NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Perceraian

Cinta Dibalik Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Menjadi istri pengganti tidaklah mudah, apalagi ketika kamu hanyalah wanita yang menggantikan posisi kakakmu sendiri.

Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya, Kinanti justru harus menerima perlakuan kasar yang terus-menerus menyakitinya.

Kinanti tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menggantikan posisi sang kakak yang kabur bersama kekasihnya sehari sebelum akad nikah dengan pria bernama Yudha.

Demi keselamatan ayahnya dan masa depan kedua adik kembarnya, Kinanti terpaksa mengikhlaskan dan merelakan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pernikahan yang telah berlangsung selama delapan tahun tidak pernah memberinya kebahagiaan. Namun, Kinanti memilih untuk tetap bertahan, bersabar, dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya.

Hingga sebuah kecelakaan tak terduga menimpa suaminya, Yudha Manggala.

Sejak saat itu, kehidupan pernikahan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 33

Sore itu, suasana ruang rapat di lantai paling atas gedung PT K-Tech Industry terasa begitu tenang dan profesional. Cahaya matahari yang mulai condong ke ufuk barat menembus dinding kaca, memantulkan semburat keemasan di atas meja konferensi yang panjang.

Namun, ketenangan itu sama sekali tidak dirasakan oleh Yudha.

Sejak memasuki ruangan, pikirannya masih dipenuhi satu kenyataan yang terasa sulit untuk dipercaya.

“Apa aku salah lihat?” batinnya Yudha.

Istrinya sendiri perempuan yang selama ini dia kenal hanya sebagai ibu rumah tangga ternyata adalah CEO PT K-Tech Industry, sebuah perusahaan yang namanya belakangan ini semakin dikenal di bidang tekstil dan mode.

Perusahaan yang sedang berkembang pesat itu ternyata didirikan oleh Kinanti. Perempuan yang beberapa waktu lalu bahkan telah mengirimkan berkas gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

“Masya Allah, ternyata perempuan yang sudah aku sakiti ternyata wanita hebat,” pujinya Yudha dalam hati.

Yudha masih terpaku memandangi perempuan itu. Begitu pula dengan Omar, asisten pribadi Yudha, dan Savina, sekretarisnya, yang sejak tadi masih berusaha mencerna kenyataan tersebut.

“Jadi... dia adalah istrinya Pak Yudha?” celetuk Savina tanpa sadar.

Omar yang berdiri di sampingnya langsung menoleh. Selama ini mereka hanya mengetahui Kinanti sebagai seorang ibu rumah tangga.

Tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran mereka bahwa perempuan yang selama ini menjadi istri Yudha ternyata adalah pendiri perusahaan yang sekarang sedang naik daun.

Omar menghela napas panjang, lalu menggeleng-gelengkan kepala karena masih tak percaya.

“Masya Allah... Allahu Akbar. Nyonya Kinanti, Anda benar-benar membuat saya kagum. Ternyata Anda sehebat ini,” ceplos Omar spontan yang tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

Yudha hanya diam. Bibirnya seolah terkunci. Tatapannya tidak pernah benar-benar lepas dari Kinanti. Ada rasa terkejut, kagum, sekaligus sesal yang bercampur menjadi satu di dalam dadanya.

“Selama ini siapa sebenarnya kamu, Kinan?” Yudha membatin.

Pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya. Kapan Kinanti kuliah? Kapan dia mendirikan perusahaan ini? Dari mana dia mendapatkan modal?

Yudha bahkan baru menyadari bahwa selama bertahun-tahun menikah, dirinya sama sekali tidak pernah benar-benar mengenal istrinya. Betapa banyak hal tentang Kinanti yang tidak pernah dia tanyakan.

Betapa banyak perjuangan perempuan itu yang tidak pernah dia ketahui. Dan yang paling menyakitkan, selama bertahun-tahun dia justru sibuk menyakiti perempuan yang ternyata mampu berdiri sendiri tanpa dirinya.

