NovelToon NovelToon
Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Duda
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Bagi publik, Arka Dirgantara adalah pengusaha sukses berselimut gosip miring, mulai dari disfungsi ereksi hingga rumor menyukai sesama jenis. Tak ada yang tahu rahasia terbesarnya, ditinggal kabur mantan istri di malam pengantin membuatnya trauma dan masih perjaka.

Terdesak ancaman dicoret dari warisan dan runtuhnya investasi, Arka nekat mengajak Naya Kirana, gadis ceria yang butuh uang pengobatan ibunya, untuk menjalani pernikahan kontrak satu tahun. Aturannya tegas, pura-pura mesra di depan media, tapi dilarang saling sentuh di rumah.

Namun, hidup seatap dengan Naya yang blak-blakan perlahan meruntuhkan dinding kaku Arka. Ketika sang mantan istri kembali untuk membongkar rahasia kelamnya, akankah sandiwara konyol ini hancur, atau justru berubah jadi cinta sejati yang menyembuhkan trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Sumpah dan Solusi Terlarang

Malam yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan Arka Dirgantara berubah menjadi neraka hanya dalam hitungan jam. Gaun pengantin mewah tergeletak begitu saja di lantai kamar suite hotel bintang lima.

Di samping gaun itu, tergeletak selembar surat singkat dan bukti transfer aset yang membuat dada Arka terasa sesak. Karin, wanita yang baru beberapa jam lalu sah menjadi istrinya, melarikan diri bersama sang mantan kekasih sambil membawa lari sebagian besar dana investasi yang Arka percayakan kepadanya.

Malam pertama yang seharusnya sakral menguap tanpa sisa. Arka berdiri membeku di tengah kamar yang sepi, menatap cermin besar di hadapannya.

Rasa malu, pengkhianatan, dan harga diri yang hancur berkeping-keping menghantam dirinya secara bersamaan.

Pada malam itu pula, Arka bersumpah tidak akan pernah membuka hatinya, apalagi menyentuh seorang wanita lagi.

Delapan tahun berlalu.

Arka kini memimpin Dirgantara Group dengan tangan besi. Pada usianya yang ke-32, ia dikenal sebagai pengusaha yang dingin, perfeksionis, dan tidak tersentuh. Namun, julukan "Duda" yang melekat pada dirinya menyimpan ironi besar yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri. Arka adalah seorang duda yang masih perjaka.

Masalah muncul ketika keputusan Arka untuk menutup diri rapat-rapat dari wanita selama delapan tahun mulai memicu rumor liar di kalangan klan Dirgantara dan para mitra bisnisnya.

“Bro, lu wajib tahu nih gosip gila yang lagi rame di luar,” kata Doni, asisten pribadi sekaligus sahabatnya, sambil meletakkan tablet di meja kerja Arka.

Arka tidak mengalihkan pandangannya dari berkas di tangannya. “Gak penting. Gue gak ada waktu buat ngelayanin drama gaje.”

“Ini bukan sekadar drama gaje, Bahlul! Saham kita ikutan oleng minggu ini,” tegas Doni.

“Nyokap lu udah mulai ngegas ke dewan komisaris. Rumor pertama bilang lu 'burung'-nya mati total gara-gara trauma. Nah, rumor kedua yang lebih parah... mereka mikir lu belok, terus jadiin trauma masa lalu lu cuma buat tameng doang.”

Arka menghentikan penanya. Matanya menatap Doni dengan kilat tajam. “Siapa yang nebar isu sampah kek gini?”

“Gak tahu siapa biang keroknya, tapi yang jelas para investor mulai overthinking sama stabilitas kepemimpinan lu. Lu gak punya pawang, gak ada calon ahli waris," balas Doni serius.

“Ditambah lagi, nyokap lu baru aja spam call gue. Kalo dalam sebulan lu gak bawa calon istri ke rumah, siap-siap aja posisi lu dikudeta sama sepupu lu.”

Arka memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. Ia terjebak dalam perangkap yang diciptakan oleh harga dirinya sendiri. Pernikahan adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan, tetapi membiarkan kerja kerasnya hancur demi rumor konyol adalah hal yang tidak mungkin ia biarkan.

“Cariin gue cewek,” kata Arka akhirnya, suaranya dingin dan penuh penekanan.

“Siapa aja dah. Cewek yang gak banyak cincong, lagi butuh duit, dan mau tanda tangan surat perjanjian. Gue cuma butuh istri pajangan doang buat bungkam mulut-mulut lemes mereka.”

Doni terkekeh pelan sambil mengetukkan jarinya di atas meja. “Nah, dari tadi napa! Beres urusan. Gue udah ada beberapa kandidat cewek dari agensi yang biasa ngurusin kawin kontrak buat kalangan atas.”

