Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tinggal satu Apartemen
Di sebuah kamar mewah, seorang perempuan cantik dengan bulu mata lentik kini sedang mengacak isi kamarnya. Bahkan kamar yang tadi terlihat sangat rapi seketika berubah menjadi sangat berantakan bak kapal pecah. beberapa barang berserakan serta pecahan kaca dari gelas yang baru dia lempar ke lantai sudah tak terbentuk lagi.
"Argghhhh, kenapa semuanya bisa seperti ini. bukan ini yang aku harapkan," teriaknya sambil mengacak rambutnya sendiri.
"Wika, ada apa dengan mu? Apa yang terjadi?" tanya sang mama pada Wika. Mendengar suara pecahan gelas membuat wanita paruh baya itu segera masuk ke dalam kamar Wika yang kini sudah sangat berantakan.
Namun, Wika masih tidak menjawab. Wanita itu terus mengacak kamarnya sendiri karna terlalu sakit saat mengingat kalimat yang dia dengar dari sosok laki-laki yang masih amat Wika cintai.
"Wika, ada apa? Jawab mama!" kata Diana lagi yang mengulang pertanyaannya, karna sang anak hanya terus mengamuk seperti orang tidak waras.
"Ada apa ini, kenapa kamar Wika berantakan begini?" tanya sang papa yang juga ikut masuk ke dalam kamar anaknya, karna sang istri tak kunjung keluar membuat Dirga juga merasa penasaran dengan apa yang terjadi di kamar itu.
Melihat kedatangan sang papa, Wika mendekat lalu memeluknya, menceritakan semua yang telah terjadi di malam pertemuan pertamanya dengan Andreas kepada sang papa. Karna Wika tau kalau masalah ini hanya Dirga yang dapat membantunya.
"Papa" tangisnya semakin pecah dalam dekapan papa Dirga. Memang begitu sakit saat mengingat setiap kalimat yang sudah Andreas ucapkan tadi saat di restoran Amara.
"Ada apa, sayang? Apa yang sudah terjadi?" tanya Dirga sembari membelai rambut Wika. Pria itu memang sangat menyayangi Wika. Terlebih Wika adalah anak satu-satunya antara Dirga dengan Diana. Pantas saja jika selama ini wanita itu selalu bisa mendapatkan apa yang Wika inginkan.
"Andre, Pa. Andre menolak Wika."
"Apa, Andreas menolak kamu. Bagaimana bisa? Bukan kah Andreas sangat mencintai kamu,?"
Papa Dirga menatap pada sang putri yang sudah sangar terisak dalam dekapannya. Dirga sangat tau jika Andreas sangat menyayangi sang putri, bahkan karna hal itu juga Dirga mengijinkan Wika untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang top model. Karna dia yakin jika saat Wika kembali, Hati Andreas masih untuk anaknya. Namun siapa sangka jika yang terjadi justru malah sebaliknya. Kepergian Wika yang tanpa kabar membuat Andreas terluka, bahkan karna hal itu juga Andreas selalu bersikap dingin dan acuh pada setiap perempuan..
"Iya, pa. Bahkan Andreas sama sekali tidak takut dengan ancaman yang aku berikan. Justru dia malah mengatakan lebih baik tidak bekerja sama dengan perusahaan kita dari pada harus sering bertemu dan berinteraksi dengan Wika. Wika mau Andreas pa, Wika hanya mau dia!"
"Apa, berani dia bicara seperti itu. Memangnya dia pikir dia itu siapa,"
Mendengar semua penuturan dari Wika membuat papa Dirga mengepal kuat kedua tangannya. Berani sekali Andreas menyakiti hati putrinya.
"Kamu tenang saja, biar ini menjadi urusan papa"
Wika menatap pada papa Dirga, "Memangnya apa yang mau papa lakukan?" tanya Wika sambil mengusap kedua matanya.
"Tante Neni, kamu lupa kalau mamanya Andreas adalah istri dari teman papa. Jadi ini tidak terlalu sulit buat papa. Bukan kah Andreas sangat nurut apa kata mamanya" Dirga tersenyum pada Wika. entah apa yang akan dia rencanakan selanjutnya.