Sementara itu, Kinanti sama sekali tidak menunjukkan kegugupan. Dengan senyum profesional, dia menyambut kedatangan mereka.

“Selamat datang, Pak Yudha Aditama, di perusahaan kecil kami.” ucap Kinanti yang selalu bersikap profesional dan tak pernah mencampuradukkan pekerjaan dengan kehidupan pribadinya.

Savina spontan tersenyum. “Nyonya Kinanti, mana mungkin perusahaan ini disebut kecil? Bahkan dari semua perusahaan yang bekerja sama dengan kami, perusahaan Nyonya termasuk yang terbesar.”

“Betul sekali, Nyonya Kinanti. Anda masih sangat muda, tetapi sudah mampu mendirikan perusahaan yang sekarang mulai merambah pasar luar negeri,” tambah Omar penuh kekaguman.

Kinanti hanya terkekeh kecil. “Kalian ini ada-ada saja. Kalau begitu, mari kita mulai membicarakan kerja sama kita.”

Nada suaranya terdengar tenang dan profesional. Tidak ada sedikitpun perubahan ekspresi ketika berhadapan dengan Yudha.

Bahkan Kinanti tidak menoleh kepadanya. Bukan karena tidak menyadari keberadaan Yudha, melainkan karena sejak awal dia sudah bertekad untuk tidak mencampuradukkan kehidupan pribadi dengan urusan pekerjaan.

Omar kemudian mulai menjelaskan beberapa poin penting dalam klausul perjanjian kerja sama mereka.

Reva dan Amri mendengarkan dengan saksama setiap penjelasan yang disampaikan. Kinanti sesekali mengangguk dan memberikan tanggapan ketika ada bagian yang perlu diperjelas.

Sementara itu, Yudha justru tidak mampu berkonsentrasi. Tatapannya terus tertuju kepada Kinanti. Entah mengapa, sore itu istrinya terlihat jauh lebih cantik di matanya.

Pakaian kerja yang dikenakannya sederhana tidak terlalu mencolok, tetapi terlihat begitu elegan dan modis.

Rambutnya tertata rapi, wajahnya tampak tenang, dan sorot matanya memperlihatkan keyakinan seorang perempuan yang tahu apa yang sedang dia perjuangkan.

Yudha kesulitan menelan ludahnya dengan kasar. “Ya Allah... ternyata selama ini aku hidup bersama perempuan sehebat ini.”

Dadanya terasa sesak. Dulu, Kinanti selalu menatapnya dengan penuh cinta. Tatapan yang begitu mudahnya dia abaikan.

Sekarang, ketika Kinanti sudah tidak lagi memberikan tatapan itu, Yudha justru merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

Yudha menundukkan kepala sejenak. Dalam hati, dia berdoa dengan suara yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.

“Ya Allah, kalau memang dia masih Engkau jodohkan denganku, dekatkanlah kami kembali. Jangan biarkan kami bercerai. aku sangat mencintainya tapi kalau kami nggak ada jodoh lagi maka berikan kami jalan keluar yang terbaik,” batinnya.

Yudha sedikit menundukkan kepalanya karena terlalu malu jika Kinanti melihat wajahnya yang sendu.

“Namun, kalau memang kisah cinta kami di dunia hanya cukup sampai di sini, lapangkanlah hatiku. Ajarkan aku untuk bersabar dan menerima takdir terbaik-Mu.”

Matanya kembali mencuri pandang ke arah Kinanti. Perempuan itu sedang tersenyum kecil ketika mendengarkan penjelasan Omar.

“Yudha menarik napas panjang.

Tapi, Ya Allah... aku sungguh mencintainya, sangat bahkan aku rela menukar hidupku dengannya agar kehidupannya lebih lama,” Yudha kembali membangun.

Walaupun semuanya sangat terlambat kusadari.

Kalau ternyata Kinanti bukan lagi jodohku, berikanlah aku jodoh yang sebaik dirinya.

