NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Sandra, Satya dan Raisya telah menjalin persahabatan sejak mereka memasuki dunia perkuliahan. Perhatian Satya pada Sandra terlalu berlebihan membuat Sandra menjadi terbawa perasaan.
Namun pada akhirnya Sandra harus mengubur perasaanya pada Satya kala Raisya memberitahunya bahwa dia akan segera menikah dengan Satya.
sakit dan perih yang Sandra rasakan.
Namun takdir berkata lain, Sandra terpaksa harus menjadi ibu sambung dari anak hasil pernikahan sahabatnya itu, Raisya dan Satya.
akan kah Sandra sanggup melalui hari harinya bersama Satya yang telah berubah dan masih di hantui oleh bayang-bayang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

Apartemen sudah sepi. Sandrina dan kak Satya sudah berangkat menuju kegiatan mereka masing-masing. Kini aku sedang bersantai dengan di temani satu gelas jus alpukat, masih berkutat dengan layar laptop di pangkuanku, merekap gaji karyawan Sandra's bakery.

Thing...

Satu notifikasi masuk di ponselku. Tangan kanan ku terulur mengambil ponsel yang berada di meja.

Sejenak hatiku berdesir kala melihat notifikasi yang tertera di layar ponsel. Bukti transferan sebanyak lima belas juta.

Think...

"Ndra uang bulanan sudah masuk ya." tidak lama pesan masuk dari kak Satya.

Aku cepat membalasnya dan mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

"Tapi ini kebanyakan kak" balasku.

"Sisa nya kamu simpan saja!"

Uang bulanan yang dikirimkan kak Satya menurutku sangat banyak, kalau hanya untuk belanja bulanan saja. Karena biaya diluar itu Kaka Satya yang ngurus. Seperti biaya bayar air dan listrik apart serta sekolah sandrina itu Kaka Satya yang urus.

Aku mengecek aplikasi bank di ponselku. Uang transferan dari Kaka Satya mengalir tiap bulan. tapi aku abay belum mengeceknya.

Total ada 75.000.000 di rekening yang kak satya kasi padaku. Jumlah yang sangat banyak bukan.

Nafkah lahir serius tapi nafkah batin misterius.

Apa dia bulan laki-laki normal ya?. Tapi itu sandrina buktinya.

Tidak ingin ambil pusing aku kembali berkutat dengan laptop di pangkuanku.

Dert... Dert..

Ponselku kembali berdering. Kini panggilan telpon.

Dari Pipit.

"Haloo... Assalamualaikum mbak San.." seperti biasa jika sedang panik pipi selalu dramatis.

"Wa'alaikumsalam, iya ada apa pit...?" jawabku ikutan panik.

"Mereka kembali lagi kesini mbak... Dan parahnya mereka maksa ingin masuk ke dapur, dan katanya sudah dapat izin dari mbak.." ucap Pipit di sebrang sana, suara cemprengnya sungguh memekakkan telinga.

"Terus kamu izinkan masuk pit?"

Aku mengurut keningku, rasanya pening kepalaku. Aku makin curiga dengan Tante Arini dan Meura, apa yang sedang mereka rencanakan. Aku harus lebih berhati-hati lagi.

"Aku sudah berusaha mencegahnya mbak... Tapi maaf. Mereka tetap menerobos masuk, mereka sampe mengeluarkan kata-kata kasar mbak, membentak karyawan. Mereka menjual nama mbak San.. Katanya mereka adalah saudara mbak San. para karyawan tidak bisa berkutik mbak".

"Astagfirullah....Pit... Untuk sekarang lebih hati-hati lagi ya. Terus apa yang mereka lakukan di dalam dapur pit?"

"Mereka mencoba roti-roti yang sedang di buat. Kemudian melihat bahan-bahan apa saja yang ada disana."

Setelah menutup telpon dari Pipit, aku menghela nafas kasar. Menduga duga motif kejahatan apa yang akan Tante Arini dan Meyra lakukan. Aku harus lebih berhati-hati lagi. Jangan sampai lengah.

***

"Mama Ndra.. Aku ada tugas dari sekolah" kata drina, aku yang sedang asyik menonton tayangan televisi menoleh.

"Tugas apa na?"

"Tugasnya membuat dongeng" ucap sandrina disebelahku.

"Dongen?"

Sandrina mengangguk. Aku jadi ingat tadi ada pesan di grup sekolah sandrina, menginfokan bahwa akan ada rapat orangtua untuk acara pentas seni akhir tahun. Mungkin ini tugas drina untuk akhir tahun.

"Oh iya nanti mama Ndra buatkan dongengnya ya." ucapku sambil mengelus lembut rambut panjangnya.

"Oke deh... Makasi Mama ndra"

"Sama-sama sayang" ucapku sambil menoel ujung hidungnya yang lancip.

"Papa kok belum pulang ya ma?" tanya gadis kecil itu, wajahnya sedikit cemberut.

