Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan tamu kerajaan Qing.
Beberapa hari kemudian.
*Ruang kerja Ratu*
"Bagaimana, jenderal." tanya Chang-yu.
"Kita buat perbatasan semakin kuat, desa-desa yang ada di 4 perbatasan harus kita perkuat." jawab Jenderal Fu.
"Kita harus waspada dengan kerajaan Qing, kerajaan itu selalu berusaha untuk masuk wilayah barat kerajaan Xangui." lanjut menteri Mang-di.
"Heh..," Chang-yu menghela nafas panjang. "Kita beri mereka pelajaran yang berharga."
Sesaat kemudian salah satu prajurit datang. "Hormat Yang mulia Ratu."
"Ada apa?" tanya menteri Mang-di.
"Yang mulia, di gerbang utama kerajaan ada rombongan utusan kerajaan Qing." lapor prajurit.
"Rombongan kerajaan Qing?" tanya Chang-yu.
"Iya, Ratu."
"Mau apa mereka ke kerajaan Xangui?" tanya jenderal Fu.
Prajurit itu kemudian memberikan sebuah surat kepada Chang-yu.
"Apa itu yang mulia?" tanya menteri Mang-di saat Chang-yu menerima surat.
Chang-yu membuka surat itu, dia membaca surat itu kemudian mengerutkan keningnya.
"Ada apa Yang mulia?" tanya jenderal Fu.
"Bacalah." jawab Chang-yu yang kemudian memberikan surat itu kepada jenderal Fu.
Wama seperti Changyu, Jenderal Fu yang sudah membaca surat itu dia ikut mengerutkan keningnya, menteri mang di jadi ikut penasaran, pria setengah baya itu kemudian mengambil surat yang ada di tangan Jenderal Fu. Sama seperti Chang-yu dan Jenderal Fu, menteri Mang-di malah lebih aneh. Ekspresinya, kedua matanya melotot kemudian dia memainkan kedua alisnya bibirnya sedikit melengkung entah dia merasa aneh atau bagaimana.
"Apa maksud dari surat ini, yang mulia?" tanya menteri Mang-di yang kemudian membolak-balik surat yang barusan dia baca.
"Tentu menteri tahu sendiri apa maksudnya, karena di surat itu sudah tertulis dengan jelas." jawab Chang-yu.
"Maksudnya perdamaian? Menteri Qing mengirim utusan untuk melakukan negosiasi?" tanya menteri Mang-di.
Chang-yu kemudian tersenyum, setelah itu dia menganggukkan kepalanya. "Lebih baik kita biarkan mereka masuk terlebih dahulu, menteri. Kita akan lihat seperti apa orang-orang itu, mereka mengutus utusan mereka ke kerajaan ini, itu artinya mereka harus bersiap untuk membiarkan orang-orang mereka tidak bisa kembali ke kerajaan mereka." jawab Chang-yu yang kemudian berdiri. "Biarkan mereka masuk ke kerajaan ini, pengawal." perintah Chang-yu.
prajurit itu akhirnya pergi ke gerbang utama kerajaan, rombongan dari kerajaan Qing dipersilahkan untuk masuk ke dalam wilayah kerajaan Xangui. kerajaan Qing adalah musuh bebuyutan yang berulang kali mencoba untuk menyerang kerajaan Xangui, para rombongan yang masuk itu nampak menatap setiap jalan menuju istana, beberapa wanita di bawah juga beberapa putra dari kerajaan Qing.
Di dalam kereta kuda ada beberapa putri dari kerajaan Qing, 1 kereta lagi ada dua pangeran putra dari kaisar kerajaan Qing.
Pangeran dan putri kerajaan Qing diantaranya.
Putri Xania.
Putri Ran-er.
Putri Ruan er.
Pangeran Qun-Rong.
Pangeran Bong Guan.
"Ternyata kerajaan ini cukup besar juga." ucap Putri Xania.
"Kamu benar sekali Putri, ternyata kerajaan ini cukup besar, mungkin tidak sebesar kerajaan Qing." sahut Putri Ran er.
"Kata pangeran Qun-rong kalau ratu kerajaan Xangui sangat cantik?" tanya Putri Ruan er.
"Yang aku dengar seperti itu, kita belum tahu seperti apa ratu kerajaan Xangui, tapi menurutku aku lebih cantik daripada Ratu itu." sahut Putri Xania.
Rombongan itu sudah memasuki wilayah kerajaan dalam, di depan gerbang istana para prajurit berjaga, tidak ada sambutan atau orang-orang yang menunggu untuk menjemput mereka. Kelima orang dari kerajaan Qing benar-benar sangat percaya diri, mereka mengira kalau mereka adalah orang penting.
