NovelToon NovelToon
Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ayamgoreng

Di hari ulang tahun suaminya, Nadia berjalan dengan hati penuh bunga. Dua garis merah di tangannya adalah hadiah terindah yang ingin ia persembahkan untuk Arkan–suaminya.

Namun, kejutan manis itu berubah menjadi mimpi buruk yang menghancurkan dunianya.

Di balik pintu sebuah restoran mewah, Nadia memergoki Arkan tengah memeluk mesra Ghea—kakak tirinya sendiri.

Bukan hanya dikhianati, Nadia juga harus menelan pil pahit saat mendengar kenyataan bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok busuk Arkan untuk menguras habis seluruh harta warisan mendiang ayah Nadia.
Di ambang keputusasaan, di bawah guyuran hujan yang menyamarkan air matanya, Nadia hampir kehilangan nyawanya dan bayi di kandungannya. Tepat saat itu, sebuah tangan kekar menyelamatkannya.
Devan Alister. Pria berkuasa, sekaligus musuh bebuyutan suaminya di dunia bisnis, hadir dan menawarkan sebuah aliansi berbahaya.

"Ikut denganku, kita hancurkan mereka bersama. Sebagai gantinya, jadilah istri sandiwaraku selama satu tahun."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayamgoreng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

USG

Aduh! Yang ku up malah yg belum di revisi lagi tadi malam! jadinya ku hapus terus ku ganti yah, ku up ulang^⁠_⁠^

***

Di ruang kerja megah eksekutif lantai teratas Alister grub, Devan sedang menatap layar monitor komputer kerjanya dengan dahi berkerut tajam. Beberapa dokumen analisis pasar berada di tangannya, namun fokusnya mendadak terpecah saat dia membuka hp nya yang dia letakkan jauh di sudut meja, ada notifikasi dari Nadia beberapa menit lalu terlewat.

Begitu menggeser layar dan membaca pesan itu, sudut bibir pria kaku itu perlahan terangkat.

Nadia:

Sudah diminum obatnya, Pak bos. Ini Bi Minah lagi di kamar nge godain aku terus dari tadi. Devan sendiri jangan lupa makan siang di kantor, jangan pacaran sama kertas terus sampe lupa makan!←⁠_⁠←

Senyum tipis yang amat jarang terlihat itu berkembang menjadi kekehan rendah yang hangat. Panggilan 'Pak bos' dan emotikon menggemaskan di akhir pesan itu entah kenapa mampu meluluhkan sisa pening di kepalanya akibat tumpukan berkas kerja.

Tek!

Pintu ruang kerja mendadak di buka. Leo melangkah masuk dengan setumpuk map laporan keuangan di tangan nya. Namun, langkah kaki Leo seketika terhenti di tengah ruangan, matanya membelalak lebar melihat bosnya yang biasanya berwajah kaku kini sedang tersenyum-senyum sendiri menatap layar ponsel bak orang kasmaran.

"P-Pak Devan...?" panggil Leo heran, refleks pertanyaan konyol keluar dari bilah bibir nya. "Bapak... sehat, kan?"

Devan seketika mendehem keras, kupingnya terasa panas karena terciduk sedang senyum senyum sendiri oleh asisten nya. la dengan cepat menetralkan raut wajahnya lalu meletakkan ponselnya kembali ke atas meja.

"Maksud kamu apa menanyakan kesehatan saya?" tanya Devan tersinggung, suaranya naik satu nada. "Kamu pikir saya gila apa?!"

Leo yang sadar bosnya mendadak mode bertanduk langsung gelagapan. Ia mengibaskan kedua tangannya di depan dengan panik. "Eh anu pak, maksud saya bukan gitu. Tapi..."

"Tapi apa?!" Sela Devan berapi api. "Nggak usah tapi tapi, kamu ke sini mau ngapain?" tanya Devan.

Leo bergumam tak jelas saat omongan nya di potong, ia berjalan mendekat dan meletakkan map di meja. "Ini saya ke sini mau kasih laporan bulanan dari anak perusahaan, Pak" kata Leo meletakkan tumpukan map di meja kerja Devan. "Kalau begitu saya permisi keluar dulu ya, Pak..." kata Leo lagi sembari mengundurkan diri.

"Ya. Keluar sana" usir Devan singkat.

Leo buru-buru berbalik dan melangkah keluar dari ruang kerja eksekutif itu.

Sesaat setelah pintu tebal itu tertutup rapat dan menyisakan Devan sendirian, ponsel di atas meja kembali berdering nyaring.

Ting!

Devan menyambar ponselnya. Kali ini sebuah gambar terlampir di kolom chat dari Nadia. Itu adalah foto hasil USG terbaru berwarna hitam-putih yang memperlihatkan titik mungil berusia delapan minggu, lengkap dengan catatan detak jantung yang sangat sehat.

Tak berapa lama, sebuah pesan susulan masuk yaitu rekaman suara detak jantung beritme pelan yang membuat Devan seketika terdiam.

Nadia:

[Mengirim Foto USG]

[Mengirim Rekaman Suara - 00:15]

Kata Dokter Rina bayinya sehat banget, detak jantungnya juga kencang. Ini kecebong kecil kita Devan...liat, imut banget kan dia..!(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)

Devan membaca pesan itu dengan seksama, saat dia melihat foto calon buah hatinya dan suara detak jantung itu, pertahanan es Devan runtuh seketika. Bintang-bintang seolah muncul di matanya bagai film kartun.