“Gak mau dari agensi,” potong Arka cepat. “Terlalu berisiko. Rawan bocor ke media kalau mereka tergiur uang yang lebih gede dari lawan bisnis gue.”

“Terus lu mau dapet di mana, Masbro? Lu pikir nyari istri pajangan kayak nyari diskonan di supermarket?” Doni menepuk jidatnya sendiri, pusing menghadapi sikap kaku sahabatnya.

“Cari cewek yang terdesak, tapi punya rekam jejak bersih. Orang biasa aja, yang gak punya ikatan sama lingkaran bisnis atau keluarga gue.” Arka menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran, menatap lurus ke arah Doni.

“Gue kasih waktu lu tiga hari.”

*

*

Arka menatap tajam layar laptop di hadapannya, lalu mengalihkan pandangan ke arah Doni yang duduk bersandar pasrah di sofa ruang kerjanya. Waktu tiga hari yang ia berikan sudah habis, dan berkas kandidat yang dijanjikan Doni masih belum juga menumpuk di mejanya.

“Mana calon yang gue minta?” suara Arka terdengar dalam dan penuh penekanan, memecah keheningan ruangan.

Doni mendesah berat, lalu menepuk jidatnya sendiri. “Gue udah ngobrak-ngabrik relasi gue, Masbro. Nyari cewek yang gak punya ikatan sama lingkaran bisnis lu, rekam jejaknya bersih kayak kertas putih, tapi lagi terdesak butuh duit itu gak se-simpel nyari barang flash sale!”

“Lu bilang waktu itu gampang.”

“Ya gue pikir agensi biasa bisa! Tapi lu minta yang lepas dari agensi kan? Kebanyakan cewek biasa yang lagi butuh duit itu, kalau gak punya masalah hukum, ya punya latar belakang yang rawan dipolitisasi sama lawan bisnis lu,” terang Doni sambil memijat tengkuknya.

“Nyokap lu makin cerewet, Arka. Tadi pagi beliau udah nanya ke gue, jadwal nemuin calon istri lu kapan.”

Arka mengetukkan jarinya di atas meja kayu mahoni yang dingin. Pelipisnya makin berdenyut hebat. Tekanan dari dewan komisaris dan ibunya terus menumpuk, sementara solusi yang ia cari masih gelap gulita.

“Gue gak peduli gimana caranya. Malam ini lu ikut gue,” kata Arka dingin sambil menutup laptopnya rapat-rapat.

“Ke mana?”

“Gue butuh minum. Sekalian lu mikir di sana. Kalau sampai besok pagi lu gak nemu satu nama pun, posisi lu sebagai asisten pribadi, gue copot.”

“Sialan lu, Arka! Masa penderitaan asmara lu bikin karier gue ikutan jadi tumbal?” gerutu Doni, meski akhirnya ia tetap berdiri dan merapikan jasnya untuk menyusul Arka keluar dari ruangan.

Mobil hitam Arka membelah pekatnya malam Jakarta, membelah hujan gerimis yang mulai membasahi jalanan. Beberapa puluh menit kemudian, mereka tiba di sebuah lounge eksklusif yang tenang, tempat langganan Arka untuk melepas penat tanpa perlu khawatir tersenggol jepretan kamera media.

Arka duduk di sudut remang bar, menyesap minuman beralkoholnya pelan. Matanya menatap kosong ke cangkir kaca di tangannya, sementara Doni di sampingnya masih sibuk mengacak-acak gawai, mengirim pesan ke berbagai koneksi demi menyelamatkan posisinya.

Suasana sepi itu mendadak terusik ketika seorang pelayan wanita menghampiri meja mereka. Langkahnya terburu-buru, membawa nampan berisi beberapa cangkir kaca mahal.

Namun, mungkin karena lantai yang licin akibat tetesan air hujan dari pengunjung luar atau rasa lelah yang amat sangat, langkah pelayan itu tersandung kaki meja di sebelah Arka.

PRAAANG!

Suara pecahan kaca nyaring bergema. Cairan minuman dingin membasahi celana bahan premium milik Arka.

“M-maaf! Maafkan saya, Pak! Saya benar-benar tidak sengaja!”

Pelayan wanita itu langsung berlutut di lantai, tubuhnya gemetar hebat. Ia tidak memikirkan jemarinya yang tergores pecahan kaca hingga mengeluarkan darah, melainkan sibuk menyapu pecahan tersebut dengan tangan telanjang sembari berkali-kali membungkukkan kepala.

Arka mendesis pelan, mengibaskan celananya yang basah. Ia siap melontarkan omelan dingin seperti biasanya, namun kata-katanya tertahan di tenggorokan saat melihat wajah wanita itu dari dekat.

