang bisa diperbaiki dalam hubungan yang di bangun dengan kebohongan.

​Usai menyelesaikan draf tersebut, Nadia menyimpannya di dalam penyimpanan terenkripsi dan mengirimkan salinannya kepada pengacara yang sudah direkomendasikan oleh Amira. Selesai sudah persiapan administrasinya. Kini ia hanya perlu menunggu momen yang tepat untuk menyerahkan lembaran itu secara langsung di hadapan Rian dan ibunya.

​Malam harinya, Rian pulang lebih lambat dari biasanya. Aroma parfum feminin yang manis namun itu bukan milik Nadia samar-samar tercium dari kemejanya saat ia melangkah masuk ke dalam kamar.

​Rian tampak lelah, namun matanya memancarkan rasa bersalah yang coba disembunyikannya rapat-rapat. Ia meletakkan tas kerjanya di atas meja, lalu berjalan mendekati Nadia yang sedang membaca buku di tepi ranjang.

​"Nad, maaf ya aku baru pulang jam segini," ujar Rian seraya melonggarkan ikatan dasinya. "Tadi ada rapat mendadak sama tim arsitek dan klien untuk finalisasi dokumen proyek yang akan dilakukan dalam waktu dekat."

​Nadia tidak mengangkat wajahnya dari halaman buku, namun bibirnya mengukir senyum tipis yang amat dingin. "Nggak apa-apa, Mas. Pekerjaanmu kan memang selalu penting."

​Rian duduk di samping Nadia, berusaha meraih jemari istrinya. "Besok akhir pekan... Aku ada dinas luar kota dua hari ke Bandung untuk survei lokasi proyek baru. Kamu nggak apa-apa Mas tinggal sendiri di rumah sendiri kan?"

​Nadia memalingkan wajahnya menatap Rian lurus-lurus. Tatapan mata Nadia begitu jernih, namun terlihat sangat hampa—sebuah tatapan yang membuat Rian mendadak merasa canggung.

​"Pergilah, Mas. Selesaikan urusanmu dengan 'klien' itu sampai tuntas, jangan sampai membuat kesalahan" sahut Nadia pelan, menekankan kata klien dengan intonasi yang halus.

​Rian sempat tertegun, dahinya berkerut tipis. "Maksudmu Maya? Ini bukan cuma urusan Maya, Nad. Ini proyek besar perusahaan dan aku..."

​"Aku tidak bilang apa-apa soal Maya, Mas," balas Nadia tenang, menarik tangannya perlahan dari genggaman Rian. "Aku cuma bilang, selesaikan pekerjaanmu baik-baik."

​Rian menelan ludah, merasa ada sesuatu yang aneh dengan sikap istrinya, namun egonya menepis rasa curiga itu. "Ya... ya sudah kalau begitu. Mas mau mandi dulu setelah itu kita istirahat."

​Keesokan harinya, Rian sudah berangkat pagi-pagi sekali dengan koper kecilnya menuju "dinas luar kota" yang Nadia tahu pasti adalah liburan singkatnya bersama Maya karena semalam dia membaca pesan singkat dari Maya tentang liburan mereka.

​Suasana rumah kembali dikuasai oleh Bu Ratna dan Sarah. Di ruang makan, Bu Ratna duduk menikmati teh hangatnya dengan wajah penuh kemenangan, seolah-olah ketidakhadiran Rian di akhir pekan adalah kemenangannya atas Nadia.

​"Ehem!" Bu Ratna berdeham keras saat melihat Nadia keluar dari rumah dengan pakaian rapi dan tas ransel di punggungnya hendak pergi ke galeri. "Bagus ya, suami dinas luar kota, istrinya malah makin jadi keluyuran. Bukannya di rumah mendoakan suami yang kerja keras!"

​Sarah yang sedang mengoles mentega ke roti tawar ikut menimpali dengan nada sok prihatin. "Iya nih, Tante. Harusnya Mbak Nadia sadar diri. Mas Rian itu capek banting tulang, eh Mbak Nadia malah sibuk sama urusan sendiri. Kalau Mas Rian kepikat wanita lain di luar sana yang lebih perhatian, jangan salahkan siapa-siapa ya."

​Nadia menghentikan langkahnya beberapa langkah dari pintu kamarnya. Ia menoleh perlahan, menatap kedua wanita itu dengan wajah tenang.

​"Ibu dan Sarah tidak perlu khawatir," ucap Nadia dengan nada suara yang sangat teratur dan jernih. "Apapun yang dilakukan Mas Rian di luar sana, entah itu dinas atau hal lain... saya sudah tahu semuanya."

​Bu Ratna mendelik kaget, memegang cangkirnya lebih erat. "Apa maksudmu ngomong begitu?!"

​"Maksud saya sederhana, Bu," jawab Nadia, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis yang penuh penekanan. "Semua permainan ada batasnya. Dan batas itu sudah sampai hari ini. Selamat menikmati akhir pekan kalian."

