NovelToon NovelToon
How Can I Run Away From That Obsessive Man

How Can I Run Away From That Obsessive Man

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kensujishisu

#timetravel
Sebenarnya aku seharusnya sudah mati kan? kenapa tiba tiba aku berada di dunia seperti manhwa... aku baru aja selesai baca ini novel? loh kok bisa masuk?
dan lagi kenapa aku jadi villainess kejam yang akan mengganggu tokoh utama cowok dan cewek yang ada di dunia ini! Elisia Verderick salah satu anak marquiss ternama di dunia novel itu, aku tidak mau berususan dengan pria pria obsesif di dunia ini.. bahkan sampai dikurung!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kensujishisu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Semua orang yang maju adalah bangsawan bangsawan yang asing namanya dan ada juga bangsawan yang masih kuingat.

Namun, saat giliranku tiba, aku yang menarik nafas dalam dalam mencoba tenang saat maju kedepan, semua pasang mata memandangku seolah aku lah yang mereka tunggu tunggu.

Aku menghembuskan nafas yang sejak tadi kutahan dari tadi karena gemetar.

"Silahkan Nona perkenalkan diri anda. " Ucap Rodex mengarahkanku untuk memperkenalkan diriku.

"Perkenalkan Saya Elisia Vederick, hobi saya adalah belajar? semuanya mohon bantuannya untuk hari ini dan seterusnya."

Sebenarnya aku tidak punya hobi khusus tapi semenjak ujian aku jadi kecanduan belajar.

Semua orang yang kian menatapku saling berbisik pasti dalam pikiran mereka banyak sekali macamnya seperti Elisia si wanita kejam dan posisi dan kedudukan ku yang terkenal ini menjadi perbincangan mereka sekarang.

"Senang sekali bisa sekelas dengan nona keluarga Vederick yang terhormat, mulai sekarang mohon bantuannya nona.. "

Rodex pun sangat hormat kepada Elisia, tidak disangka kedudukan seperti ini pengaruhnya sangat kuat sekali.

Aku yang kembali ke tempat duduk pun menatap mereka yang kian menatapku lekat, tapi mereka langsung mengalihkan pandangan ketika aku menatap mata mereka.

Pelajaran pertama pun dilanjutkan oleh Rodex, semua orang yang ada dikelas ini mendengarkan secara seksama, aku yang mengetahui sejarah ini lebih dulu dibanding yang lain pun merasa bahwa apa aku perlu belajar lagi agar ingatanku lebih kuat.

Tapi saat ditengah pelajaran tiba, Rodex berhenti berbicara.

"Oh ya Nona dan tuan muda sekalian, saya ingin berbicara mengenai hal ini tadi namun saya melupakannya, untuk kabar putra mahkota hari ini tidak bisa masuk terlebih dahulu karena ada tugas mendadak yang diberikan kaisar untuk masa depan kekaisaran jadi Putra Mahkota akan masuk kelas minggu depan, harap semuanya bisa menyambut dengan baik putra mahkota nantinya.. "

"Baik guru!.. "

Orang orang yang mendengar hal itu langsung bergosip menantikan kedatangan putra mahkota dan penasaran rupa wajah putra mahkota seperti apa.

Sosok yang diidamkan gadis bangsawan dan sosok yang dikenal sangat cerdik dan pemberani untuk menjadi kaisar selanjutnya itu seketika saat Rodex membicarakan hal tersebut.

Aku yang tersentak, dengan raut wajah pucat... terdiam membeku mendengar satu kalimat bahwa Edwin akan sekelas denganku.

Tidak.... Mengapa Edwin sekelas denganku? apa yang terjadi bukanlah seharusnya dia tidak sekelas dengan Elisia di cerita aslinya kenapa jadi begini? apa jangan jangan Edwin ingin membalas dendam padaku sesuai apa yang dia katakan waktu itu dan masuk ke kelas A.

Aku yang berusaha memikirkan apa yang terjadi sekarang membuatku kehabisan kata kata, awalnya kehidupan ku yang ingin tentram pun pupus mendengar kalimat dari Rodex itu.

Aku yang tidak bisa berpikir apapun lagi sampai tidak mendengar bangsawan - bangsawan yang memanggilku, mereka semua mencoba mengakrabkan diri denganku.

Aku yang tersenyum membalas sapaan mereka harus, memberi kenangan yang baik dan memperbaiki nama Elisia, namun mendengar ucapan Rodex tadi membuatku tidak bisa berinteraksi dengan siapapun sekarang.

Saat istirahat sudah tiba aku pun langsung pergi dari jangkauan mereka, bangsawan yang ingin berkenalan denganku tadi tampak sedih, karena merasa diabaikan.

hah maafkan aku semuanya tapi sekarang aku bahkan tidak bisa berfikir, jika ada Edwin disini maka, misi ku untuk mendekatkan Lea dengan Varenze pupus sudah, dia pasti akan mencurigaiku aneh aneh dan akan membunuhku jika dia melihatku mengancam nyawa Lea....

Aku yang berusaha tenang pun mencoba mencari cara agar aku bisa mendekatkan Lea dengan Varenze secepat mungkin jadi Edwin tidak akan curiga dan tidak akan menaruh hati kepada Lea karena Lea sudah dekat dengan seseorang.

