NovelToon NovelToon
Sang Pendiri Kekaisaran

Sang Pendiri Kekaisaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.


"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengusir Para Dewa

Luo Qingyin terdiam untuk beberapa saat begitu mendengar kalimat perpisahan. Raut wajahnya menjadi sedih yang kemudian disadari oleh Permaisuri Shen yang langsung memeluk guna menenangkannya.

"Tenanglah," ucap Permaisuri Shen.

Mereka melepaskan pelukan setelahnya kemudian Permaisuri Shen mulai menggumamkan mantra membuat segel tangan seketika aura aneh muncul dari dalam tubuhnya dan lingkungan sekitar yang gelap berubah menjadi terang dengan kemunculan energi kuno berupa altar kuno dengan pilar-pilar batu dan rantai yang menghiasi serta sebuah patung raksasa yang seakan memandang siapapun dengan tekanan kewibawannya.

"Ini adalah altar kuno Klan Shen. Aku memanggilnya dari reruntuhan wilayah Klan Shen, dengan ini aku akan membantu mu membuka mata ketiga menggunakan keterikatan kalian berdua. Namun, salah satu hakim surgawi merupakan anggota klan Shen di Alam Dewa tentunya akan menyadari keanehan dan aku telah menyiapkan segalanya untu hari ini mencegahnya ikut campur dalam upacara kebangkitan mu,"ucap Permaisuri Shen menjelaskannya kepada Luo Qingyin.

"Teteskan darah mu."

Luo Qingyin mengikuti instruksi menggores ibu jarinya membuat darah menetes pada altar yang kemudian mengaktifkan formasi besar hingga aura kuno dari patung leluhur klan Shen keluar begitu kuat. Mata dari patung leluhur menyala menembakkan kekuatan langsung masuk ke dalam tubuhnya membuatnya mengerang kesakitan seakan api membakar nya hidup-hidup. Permaisuri Shen menarik seutas benang merah kemudian benang itu bergerak mengelilingi Luo Qingyin masuk diantara kedua alisnya.

Degggg!!!

Luo Qingyin merasakan pusing sekaligus terkejut begitu melihat pemandangan yang sebenarnya ketika pertarungan di langit. Ia dapat melihat jelas Jendral Hantu Han Wuzhi tengah berperang bersama pasukannya melawan prajurit alam Dewa. Tiga Hakim Surgawi beraura mulia tengah memandang Huang Xuan yang berusaha melawan eksekusi hukuman. Luo Qingyin merasakan aura nya begitu mirip dengan salah satu dari Hakim Surgawi yang diyakini nya sebagai anggota Klan Shen di Alam Dewa.

Luo Qingyin menutup mata kemudian membuka nya kembali terdiam begitu melihat pusaran lubang hitam dengan aksara Kaisar berada di tengahnya berikut jiwa Huang Xuan bermeditasi.

"Siapa yang  berani mengintip kesadaranku!" bentak Huang Xuan meledakkan energinya begitu besar menciptakan gelombang tsunami menerjang ke arah Luo Qingyin.

"Senior! ini aku Luo Qingyin!"

Huang Xuan mendengar nama sekaligus suara yang dikenalnya seketika menghentikan amukan gelombang tsunami menyipitkan matanya terkejut begitu melihat keberadaan Luo Qingyin.

"Bagaimana bisa kau berada di lautan kesadaranku?"

"Ceritanya sangat panjang. Akan tetapi ibunda tengah memanggil altar kuno Klan Shen melakukan upacara untuk pembukaan mata ketiga ku. Jika aku bisa membuka mata ketiga maka tiga dewa itu akan kembali ke alam Dewa secara paksa. Aku dan senior telah terhubung, apa yang dilihat senior aku bisa melihatnya dan kata ibunda dengan aura senior maka mata ketiga ku bisa bangkit,"jawab Luo Qingyin menjelaskan apa yang sedang terjadi.

Huang Xuan terdiam mendengar jawaban dari Luo Qingyin.

"Mata ketiga legendaris dari klan Shen? Aku memang pernah mendengarnya dan baru saja mengingatnya. Akan tetapi apa hubungannya dengan aura ku yang bisa membangkitkan mata ketiga nya, Bahkan klan Shen sendiri belum tentu semua bisa membangkitkan mata ketiga," batin Huang Xuan bingung.

