Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Kayla dan Rudy hanya bisa menatap curiga dengan gelagat aneh temannya....
...“Gak perlu, aku pulang dengan Kayla saja” ucap Susan lemas....
...“Tapi….” ucap Levy dengan ekspresi khawatirnya....
...“Gak apa apa kali Lev, Susan kan minta diantar Kayla, Kayla juga kan sahabatnya Susan. Kamu terlalu khawatir!! Tapi khawatir gak jelas!” Ucap Rudy dengan nada santai....
...Susan yang masih lemas digandeng oleh Kayla berjalan pelan, Levy dengan sigap membungkuk didepan Susan menyuruhnya untuk gendong di punggung Levy, “biar aku gendong” ucap Levy dengan nada lembut....
...Susan yang masih lemas hanya bisa mengiyakan perlakuan Levy yang so sweet itu, “tas Susan juga biar aku bawain” Levy meminta tas Susan yang dibawa Rudy....
...Rudy dan Kayla hanya bengong melihat Levy begitu perhatian sekali kepada Susan. “Aku rasa gak hanya sekedar si penolong dan si pasien aja” bisik kayla pada Rudy....
...“Iya gak hanya sekedar kakak kelas dengan adik kelas aja tapi lebih dari itu” bisik Rudy pada Kayla....
...“Berisik kalian tuh” teriak Levy yang membuat mereka berdua terdiam....
...Di Depan mobil Kayla, Levy menurunkan Susan “kamu masuknya pelan pelan” Levy melindungi kepala Susan yang akan masuk mobil agar tidak terkena atap pintu mobil....
...“So sweet” bisik Rudy yang langsung terdiam karena dilirik Levy....
...“Tolong antar dia” ucap Levy sedikit melangkah mundur....
...“Gak usah disuruh” sahut Kayla yang langsung masuk mobil lalu menutup mobilnya....
...Rudy merangkul Levy yang berjalan mengambil motornya di lahan parkir motor, ...
...“Minggu depan ada balapan, mau daftar gak lumayan hadiahnya?” Tanya Rudy....
...“Nanti aku kabarin kalau aku bisa” ucap Levy melepas rangkulan Rudy yang langsung menaiki motornya pergi meninggalkan Rudy yang masih di lahan parkir....
...“Nih anak tumben banget biasanya kalau ada acara gini langsung setuju aja tanpa mikir” gumam Rudy dalam hati....
...(Flashback) Saat Susan dan Levy bertemu, Susan meminta Levy agar berhenti dari aktivitas nya mengikuti balapan liar....
...Satu bulan kemudian, Di Kantor milik keluarga Susan, om Leon membuat kegaduhan di ruang rapat. “Saya minta peraturan perusahaan yang lama diubah sesuai dengan peraturan yang baru” ucap om Leon dengan tegas....
...“Tidak bisa” ucap salah satu kepala bagian....
...“Iya pak, peraturan yang lama sudah berjalan lancar dan tak perlu ada yang dirubah lagi” ucap kepala bagian yang lain saling mendukung....
...“Kalau ada yang bantah silahkan keluar” celetuk om Leon mengarah kan tangan nya ke arah pintu ruang rapat....
...“kalau anda mau rubah peraturan perusahaan yang sudah berjalan bertahun-tahun berarti anda harus bersiap-siap menghadapi para pemegang saham di perusahaan ini karena tidak sepenuhnya pemegang saham dominan milik kakak anda melainkan orang lain” ucap Rosa dengan kharisma menolak gagasan yang dibuat om Leon....
...“Siapa kamu datang datang merusak rapat saya?” Ucap Leon dengan nada tegas....
...“Tidak perlu tahu saya siapa” celetuk Rosa....
...“Hubungi security untuk usir wanita ini” suruh om Leon kepada asistennya....
...“Gak usah nunggu diseret saya akan pergi, saya ingatkan kepada kepala bagian semuanya bahwa peraturan serta kebijakan yang akan dicanangkan oleh bapak Leon sebagian besar tidak menguntungkan perusahaan melainkan hanya menguntungkan dirinya sendiri. Sebelum terlanjur lebih baik jangan disetujui” ucap Rosa melangkah pergi sambil melemparkan kartu namanya diatas meja....
...Salah satu kepala bagian mengambil kartu nama milik Rosa, “dia Rosa Laurin salah satu pengacara terkemuka di kota ini” ucap nya seru....
...Semua yang berada di ruangan rapat terkejut, “kenapa dia bisa datang ke perusahaan ini? Apa hubungannya sama perusahaan ini?” Ucap salah satu kepala bagian....
...“Gak penting dia siapa yang penting saya mau peraturan yang baru segera diterapkan dan ditetapkan” ucap om Leon tegas....
...“Saya gak setuju” ucap kepala bagian....
...“Saya juga” ucap yang lain....
...“Saya juga”...
...“Saya juga”...
...“Kalian membangkang dengan perintah saya, saya ini atasan kalian” ucap om Leon kesal....
...“Atasan sementara karena yang seharusnya mengatur kita bukan anda tapi nona Susan selaku putri bapak Gani pendiri perusahaan ini” ucap kepala HRD dengan nada tegas....
...“Bapak seharusnya memberikan ide kreativitas atau inovasi terbaru untuk perusahaan ini bukan malah merubah yang sebenarnya gak perlu anda rubah karena itu bukan wewenang anda” ucap kepala keuangan menyanggah ucapan kepala HRD....
...“Kalau anda terus menekan kami untuk menjalankan hal tersebut lebih baik kami keluar dari perusahaan ini” ucap kepala marketing yang disetujui oleh semua kepala bagian....
...Om Leon yang terdesak karena tak ada dukungan internal hanya bisa menahan amarahnya sambil mengepalkan tangan lalu pergi diikuti oleh asistennya....
...Lisa salah satu karyawan di perusahaan tersebut diam-diam merekam video perdebatan di ruang rapat lalu mengirimnya pada seorang wanita yang di sebelahnya ada Rosa yang masih duduk di dalam mobil....
...“Video itu bisa jadi bukti bahwa dia gak bisa menjadi pemimpin perusahaan, gak bisa jadi pemimpin perusahaan sama saja tidak bisa menjadi wali Susan” ucap Rosa sambil menutup ponselnya....
...“Lakukan saja yang terbaik yang penting sesuai prosedur” ucap wanita tersebut....
...“Maaf kalau aku datang terlambat” gumam wanita itu dalam hati, lalu mobil tersebut melaju pergi....