​Tanpa menunggu reaksi atau bentakan dari ibu mertuanya, Nadia melangkah keluar rumah dengan penuh percaya diri. Pintu depan tertutup rapat di belakangnya, meninggalkan Bu Ratna dan Sarah yang saling pandang dalam kebingungan dan kegelisahan yang mulai merayap.

"Apa maksud Kata-katanya tadi? " tanya Bu Ratna.

"Nggak tau, sudahlah. Jangan terlalu dipikirkan, tante. Bikin pusing aja." jawab Sarah santai sambil makan sarapannya.

​Siang hari di galerinya, suasana terasa begitu hidup. Amira datang membawa beberapa alat lukis baru, sementara beberapa pengunjung dan pecinta seni mulai berdatangan melihat pameran perdana lukisan Nadia.

​Nadia berdiri di dekat jendela kaca besar, memperhatikan salah satu lukisan utamanya yang menggambarkan kepak sayap burung merpati yang terbebas dari sangkar emas. Lukisan itu diberi judul 'Kebebasan Jiwa'.

​"Cantik banget lukisan yang ini, Nad," puji Amira yang berdiri di sampingnya seraya menyerahkan segelas jus jeruk dingin. "Jadi, kamu sudah membawa beberapa pakaianmu? memangnya kamu sudah membuat draf gugatannya? Apa Sudah dikirim ke Pak Hendra?" Amira mencecar banyak pertanyaan kepada sahabatnya.

​"Sudah, Ra," jawab Nadia mantap seraya menyesap minumannya. "Pak Hendra bilang berkasnya sudah lengkap. Bukti foto, rekaman video di mal, dan rekaman suara semalam sudah disusun rapi dalam draf gugatan. Dan yah, aku mulai berkemas sekarang. Cuma barang-barang penting aja yang aku bawa."

​Amira mengangguk puas. "Baguslah,aku jadi punya teman nanti kalau malam. Lalu, kapan suratnya bakal dikirim ke rumah?"

"Entahlah, semua harus melalui proses dulu," bisik Nadia dengan tatapan mata kosong. "Aku harap kedatangan surat itu nanti, datang diwaktu yang tepat."

​Amira terkekeh pelan, merangkul bahu sahabatnya. "Aku salut padamu, Nad. Nggak ada acara labrak melabrak, nggak ada air mata. Kamu hebat."

"Karena aku sudah merasakan itu sebelumnya, dan kali ini, aku tidak mau menangis untuk pria yang sudah berkali-kali mengkhianati ku."

​Nadia menatap ke luar jendela, memperhatikan daun-daun pohon mangga yang berayun ditiup angin sore. Rasa sakit hati, kekecewaan, dan duka atas kehilangan masa lalunya kini telah berganti menjadi keberanian. Ia tidak lagi meratapi nasibnya sebagai wanita yang terabaikan dan di khianati, melainkan menyambut lembaran baru sebagai seorang yang ingin bebas dari belenggu pernikahan yang penuh kebohongan.

1
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
ditambah dong ka up nya
Ariany Sudjana
betul sekali, dasar pelacur murahan kamu Sarah, sudah pengangguran, eh pelacur murahan juga, sama seperti Maya
Ariany Sudjana
hahaha Rian Rian kamu bodoh, mau saja disetir sama Mak Lampir dan juga pelacur murahan kesayangan kamu itu 😂😂🤣🤣
Heni Setiyaningsih
ternyata suami dan mertua bersekongkol mengincar hartanya Nadia ciih menjijikan
Heni Setiyaningsih
gk sabar pengen lihat pembalasan Nadia
falea sezi
🤣🤣 trik laki. yg uda ketauan selingkuh ya begitu
Eys Resa: yah, begitulah🙈🌹
total 1 replies
Mefiani
datang lagi hama...hilang maya datanglah sarah...mungkinkah ini yg akan memicu perginya nadia??ditunggu..
Mefiani: siiip lah...👍
total 2 replies
Mefiani
mungkinkah perubahan itu bisa selamanya ato sesaat??ditunggu kelanjutane
Eys Resa: siap bos
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
kurang Thor besok update nya double ya 😄💪
Eys Resa: hehehe, kalo sempet ya kak. othor lagi ngerjain 4 novel soalnya😁🙈🌹
total 1 replies
Mefiani
pergi sono nadia dan kembalilah kekehidupanmu sebelum kamu menikah...raihlah kebebadanmu..💪
Eys Resa: hooh kk
total 3 replies
falea sezi
mertua kayak lampir lanjut thor laki bego gini di cerai aja🤣
Eys Resa: 🙈🙈🙈🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending q kirim bunga dehh🤭
Eys Resa: makasih kak. semoga ya, lagi mikir alurnya kak, semoga nanti suka😁
total 1 replies
Mefiani
akhirnya buat cerita baru lagi kak resa sayank..q dah meluncur nich..😘💪
Eys Resa: makasih kak Mefi, yang pertama nih. bentar lagi juga ngisi di sebelah kak. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!