[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Valerie
[Ding!]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Menggagalkan rencana wanita bernama Wendy yang malam ini berencana menjebak pria bernama Nicholas!]
[Hadiah: Akan diberitahu begitu Tugas terselesaikan.]
Awalnya Karina tak ada tujuan datang ke acara reuni, tapi begitu muncul Tugas Sistem, seketika itu menjadi tujuannya.
Kebetulan Nicholas yang menjadi target Wendy berada di dekatnya, duduk tenang seolah tak terganggu oleh keramaian yang tengah terjadi.
Tak lama, Karina melihat Wendy datang mendekat, mencoba merapatkan jarak dengan Nicholas yang tampak acuh tak acuh dengan kehadiran wanita itu.
"Tuan Nicholas, senang rasanya bertemu dengan anda di tempat ini."
Suara Wendy begitu lembut ketika menyapa Nicholas.
"Hmmm..."
Tak sampai dua detik melirik Wendy sembari berdehem, Nicholas cepat membuang muka ke arah lain, merasa risih dengan penampilan wanita yang menurutnya tak mampu membeli pakaian utuh.
Sebenarnya tak ada yang salah dengan penampilan Wendy di malam hari ini, apalagi sejak tadi banyak mata genit pria berkali-kali melirik nakal ke arahnya.
'Wanita ini, apa dia ingin tubuhnya dibuat makanan binatang kesayangan Tuan Nicholas?'
Hans bicara dalam hati, yang bahkan dia saja merasa risih melihat penampilan Wendy yang terang-terangan menunjukkan lekuk tubuhnya, bahkan gaun yang digunakannya hanya menutup tak lebih dari 40 persen tubuhnya.
"Tuan Nicholas, apa saya boleh duduk di sini dan menemani anda minum?"
Wendy tersenyum, meski dalam hati kesal karena sedari tadi Nicholas terus saja mengabaikannya, padahal dia tampil semaksimal malam ini demi bisa mendekati pria itu.
"Pergi!~"
Satu kata yang begitu pedas meluncur keluar begitu saja dari mulut Nicholas, membuat tubuh Wendy seketika mematung di tempat.
"Silahkan Nona pergi!"
Hans mengambil sikap tegas dengan memasang badan di depan Wendy.
"Tuan Nicholas tidak menyukai keberadaan seorang wanita seperti anda, jadi silahkan pergi sebelum sesuatu yang buruk menimpa anda!"
Tegas Hans mengusir Wendy, dan hal itu memancing perhatian teman-teman Nicholas.
Mereka yang sudah sangat mengenal Nicholas, mereka berharap Wendy segera pergi sebelum sesuatu yang buruk benar-benar menimpanya.
"Saya akan pergi, tapi dia juga harus pergi! Dia juga seorang wanita sama seperti saya, jadi sudah seharusnya dia pergi!"
Wendy menunjuk Karina yang sedang menikmati minumannya, membuat wanit itu sekilas melirik ke arah Wendy, sebelum kembali fokus pada minuman di tangannya.
"Hans, singkirkan!"
Sebuah perintah tegas diberikan Nicholas pada Hans.
"Baik, Tuan!"
Memakai sarung tangannya, Hans memegang lengan Wendy dan langsung menyeret wanita itu menjauh.
Sepenuhnya dia mengabaikan teriakan ataupun umpatan yang keluar dari mulut wanita itu, sampai akhirnya Hans melemparkan kembali Wendy ke tempat teman-temannya berada.
Setelahnya dia kembali ke sisi Nicholas, duduk diam dengan pandangan terus mengawasi gerak-gerik Wendy.
Kalau wanita itu kembali berulah, dia tak akan segan langsung menendangnya keluar dari tempat berlangsungnya acara reuni yang diadakan setahun sekali.
*
30 puluh menit kemudian di puncak acara malam ini, datang pelayan yang menyajikan makanan utama, dan tak lupa beberapa botol minuman yang mengandung alkohol.
"Jangan meminum minuman beralkohol!"
Nicholas dengan suara teramat lembut mengingatkan Karina saat beberapa botol minuman beralkohol tersaji di meja tempat mereka.
"Kebetulan aku memang nggak begitu suka dengan minuman beralkohol, kalau perlu suruh pelayan menyingkirkan minuman ini!"
Nicholas begitu patuh pada ucapan Karina, dan cepat dia memanggil pelayan untuk menyingkirkan seluruh minuman beralkohol di mejanya.
'Ternyata dia bisa bersikap seperti itu.'