"Iya sayang papa tadi nelpon katanya hari ini ada lembur sampe jam tujuh malam, makanya tadi mama ndra yang jemput drina sekolah"

"yah..." ucap sandrina, di wajahnya ada guratan kecewa.

"Drina mau tunggu papa pulang, atau mau masuk kamar?"

"Mau tunggu papa pulang" ucapnya kemudian.

"Ya sudah ini siaran televisinya mama ndra ganti ya jadi kartun kesukaan drina. Mama ndra mau ke kamar mandi dulu sebentar".

Setelah anteng dengan serial kartun pavorit nya, aku meninggalkan drina ke kamar mandi.

Tidak lama, aku telah selesai dengan kegiatanku di kamar mandi.

"Satya dengar mama!" Aku mendengar teringakan samar di luar. Aku berjalan cepat menuju pintu untuk keluar, memastikan apa yang terjadi.

Mama Laisa, ibu dari kak Satya. Aku keluar hanya celingukan, tidak tahu apa yang terjadi diantara kak Satya dengan Tante laisa. Sepertinya telah terjadi pertengkaran di antara mereka.

Tante laisa melirik sekilas, tatapannya tajam. Aku ingin menyalaminya. Tapi segan, keadaan sedang keruh tidak baik-baik saja.

Terlihat dari sorot mata kak Satya yang sedang menahan emosi. Matanya memerah, rahangnya mengeras.

"Mama tidak peduli apapun dengan alasanmu Satya. Apartemen ini sudah mama jual. Dan kamu segera pergi!, sebelum yang punya apartemen ini datang besok." Tante laisa dengan tatapan tajam.

"Tapi ma, apartemen ini punya Satya kenapa mama jual?" di lihat dari raut wajahnya, sepertinya kak Satya sudah sangat kesal.

"Mama tidak punya uang Satya!, Tante Arini mantan mertuamu sudah memutus kerja sama dengan mama. penghasilan mama dan papa menipis Satya. Maka dari itu mama menjual apartemen ini." Tante laisa berbicara tanpa melihat Satya. Aku hanya mematung menyaksikan, bingung apa yang harus aku bantu?, Sandrina yang berdiri di sebelahku meringis ketakutan. Perlahan dia menggenggam tanganku.

"Tapi kan apartemen ini milik Satya ma, Satya membelinya dengan hasil kerja Satya" ucap kak Satya masih berusaha membantah.

"Cukup Satya! Nurut sama mama. Segera berkemas, besok pagi yang punya apartemen akan segera datang".

Deg...

Tante laisa pergi begitu saja setelah membuat drama di mala hari ini. Kak Satya terduduk di sofa, ia membungkukkan tubuhnya sambil memijat pelipisnya.

Aku harus memutar otak, jika kak Satya memang benar akan meninggalkan apartemen ini lalu kita akan tinggal dimana?.

Setelah berbincang lama dan bernegosiasi dengan kak Satya akhirnya kami memutuskan untuk tinggal dirumah ayah dan ibu untuk sementara waktu.

jadilah kini kami bertiga berkemas, memasukan pakaian dan benda-benda penting kedalam koper.

"Maaf ndra, jadi merepotkan" ucapnya seraya menunduk memasukan pakaiannya kedalam koper.

"Apasih kak... Engga kok"

"Jika kita membeli rumah baru?, tapi tabunganku belum cukup ndra. tabunganku sudah terkuras habis untuk biaya pengobatan Raisya" ucap kak Satya, ada guratan sedih di wajahnya.

"Aku bisa bantu dikit kak, yang yang kamu kirimkan masih tersimpan rapi di bank, aku menggunakannya jika perlu." ucapku sambil tersenyum tipis.

Kak Satya menggeleng. " itu punya mu, simpan saja!"

Sandrina yang ikutan membereskan pakaian sesekali menguap karena ngantuk. Aku dan kak Satya sudah menyuruhnya untuk tidur tapi drina tidak mau.

Semua pakaian dan berang-barang penting sudah Ter packing rapi.

Detik detik meninggalkan apart. Kita sudah berada di ambang pintu apart. Kak Satya berdiri menatap kosong seluruh penjuru apart. Sepertinya hatinya berat meninggalkan apartemen dengan segala kenangan bersama mendiang Raisya.

Sandrina pun ikut terbawa suasana. Ia diam diam menangis dalam pelukanku. Tidak bersuara namun aku merasakan air matanya yang menetes di pundaku.

"Ayo kak, ayah dan ibu sudah menunggu di bawah"

Kak Satya mengangguk, kemudian membawa semua koper dan aku menggendong sandrina.

Jangan lupa like komen dan⭐⭐⭐⭐⭐ nya ya.. Teman teman. Terimakasih bagi yang sudah membaca novel pertamaku🙏🏻

1
roses
sipp di tunggu ya kak
Aimee Aiko
lanjut seru
Buku Matcha
Bagus
roses
kok jadi ikut deg degan ya ndra
roses
sabar ya sandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!