NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Beberapa tahun yang lalu

Kala itu Sagara baru berusia tujuh tahun, semua kehidupan keluarga Aditama benar-benar berjalan dengan harmonis. Pasangan serasi yang selalu tampil manis di hadapan publik, membuat keduanya tampak begitu serasi di setiap kesempatan.

Kecantikan Rania dan kemolekan tubuhnya membuat siapa saja merasa iri dan jatuh cinta terhadapnya.

Tragedi ini bermula ketika Lucas yang beberapa tahun menetap di luar negeri mendadak pulang dan tinggal di Rumah tua.

Lucas yang di cap sebagai playboy cap ulung, merasa tertarik akan kecantikan dan juga tubuh Rania yang begitu indah.

Setiap hari Lucas selalu mencari cara untuk mendekati Rania, baik ketika Aditama sedang berada di rumah ataupun ketika dinas di luar kota. Sedangkan Rania yang menjunjung tinggi martabat dan kehormatan seorang istri, berusaha sebisa mungkin untuk menolak Lucas secara halus dan memberinya pengertian agar tidak melakukan hal yang tidak senonoh lebih dalam lagi.

Sampai kemudian puncaknya terjadi malam itu, Rania yang merasa kehausan lantas perlahan menuruni anak tangga menuju ke arah dapur untuk mengambil minum. Hari ini Aditama tidak ada di rumah sedang dinas ke luar kota, sedangkan Sagara kecil menghadiri acara perkemahan sehari di lingkungan sekolahnya, yang mengharuskan Sagara untuk menginap di sekolah.

Rania menuang segelas air kemudian meneguknya hingga tandas. Semilir angin yang berhembus pelan terasa begitu menyeruak masuk ke dalam pakaian tidur Rania yang memang sedikit terawang saat itu.

"Kau berpakaian seperti ini, apakah untuk memancing ku kakak ipar?" ucap sebuah suara di kegelapan, membuat Rania lantas terkejut hingga menjatuhkan gelas yang berada di tangannya.

Pyarrrrrrrr...

"Kau... Bukankah kau ada urusan bisnis? Mengapa...mengapa kau ada di sini?" ucap Rania sambil mengambil langkah kaki mundur bersiap untuk melarikan diri dari tatapan pria buas dihadapannya.

Lucas langkah kaki perlahan mendekat ke arah dimana Rania berada, berharap ia bisa mendekap tubuh indah dan mencicipinya.

"Kau tahu kakak ipar... Harusnya jangan pernah percaya akan perkataan seorang Pria. Aku tahu kamu menguping tadi pagi, kamu mencoba untuk mencari celah menghindari ku dengan mencari tahu schedule harian ku bukan? Aku sengaja menipu mu, jika tidak...bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan emas seperti ini." ucap Lucas dengan tatapan serigala.

"Jangan mendekat atau aku akan teriak!" ucap Rania dengan nada yang mengancam.

"Teriak saja, aku sudah mempersiapkan semuanya dan menyuruh semua orang untuk pergi termasuk Papa...apa kau terkejut karenanya?" ucap Lucas dengan tawa yang menggema.

"Dasar b4jingan!" ucap Rania penuh penekanan namun malah membuat tawa Lucas pecah dan menggema di ruangan tersebut.

"Kamu tidak akan bisa lari Rania, malam ini kamu akan jadi milik ku!" ucap Lucas dengan bangga.

Rania yang sadar dirinya berada dalam bahaya, lantas langsung mengambil langkah kaki seribu beranjak pergi sana, sedangkan Lucas yang mengetahui hal tersebut tentu saja langsung mengejarnya tanpa ingin menyianyiakan kesempatan ini.

"Kemana aku harus bersembunyi? Aditama pulanglah... Ku mohon tolong aku...." ucap Rania sambil mengambil langkah kaki berlari mencari tempat teraman.

Kejar-kejaran terjadi di antara keduanya, Rania berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dan mempercepat langkah kakinya. Rania yang tidak tahu harus bersembunyi dimana, lantas secara acak masuk ke ruangan dimana ruangan tersebut adalah ruangan kerja milik Razan.