Ugh tapi kan anak itu sangat nekat dan tidak bisa dipungkiri karena ke obsesifan nya itu dia bahkan rela melakukan apapun diluar kehendak nya.

Aku yang berjalan tanpa arah mencoba mencari cara agar masalah ini bisa terpecahkan, dan karena waktu istirahat masih tiga puluh menit lagi aku mencoba untuk mencari Lea dengan ingatan ku yang seadanya ini.

Sekiranya seingatku Lea berada dikelas yang isinya peringkat tinggi juga dia diatasnya Varenze jadi kemungkinan harus nya dia berada dikelas B juga? ah.. jangan jangan dia betul dikelas B? tapi.. jika seperti itu bukankah akan mudah untuk mendekatkan nya langsung, sepertinya aku harus ke kelas Varenze sekarang

Aku kembali berjalan kearah sebelumnya dan menghampiri kelas B yang ada Varenze disana, tampaknya Varenze masih belum mendapatkan teman bicara karena sepertinya dia masih malu.

Aku memohon izin untuk masuk kelas kepada anak kelas disana mereka yang terkejut melihatku bertanya tanya siapa aku setelah aku memperkenalkan diri sebagai Elisia mereka langsung mengerumuniku.

Lebih sulit dari yang dibayangkan jika aku ingin mengajak Varenze berbicara

Eh tapi tunggu sebentar bukankah Vion juga peringkat dua? jika benar begitu bukankah harusnya di kelas B adalah Vion dan Lea? mengapa mereka tidak disini.. setelah kulihat lihat tidak ada tanda keberadaan mereka.

"Nona? ada apa? apa yang membuat anda kesini. "

Semua orang yang mengerumuniku akhirnya pada memisah ketika Varenze menghampiriku, membuatku terselamatkan.

"Ah tidak Varenze... aku hanya ingin melihat bagaimana keadaanmu apa kamu baik baik saja?"

"Saya baik baik saja nona, sangat senang bahwa anda menghawatirkan saya... "

"Ah aku merasa sedikit bersalah membuatmu sampai berdiri dari kursi mu... tapi saya ingin bertanya sesuatu kepada Anda.. "

"Ya nona? silahkan tanya apapun itu saya akan menjawabnya.. "

"Bukan disini tapi diluar, ayo kita bicara diluar. " Aku lalu menarik tangan Varenze keluar mencari tempat yang nyaman untuk berbicara berdua.

Semua orang yang melirik kearah kami pun mulai berbisik, namun aku tidak peduli akan hal itu dan lanjut jalan saja.

Saat tempat sudah lumayan sepi aku pun menarik nafas ku dalam dalam dan menghembuskannya, aku harap Varenze bisa tau akan hal ini.

"Jadi yang ingin kutanyakan adalah soal temanku, Dia bernama Baroness Lea Alenaesa.. apakah dia sekelas dengan anda? "

"Baron Lea? saya mencoba mencari tau semua nama nama dikelas seangkatan ini kemarin sekalian menghapal denah akademi, yang saya ingat Baroness Lea berada dikelas B juga tapi dikarenakan ada perubahaan peringkat jadi dia dipindahkan kekelas G?"

"Kenapa? apa maksudnya perubahan peringkat? bukankah dia peringkat tiga? "

"Ah..saya mengira nona mengetahuinya,barusan saja guru saya memberitahukan pengunguman penting bahwa Baroness Lea melakukan kecurangan, dan saat di tes ulang dia tidak bisa menjawab pertanyaan ujian dengan nilai yang sebelumnya, jadi dia diturunkan peringkatnya karena mencoba melakukan penipuan. "

Tidak mungkin? Lea di cerita aslinya adalah gadis yang sangat pintar dia selalu membaca buku di perpustakaan dan tidak pernah gagal ujian, bahkan ujiannya yang kurang beberapa skor itu disebabkan karena dia sakit, Lea dari dulu memiliki kondisi fisik yang kurang bagus dan selalu minum obat jika penyakit nya kambuh dan saat ujian itu di pastikan Lea kurang konsentrasi.. apakah mungkin saat tes ulang penyakit Lea sangat parah..

"Setau saya dia sakit apakah saat tes ulang penyakitnya kambuh sangat parah?"

"Ah saya dengar dengar dia memang punya penyakit tapi sekarang kata orang orang penyakitnya sudah sembuh total dan dia sama sekali ga sakit sekarang jadi sudah sehat seperti dibilang mereka."

"Bahkan saat tes ulang itu? "

"Ya bahkan sebelumnya.. Ah apakah ada yang ingin ditanyakan lagi nona?saya akan mencari tau tentang Baroness Lea jika nona mengkhawatirkannya. "

"Ada satu lagi, Apakah Viscount Vion Jepentus satu kelas denganmu?

............

1
Dania
semangat tor
GACHA LIFE
bagus!!
ygwegtloh
jgn jgn nnti pangeran nya masuk lebih awal juga
araraa
bdh bgt ga si😭 yang buat Vion tanggung jawab woi
KEITH
pintar banget putra mahkotanya keknya ga bisa dikibulin lagian yang malsuin juga tiba tiba bilang tampan kan ngakak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!