Dada sang CEO bergemuruh hebat, hatinya meleleh sampai ke ubun-ubun bagai es krim cair. Jemari tangannya mengusap layar ponsel itu dengan sangat lembut pada gambar titik kecil di dalam rahim Nadia.

Rasa terharu yang tak tertahankan langsung menguasai hatinya. Tanpa membuang waktu, Devan menekan tombol interkom di meja.

"Leo! Masuk lagi ke ruangan saya sekarang!" perintah Devan tegas lewat interkom.

Hanya butuh sepuluh detik sampai pintu terdorong dan Leo kembali masuk dengan wajah panik. "Ada apa, Pak Devan?! apa dokumen saya ada yang salah?!" tanya Leo bingung dengan nafas ngos-ngosan.

Devan berdiri dari kursinya, menatap Leo dengan wajah sok tegas padahal matanya berbinar-binar bagai bocah yang baru dapat hadiah.

"Leo, atur ulang seluruh jadwal saya mulai detik ini" tegas Devan.

Leo mengedipkan mata bingung. "Hah?Maksudnya gimana, Pak?"

"Sore ini saya pulang sekarang juga. Dan untuk besok, susun jadwal saya begini" Devan mulai mendikte perintahnya dengan penuh otoritas. "Kosongkan seluruh agenda saya dari jam dua siang sampai sore. Rapat direksi gabungan yang harusnya sore ini, geser ke besok pagi jam delapan tepat. Semua meeting penting besok dipadatkan dari pagi sampai sebelum makan siang. Setelah jam makan siang, jadwal saya harus bersih total tanpa ada gangguan satu pun!"

Leo melongo, matanya terasa hampir melompat keluar. "Lo–loh, Pak?! Kenapa besok siang sampai sore dikosongkan total?! Bapak mau ada pertemuan rahasia sama klien luar negeri?"

"Bukan" jawab Devan santai sambil memasang jas hitamnya. "Sudah nggak usah banyak tanya, saya mau pulang. Istri saya sedang menunggu di rumah"

Leo menghela nafas berat, bingung dengan permintaan bosnya ini bikin dia pusing tujuh keliling. "T-tapi Pak! Rapat jika dipadatkan dari pagi itu bisa bikin para petinggi pusing. mereka pasti protes kalo denger jadwalnya mau di ubah kaya gini, kan saya juga yang—"

"Pokoknya ubah" Devan langsung menyela tegas tanpa mau di bantah. "kalau ada direktur yang protes soal jadwal besok, potong bonus tahunan mereka lima persen" kata Devan tanpa kompromi. "Termasuk kamu kalau banyak tanya lagi."

Leo seketika mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan memberi hormat panik. "Siap laksanakan, Pak Bos! Jadwal besok akan saya atur secepatnya!"

Devan tersenyum puas. "bagus" Kata Devan, sembari mengancing kemeja nya tergesa.

Leo menghela nafas pelan sembari menggerut tidak jelas. "Gila... bucin sih bucin sama istri. Tapi jangan bikin saya pusing juga dong!" gumam Leo kesal, tapi yang sialnya ternyata masih bisa di dengar Devan.

"Saya dengar, Leo!"

Leo langsung gelagapan. "Eh! iya pak maaf, saya nggak bakal protes lagi kok!!" sahut Leo sigap sambil memberi hormat panik kembali, takut jika bosnya bakal mengamuk dan dia yang bakal kena semprot.

Tanpa membuang waktu, Devan melangkah lebar meninggalkan ruang kerjanya. la berjalan tergesa-gesa menyusuri koridor VIP menuju lift eksekutif, mengabaikan sapaan dan tatapan heran dari para staf kantor. Di dalam benak sang CEO nomor satu itu saat ini, tidak ada lagi urusan bisnis bernilai besar yang lebih penting daripada pulang dan memeluk istri serta calon buah hatinya.

.

.

.

.

★★★

1
KakLia
bagus ceritanya!!
Rita Rita
memang harus begitu Ghea, kamu yang bikin si Arkan bangkrut dan terpenjara kamu juga yg wajib menolong
Rita Rita
modelan pria seperti si Arkan itu paling kapok cuma sementara,, karena selingkuh itu penyakit. dan si Ghea juga ga bakalan setia,,,
Ayamgoreng: Emang pnyakit sih selingkuh tu. tapi tidak boleh berprasangka buruk loh Yo, sapa tau dia beneran mau yobat🤭
total 1 replies
Rita Rita
pelakor selalu menikmati hasil orang lain,dan Arkan sama Ghea menikmati hasil juga dari merampas harta orang
Rita Rita
pokoknya begitu klik langsung lebur,, AQ paling suka gercap,,,
Rita Rita
diri ku mampir, keknya menarik banget alur ceritanya Thor,,
Ayamgoreng: ayoo di baca, sapa tau nanti bacanya sampe end😄😍
total 1 replies
KakLia
canggung bngt yah pak🤭
KakLia: terserah kk aja, kan author adalah penguasa🤣
total 2 replies
Ayamgoreng
wah ad yg komen. oke!! udh ta up satu tuh
Iffanaya 😽
kuy ditunggu lanjutannya kk 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!