NovelToon NovelToon
Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:947
Nilai: 5
Nama Author: Hello Ketty.

Bertahun-tahun Sarah disiksa suaminya hingga trauma berat dan akhirnya memilih untuk pergi. Adik kembarnya, Sera, datang untuk membalas dendam. Mengetahui suami kakaknya licik dan telah merampas seluruh harta kakaknya, Sera berjanji akan mengambil kembali semua hak milik kakaknya—meski harus merangkak naik ke atas ranjang Sean, paman dari suami kakaknya yang berkuasa.

Berhasilkah rencana Sera? Bisakah ia mengambil kembali segala hak milik kakaknya? Atau penyamarannya akan terbongkar, menjatuhkannya ke dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan di tangan keluarga yang kejam dan penuh kelicikan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hello Ketty., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

"Kakak? Apa yang Kakak bilang? Ini aku, Sera..." Sera terkejut, tangannya terangkat di udara seolah menunjukkan dia tidak bermaksud jahat. Hatinya terasa seperti ditusuk-tusuk.

"Mundur! Pergi! Jangan sentuh aku!" Sarah berteriak lagi, suaranya meninggi karena panik. Dia meremas selimut dengan tangan yang terluka, darah segar kembali menetes dari luka yang baru saja dibalut Sera. "Kalian semua sama saja! Kalian semua ingin menyakitiku! Aku tidak mau! Pergi! Jangan dekat-dekat denganku!"

"Kakak... tenang... Ini benar-benar aku... Sera Slavina adikmu, Kak..." Sera mencoba mendekat selangkah lagi, namun Sarah semakin histeris.

"JANGAN! Aku tidak kenal kamu! Aku tidak kenal siapa-siapa! Semuanya bohong! Kalian semua ingin menyakitiku! Mundur! Aku bilang mundur!!" Sarah menutup wajahnya dengan kedua tangan yang gemetar menangis dan berteriak.

Traumanya kembali kambuh dan bahkan lebih parah dari sebelumnya. Saat ini, dia tidak bisa membedakan teman dan musuh. Siapa pun yang mendekat, baginya adalah ancaman. Bahkan adiknya sendiri.

Semenjak penyiksaan kemarin yang hampir merenggut nyawanya, mental Sarah benar-benar berada di titik paling lemah.

Sera terpaku. Kakaknya tidak mengenalinya. Kali ini luka yang mereka berikan pada Sarah bukan hanya pada tubuhnya, tapi juga pada jiwanya. Dan itu jauh lebih menyakitkan daripada apa pun.

"Kakak..." bisik Sera lemah, suaranya hilang di antara isak tangis kakaknya yang terus berteriak ketakutan. "Baik... Sera tidak mendekat... Sera di sini saja... Kakak tenang dulu ya..."

Sera mundur perlahan, menjaga jarak sesuai permintaan kakaknya. Dia tetap berdiri di sana, tidak pergi meski hatinya sakit. Dia akan menunggu. Selama yang dibutuhkan. Karena bagaimanapun juga, ini kakaknya. Dan Sera tidak akan pernah menyerah.

Di sudut ruangan, Sean menatap semuanya dengan dada yang ikut sesak. Dia melihat betapa dalamnya luka yang mereka tanam di dalam diri Sarah, sehingga wanita itu trauma berat.

Sarah terus meringkuk ketakutan di atas kasur, tubuhnya gemetar hebat.

"SARAH!!"

Tiba-tiba terdengar suara Rika yang berteriak memanggil menantu yang paling dia benci itu.

Langkah kaki Rika jelas terdengar semakin mendekat ke kamar.

Sera kaget mendengar suara itu. Apa lagi melihat kondisi kakaknya yang masih menangis histeris, ketakutan seakan ada mimpi buruk yang terus menghantuinya.

Sera tidak punya pilihan.

Segera merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah suntikan penenang—alat yang biasa selalu dia bawa, dan yang pernah dia gunakan pada Adrian hingga pria itu tertidur pulas saat Adrian berniat menggaulinya tempo hari.

"Maafkan Sera, Kak... Sera tidak punya pilihan lain..." bisiknya lirih.

Tanpa aba-aba, Sera segera mendekat dan dengan cepat menyuntikkan cairan itu ke lengan kakaknya.

Tak lama, tubuh Sarah perlahan melemas, matanya yang tadi menggambarkan ketakutan kini perlahan tertutup, kembali kehilangan kesadaran.

Sera menahan tubuh kakaknya agar tidak jatuh, lalu membaringkannya kembali, menutup hampir seluruh tubuh Sarah dengan selimut.

Begini dulu, Kak. Batin Sera.

"SARAH!!" Lagi-lagi terdengar suara itu yang semakin mendekat.

Sera panik.

Bergerak cepat menuju lemari di sudut ruangan. Dimana ada Sean yang dari tadi bersembunyi disana.

Melihat Sera mendekat, pria itu bahkan sedikit menarik tubuhnya ke belakang agar tidak terlihat, matanya tak lepas dari sosok istrinya yang bergerak dengan napas naik turun sembari merombak pakaian lusuh kakaknya.

"Mana anak ini? Berani sekali dia tidak menyahutiku!" geram Rika mulai memegang gagang pintu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!