Wajahnya pucat pasi tanpa riasan tebal. Sorot matanya memancarkan rasa takut yang luar biasa, namun ada ketegaran yang tersirat di sana.

Baju seragamnya yang sederhana tampak agak kebesaran, dan di lehernya tergantung kartu identitas karyawan bertuliskan nama.

Naya

Manajer bar yang melihat kejadian itu langsung berlari menghampiri dengan wajah panik.

"Pak Arka! Mohon maaf atas ketidaknyamanannya! Biar saya yang urus anak baru ini," ucap sang manajer dengan nada gemetar, lalu menatap tajam ke arah Naya.

“Naya! Kamu ini gimana sih?! Gelas kaca yang kamu pecahkan ini mahal! Kamu tahu berapa ganti ruginya? Besok kamu tidak usah datang kerja lagi!”

Naya mendongak, matanya menahan genangan air mata yang siap tumpah.

“Jangan dipecat, Pak... saya mohon. Ibu saya lagi kritis di rumah sakit, saya butuh pekerjaan ini buat bayar uang muka operasi...” suaranya bergetar menahan tangis.

Doni yang berada di sebelah Arka tiba-tiba menegang. Ia menatap Naya dari atas sampai bawah, lalu melirik Arka dengan mata berbinar.

Orang biasa. Terdesak butuh uang. Rekam jejak bersih karena baru kerja. Tidak ada hubungan sama klan Dirgantara.

Doni menyenggol lengan Arka pelan, lalu berbisik tajam, “Bro... cewek yang lu cari... ada di depan mata lu sekarang.”

–tbc–

Hai hai ... selamat datang di karya baru author gaje. Semoga tema² betah di karya recehku ini ya😉😉. Mohon tinggalkan jejak kalian biar author makin semangat update😊

1
Maseni Maseni
asyik mulai saling jatuh cintrong nih mereka..... tinggal nunggu arka bucin kak

lanjut
sunaryati jarum
Ia kamu sudah jatuh hati pada Naya, apalagi hanya bersentuhan saja senjatamu langsung mode on
sunaryati jarum
Selalu.terbayang Naya,Nak Arka
sunaryati jarum
Bersentuhan saja bikin berdiri tegak ototnya,apalagi ko pijit🤣🤣🥰
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): dikira mijit otot lengan kali ya😆😆😆
total 1 replies
sunaryati jarum
Tersiksa sendiri dengan komitmen yang kau buat Nak Arka 🤣🤣🤣 yang dikontrak hidup enjoy yang mengontrak kepanasan .
sunaryati jarum
Itu ular anaconda Naya,kamu polos banget sih.Padahal anak SMP sekarang sudah pada tahu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): ular yg berbisa😂😂
total 1 replies
sunaryati jarum
Kecewa Arka tahu ada guling mati di ranjangnya 🤣🤣
sunaryati jarum
Semoga acara yang kau tangani sukses,Naya.
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): amiiiiin......
total 1 replies
Wien Ibunya Fathur
paha oh paha 🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): terbayang-bayang paha mulus ya😆
total 1 replies
sunaryati jarum
Makin lemes Arka ,emak suka
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 tidak bisa tidur,balas saja Naya seolah guling juga,impas
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 😂😂😂😂😂😂
total 1 replies
sunaryati jarum
Yakin benengmu tetep kokoh Nak Arka.
sunaryati jarum
Bener tuh kata Doni
sunaryati jarum
Mengapa gengsi Arka,emak sumpahin kau memanggilku perjanjian dan bucin pada istri kontrakmu 😂😂😂
sunaryati jarum
Benar dugaan emak ,kamu itu sarjana yang hanya kurang beruntung.Kamu beruntung punya sahabat yang tepat buat melaksanakan tantangan Oma Soraya.Semogs berhasil Dera,dan melebihi ekspektasi mereka yang meremehkan kamu
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 bagaimana cara membuktikan Arka, jika burungmu bisa terbang?
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): ya dikeluarin dari sangkarnya atuh kak🤭🤭🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Pilihan mendadak pada Naya ternyata tepat ,dia cerdas mungkin sarjana juga,cuma nasib yang kurang beruntung
Maseni Maseni
saatnya menunggu arka tersiksa dengan perasaannya sendiri.... sementara naya B aja dan enjoy dgn kerjaanya yg baru

buat arka jatuh cinta ke naya ya kak... dan naya makin jaga jarak dan sadar diri dgn pernikahan kontraknya
lanjut kak
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): oke😉👌🏻
total 1 replies
Rian Moontero
mampir ah😄👍
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): thank you🙏
total 1 replies
Tiara Bella
kasian sekali km Naya.....Arka jangan galak² Napa km....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!