"Kenapa tidak ada orang yang menjemput kita? seharusnya kalau mereka tahu kita datang ke kerajaan ini mereka seharusnya membuat penyambutan." kata Putri Xania.
"Benar sekali." sahut Putri Ruan er.
"Kelihatannya kerajaan ini sangat sombong, orang-orang yang ada di sini sepertinya ingin melawan kita." ucap Putri Ran-er yang kemudian turun dari kereta kudanya.
Sesaat kemudian sekitar 3 pelayan sudah keluar untuk menyambut orang-orang dari kerajaan Qing.
"Selamat datang di kerajaan Xangui." sambut para pelayan.
"Kenapa kita disambut oleh para pelayan ini? mereka kira kita ini siapa?" ucap Putri Ran-er. Dia sedikit kesal karena mereka tidak mendapatkan sambutan kebesaran sana sekali.
Dua pangeran dari kerajaan Qing turun dari kereta kuda, mereka berdua menatap gerbang istana yang nampak begitu megah.
"Jadi ini kerajaan Xangui? tempat yang katanya memiliki pemimpin bodoh." ucap pangeran Qun-rong.
"Yang aku dengar ratu kerajaan ini memiliki paras yang sangat cantik, Dia sangat pandai dan dia pemimpin yang sangat luar biasa." kata pangeran Bong Guan.
"Buat apa paras cantik tapi dia bodoh, kalau seperti itu wajah cantiknya tidak akan ada gunanya sama sekali." lanjut pangeran Qun-rong.
"Mereka ini benar-benar tidak tahu diri, datang ke kerajaan ini tanpa diundang tapi masih berani membicarakan yang mulia Ratu. Aku mau tahu sampai berapa lama mereka akan di sini, jika mereka berusaha untuk mencari masalah dengan yang mulia Ratu.. aku bisa meyakini kalau mereka pasti akan berumur pendek." gumam salah satu pelayan yang malah tersenyum sembari memperhatikan interaksi kelima orang-orang kerajaan Qing.
Di aula istana para pejabat sudah berkumpul, orang-orang dari kerajaan Qing memasuki aula istana. Dengan kepercayaan yang begitu besar juga kesombongan yang teramat luar biasa, kelima orang dari kerajaan Qing itu mengira kalau mereka akan mendapatkan sambutan seperti tamu kehormatan. Namun ketika mereka berada di aula istana, bukannya mendapatkan sambutan malah mereka mendapatkan tatapan mata yang penuh penghinaan ejekan dan mendiskriminasi. kenapa.
"Kenapa orang-orang ini menatap kita seperti itu?* tanya Putri Xuan er.
"Tentu saja mereka terpesona dengan kecantikan kita bertiga." jawab Putri Xania.
"Kamu benar sekali Kak." lanjut Putri Ran-er.
"Silakan tamu dari kerajaan Qing menunggu kedatangan yang mulia Ratu!" seru Kasim.
Menteri Wang Ji-bai menatap kelima utusan dari kerajaan Qing, pria itu seperti merasakan akan ada sebuah kejadian yang sangat besar
"Untuk apa mereka datang ke tempat ini? aku yakin kedatangan mereka akan membuat rusuh." ucap para menteri sayap kanan.
"Yang mulia Ratu tiba!" seru prajurit penjaga pintu aula istana.
Chang-yu masuk ke aula istana bersama dengan Jenderal Fu dan menteri Mang-di, Chang-yu memasuki aula istana dengan wajah yang begitu tegas dan aura yang begitu luar biasa. hal itu membuat pangeran Bong Guan menatap Chang-yu dengan tatapan mata tanpa berkedip sama sekali.
"Diakah yang namanya Ratu bodoh itu? kenapa dia tidak seperti yang di rumor?" gumam pangeran Bong Guan yang kemudian memperhatikan Chang-yu tanpa berkedip sama sekali.
"Ternyata ratu Chang-yu cantik juga." bisik Putri Ruan er.
"Dia tidak secantik Aku akulah yang paling cantik." jawab Putri Sania dengan kesal.
"Hormat kami yang mulia Ratu!" seru para pejabat kerajaan.
Chang-yu menganggukkan kepalanya, setelah itu dia meminta para menteri untuk melaporkan laporan harian mereka.
"Yang mulia Ratu, para tamu kerajaan Qing sudah ada di sini." kata Kasim.
"Baiklah Kasim, minta mereka untuk maju." jawab Chang-yu.
*Bersambung*
Terima kasih sudah membaca novelku, baca juga novelku yang lainnya.
*pesona Selir yang di sia siakan
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang
*Warisan rumah tua yang ajaib
Dan masih banyak lagi, semoga suka dengan karyaku, mohon dukungannya juga ya. Terima kasih.