perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab20
Setelah acara perkenalan suami asri yang agak rusuh,akhirnya suasana bisa terkendali setelah acara mau di mulai.lalu acaranya pun di mulai setelah mempelai duduk di pelaminan,dan acara inti sekesai giliran acara tausiah,dan dani pun menuju tempat yang di sediakan,dani memberi tausiah dengan bahasa yang ringan dan gampang di teruma di semua kalangan,baik orang tua maupun kawula muda.semua tampak antusias mendengàrkan,kecuali bu siti,dan bambang,ya mereka datang,karena mereka kira ustadnya bukan suami asri.
"Ustad kayak gini kok di undang."sahut bu siti kesal.
"Udah diam aja bu,mau di dengar ndak mau ya pulang,"sungut yang lain karena merasa terganggu dengan keluhan bu siti.
"Bilang aja situ sirik karena anaknya tak selevel sama suami asri,yang ternyata seorang ustad ganteng,kaya lagi." sahut ibu ibu tetangga bu siti yang faham permasalahanya.
Sedangkan bambang penasaran karena setelah di lihat lihat,dia tampak familiar dengan suami asri ini,seperti pernah melihat.lalu dia mencoba membuka ponselnya menghubungi seseorang lewat cat,menanyakan bos besar mereka,dan matanya terbelalak melihat kiriman temannya dan ternyata benar bahwa suami asri memang bos besar di kantornya.
"Gawat ini karirku jadi taruhan kalau begini padahal aku terlanjur menghina dia lagi,sial bener dah,tau gini aku terima asri dari dulu aku pasti sudah bahagia dengannya." bambang terus bermonolog dalam hati,tidak dengan asri,dia meresa kagum dan makin cinta dengan dani,dia merasa keputusan gegabahnya benar benar membawa keberuntungan,punya suami ganteng,romantis,kaya dan sholeh,bahkan saat ceramah kelihatan sanga berwibawa,mendadak dia teringat kegiatan semalam,dia jadi senyum senyum sendiri dan pipinya berubah seperti udang rebus.sedang yuni yang menyadari hal itu jadi keluar ide jailnya?
"Kamu ngapain sri senyum senyum? keinget malam pertama? ceritain dong?' tanya yuni dengan lembut,tanpa sadar bahkan asri bercerita
"Iya aku keinget tadi malam sama mas dani sungguh romantis." seketika asri sadar yang di omongkan nya sontak dia melototkan matanya dan menutup mulutnya malu dan pipinya sudah kayak udang rebus.
"Ha.ha.ha.akhirnya. seromantis apa sih?emang tadi malam ngapain?"
"Udah ah yun jangan di bahas ah,udah dengerin aja kata pak ustad."
"Kata pak ustad apa kata mas suami?"goda yuni
"Hehe,kata suamiku."jawab asri dengan nyengir menampakkan gigi putihnya.
Wah, mantumu hebat ya bu sumi,lihat yang di sampaikan juga gampang di mengerti,dan saya lebih gampang paham.".sahut ibu ibu di sebelah bu sumi.
"Iya bu,kalau bisa minta tolong untuk mengisi majelis taklim sini biar cuma sebulan sekali." sahut bu lurah yang duduk di dekat bu sumi yang memang sebagai ketua majelis taklim,
"Wah kalau itu saya ndak tahu bu,coba tanya anaknya langsung aja,soalnya nak dani kan juga ada kerjaan lain." jawab bu sumi.
Di kubu bapak bapak tak jauh beda,pak arjo merasa bangga dengan menantunya itu,meski dulu awalnya datang penampilannya biasa saja ternyata sungguh di luar dugaan.
"Pak arjo,tolong bilang sama mas dani,besuk kalau halal bi halal bisa ngisi di kelurahan tidak? Soalnya saya suka bahasa dan materinya saya sangat suka mudah di cerna."
"Betul pak arjo,apalagi mau ngisi sholat tarawih." sahut warga yang berada di belakang pak arjo
"Wah kalau itu saya ndak berani nak dani juga harus ngurus perusahaannya sendiri.jadi ya saya ndak berani mutusi." jawab pak arjo.
"Zal hebat kakak iparmu ceramahnya enak di dengar,bahasanya juga bahasa gaul anak muda" ucap teman Rizal.
Dan tanpa terasa acaranya selesai, semua pulang,tinggal keluarga saja,dan keluarga asri masih di sini untuk ngobrol.
"Mas dani kerja di mana mas," tanya bobi suami mbak yanti.
"Saya jadi montir mas." jawab dani." kalau mas bobi?" lanjut Dani.
"Saya di DEPE corp.saya termasuk atasannya bambang tetangga pak lek arjo."
"Oya saya tau kalau mas bambang".
"Mas bobi tau yang punya perusahaan tempat mas kerja?" tanya yuni tiba tiba.
"Pak pradipta putra.beliau putra pak pradipta,tapi aku cuma tahu namanya,belum tau orangnya,paling pak giyo yang datang kantor."
"Mas bobi tahu nama panjang mas dani?"tambah yuni.
"Emang siapa mas?"
"Ya DANI PRADIPTA PUTRA lah jadi mas ustad ini bos kamu kak!."