Untuk pertama kalinya Yudha benar-benar menyadari sesuatu yang selama ini tidak pernah ingin diakui.

Dia mungkin telah kehilangan Kinanti jauh sebelum perempuan itu mengajukan gugatan cerai. Sebab cinta Kinanti kepadanya seolah telah padam sedikit demi sedikit akibat luka yang dia ciptakan sendiri.

Beberapa saat kemudian, pembahasan kerja sama pun memasuki tahap akhir.

Kinanti mengangguk puas setelah mendengar seluruh penjelasan yang disampaikan Omar.

“Baiklah. Setelah saya mendengar penjelasan dari Pak Omar, saya selaku CEO PT K-Tech Industry memutuskan bahwa kerja sama kita akan berlangsung selama sepuluh tahun ke depan.” ucap Kinanti dengan tegas.

Kinanti mengambil dokumen di hadapannya, kemudian melanjutkan dengan nada tegas.

“Namun, apabila masih ada beberapa poin yang perlu kami pertanyakan atau diperbaiki, kami berharap pihak Pak Yudha segera melakukan penyesuaian sesuai kesepakatan bersama.”

“Baik, Nyonya Kinanti. Kami akan menindaklanjutinya,” jawab Omar.

Tak lama kemudian, kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerja sama.

Suasana ruangan kembali dipenuhi percakapan ringan setelah urusan bisnis mereka selesai.

Namun, tiba-tiba…

Klik!

Pintu ruang rapat terbuka. Semua orang menoleh secara bersamaan ke sumber suara.

Seorang pria masuk dengan langkah tenang. Tubuhnya tinggi dan tegap. Wajahnya terlihat dingin, sementara sorot matanya tajam dan penuh keyakinan.

Yudha seketika mengernyitkan dahi. Dia mengenal pria itu. Pria blasteran Swedia-Indonesia tersebut adalah salah satu pengusaha muda yang namanya cukup terkenal. Wajahnya bahkan pernah menghiasi majalah Forbes sebagai salah satu pebisnis muda yang sukses.

Kian Alexander.

Yang membuat Yudha semakin tidak nyaman adalah sebuket mawar putih yang dibawa pria itu di tangannya.

Kian berjalan lurus menuju Kinanti.

“Selamat siang, Bu Kinanti Azzahra.”

Kinanti yang sejak tadi duduk langsung berdiri dan tersenyum lembut.

“Selamat datang di perusahaan kecil kami, Pak Kian Alexander.”

Kian menyerahkan buket mawar putih itu kepada Kinanti.

“Untuk Anda wanita tercantik yang pernah aku temui.”

Kinanti menerimanya dengan senyum sopan.

“Terima kasih atas bunga dan pujiannya yang terlalu berlebihan.” tukasnya Kinanti yang sebenarnya malu-malu mendapatkan pujian langsung di depan orang banyak.

Hanya dua kata sederhana. Namun, bagi Yudha, pemandangan itu terasa seperti bara api yang dilemparkan tepat ke dalam dadanya.

Tangannya mengepal di bawah meja.

Kenapa dia memberikan bunga kepada Kinanti? Siapa pria ini bagi istriku?

Rasa cemburu yang baru saja dia coba redam mendadak kembali membakar seluruh pikirannya.

Padahal beberapa menit sebelumnya dia sudah berdoa agar bisa menerima apa pun keputusan takdir. Namun, ketika melihat pria lain datang membawa bunga untuk Kinanti, semua ketenangan itu seolah lenyap.

Yudha berdiri dari kursinya dan bergeser cukup keras hingga membuat beberapa orang menoleh. Dia sangat kesal, marah dan cemburu mendengar ucapan Kian barusan tertuju khusus untuk istrinya wanita yang akan menceraikannya.

Kinanti sempat melirik ke arahnya. Namun, Yudha tidak mengatakan apa pun. Dia hanya menatap Kinanti beberapa detik dengan sorot mata yang sulit diartikan, kemudian berbalik dan meninggalkan ruangan.

Pintu ruang rapat tertutup kembali. Kinanti memandang ke arah pintu itu. Tidak ada rasa kaget dalam wajahnya. Hanya ada sedikit kelegaan yang diam-diam tersimpan di dalam hatinya.

“Alhamdulillah… Semoga kehadiran Kian bisa membuat Mas Yudha benar-benar menyerah dengan gugatan cerai kami.” lirihnya dengan suara yang sangat kecil.

Kinanti kemudian menundukkan pandangan pada buket mawar putih di tangannya. Dia tahu, perjalanan untuk benar-benar mengakhiri pernikahannya dengan Yudha belum selesai.

Namun setidaknya, untuk pertama kalinya, dia merasa tidak perlu lagi menjelaskan pilihan hidupnya kepada lelaki yang selama bertahun-tahun telah membuat hatinya terluka.

Di luar ruangan, langkah Yudha semakin cepat. Rahangnya mengeras. Hatinya masih dipenuhi kecemburuan. Dan tanpa disadarinya, doa yang baru saja dia panjatkan beberapa menit lalu kini sedang diuji oleh perasaan yang selama ini tidak pernah benar-benar dia pahami.

Cinta yang baru disadari ketika perempuan yang dicintainya sudah berada di ambang kepergian.

“Kinanti kenapa kamu begitu tega mengkhianati kepercayaan dan keyakinanku akan rujuk denganmu!?”

1
Eva Karmita
Kinanti aku tau sakitmu sudah terlalu dalam ..tapi tidak seperti itu juga Kinanti lihatlah kedua anakmu yg begitu ingin melihat kedua orang tua nya bersatu kembali.... teruntuk Yudha tetap semangat benar kata anakmu jgn mudah menyerah tunjukkan bahwa kamu bisa berubah jgn buat anak"mu kecewa , perlahan namun pasti rebut kembali hari Kinanti selalu berusaha dan tidak lupa dengan doa" di sepertiga malam mu rayulah tuhanmu untuk membuka kan pintu hati Kinanti
Eva Karmita: betul sih pemikiran orang beda beda ..ada yg ingin bertahan karena anak"nya dan ada juga yg memilih pergi demi ketenangan dan mencari kebahagiaan ...
total 2 replies
araaself
lanjutt kakk
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insha Allah besok lagi kak
total 1 replies
Eva Karmita
semoga masih bisa rujuk lagi ...
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: kayaknya hehehe
total 1 replies
Eva Karmita
semangat Yudha semoga Mak otor merestuimu
Eva Karmita
Kinan kasih kesempatan untuk Yudha untuk membuktikan Yudha sudah berubah dan ingin memulai dgn lembaran baru
Eva Karmita
ayo jujur Yudha katakan kalau kamu sudah ingat semuanya dan kamu ingin berubah
Eva Karmita
si pelakor sudah datang....
Eva Karmita
semoga masih bisa di perbaiki.... semangat Yudha perjuangkan rumah tangga mu
Eva Karmita
membaca kisah mereka membuat perasaan mengharu biru sedih dan bahagia nano" 🔥😭💔❤️
Eva Karmita
semoga saja Kinan masih bisa mempercayai mu
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: semoga yah karena kayaknya....😄🤭
total 1 replies
Eva Karmita
❤️❤️❤️
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak 😍
total 1 replies
Eva Karmita
peluk Kinan 🤗😭
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak sudah mampir kakak 😍🙏
total 1 replies
Inha Khaerunnisa
wajarlah
Inha Khaerunnisa
terlambat pak wkwk
Inha Khaerunnisa
apa Yudha hilang ingatan??
Inha Khaerunnisa
knp anaknya jadi ditukar dengan hutang??
Inha Khaerunnisa
tega mulutnya ember
Naila
knp harus minta cerai klo masih cinta
Naila
kayaknya
F3 Tehnik
apa yang terjadi???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!