Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.
Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.
Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.
Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.
Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19.
Di sisi lain, kediaman Williams.
Vera tidak pernah menduga, Esther kembali membuat ia menjadi semakin tidak senang.
Ia tadinya sudah senang mengetahui Esther hidup menderita dikediaman kakak kandung Ibu Esther, dan tidak akan pernah dapat menyaingi kehidupannya.
Walau ia sempat kecewa, karena tidak mendapatkan cincin mahal yang dimiliki Esther.
Siapa sangka, ternyata mantan Bos nya, yang tidak sengaja tidur dengan Esther, mencari keberadaan Esther.
Ia pikir hidupnya telah mencapai pada impiannya, menjadi Nyonya muda dari salah satu keluarga kaya di ibukota.
Ternyata keluarga suaminya tidak ada apa-apanya dengan keluarga sepupu suaminya.
Keluarga suaminya, hanyalah keluarga penjilat, yang ingin mendapatkan kekayaan keluarga kakak Ayah mertuanya.
Sialan! aku sangat membencimu, Esther! kenapa kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dariku? seharusnya aku yang mendapatkan itu semua! bukan kamu!! geram Vera.
Sungguh menjengkelkan! ia senior Esther, yang pertama kali datang ke ibukota!
Kalau bukan karena ia memanggil Esther ke ibukota, Esther tidak pernah menginjakkan kaki ke ibukota.
Vera mengepalkan tangannya dengan erat, sepertinya ia harus melakukan sesuatu pada Esther, agar Esther tidak menghalangi impiannya menjadi Nyonya muda Sebastian.
"Kamu ternyata kenal dengan istri Jack! apa benar semua yang dikatakan istri Jack tadi?!"' tanya Williams masih menaruh curiga pada Vera.
"Tentu saja aku tidak berbohong! ini anakmu, Williams! dia itu temanku! tentu saja aku tahu seperti apa sifatnya!!" dengan nada yang terdengar meyakinkan, Vera kembali menjelaskan.
"Tapi, tidak mungkin dia berbohong! karena keluarga kakak iparku itu, tidak begitu saja mempercayai penjelasan seseorang tanpa bukti!!" Rachel mengatakan pendapatnya, merasa ragu dengan apa yang dikatakan Vera.
"Dia itu sangat pandai berbohong! di desa banyak yang tidak menyukainya, karena dia itu orangnya sangat keras kepala!!"
"Benarkah?!" Edison ikut menyimak apa yang dikatakan Vera.
"Iya, Pa! dia juga tidak punya sopan santun! dan sangat pandai meyakinkan siapa pun, dengan perkataan bohongnya! dia itu seperti seseorang yang dapat mengendalikan orang lain, agar percaya dengan setiap perkataannya!!"
"Ternyata dia sangat pandai memanipulasi keadaan!!" Rachel pun memahami apa yang dikatakan Vera mengenai sifat Esther.
"Iya! benar sekali, Ma!" kata Vera dengan nada yang begitu senang.
Ia berhasil menjelekkan nama Esther, dan membuat keluarga Williams tidak lagi mencurigai nya.
Bagus! sekarang, tinggal membereskannya! bisik hati Vera menjadi bersemangat.
"Kalau ingin mendapatkan hak waris, kita harus menyingkirkan anak dalam perut perempuan itu! dengan begitu, dia pasti tidak diinginkan keluarga kakak ipar!" kata Vera memberi saran, untuk mendapat dukungan keluarga Williams menyingkirkan Esther.
Raut wajah ketiga orang itu mendengar apa yang dikatakan Vera, seketika terlihat cerah dan bersemangat.
Ternyata keluarga suaminya sama seperti dirinya, memiliki sikap ambisi yang dalam, untuk mendapatkan keinginan mereka agar tercapai.
Sudut bibir Vera menyunggingkan senyuman puas, ia tidak sendirian untuk menjalankan misinya.
Jangan salahkan aku, Esther! kamu seharusnya tetap berada di keluarga Bibimu! bukannya berkeliaran memperlihatkan dirimu, dan masuk ke dalam keluarga Sebastian.
"Aku punya seseorang yang dapat melakukan pekerjaan seperti itu, yang penting ia mendapatkan bayaran yang sesuai!" kata Vera lagi menjelaskan sarannya.
"Bagus! kamu cepat hubungi dia! katakan harus bersih, dan jangan meninggalkan bukti!!" jawab Williams tersenyum senang.
"Iya, benar!!" Edison dan Rachel mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Williams.
"Baik! aku akan katakan padanya!"
Mereka tersenyum senang mendengar jawaban Vera.
Rumah sakit, pada koridor ruang tunggu Dokter kandungan.
