NovelToon NovelToon
Cinta Ribuan Duri

Cinta Ribuan Duri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / CEO
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“Alasan untuk mencintaimu hanyalah soal sosial.”

Kalimat itu menghantam hatiku seperti ribuan duri. Aku terdiam, seakan waktu menarikku kembali ke masa lalu.Andai saja saat itu aku tidak menuruti egonya.
Andai saja aku lebih berani mengikuti kata hatiku… untuk menolak perjodohan itu. Mungkin sekarang, hatiku tidak akan dipenuhi luka.

— Cinta Ribuan Duri —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Tidak Tahan

Kaki Ardila terhenti, kala melihat sebuah pemandangan yang membuat hatinya tertusuk pemandangan yang. Mengoyak kan hatinya, Genggaman tangan Rafa begitu lembut kepada sosok yang Ia terka Sekretaris sang Suami tersebut. Yang sedang keluar dari lift mampu di lihat oleh Ardila yang ada di pintu masuk Kantor,

Ardila, Segera berlalu air mata menetes di membasuh pipinya. " 𝘚𝘢𝘬𝘪𝘵! " Satu kata. Yang Ardila rasakan perihnya meradang begitu kuat,

Walaupun tidak ada rasa kepada. Lelaki tersebut namun apakah tidak boleh ia sesakit ini?, Ardila terhenti di sebuah taman yang berada di dekat kantor sang suami. Ia menumpahkan segala luka yang ia dapatkan,

" Tega, kamu mas! " Gumam Ardila tangannya bergetar hatinya tertusuk begitu dalam. Berkas yang ada di tangannya terjatuh

" Apa salahku mas? " Tanya Ardila pandangannya mengabur. Dan tubuh nya luruh Ia sempat merasakan — sebuah tangan kekar yang melingkat di lekukan lutut nya sbelum ia tidak sadarkan diri,

Ardila, mengerjapkan kedua matanya ia dengan gerakan lemah menarik punggung nya. Ingatannya mengingat kejadian di taman ia bola matanya, berkeliaran ke sana- kemari

Rumah sakit! , itu adalah tempatnya sekarang ia meringis kala melihat tangannya di tusuk jarum infus.

Krek!

Ia menoleh ke sosok yang, datang bersama seorang dokter. Sosok lelaki — yang Ia kenal baik tersebut

" apakah Ibu baik-baik saja? " Tanya Seorang dokter wanita berhijab

" Ya dokter, saya hanya pusing sedikit! " Sahutnya matanya, menatap lekat sosok lelaki bertubuh atletis dengan setelan kerja nya. Areksa orang yang telah menyelamatkan nya,

" Wajar aja ibu, pusing karena magh ibu kambuh saya akan memberikan resep obat yang bisa di tebus nantinya! " Kata dokter tersebut

" Ya dokter, Terimakasih"

" Sama-sama! "

Dokter tersebut keluar dari ruangan, membuat Ardila dan Areksa hanya berdua di ruangan tersebut. Areksa Menarik kursi yang ada di dekat Brankar lalu ia duduk di sana,

"Apakah, kamu bahagia dengan lelaki itu? "

Degh!,

Pertanyaan itu, menyayat hati Ardila tetiba — Roll film usang terputar di kepalanya semenjak dirinya menikah dengan Rafa ia tidak pernah di perilaku kan pantas.

" Bahagia! " Gumam Ardila menatap kosong ke depan seolah mencari, kebahagiaan yang banyak dialami banyak orang. " 𝘈𝘱𝘢 𝘪𝘵𝘶, 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯?.. 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢? ". Tanya nya dalam hati

Areksa menghela napas panjang, Ia tahu sekali tatapan mata Ardila meyakinkannya pada ketidak bahagiaan Gadis tersebut

" Kalau ngga bahagia, mending ngga usah di lanjutkan! " Kata Areksa dingin, membuat Ardila menatapnya dalam " Ngga segampang itu, untuk memutuskan satu hubungan yang mengaitkan dua keluarga! " Sahut Ardila mirip bisikan penuh luka