"Papa memang yang terbaik, kenapa aku bisa lupa kalau tante Neni adalah istri dari teman baik papa"
Hari sudah semakin menua, Kini Andreas dan Kanaya sudah tinggal di satu atap yang sama. Bahkan bukan hanya itu, mereka sudah memutuskan untuk tidur di atas ranjang yang sama di dalam apartemen Andreas. Setelah apa yang terjadi di antara keduanya di kantor tadi siang, baik Kanaya ataupun Andreas sudah memutuskan untuk mencoba menjalani pernikahan itu seperti air mengalir.
"Selamat istirahat istriku, semoga tidurmu nyenyak dan mimpi indah" ujar Andreas yang terdengar sangat lembut. Bahkan Kanaya tidak merasa sikap Andreas yang seperti biasanya. Pria itu benar-benar berubah drastis. Cara bicara serta perlakuannya pada Kanaya terlihat begitu tulus.
"Terimakasih karna kamu sudah mau memberikan saya kesempatan untuk menjadi suami mu, Kanaya. Aku janji tidak akan pernah mengecewakan kamu, aku janji itu" Andreas menggenggam tangan Kanaya dengan tatapan hangat yang sejak tadi dia berikan. Membuat jantung Kanaya kembali berdetak lebih cepat.
Kini posisi mereka semakin dekat, bahkan Andreas semakin mengikis jarak di antara keduanya. suasana nya menjadi semakin panas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kanaya terbangun ketika mendengar suara alarm yang ada di dalam kamar itu kini sudah berbunyi. Wanita itu menggeliat lalu membuka perlahan kedua matanya lalu menutupnya lagi, mengulang hingga dia benar-benar bisa mendapatkan pencahayaan yang sepenuhnya.
Namun, ketika kesadaran Kanaya sudah berkumpul sepenuhnya, dia mengerutkan keningnya ketika tidak mendapati sosok Andreas di sampingnya. Kanaya memperhatikan isi kamar itu, kedua matanya juga tidak luput dari kamar mandi, namun tidak ada Andreas. Entah kemana laki-laki itu pergi.
"Tubuhku pegel sekali" ujar Kanaya tatkala merasakan pegal di area tubuhbya. Entah berapa kali semalam mereka melakukannya, tapi yang pasti, setelah Andreas mendengar perkataan Kanaya yang mengatakan untuk memulai hubungan mereka dari awal, Pria itu kembali melakukan apa yang sudah mereka lakukan di kantor tadi siang.
"Kemana dia" gumamnya lagi, Kanaya melilit tubuhnya dengan selimut, karna pakaiannya sudah berserakan di atas lantai kamar itu.
Ketika Kanaya masih memungut satu persatu pakaiannya, suara pintu terbuka berhasil mengalihkan perhatiannya. yang datang sudah pasti Andreas. Pria dingin yang sangat mesum menurut Kanaya.
"Morning sayang, kamu sudah bangun?" ucapnya sembari melangkah masuk ke dalam kamar itu, Kanaya tak menjawab, dia hanya menatap pada nampan yang Andreas bawa.
"Sekarang kamu mandi dulu, lalu setelah itu kita makan. Bisa kan mandi sendiri? Atau mau kita mandi Ber-" belum sempat Andreas menyelesaikan perkataannya, wanita itu sudah lebih dulu masuk menggeleng.
"Tidak usah, aku masih bisa mandi sendiri" balas Kanaya dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Dia tau betul jika sampai mandi mereka mandi bersama, yang ada Andreas akan melakukannya lagi.
Melihat ekspresi Kanaya tentu saja membuat Andreas mengulum bibirnya. Sudah satu minggu dia menjadi suami dari Kanaya, namun ternyata tidak terlalu sulit membuka hati untuk wanita itu. Buktinya saat ini Kanaya sudah berhasil membuat Andreas jatuh cinta dalam waktu hanya satu minggu.
"Gak nyangka kalau semudah itu kamu membuat saya jatuh cinta, Nay. Aku janji, akan selalu berusaha menjadi suami yang baik buat kamu" batin Andreas sembari menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup.