NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia CEO

Pewaris Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Mafia
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Dia adalah Black Rose, pembunuh bayaran yang ditakuti dunia bawah tanah.

Dia adalah Adrian Virell, CEO dingin yang diam-diam merupakan pewaris dinasti mafia.

Lima tahun lalu, satu malam mempertemukan mereka tanpa nama dan tanpa janji.

Kini Black Rose kembali bersama seorang anak laki-laki bernama Noah.

Anak yang ternyata memiliki hubungan darah dengan sang CEO.

Namun Noah bukan anak biasa.

Di balik wajah polosnya, tersembunyi identitas lain yang bahkan tidak diketahui kedua orang tuanya.

Ketika masa lalu kembali memburu mereka, mampukah sang CEO melindungi pewaris yang selama lima tahun tidak pernah diketahuinya?

Dan sebenarnya...

siapa Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN DI RESTORAN

Restoran mewah tempat pertemuan itu berlangsung dipenuhi tamu-tamu berpakaian rapi yang menikmati makan malam mereka tanpa menyadari ketegangan tersembunyi yang menyelimuti salah satu meja di sudut ruangan, tempat Adrian dan Althea duduk berhadapan dengan seorang pria tua berpakaian sederhana namun rapi, wajahnya menunjukkan usia yang jauh melampaui enam puluh tahun, namun matanya tetap tajam dan penuh perhitungan.

Victor Kane tersenyum tipis ketika mereka akhirnya duduk di hadapannya, gestur yang terasa lebih menakutkan daripada menenangkan mengingat konteks pertemuan mereka.

"Aku senang kalian bersedia datang," katanya, suaranya tenang dan terkontrol, jauh dari kesan seorang penjahat yang selama ini mereka bayangkan. "Aku sudah menunggu momen ini cukup lama."

"Langsung saja ke intinya," kata Adrian, suaranya tegas, tidak ingin membuang waktu dengan basa-basi yang tidak perlu. "Apa yang kau inginkan dari keluarga kami?"

Victor menatap mereka berdua bergantian, kemudian tersenyum lebih lebar, seolah menikmati momen ini lebih dari yang seharusnya dia tunjukkan. "Aku tidak menginginkan apa pun dari kalian secara langsung," jawabnya. "Yang aku inginkan adalah melihat hasil dari proyek yang telah aku bangun selama puluhan tahun mencapai potensi penuhnya."

"Kau berbicara tentang putra kami seolah dia hanyalah sebuah eksperimen," kata Althea, suaranya dingin dan penuh kemarahan yang terkendali dengan susah payah.

"Bukan hanya eksperimen," bantah Victor, matanya berkilat dengan semacam kebanggaan yang mengerikan. "Dia adalah bukti dari teori yang telah aku kembangkan sejak masih bekerja untuk keluarga Virell puluhan tahun lalu. Kombinasi genetik yang sempurna, dipadukan dengan lingkungan yang tepat, bisa menghasilkan kemampuan yang jauh melampaui apa yang bisa dicapai melalui pelatihan konvensional semata."

Dia menjelaskan, dengan nada yang mengerikan karena kedinginannya, bagaimana dia telah menghabiskan puluhan tahun mempelajari berbagai kandidat potensial, memantau perkembangan agen-agen terbaik Obsidian Order termasuk Althea sendiri sejak usia mudanya, mencari kombinasi genetik yang sempurna untuk mewujudkan visinya.

"Ketika aku mengetahui rencana Sebastian untuk mempertemukanmu dengan Adrian," lanjutnya, menatap Althea langsung, "aku menyadari ini adalah kesempatan yang telah aku tunggu selama bertahun-tahun. Kombinasi antara kemampuanmu sebagai agen terbaik yang pernah dihasilkan Obsidian Order, dengan garis keturunan strategis dan kekuasaan dari keluarga Virell, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa."

Althea merasakan kemarahan yang membara di dalam dirinya mendengar penjelasan dingin itu, menyadari betapa dia dan Adrian hanyalah alat dalam permainan besar yang telah dirancang jauh sebelum mereka sempat memiliki pilihan sendiri.

"Kau memanipulasi zat yang aku konsumsi malam itu," kata Althea, suaranya bergetar menahan amarah. "Kau yang menyebabkan aku kehilangan kendali."

"Aku hanya sedikit menyesuaikan formulanya," jawab Victor tanpa penyesalan sedikit pun. "Cukup untuk meningkatkan kemungkinan hasil yang aku inginkan. Aku tidak pernah menyangka hasilnya akan seluar biasa yang aku saksikan sekarang, seorang anak yang bahkan mampu menembus sistem keamanan yang dirancang khusus untuk menahan peretas paling berpengalaman sekalipun."

"Jadi kau memantau Black Vault," potong Adrian, menyadari hubungan antara sistem misterius itu dengan Victor. "Itu sistemmu."

Victor mengangguk, tidak mencoba menyembunyikan kebenaran itu lagi. "Salah satu dari banyak sistem yang aku bangun selama bertahun-tahun untuk memantau berbagai eksperimen dan aset yang aku kembangkan. Aku memasang penanda khusus di dalamnya, mengetahui bahwa suatu hari, jika Noah benar-benar seluar biasa yang aku duga, dia akan menemukan jalannya sendiri menuju sistem itu."

Kata-kata itu membuat Adrian dan Althea semakin ngeri menyadari betapa jauh dan lama rencana ini telah berlangsung, betapa setiap langkah yang mereka anggap sebagai kebetulan atau keberuntungan, ternyata sebagian besar telah diperhitungkan dan dipantau oleh seseorang yang berada jauh di luar jangkauan mereka.

"Apa yang sebenarnya kau inginkan sekarang?" tanya Adrian, mencoba mengembalikan percakapan pada tujuan awal pertemuan ini.

Victor menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap mereka dengan ekspresi yang sulit dibaca. "Aku ingin melihat Noah tumbuh dan berkembang sepenuhnya, mencapai potensi maksimal yang aku yakini bisa dia capai. Aku menawarkan bantuanku, sumber daya dan pengetahuan yang aku miliki, untuk membantu mengarahkan perkembangannya."

"Kau ingin melatihnya seperti kau melatih agen-agen Obsidian Order," kata Althea, suaranya penuh kengerian menyadari maksud sebenarnya di balik tawaran itu.

"Aku ingin dia mencapai potensi terbaiknya," ralat Victor, meski maksud sebenarnya tetap jelas terlihat di balik kata-kata yang dia pilih dengan hati-hati. "Dan aku pikir kalian berdua cukup bijaksana untuk menyadari bahwa bekerja sama denganku akan jauh lebih menguntungkan daripada terus-menerus melawan sesuatu yang sudah berlangsung selama puluhan tahun sebelum kalian bahkan menyadarinya."

Adrian berdiri tiba-tiba, kemarahannya akhirnya meluap melewati batas kesabarannya. "Putraku bukan proyek penelitianmu, dan dia tidak akan pernah menjadi bagian dari rencana gilamu."

Victor menatapnya dengan tenang, tidak terpengaruh sedikit pun oleh kemarahan Adrian. "Aku menduga kalian akan bereaksi seperti ini," katanya. "Tapi ingatlah, aku sudah menunggu puluhan tahun untuk melihat hasil dari eksperimenku. Aku tidak akan begitu saja menyerah hanya karena penolakan malam ini."

Dengan kata-kata itu, dia berdiri, meninggalkan sejumlah uang di meja untuk menutupi tagihan yang bahkan tidak sempat mereka pesan, dan berjalan pergi dengan tenang, meninggalkan Adrian dan Althea duduk terpaku dengan kemarahan dan ketakutan baru yang jauh lebih mendalam daripada sebelumnya, menyadari bahwa ancaman sesungguhnya terhadap keluarga mereka baru saja mengungkapkan wajahnya secara langsung, dan pria itu, dengan segala kedinginan dan keyakinannya, tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah dalam waktu dekat.

1
rifatin jihan
Thor aku mohon banyak kin episode nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!