" Kalau, udah emang ngga bisa buat kamu nyaman atau bahagia mending hentikan!..." Ia menatap lekat bibirnya ia gigit dalam, Ia tidak pernah rela gadis yang ia cintai. Yang selalu tersenyum kini pendiam dan lemah, " Karena Aku paling benci , orang yang membuat kamu sakit! " Lanjut Areksa

" Maksud kamu? " Tanya Ardila Matanya terbelalak Areksa bangkit dari Duduknya. Ia keluar dari ruangan Ardila,

" Reksa!, kamu selalu mau melindungi ku. Tanpa kamu sadari kamu Menabur luka kepada dirimu Areksa! " Gumam Ardila

" Silakan masuk Pak! " Andara selaku Asisten pribadi Areksa ia membuka kan pintu, untuk sang Bos Areksa menajamkan matanya matanya. Melirik keluar jendela mobil,

" 𝘈𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩, 𝘥𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘈𝘳𝘥𝘪𝘭𝘢? ". Batinnya

Areksa, menegakkan punggung nya ia menatap lekat Pemandangan yang ada di jendela mobilnya. Hatinya kesekian kalinya tertusuk oleh pisau tak kasat mata,

" Andara! " Panggil Areksa

" Ya ada apa. Pak?, butuh sesuatu? " Tanya Andara dengan bibir bergetar

" Cari informasi tentang Rafa Andreo! " Pinta Areksa tangannya tergerak melepaskan. Cermin mata yang bertengkar di hidung mancungnya, " Ba-ik pak! "

" Besok harus ada! "

" Apaa?? " Pupil Andara membesar " Kenapa?, ngga bisa?, mau bonus di potong? " Ancam Reksa

" Baik-pak! " Mau tidak mau, Andara memgiyakan daripada ia di pecat. " 𝘕𝘢𝘴𝘪𝘣, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩𝘢𝘯! " Batin Andara

" Kamu mengumpat ku? " Mata Andra mendeklik tidak percaya. Ia menggeleng cepat

" Manaa ada??, " Sahutnya cepat

" Awas saja kamu! "

" 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩, 𝘱𝘢𝘬 𝘈𝘳𝘦𝘬𝘴𝘢 𝘚𝘦𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮 𝘊𝘦𝘯𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨? "

\*\*\*

“ 𝘋𝘪𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘣𝘶 𝘣𝘦𝘣𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩. ”

— 𝘈𝘳𝘦𝘬𝘴𝘢 𝘞𝘪𝘫𝘢𝘺𝘢 —

“ _𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘴𝘱𝘰𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵.__𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘱𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢._ ”

— 𝘈𝘳𝘥𝘪𝘭𝘢 —

“ 𝘊𝘪𝘯𝘵𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘣𝘢𝘥𝘪!, 𝘒𝘢𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘭𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘸𝘦𝘵! "

𝘜𝘱𝘴! 𝘚𝘰𝘳𝘳𝘺,

𝘉𝘺 : 𝘣𝘪𝘥𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪

𝘎𝘶𝘴𝘺 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘱, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘔𝘦𝘱𝘦𝘵 𝘣𝘨𝘵 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘦𝘴𝘬𝘶𝘭 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘨𝘢𝘬-𝘢𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘣𝘨𝘵 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶!,

𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩!, 𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘗𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘭𝘶𝘮 𝘣𝘢𝘳𝘶!

𝘫𝘨𝘯 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘧𝘰𝘭𝘭𝘰𝘸!

𝘩𝘵𝘵𝘱𝘴://𝘸𝘩𝘢𝘵𝘴𝘢𝘱𝘱.𝘤𝘰𝘮/𝘤𝘩𝘢𝘯𝘯𝘦𝘭/0029𝘝𝘣7𝘊𝘵𝘶2𝘉𝘒𝘧𝘪1𝘈6𝘖𝘷𝘴𝘦0𝘳

𝘍𝘰𝘭𝘭𝘰𝘸 𝘺𝘢 𝘮𝘴𝘩 𝘴𝘦𝘱𝘪!

𝘒𝘺𝘬 𝘬𝘶𝘣𝘶𝘳𝘢𝘯!

🤍🤍🤍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!