NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Arena Pertarungan

Keheningan yang mencekik pelataran utama sekte akhirnya pecah. Pecahan Batu Uji Kuasa yang tergeletak di kaki Lin Chen masih memancarkan sisa-sisa cahaya keemasan. Selama ratusan tahun sekte pinggiran ini berdiri, belum pernah ada sejarahnya seorang murid di batas ranah Penempaan Tubuh menghancurkan batu formasi itu murni hanya dengan kekuatan fisik.

Di atas panggung kehormatan, Tetua Utama mengusap janggut putihnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Matanya menatap Lin Chen seolah sedang melihat monster purba yang menyamar menjadi manusia.

"L-Lin Chen... Uji Kuasa Fisik... Lolos dengan nilai sempurna!" seru Tetua Utama, suaranya sedikit parau karena masih diselimuti rasa tak percaya.

Kerumunan murid seketika meledak dalam sorakan dan bisikan riuh. Para murid pelataran luar menatap Lin Chen dengan mata berbinar penuh kebanggaan, sementara murid pelataran dalam yang angkuh kini saling pandang dengan wajah pucat pasi.

Di dalam lautan kesadarannya, Tua Hitam kembali melancarkan ilmu merayu.

"Peluang yang sangat bagus, Bocah!" teriak roh kuno itu kegirangan. "Cepat pungut kerikil bercahaya itu! Susun menjadi bentuk hati di tengah pelataran, lalu berteriaklah memuji telinga dewi es itu! Wanita paling lemah pada pria yang bisa mengubah kehancuran menjadi karya seni romantis!"

Lin Chen hanya menghela napas panjang dalam hatinya, sama sekali mengabaikan ide konyol tersebut.

Tanpa banyak bicara, Lin Chen berbalik dan melangkah tenang kembali ke barisan, meninggalkan sisa-sisa batu raksasa itu di belakangnya.

Tahap Kedua: Arena Pertarungan

Setelah kekacauan kecil akibat hancurnya Batu Uji Kuasa berhasil ditenangkan dan batu pengganti dibawa masuk untuk sisa peserta, seleksi akhirnya berlanjut ke tahap kedua.

"Tahap kedua adalah Uji Tarung Bebas!" lantang Tetua Utama, menunjuk ke arah empat arena batu besar yang telah disiapkan. "Hanya sepuluh orang terakhir yang berdiri yang berhak mendapatkan rekomendasi resmi menuju Akademi Bintang Tujuh!"

Babak penyisihan berlangsung sengit. Fluktuasi energi Qi meledak di sana-sini.

Namun, kejutan terbesar justru datang dari sahabat Lin Chen. Zhu Da, pemuda gempal yang sangat memikirkan urusan perutnya itu, mendapat undian melawan seorang murid pelataran dalam yang sombong.

Murid pelataran dalam itu meremehkan Zhu Da dan langsung menerjang dengan tendangan angin. Namun, sebulan penuh dikejar-kejar monster buas di hutan kematian demi mencari makan rupanya telah memberikan Zhu Da insting bertahan hidup yang tidak masuk akal. Saat tendangan itu hampir mengenainya, Zhu Da tersandung kakinya sendiri karena panik, tubuh besarnya berguling ke depan bagai bola batu, dan secara tidak sengaja menabrak lawannya dengan telak.

BRUK!

Murid pelataran dalam itu tertindih tubuh gempal Zhu Da dan langsung pingsan kehabisan napas.

"Eh? Aku menang lagi?" Zhu Da menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil bangkit berdiri, disambut tawa canggung dari para tetua dan sorak sorai murid luar. "Chen-ge! Malam ini kita harus merayakannya dengan sepuluh keranjang bakpao babi!"

Kini giliran arena utama yang menjadi pusat perhatian. Nama Lin Chen dipanggil.

Lawannya kali ini bukanlah murid sembarangan. Ia adalah Zhao Feng, murid peringkat tiga dari pelataran dalam yang telah mencapai ranah Pengumpulan Qi tingkat 4. Zhao Feng melompat ke atas arena dengan pedang perak terhunus, memancarkan aura angin yang tajam.

"Lin Chen," ucap Zhao Feng dingin, matanya menyipit penuh permusuhan. "Menghancurkan batu mati dan melawan kultivator hidup adalah dua hal yang sangat berbeda. Kau mungkin punya otot kawat, tapi di hadapan teknik Qi dan kecepatan pedangku, tubuh kasarmu itu tidak ada gunanya. Aku akan membalas dendam atas penghinaan yang kau berikan pada pelataran dalam!"

Lin Chen melangkah naik ke arena dengan tangan kosong. Jubah abu-abunya berkibar pelan. Matanya setajam pedang, namun ekspresinya setenang danau.

Di anjungan kehormatan, Su Qingyue, gadis yang tampak seolah-olah bukan makhluk dari dunia fana itu, berdiri sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. Mata esnya yang jernih tak berkedip menatap punggung Lin Chen. Entah mengapa, jantungnya berdebar, sebuah emosi asing yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Mulai!" teriak wasit.

Dalam sekejap mata, Zhao Feng menghilang dari tempatnya. Angin berpusar di atas arena.

"Pedang Bayangan Angin!" Tiga bayangan pedang yang terbuat dari energi Qi tajam melesat dari titik buta, mengarah langsung ke dada, leher, dan kaki Lin Chen. Serangan ini terlalu cepat untuk dihindari oleh seseorang di tingkat Penempaan Tubuh.

Namun, Lin Chen tidak berniat menghindar.

Ia mengambil satu langkah mantap ke depan. Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba bergejolak di dalam darahnya. Meridian yang telah ditempa dalam penderitaan kawah magma kini bereaksi. Lin Chen menarik tinju kanannya ke belakang, lalu melontarkannya langsung ke arah badai pedang tersebut.

BAM!!!

Suara ledakan yang memekakkan telinga bergema. Tinju fisik murni Lin Chen bertabrakan langsung dengan mata pedang Zhao Feng yang dilapisi energi Qi pekat.

Hal yang terjadi selanjutnya membuat seluruh penonton menahan napas. Alih-alih tangan Lin Chen yang terpotong, pedang perak kebanggaan Zhao Feng justru melengkung ekstrem sebelum akhirnya hancur berkeping-keping!

Gelombang kejut dari pukulan itu tidak berhenti di sana. Tenaga gajah purba menyapu tubuh Zhao Feng. Murid jenius pelataran dalam itu memuntahkan seteguk darah, tubuhnya terlempar ke udara, melintasi batas arena, dan jatuh terkapar di luar garis dengan wajah pucat pasi.

Hanya dengan satu pukulan. Lagi-lagi murni tanpa mantra, tanpa teknik Qi yang mewah.

Seluruh sekte kembali terbungkam. Pandangan mereka terhadap pemuda itu telah berubah total; ia bukan lagi si "sampah", melainkan eksistensi buas yang baru terbangun.

Di atas arena, Lin Chen perlahan menurunkan kepalan tangannya. Ia mengalihkan pandangannya, menembus kerumunan, dan kembali bertemu dengan sepasang mata jernih milik Su Qingyue.

Kali ini, sang dewi es tidak langsung memalingkan wajahnya. Di balik sikap acuh tak acuhnya. Su Qingyue memberikan anggukan kecil dan hampir tak kasat mata sebuah pengakuan tulus bahwa pemuda itu kini telah resmi berdiri di panggung yang sama dengannya.

1
Murdiat Hariyanto
tor klau bisa kata2 Gadis yg tampak seolah bukan berasal dari dunia fana itu sebaikkan di hilangkan atau di ganti..bosan tiap bab selalu itu2 sja yg di bilng...ini hanya masukkan sja
mbono keling
🙏💪💪👍👍
mbono keling
💪💪💪💪👍👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!