Rania bersembunyi tepat di balik meja kerja milik Razan sambil membungkam mulutnya dengan erat, seakan berusaha untuk tidak bersuara.

"Raaaaannnnniiiiiiiaaaaaa keluarlah kakak ipar....tak perlu sungkan seperti ini.... terlalu lama bermain petak umpet sama sekali tidak seru." teriak Lucas sambil mencari keberadaan Rania saat ini.

Rania menggigit bibir bawahnya dengan kuat, jantungnya bahkan berdetak begitu kencang seakan takut sesuatu hal buruk akan terjadi kepadanya.

"Ponsel.....kemana ponsel ku? Akhhh sial! Mengapa aku malah meninggalkannya di kamar sih...." ucap Rania dalam hati mengutuk kebodohannya sendiri.

Disaat Rania tengah sibuk dengan gerutuannya, tanpa sadar sebuah tangan besar lantas langsung menarik kakinya dengan kuat, membuat Rania langsung tersungkur dan ke tarik ke arah tarikan tangan tersebut.

"Akkkhhhhhh lepaskan aku....jangan macam-macam Lucas atau aku..." ucap Rania hendak mengancam Lucas kembali.

"Atau apa? Sudahlah....menyerah saja dan nikmati setiap prosesnya, aku yakin kamu bakal ketagihan akan servis yang aku berikan untuk mu." ucap Luca dengan nada percaya diri.

"Jangan kurang ajar!" pekik Rania sambil mendorong tubuh Lucas agar menjauh.

Lucas yang tak sabar mencicipi kemolekan Rania, lantas langsung menciumnya dengan membabi buta. Setetes air mata jatuh membasahi sudut mata Rania, sepertinya kali ini ia benar-benar tidak selamat.

"Maafkan aku mas..." ucap Rania dalam hati sambil berusaha trus melawan.

Rania berusaha sekuat tenaga lepas dari cengkraman Lucas yang terus saja mencumbu setiap inci bagian tubuhnya, tangan Pria itu yang begitu kasar nampak bermain secara membabi buta di atas gunung kembar miliknya.

Rania mencoba menggamit apapun di sekitarnya berusaha agar bisa lepas dari Lucas saat ini. Sampai kemudian ia pada akhirnya memilih untuk menendang kemaluan Lucas dengan kuat, membuat tubuh Pria itu terpental beberapa senti dari tempatnya.

Dug....

"Awwwwww, dasar perempuan sialan." pekik Lucas begitu aset miliknya terasa begitu ngilu akibat ulah Rania.

Plak....

Tamparan keras mendarat tepat di wajah Rania, namun bukannya kesakitan Rania malah tersenyum tipis, hal tersebut tentu saja membuat amarah dalam diri Lucas mendadak bangkit dan memenuhi hatinya saat ini.

"Dasar tidak tahu di untung!" pekik Lucas sambil menc3kik leher Rania dengan kuat.

Rania berusaha untuk lepas dari cengkraman itu, namun sayangnya semakin ia berontak semakin Lucas menekan area lehernya membuat Rania mulai sesak napas dan tanpa Lucas sadari Rania telah menghembuskan napas terakhirnya.

Sadar jika Rania tak bergerak, Lucas melepas cengkraman tangannya dan menatap ke arah Rania cukup lama.

"Heh bangun! Jangan main-main...ayo cepat bangun!" ucap Lucas yang tak percaya jika Rania telah tiada.

"...."

"Shit jangan bilang dia sudah tiada? Apeslah aku... Apa yang harus aku jelaskan kepada mereka? Aku bisa di penjara karena masalah ini!" ucap Lucas yang terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

Ditengah perasaan takut dan juga menyesal menyeruak menjadi satu, pintu ruangan kerja tersebut nampak terbuka perlahan, hal tersebut tentu saja langsung mengejutkan Lucas yang sedari tadi tengah berpikir keras bagaimana menangani ini semua.

"Lucas? Rania? Apa yang terjadi di sini sebenarnya?" ucap sebuah suara bariton milik Razan.

"Pa.....pa tolong aku, Rania .....Rania mati Pa..." ucap Lucas yang tentu saja langsung membuat manik mata Razan membulat dengan seketika.

"Apa katamu?"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!