"Baiklah, aku akan mengikuti pengaturan dari Permaisuri Shen." jawabnya setuju.

Luo Qingyin mendekat mengangkat kedua telapak tangannya se dada nya yang kemudiain dipahami oleh Huang Xuan yang sama hal nya melakukan. Kedua telapak tangan mereka bersatu perlahan-lahan mata mereka terpejam dan tanpa disadari aura mereka menyatu bagaikan pusaran. Dari lubang pusaran hitam keluar jari telunjuk dengan aura luar biasa mampu membuat gejolak di lautan kesadaran Huang Xuan. Jari telunjuk tersebut menyentuh kening Luo Qingyin membuat perlahan diantara kedua alisnya muncul goresan yang tak lama kemudian sebuah kelopak mata muncul terbuka berkedip beberapa kali. Jari telunjuk tersebut kembali masuk ke dalam lubang pusaran hitam. Keduanya membuka mata secara bersamaan. Huang Xuan memandang mata ketiga Luo Qingyin yang telah terbuka.

"Ibunda mengatakan bahwa dengan mata ketiga ini senior bisa mengusir mereka dengan meramalkan takdir para hakim surgawi. Ketika dewa diramalkan takdir nya maka dimasa depan mereka akan jatuh dan kekuatan mata ketiga setara dengan hukum semesta yang mampu mengatur dunia. Senior bisa mengusir mereka karena telah datang ke alam manusia, sama seperti Kaisar Dewa Surgawi yang memiliki kekuatan penguasa dunia. Jiwa kita sekarang terhubung, senior merupakan perantara dari ku untuk melakukannya ini. Salah satu hakim surgawi adalah anggota Klan Shen di alam Dewa sehingga dia pasti akan menyadari kekuatan mata ketiga ini," ucap Luo Qingyin.

"Baik, kita akan melakukannya bersama-sama," balas Huang Xuan.

Luo Qingyin menganggukkan kepalanya tersenyum kemudian menghilang kembali ke tempat Permaisuri Shen berada. Ia mulai mengikuti setiap ucapan berikut segel tangan yang dilakukan Permaisuri Shen sedangkan Huang Xuan bertempur dengan sengit melawan pedang yang turun disetiap ia menghancurkannya.

"Sekalipun kau mempelajari teknik pemurnian tubuh dari Klan Naga Kuno, tubuhmu tak sekuat itu untuk menahan hukum surgawi yang telah ditetapkan. Aku yakin kau hanya menemukan sebagian teknik itu karena klan Naga Kuno telah musnah," ucap Dewa Feng Tianxing dengan sangat yakin.

"Hmph!! Kau akan menyesali apa yang telah kau ucapkan," balas Huang Xuan.

"Canghai, apakah kau telah siap untuk mengakhiri ini semua? Aku harap kau mampu menahan energi besar ini"

"Tentu tuan!" balas Canghai.

Huang Xuan tertawa keras begitu puas akan jawaban Canghai kemudian bersemangat untuk menghancurkan pedang hukuman yang datang. Luo Qingyin telah menyelesaikan segel tangan berikut mantra yang akan membuka mata ketiganya.

"Aku yakin putriku tidak akan mengecewakan ku," ucap Permaisuri Shen perlahan-lahan menghilang.

Luo Qingyin menganggukkan kepalanya teguh akan hatinya memberikan salam perpisahan. Suasan begitu hening, Luo Qingyin memandang patung leluhurnya memberikan penghormatan terakhirnya.

"Tidak ada perbedaan baik Klan Shen yang ada di alam manusia ataupun di Alam Dewa," ucapnya memberikan salam sebelum altar leluhur klan perlahan runtuh dan dirinya kembali ke dunia nyata.

Ia memandang ke atas melesat menuju langit yang membuat Adipatii Beiyue berteriak memperingatkan Luo Qingyin untuk tidak gegabah.