Daffa, salah satu teman terdekat Nicholas, dia tersenyum begitu melihat hal baru yang ditunjukkan oleh temannya, sosok yang selama ini sangat dingin, bahkan jika itu pada Valerie, wanita yang konon katanya cinta masa kecil seorang Nicholas.
Sementara itu di meja berbeda, Wendy melotot tak percaya melihat pelayan menyingkirkan seluruh minuman beralkohol yang ada di meja Nicholas, dimana dia sudah menaruh sesuatu di minuman minuman itu, sesuatu yang memungkinkannya bisa memiliki Nicholas, sekaligus dia bisa membalas perbuatan Hans dan menghancurkan masa depan Karina.
"A-apa jangan-jangan dia tau kalau ada yang salah dengan minuman itu?"
Wendy bergumam lirih dengan rasa cemas yang mulai dirasakannya, tapi melihat Nicholas tak sedikitpun memperhatikannya begitu juga dengan Hans, sepertinya dia masih aman, tak perlu merasa was-was terhadap keberadaan mereka.
*
Baru juga selesai makan dengan tenang, pintu ruangan tempat acara berlangsungnya reuni terbuka dengan keras.
Pada saat itu juga muncul sosok wanita cantik dari balik pintu yang terbuka, dan setelah melihat sekeliling, begitu menemukan apa yang dicarinya, cepat dia menghampiri seseorang yang tengah dicari keberadaannya.
"Nich..."
Melihat Nicholas duduk di dekat wanita yang sangat-sangat cantik tapi terasa tak asing, mata wanita yang tak lain adalah Valerie seketika menatap tajam wanita itu.
"Oh, ternyata wanita yang suka mengambil barang milik orang lain."
Belum sempat Valerie berbicara, Karina yang ternyata mengenal wanita itu, cepat dia menyapanya.
"Nona Valerie, kau punya waktu satu kali dua puluh empat jam untuk mengembalikan gelang yang dulu kau ambil dariku!"
Mata Valerie seketika melotot lebar begitu mendengar Karina menyinggung tentang gelang, sebuah gelang yang selama ini membuatnya memiliki ikatan dengan Nicholas.
"K-Kau Karina, g-gelang apa yang kau maksud?"
Suara Valerie terbata-bata, membuat seorang pria yang memperhatikan mereka berdua tersenyum penuh arti.
'Ternyata wanita itu memang dia...'
"Mmm, itu memang hanya gelang murahan, tapi gelang itu merupakan hadiah ulang tahun pertama yang aku dapatkan dari ayahku. Jadi segera kembalikan atau kau akan menyesalinya seumur hidup!"
"Apa gelang ini yang kamu maksud?"
Nicholas tiba-tiba nimbrung ke obrolan kedua wanita, dan dia menunjukkan sebuah gelang yang diambilnya dari Valerie.
"Bagaimana benda ini bisa ada di kamu?"
Wajah Karina menjadi lebih cerah dari sebelumnya begitu melihat sesuatu yang selama ini telah direnggut dari hidupnya.
"Itu gelang milikku. Jangan kau mengakui barang milik orang lain sebagai milikmu!"
Valerie berteriak, tak ingin sebuah kebenaran terungkap, dimana jika kebenaran itu terungkap, dia benar-benar akan kehilangan sosok luar biasa seperti Nicholas.
"Teruslah bermimpi!"
Karina menatap sinis Valerie, tapi tiba-tiba datang Wendy...
"Kau dulu waktu sekolah ketahuan mencuri barang-barang milikku, dan sekarang kau mengakui barang milik orang lain sebagai milikmu. Cih, benar-benar wanita yang hanya bermodal wajah cantik, tapi sifatnya nggak ada bedanya dengan seorang kriminal!"
Melihat adanya kesempatan menjatuhkan nama baik Karina, tentu saja Wendy tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia langsung saja berdiri di sisi Valerie, sosok wanita yang sebelum malam ini dia anggap sebagai saingan, dikarenakan mereka sama-sama menginginkan Nicholas.
Karina yang diserang dari dua arah, dia justru tersenyum.
"Kebetulan aku memiliki bukti tentang apa yang terjadi di masa lalu."
Karina mengeluarkan ponselnya.
"Kelas kita waktu itu sudah terpasang CCTV, dan meski waktu itu CCTV dinyatakan rusak, begitu aku memiliki uang dan karena rasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi waktu itu, aku berhasil menyewa ahli dan mendapatkan rekaman CCTV kelas yang konon katanya rusak!"
tp abs ni,mga mreka dpt blsn stimpal....