NovelToon NovelToon
Bangkitnya Putri Terbuang

Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Ruang Ajaib
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Seorang wanita ahli pengobatan dan racun tiba-tiba memasuki tubuh seorang gadis lemah bernama Feng Wu. Terbangun di tempat asing, ia sempat mengira semua itu hanyalah mimpi. Namun, tempat dan kehidupan baru yang dihadapinya ternyata benar-benar nyata.

Jika Feng Wu sebelumnya dikenal sebagai gadis bodoh dan lemah yang selalu diremehkan, maka kedatangan jiwa baru akan mengubah segalanya.

Mulai sekarang, Feng Wu bukan lagi gadis yang mudah ditindas.

Karena sudah masuk ke tubuh Feng Wu, maka wanita itu akan menuntut balas atas perlakuan buruk pada pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Pangeran Ketiga tak langsung menjawab, melainkan berjalan membelai angin sore, memberi isyarat agar Feng Wu ikut bersamanya. Mereka berjalan cukup jauh hingga tiba di tepi sebuah danau yang tenang dan sangat indah, permukaan airnya berkilauan. Di tepi danau itu terparkir sebuah perahu kayu kecil yang sederhana namun rapi.

"Ayo naik," ucap Pangeran Ketiga pelan, lalu melangkah turun lebih dulu dan membantu Feng Wu masuk ke dalam perahu. Ia mendayung perlahan, menjauhi tepi danau menuju ke tengah di mana suasana semakin hening dan damai.

Feng Wu duduk diam menatap wajah samping pria itu, menunggu penjelasan yang tertunda. Akhirnya Pangeran Ketiga berhenti mendayung, membiarkan perahu hanyut tenang di atas air yang jernih.

"Pria yang tadi bersama Su Meng..." mulainya perlahan, sorot matanya kembali dingin dan serius. "...adalah Feng Lian, sepupumu sendiri."

Feng Wu terperangah, matanya membelalak tak percaya. "Feng Lian? Sepupuku?"

"Benar. Dia putra dari adik laki-laki Ayahmu, Menteri Feng," lanjut Pangeran Ketiga tenang. "Sebenarnya aku sedang menyelidikinya karena dia terjerat dalam sebuah kasus penting yang berhubungan dengan urusan negara. Aku tidak menyangka akan menemukannya bersama wanita itu, dan lebih tidak menyangka lagi... akan bertemu denganmu yang ternyata juga sedang mengikuti jejak Su Meng."

Pangeran Ketiga menatap lekat-lekat mata Feng Wu, seakan bisa membaca apa yang tersembunyi di dalam hatinya. "Dan saat itu juga aku langsung paham... mengapa kau begitu tertarik pada Su Meng, mengapa kau ingin tahu tentang dirinya. Semuanya berhubungan dengan Wen Qi, bukan?"

Feng Wu terdiam, tak bisa menyangkal lagi. Ia menunduk menatap bayangan dirinya di permukaan air danau. "Benar... Kakak sepupuku, Wen Qi, dipaksa menikahi Putri Chun padahal hatinya milik Su Meng. Aku hanya ingin tahu seperti apa wanita yang mampu membuatnya rela bertahun-tahun menjaga hatinya."

"Dan kau menemukan lebih dari sekadar itu," timpal Pangeran Ketiga pelan, namun nada bicaranya tak lagi mengejek. "Su Meng bukan wanita biasa, Feng Wu. Dan hubungan mereka berdua... jauh lebih rumit dari yang kau bayangkan. Feng Lian adalah orang yang berbahaya untuk didekati, dan karena bersamanya, Su Meng pun kini berada dalam bahaya yang sama besar."

Feng Wu mendongak, tatapannya tegas. " Wen Qi tidak pantas memberikan cintanya untuk wanita menjijikkan seperti Su Meng, namun aku belum tahu seperti putri chun."

Pangeran Ketiga tersenyum tipis, namun kali ini senyumnya terasa hangat, bukan mengejek. Ia menatapnya dalam-dalam.

"Kau benar-benar berbeda dari wanita lain, Feng Wu. Berani, keras kepala, dan penuh kehangatan meski sering menyembunyikannya, Qin Chun adalah wanita terhormat, dia jatuh hati pada Wen Qi sejak mereka masih kecil"

"Kau mengatakan seperti ini karena kau adalah saudaranya, bukan". Timpal Feng Wu.

"Terserah, aku tidak peduli". Kata Pangeran ketiga.

Perahu kayu itu masih hanyut tenang di tengah danau. Pangeran Ketiga menatap ke arah kejauhan, sorot matanya kembali berat dan serius.

"Kau tahu, Feng Wu..." ucapnya pelan namun tegas. "Kediaman Feng itu bukan sekadar rumah bangsawan biasa. Di balik kemewahan dan kehormatan yang mereka tampilkan di depan umum, sebenarnya tersimpan banyak sekali rahasia besar yang tak boleh diketahui siapa pun."

Mata Feng Wu langsung berbinar penuh rasa ingin tahu. "Rahasia? Rahasia apa?"

Namun Pangeran Ketiga hanya diam, bibirnya terkatup rapat seakan menahan kata-kata itu agar tidak terucap. Ia menggeleng pelan. "Itu bukan hal yang boleh kau ketahui sekarang."

"Lagi-lagi berkata seperti itu! Katakan padaku!" Feng Wu mendesak, tangannya bahkan mencengkeram lengan baju pria itu tanpa sadar. "Kau sudah bilang sebagian, jangan berhenti di sini! Apa sebenarnya yang disembunyikan keluarga Ayahku?"