"Aku tidak akan egois menggunakan nyawa orang lain untuk tameng diriku,"ucapnya menginjakkan kakinya di atas formasi besar tersenyum lembut kepada para bidadari kemudian menggumamkan mantra sembari membuat segel tangan yang seketika tanah bergetar hebat bahkan langit seakan hendak runtuh oleh guncangan yang terjadi.Tiga Hakim Surgawi mengerutkan kening bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Diantara kedua alisnya muncul garis tipis yang diselimuti cahaya begitupula aura kuno dan tak lama kemudian kelopak mata muncul terbuka dengan pupil mata yang bergerak kesana-kemari.

"Mata yang melihat segalanya mengendalikan takdir dan mengguncang segalanya. Aku Luo Qingyin membuka mata ketiga untuk meramalkan takdir para Dewa"ucapnya lantang.

Seutas energi tak kasat mata mengalir menuju ke arah Huang Xuan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat diantara kedua alisnya muncul mata ketiga. Dewa Shen Guanyin merakan perasaan tak enak di hatinya kemudian terkejut hingga terdiam untuk beberapa saat ketika melihat kemunculan mata diantara kedua alis Huang Xuan.

"Mata Ketiga! Hati-hati!" teriaknya dengan keras membuat kedua Dewa yang berada di sampingnya terkejut.

Mereka tak sempat untuk bertidak ketika cahaya dari mata ketiga melesat mengenai mereka bertiga untuk sesaat. Huang Xuan memanfaatkan keterkejutan mereka bertiga dengan bertindak mengayunkan pedangnya sekuat tenaga membuat bilah pedang dahsyat melesat begitu cepat.

"Tebasan Wibawa Naga Purba!"

Bilah pedang tersebut menembus tubuh hakim surgawi yang seketika melukai mereka mengembalikan kesadaran secara bersamaan bersamaan.

"Apa yang terjadi?!" ucap Dewa Feng Tianxing merasakan krisis yang terjadi.

Dewa Shen Guanyin tak menjawab pertanyaan akan tetapi matanya melihat jauh disekelilingnya mencari sesuatu dengan perasaan tergesa-gesa hingga pandangannya menyapu kota Hanjin menemukan Luo Qingyin yang tengah tersenyum puas.

"Dia!" pekik nya di dalam hatinya ketakutan.

Cahaya keemasan turun dari langit disertai ruang di sekitarnya yang perlahan retak perlahan mereka dapat melihat benang takdir mereka bergetar. Diujung, benang takdir mereka hanyalah cahaya putih. Kesadaran mereka seakan tersedot ke dalam suatu dimensi kemudian kembali ke dunia nyata. Rantai berwarna emas muncul dari ruang hampa mengikat tubuh mereka menembus jantung mengikat dantian kemudian menariknya secara paksa ke dalam pusaran cahaya emas. Platfrom eksekusi surgawi runtuh hancur menjadi berkeping-keping.

"Bagaimana? Sampai jumpa di Alam Dewa jika kalian masih hidup," ucap Huang Xuan tertawa kecil.

Kedua hakim surgawi menoleh ke arah Dewa Shen Guanyin meminta penjelasan apa yang sedang terjadi.

"Mata Ketiga terbuka, meramalkan dewa sama membuka perlindungan takdir memutuskan takdirnya menjatuhkannya dari alam Dewa," ucap Dewa Shen Guanyin dengan tatapan hampa.

"Apa maksudmu? "tanya Dewa Yan Fasheng bingung.

"Kita semua akan mati," jawabnya singkat sebelum mereka bertiga menembus pusaran cahaya menghilang dari alam manusia.

Para prajurit surgawi berjatuhan kehilangan kemuliaan alam Dewa membuat mereka perlahan-lahan tewas berjatuhan ke tanah bagaikan meteor jatuh menghilang tanpa jejak dilalap oleh api.

1
Nanik S
Huang Xuan lupa ingatan
Nanik S
Perang lagi
Nanik S
Ternyata Menyelamatkan Qingyun agar terhindar dr peoerangan
Nanik S
Kaisar ternyata licik juga
Nanik S
Naga perak pasti lenyap
Nanik S
Petikan senar hanya menghancurkan tombak 👍👍
Nanik S
Budak para dewa
Nanik S
Apakah Huang Xuan akan meninggalkan dunia Fana
Nanik S
Lanjuutkan
Nanik S
Huang Xuan .. menyesuaikan kondisi tubuhnya di alam yang baru
Nanik S
Hadir 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!