Bersama Charlotte dan salah satu pengasuh, yang biasanya melayani kebutuhan Esther, menemani Esther, untuk memeriksa kandungannya yang sudah memasuki masa melahirkan.
Setelah menunggu selama lima belas menit, Esther di panggil untuk masuk ke ruang konsultasi Dokter.
Perut Esther yang besar, membuatnya langkahnya sedikit melambat.
Charlotte menarik kursi untuk Esther, setelah mereka berada di dalam ruangan konsultasi Dokter.
"Dok! Nyonya di bangsal VIP mengalami kram perut! sepertinya rahimnya tadi belum bersih saat melahirkan!!"
Seorang wanita berseragam perawat, lengkap dengan memakai masker, masuk dengan nada suara yang terdengar panik.
"Hah?! bukankah tadi semuanya sudah benar? kenapa bisa tiba-tiba mengalami kram?!" Dokter pun ikut panik mendengar laporan perawat tersebut.
"Dokter, tolong pergi untuk memastikannya! Nyonya itu terus mengerang kesakitan!!"
"Oh! tapi.. !"
"Biar aku yang menggantikan Dokter menangani pasien Dokter!"
"Oh, baiklah! tolong, ya!"
"Baik, Dok!"
"Maaf, Nyonya! saya serahkan sebentar padanya!" selesai bicara Dokter segera meninggalkan ruangannya.
Perawat yang baru datang memberitahukan keadaan darurat itu, duduk dikursi Dokter menggantikan Dokter.
"Nyonya, maaf sudah mengganggu waktu anda untuk konsultasi! saya bisa melakukan pemeriksaan pada kandungan anda, silahkan berbaring, Nyonya!"
Dengan dibantu Charlotte, perlahan Esther bangkit berdiri dari duduknya.
Perawat itu pun mulai melakukan melakukan pemeriksaan, dengan membuka kancing pakaian bagian perut Esther.
Setelah mengolesi gel pada perut Esther, perawat itu meraih alat transducer, untuk memeriksa janin bayi dalam perut Esther.
Tapi, tiba-tiba Esther merasakan sakit pada perutnya, sebelum perawat meletakkan alat transducer ke permukaan perut Esther.
"Akh! pa.. panas! perutku panas!!"
"Hah? kenapa tiba-tiba panas? suster, apa yang terjadi?!" Charlotte seketika panik melihat keadaan Esther yang kesakitan.
"Mungkin akan melahirkan! Ayo, ke ruang operasi!!" dengan panik perawat menganjurkan, untuk melahirkan prematur.
"Apa?! baru saja baik-baik saja! tidak mungkin tiba-tiba akan melahirkan!!" Charlotte semakin panik mendengar apa yang dikatakan perawat tersebut.
"Apakah Nyonya sampai hati melihatnya kesakitan seperti ini? sebentar lagi akan pecah ketuban, kalau tidak segera di bawa ke ruang operasi!!"
"Akh! sa.. sakit! panas! aaa.. !!!" Esther menjerit memegang perutnya.
Ia merasakan perutnya seperti terbakar, dan gerakan bayi-bayi dalam perutnya, membuat dinding rahimnya terasa semakin sakit.
"Aaa... sakit! panas!!!!" Esther mulai menangis tidak tahan dengan apa yang ia alami.
Ia merasa gel yang dioleskan perawat itu pada permukaan perutnya bermasalah.
"Ayo, cepat! kita ke ruang operasi!!"
Perawat itu mendorong tempat tidur, yang saat ini Esther berbaring, untuk membawanya keluar dari ruang konsultasi.
"Eh! tunggu! tunggu! sebaiknya menunggu Dokter sebentar lagi!!" Charlotte mencoba menahan tempat tidur pasien, dengan memegang tangan perawat tersebut.
Ia merasa ragu pada perawat itu, karena bukan seorang Dokter ahli kandungan.
"Ma! sepertinya gel yang dioleskan tadi bermasalah! mungkin harus dilap, agar tidak panas lagi!!" jerit Esther.
Charlotte merasa, apa yang dikatakan Esther ada benarnya, "Suster! apakah gel yang anda oleskan bukan gel yang seharusnya?!"
"Saya sudah mengoleskan gel yang benar, Nyonya! cucu anda mengalami sesuatu, jika tidak segera di bawa ke ruang operasi!!"
"Aaa... Ma! tolong! panas sekali!!!" jerit Esther menangis.
Mendengar suara berisik di dalam ruang konsultasi, Luna yang duduk menunggu di dekat pintu ruang konsultasi, segera masuk ke dalam ruangan tersebut.
Bersambung........
cari penyakit aja kamu.....😡
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