Alifa Maulidia Mahendra .
Gadis cantik nan anggun yang biasa di panggil Alifa itu harus merasakan pahitnya cinta .
Ia di putuskan pacarnya dengan tanpa alasan yang jelas saat dia masih duduk di bangku kelas 2 SMA , dan tentu saja hal itu membuat Alifa sedih , namun belum genap satu bulan Alifa putus dari pacarnya , tiba-tiba saja ada seorang pemuda tampan yang melamarnya , yang tak lain pemuda itu adalah Hafiz , anak dari sahabat ayahnya .
Dan dengan berat hati Alifa menerima lamarannya atas permintaan ayahnya sekaligus Alifa ingin segera move on dari mantan pacarnya .
Dua tahun berlalu...
Setelah Alifa Lulus SMA , Alifa akan di nikahkan dengan tunangannya , Hafiz .
Namun... lagi-lagi Alifa harus merasakan pahitnya cinta dan sakitnya penghianatan , karena tepat di hari pernikahannya , Hafiz datang dengan seorang perempuan yang tengah hamil dan mengaku sebagai istri Hafiz .
Akankah Alifa akan tetap melanjutkan pernikahannya dengan mengganti pengantin pria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin al-arief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
" Sebenarnya sih aku ingin... sekali pulang ke rumah tapi... " Belum selesai Alifa bicara , tiba-tiba sebuah mobil mewah sudah berhenti tepat di depan mereka .
" Kak fardan... " Batin Alifa .
Ya... pemilik mobil mewah itu adalah Tuan muda Fardan Fauzian Mahendra .
Ia turun dari mobilnya .
" Apa aku terlambat ? " Tanya Fardan saat ia sudah berdiri di depan Alifa .
" Tidak , aku juga baru selesai ." Jawab Alifa .
" Kamu apa kabar ?" Tanya Fardan pada Ifan .
" Ya... seperti yang kamu liat , aku baik-baik saja ." Jawab Ifan .
" Apa kalian tidak ingin berkunjung ke rumah ." Tanya Ifan menatap mereka secara bergantian .
" Ya... ingin nya sih gitu , tapi kalau untuk hari ini aku tidak bisa , karena setelah ini aku ada temu janji dengan klien ." Jawab Fardan .
" Ooo... gitu ."
" Ya udah kita duluan ya , ayo Lif ." Ajak Fardan sembari membukakan pintu mobil untuk Alifa .
" Aku duluan ya Kak , Ai ." Pamit Alifa pada Ifan dan Aila .
" Oke , sampai jumpa lagi besok ." Ucap Aila sembari menyunggingkan senyumnya .
" Oke ." Alifa pun masuk kedalam mobilnya dengan di ikuti Fardan .
-----
Di sebuah rumah yang megah dan mewah bak istana , terlihat seorang pria paruh baya namun masih terlihat tampan dan berwibawa tengah duduk santai di ruang tengah sembari menikmati teh hijau kesukaannya , yang tak lain pria itu adalah Azazian Denis Arfiansyah .
Seorang presdir perusahaan terbesar pertama di negara xx . Dia pria yang dingin dan tegas , namun dia bisa bersikap lembut saat bersama keluarganya ,terutama kepada putra putrinya .
" Daddy... " Teriak seorang gadis cantik yang kini tengah berlari ke arah Azazian , siapa lagi kalau bukan putri sulungnya , Erlin .
" Daddy... aku sangat merindukan Daddy ." Ucap Erlin yang kini tengah memeluk Azazian .
" Apalagi Daddy , Daddy sangat - sangat merindukanmu ." Ucap Azazian sembari membalas pelukan putrinya .
" Kenapa Daddy pulang tidak mengabariku , aku kan bisa jemput Daddy ke bandara ."
" Daddy sengaja tidak mengabarimu karena Daddy ingin kasih kamu kejutan ."
" Oh ya , kamu dari mana ." Tanya Azazian pada putrinya .
" Aku dari Kampus ."
" Kampus...? ngapain kamu ke sana ? " Tanya Azazian heran . Pasalnya putrinya itu seorang dokter , jadi seharusnya dia ada di rumah sakit , bukan di kampus .
" Aku mengajar di sana Dad , dan asal Daddy tau , aku terpaksa mengajar di sana karena atas permintaan putra kesayangan Daddy ." Oceh Erlin .
" Maksud kamu Fardan ." Tanya Azazian .
Ya... Fardan adalah anak kandung dari Azazian Denis Arfiansyah dengan Faura Anindita Hermawan . Namun kejadian beberapa tahun yang lalu membuat Azazian harus kehilangan istri dan putranya yaitu Fardan , bahkan waktu itu Azazian mengira kalau putranya tidak bisa di selamatkan , namun siapa sangka setelah beberapa tahun lamanya , dia malah bertemu dengan pemuda tampan yang memiliki banyak kemiripan dengan dirinya , bahkan hampir sama dengannya di waktu muda , dan pemuda itu adalah Fardan , anak kandungnya yang ia kira telah tiada .