"Hah.jadi mas dani ini bosku dong?" penasaran bobi dan di balas senyuman dani dan kluarga asri,sedang keluarga lain jadi heran sama asri,gimana asri yang cuma kerja di toko dapat suami seorang CEO muda ganteng kaya,ustad lagi monolog semuanya.
"Maaf pak dani saya tidak tahu sebelumnya." sahut bobi selanjutnya merasa tidak enak.
"Tenang mas bobi,santai aja,kalau di luar kantor kita kluarga jadi jangan terlalu formal,jadi kalau di kantor baru formal,jadi kita harus bisa menempatkan." balas dani.dan mereka ngobrol mengakrabkan masing masing,dan akhirnya mereka pamitan untuk pulang,kluarga asri sampai rumah jam 4,setelah sholat ashar dani dan asri duduk di ranjang sambil ngobrol.
"Mas kita berangkat kapan?" tanya Asri kepada suaminya.
"Lah malah nanyak,kamu maunya kapan sayang?" sontak pipi asri jadi merona karna panggilan sayang dani.
"Kamu kenapa sayang kok tersipu"
"Aku malu mas mas panggil sayang"
"Kamu harus terbiasa soalnya aku akan manggil kamu sayang.' ucap Dani kepada istrinya.
"Yaudah terserah mas. mas kapan kita berangkat?"
"Kenapa?kamu maunya kapan?"
"Aku ngikut mas. mas mau sekarang ayok,besuk ayok,lusa ya alhamdulillah." ucap Asri tampak tersenyum
Dani menatap ke arah istrinya.
"Kamu masih betah di sini?" tanya Dani kepada istrinya.
"Iya mas aku masih kangen rumah." jawab Asri sambil tersenyum.
"Yaudah, lusa gimana?" ucap Dani akhirnya.
"Bener mas?ah mas baik deh aku jadi sayang sama mas," histeris asri sembari memeluk dan menciumi wajah dani dan dani sangat senang dengan sikap manja asri.
Setelah isya,dani pak arjo dan rizal pulang dari masjid,lalu makan malam,setelah makan malam dan berbincang dani dan asri masuk kamar,dani masih berfikir akan jujur pada asri masalah cristin dia takut terjadi kesalah fahaman.
"Sayang,sini mas mau bicara," panggil dani ketika asri sedang melepas jilbab.dan asri selalu di buat tersipu dengan panggilan itu.
"Ada apa sayang,kelihatanya kok penting." jawab asri sedikit menggoda dani,asri jadi sedikit berani ketika di kamar dan cuma berdua,dani pun tersenyum.
"Sini mas mau ngomong,mas mau cerita tenteng masa lalu mas,biar besuk tidak terjadi salah faham.sebenarnya dulu semasa putih abu abu,atau SMA mas pernah menyukai cewek,tapi kami belum bisa di bilang pacaran,karena tidak ada ikrar kita jadian nah pas aku mau nembak dia di rumahnya aku di tolak oleh orang tuanya dan dia,dengan alasan ayahku udah bangkrut,dan aku masih berjuang,akhirnya setelah 3th kudengar dia nikah sama orang amerika,kemarin giyo bilang dia kembali mencariku,ternyata setelah giyo selidiki usaha suaminya bangkrut,dan usaha ayahnya di ujung tanduk.tapi mas sudah tidak ada perasaan lagi,cuma kamu yang mas sayangi dan cintai." jelas dani panjang lebar,sadar perubahan wajah asri lalu dani memeluk dan mencium asri.
"Udah mas critanya cuma itu?"tanya asri menunggu kelanjutannya,dan dani pun mengangguk dan tersenyum manis.
"Mas semua orang itu punya masa lalu,termasuk mas,yang penting mas sudah selesai,jangan beri celah untuk masuk,aku bisa menerima mas,yang penting sekarang cuma aku yang mas cinta,jadikan masa lalu untuk pelajaran,sekarang kita menatap masa depan."
"Begitupun aku mas,dulu sebelum merantau aku pernah suka sama mas bambang,tapi dia cuek,dan bude siti tahu tentang perasaanku dengan aku sering membantu bude siti.tapi setelah merantau aku tak sengaja melihat mas bambang bermesraan dengan perempuan lain di taman,dan aku anehnya cuman merasa tidak lagi suka sama dia,tidak marah atau apa.tapi tadi melihat mas di kerubuti cewek aku sangat marah dan cemburu,apa karena kita udah menikah ya?" tanya Asri kepada suaminya dengan wajah polosnya.
"Masya allah ternyata istriku sangat dewasa,tidak mengutamakan emosi.berati dulu kamu cuma kagum sayang,ndak cinta,kalau sekarang kamu udah cinta mati sama mas." goda dani
"Hem pede," jawab asri sambil bibirnya manyun,dan dani tanpa pikir panjang langsung mencium dan melumat bibir asri,asri yang semula kaget sempat berontak akhirnya luluh juga,dengan sama sama masih kaku akhirnya mereka saling lumat,dan menyalurkan gairahnya,lenguhan tertahan keluar dari mulut asri,tangan dani tidak mau tinggal diam,meraba seluruh tubuh asri,dan asri di buat semakin melayang,desahan desahan nikmat terus keluar dari mulut asri,dan pada malam ini mereka lalui dengan sangat nikmat mereguk indahnya surga dunia,dan selesai ketika badan mereka sama sama lemas,setelah itu tertidur saling berpelukan.