Pangeran Ketiga tetap bungkam. Feng Wu semakin mendesak, bahkan nadanya berubah memohon. "Tolong... beri tahu aku. Aku berhak tahu." Ia menatapnya dengan pandangan yang begitu tulus dan memohon, hingga membuat Pangeran Ketiga tiba-tiba salah tingkah. Jantungnya berpacu tak biasa, ia buru-buru memalingkan wajah agar Feng Wu tidak melihat rona merah yang mulai muncul di pipinya.

Namun ia tetap tidak melunak. "Aku tidak akan mengatakannya. Bukan karena aku tidak mau, melihatmu yang keras kepala dan ceroboh, aku takut." Suaranya terdengar berat dan serius. "Kasus yang sedang kuselidiki ini begitu besar dan berbahaya. Jika sampai terbongkar, bisa-bisa seluruh kediaman Feng diasingkan, bahkan seluruh keluarga bisa dijatuhi hukuman mati tanpa sisa."

Feng Wu tertegun, napasnya tertahan. "Sebesar itu..."

"Iya. Dan karena itulah aku tidak ingin kau terlibat," lanjut Pangeran Ketiga lembut namun tegas. "Kau masih membutuhkan kediaman Feng. Di sanalah tempatmu berasal, dan di sanalah kau akan melaksanakan upacara kedewasaanmu nanti. Juga untuk menerima titah pernikahan yang mungkin akan datang dari istana. Jika kediaman Feng hancur sebelum itu semua terjadi... ke mana kau akan pergi? Apa yang akan terjadi padamu?"

Feng Wu terdiam, perlahan melepaskan cengkeramannya. Kata-kata pria itu benar-benar masuk ke dalam hatinya. Ia menunduk, menatap bayangan dirinya di air danau.

"Kau benar yang mulia, aku masih membutuhkan kediaman Feng karena aku tidak mungkin tinggal selamanya di kediaman Wen". Ujar Feng Wu dengan kesadarannya.

Pangeran Ketiga menghela napas panjang, lalu perlahan tangannya terulur, menepuk pelan kepala Feng Wu dengan penuh kelembutan yang tak biasa. "Tenang saja. Selama aku di sini, aku tidak akan membiarkan hal buruk menimpamu. Biarkan aku yang menyelidiki semuanya. Kau cukup fokus pada dirimu sendiri, pada kesehatanmu, dan pada masa depanmu."

Perahu itu masih tenang terhanyut di tengah danau. Pangeran Ketiga menatap Feng Wu dengan tatapan yang dalam, lalu melanjutkan ucapannya dengan suara rendah namun tegas.

"Jika kau benar-benar ingin membalas dendam pada mereka..." ucapnya perlahan. "...maka kembalilah ke Kediaman Feng. Itulah tempat yang paling tepat untuk melaksanakan rencanamu. Menteri Feng itu sebenarnya orang yang mudah diperdaya dia mudah goyah oleh kata-kata manis dan penampilan luar. Maka gunakanlah tipu daya, bukan kekerasan. Itu cara paling efektif untuk menjatuhkan Selir Yu."

Feng Wu mendengarkan sambil menatapnya lekat-lekat, menyimak setiap kata yang keluar dari bibir pria itu.

"Dan ada satu hal lagi yang harus kau ketahui," lanjut Pangeran Ketiga, nada suaranya berubah lebih serius. "Selir Yu memiliki dua orang putri. Namun ketahuilah... salah satunya bukanlah putri kandung Menteri Feng. Itu adalah hasil perselingkuhannya dengan pria lain sejak dulu."

Mata Feng Wu membelalak tak percaya, napasnya tertahan. "Apa...? Kau bisa-bisanya tau segalanya. Jangan-jangan pernah mengintip selir Yu bermain dengan pria itu."

"Aku adalah kepala dali, tugasku menyelidiki kasus hingga tuntas. Tempat-tempat tersembunyi sudah aku kuasai di ibukota" Pangeran Ketiga menatapnya dalam, tanpa keraguan sedikit pun. "Kediaman Feng bisa hancur suatu saat, gunakan waktu balas dendammu dengan baik, jangan sampai menyesal."

Feng Wu terdiam terpaku, hatinya berdebar kencang. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa pria di hadapannya ini ternyata mengetahui begitu banyak rahasia besar yang bahkan ia sendiri belum sempat ketahui. Semua hal yang terjadi di Kediaman Feng, seakan tidak ada satu pun yang bisa luput dari pengawasannya.

"Siapa... putri mana yang bukan anak Ayahku?" tanyanya dengan suara bergetar, rasa penasaran bercampur syok membuatnya tak sabar ingin mengetahui jawabannya.

Pangeran Ketiga tidak langsung menjawab, hanya menatapnya sejenak sebelum berbicara lagi dengan nada penuh peringatan namun lembut. "Jika aku mengatakannya maka kau tidak akan berusaha, kau pasti tahu dengan jelas. Tapi ingat, jangan ceroboh karena satu kesalahan kecil bisa membahayakan nyawamu sendiri."

1
jenny
jangan² pria selingkuhan selir Yu nih yang menebarkan racun atas usulan selir Yu
Dian Utami
feng Wu terlalu egois thor dan bertindak sesuka hati, giliran di perhatikan dia kesel
ummu syafanah
lanjut thor
jenny
semoga wen qi tersadar dan gak perlu marah² ke su meng
Nonik Anda Swl
Thank you Thor, next please 🙏🌹
Nonik Anda Swl
next please🙏Thor, thank you 🌹
jenny
permainan segera dimulai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!