" Iya dad... memangnya siapa lagi ." Ucap Erlin .
" Untuk apa dia memintamu mengajar di sana ? " Tanya Azazian heran .
" Untuk apalagi kalau bukan untuk menjaga dan mengawasi istri kesayangannya itu , dan Daddy tau sendiri kan... kalau aku paling tidak bisa menolak keinginan adik kesayanganku itu ."
" Dia mirip sekali denganku , sangat posesif jika sudah berurusan dengan orang yang dia sayang ." Gumam Azazian pelan namun masih bisa di dengar oleh Erlin .
" Ya... sifat posesif Fardan itu memang menurun dari Daddy , bahkan dia tidak mau istrinya dekat dengan pria mana pun ."
" Sepertinya dia sangat mencintai istrinya , Daddy jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya ."
" Alifa gadis yang sangat cantik dan baik Dad , aku yakin Fardan bisa mendapatkan cintanya dan akan bahagia bersamanya ."
" Daddy sabar aja , Fardan pasti akan mengenalkan Alifa pada kita , tapi dia masih menunggu waktu yang tepat untuk membuka identitas aslinya pada Alifa ." Lanjut Erlin .
" Ya... Daddy akan bersabar untuk itu ." Ucap Azazian sembari tersenyum .
-----
Di tempat lain , lebih tepatnya di sebuah cafe .
Alifa merasa kesal kepada suaminya , bukannya mengantarkan dia pulang ,malah membawa Alifa ke cafe , tempat Fardan akan mengadakan meeting dengan klien nya .
" Kak Fardan aku ingin pulang ." Rengek Alifa .
" Tidak bisa Lif , kamu tunggu saja disini sebentar , aku harus menemui klien ku dulu , setelah itu baru kita pulang ."
" Tapi aku bosen jika hanya duduk seorang diri disini ."
" Aku janji tidak akan lama , kamu bisa pesan apapun yang kamu mau ,oke ."
" Hemmm... baiklah ,tapi janji ya , jangan lama-lama ,soalnya aku bosen jika hanya menunggu disini ."
" Iya sayang... " Ucap Fardan sembari tersenyum , membuat ketampanan nya kian bertambah .
" Ya sudah aku kesana dulu ya ." Pamit Fardan .
" Hemmm." Alifa hanya berdehem .
Fardan pun pergi menemui klien nya .
" Tau gitu ,aku ikut Kak Ifan aja ke rumah ." Gerutu Alifa dengan wajah yang terlihat di tekuk .
Tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa pesanan Alifa .
" Silahkan di nikmati Nona ." Ucap pelayan itu dengan ramah .
" Terima kasih ." Ucap Alifa .
"Sama-sama ." Pelayan itu pun pergi .
Saat Alifa tengah asyik memainkan ponselnya , tiba-tiba ada seorang gadis yang tengah hamil menghampirinya .
" Boleh aku duduk disini ." Tanya gadis itu pada Alifa . Karena saat ini tempat duduk di cafe itu sudah penuh saking banyaknya pengunjung yang datang ke cafe itu .
" Ya... silahkan saja ." Ucap Alifa tanpa melihat siapa orang di depannya , karena dia masih fokus pada ponselnya .
Gadis itu pun duduk satu meja dengan Alifa .
" Sepertinya aku pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya , tapi dimana ya... " Batin gadis itu .
" Kamu Alifa kan... " Tanya gadis itu setelah menyadari kalau gadis di depannya adalah mantan tunangan suaminya .
Mendengar namanya di sebut , seketika Alifa mendongakkan kepalanya menatap gadis di depannya .
Deg
Mata Alifa terbelalak setelah mengetahui siapa gadis di depannya .
Siapa lagi kalau bukan Widia , gadis licik yang sudah merebut Hafiz dari Alifa .
" Kamu... "Ucap Alifa dengan tatapan yang sulit di artikan .
" Tidak ku sangka aku bisa bertemu kembali denganmu ." Ucap Widia sembari tersenyum sinis .
" Dan aku lebih tidak menyangka lagi , jika aku harus bertemu dengan wanita pelakor sepertimu ." Sinis Alifa .
" Jaga bicaramu , kamu pikir kamu itu gadis baik-baik ." Ucap Widia emosi .
" Hhh... kamu itu tidak ada bedanya denganku ." Lanjut Widia .
" Apa maksudmu ." Tanya Alifa yang tidak mengerti dengan perkataan Widia .
" Kamu ini benar-benar tidak tau , atau hanya pura-pura tidak tau ."
" Cukup ya , aku benar-benar tidak tau apa maksudmu , dan jangan pernah samakan aku denganmu ." Ucap Alifa yang kini mulai tersulut emosi .
-
-
-
-
-
**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN & VOTE .
TERIMA KASIH...😉😉😉**
aku tunggu konflik berikutnya...