Lucky Caleb adalah definisi kesempurnaan di Berlin—seorang penyanyi dan aktor papan atas dengan kekayaan melimpah dan popularitas yang menggila.
Namun, di balik kemewahan hidupnya, Lucky adalah pria yang terjebak di masa lalu. Kesuksesan lagu-lagu hitsnya sebenarnya merupakan rahasia yang ia simpan bersama Renata Brox, kekasih masa SMA yang juga merupakan penulis lirik di balik jeniusnya musik Lucky.
Tiga tahun lalu, saat mereka berusia 19 tahun, Renata memilih mundur. Muak dengan tekanan industri dan merasa tidak lagi menjadi prioritas di tengah kesibukan Lucky yang egois, Renata menghilang dan memulai hidup baru sebagai mahasiswi hukum yang cerdas di London.
Di tengah kesepian dan kegagalannya untuk move on, Lucky hanya memiliki Freya, asisten pribadinya yang setia. Freya adalah satu-satunya orang yang mampu menghadapi sisi dingin dan manja Lucky, sosok yang mengatur seluruh hidup sang bintang dan menjadi jangkar di tengah badai ketenaran.
Selamat Bacaaaa 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#13
Lampu neon di apartemen kecil Renata di kawasan East London berkedip sekali sebelum menyala sepenuhnya, menerangi ruangan yang dipenuhi tumpukan jurnal hukum dan sisa kopi yang mendingin.
Renata meletakkan tasnya dengan tangan gemetar. Ia baru saja kembali dari Hyde Park—dari pelukan Lucky Caleb, dari tawa yang selama tiga tahun ini ia rindukan.
Namun, saat ia hendak melepas parit cokelatnya untuk bersiap masuk sif malam di restoran, ponselnya di atas meja kayu bergetar. Sebuah notifikasi pesan muncul di layar. Nama pengirimnya membuat jantung Renata seolah berhenti berdetak: Arthur.
“Kau baru seminggu kutinggal ke luar kota, langsung berselingkuh? Siapa laki-laki bertopi dan bermasker tadi di Hyde Park? Kita backstreet karena kamu yang minta, Renata. Jangan perlakukan aku seperti ini. Aku melihatmu memeluknya.”
Renata terduduk lemas di tepi ranjangnya. Rahasia yang ia simpan dengan rapi di London kini mulai retak.
Ternyata, selama setahun belakangan, Renata tidak sepenuhnya sendirian dalam kesunyian. Di tengah kerasnya kuliah hukum dan tekanan dari keluarga Caleb yang menghantuinya, Arthur adalah jawabannya. Arthur adalah senior di kampusnya, seorang pria dari keluarga kelas menengah yang cerdas, hangat, dan selalu ada saat Renata jatuh sakit atau butuh teman bicara.
Renata tidak memungkiri bahwa hatinya masih tertinggal di Berlin, terkunci bersama kenangannya dengan Lucky. Namun, ia hanyalah manusia biasa. Ia adalah seorang yatim piatu yang haus akan kasih sayang, dan Arthur adalah orang yang memberikan bahunya saat Lucky hanya menjadi suara di radio yang tak bisa ia sentuh.
Mereka menjalin hubungan secara diam-diam—atas permintaan Renata yang takut jika orang tua Lucky masih mengawasinya di London.
"Apa yang harus kukatakan?" bisik Renata pada keheningan kamarnya.
Ia mencintai Lucky dengan cara yang obsesif dan mendalam, namun ia juga membutuhkan Arthur untuk tetap waras di dunia nyata. Kini, Datangnya Lucky ke London membuat labirin kebohongan yang ia bangun mulai runtuh. Arthur bukan sekadar "senior kampus"; dia adalah kekasih yang kini merasa dikhianati.
Di sisi lain kota, di dalam apartemen, Freya Montgomery sedang berdiri di balkon, menatap lampu-lampu London yang mulai menyala satu per satu. Maskernya sudah dilepas, membiarkan angin dingin menyentuh wajah cantiknya. Namun, pikirannya tidak tenang.
Kejadian di Hyde Park tadi siang terus berputar di kepalanya seperti film yang rusak. Bukan tentang Lucky yang menciumi kening Renata, meski itu menyakitkan—tapi tentang pertemuan singkat dengan pria bernama Arthur.
Freya memiliki insting yang sangat tajam, hasil dari tumbuh besar di lingkungan keluarga Montgomery yang penuh dengan intrik bisnis dan pengkhianatan. Saat Lucky sibuk menatap Renata, Freya justru mengawasi Arthur. Ia melihat bagaimana mata pria itu tidak hanya menunjukkan kekaguman, tapi juga luka dan kemarahan yang tertahan saat melihat Renata bersama pria lain.
Tatapan mata itu... bukan tatapan seorang senior kampus kepada juniornya, batin Freya. Itu tatapan pria yang merasa miliknya sedang dicuri.
Sebagai seorang Montgomery, Freya tahu cara membaca kebohongan. Renata tampak terlalu gugup, terlalu cepat mengalihkan pembicaraan. Ada sesuatu yang tidak beres dengan "mahasiswi hukum yang setia" itu.
"Frey? Kau sedang apa di luar?" suara Lucky memanggil dari ruang tengah.
Freya dengan cepat masuk ke dalam. Ia melihat Lucky sedang berbaring di sofa dengan wajah yang sangat cerah, masih mengenakan hoodie yang tadi dipakai saat jalan-jalan.
"Hanya mencari udara segar, Luc," jawab Freya tenang.
"Aku merasa sangat hidup hari ini, Frey," ucap Lucky sambil menatap langit-langit. "Renata tetaplah Renata yang kukenal. Dia masih malu-malu saat bertemu orang asing di jalan tadi. Kau lihat kan si Arthur-Arthur itu? Dia sampai terpesona melihat kecantikan Renata."
Freya duduk di kursi di seberang Lucky, tangannya sibuk merapikan jadwal untuk besok, namun matanya tetap waspada. "Ya, aku lihat. Dia sepertinya sangat mengenal Renata."
"Tentu saja, dia seniornya. Renata memang selalu disukai semua orang," Lucky tertawa kecil, tidak menaruh curiga sedikit pun. "Tapi tetap saja, dia milikku sekarang. Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambilnya lagi."
Freya hanya diam. Ia ingin mengatakan pada Lucky untuk berhati-hati. Ia ingin memberi tahu Lucky bahwa ada api di mata Arthur tadi. Namun, ia tahu posisinya. Jika ia bicara sekarang tanpa bukti, Lucky mungkin akan menganggapnya cemburu atau mencoba merusak kebahagiaannya.
Aku tidak boleh gegabah, pikir Freya. Jika Renata mengkhianati Lucky, aku harus memastikannya dengan tanganku sendiri. Aku tidak akan membiarkan pria yang kubela-belakan sampai harus menyamar ini disakiti lagi oleh wanita yang sama.
Malam itu, saat Lucky sudah tertidur lelap karena kelelahan, Freya mengambil ponsel rahasianya—ponsel yang terhubung langsung dengan jaringan informasi keluarga Montgomery. Ia mengetik sebuah pesan kepada Fank.
“Fank, cari tahu semua informasi tentang pria bernama Arthur di fakultas hukum tempat Renata kuliah. Cari tahu hubungannya dengan Renata Brox secara detail. Jangan lewatkan satu pun foto atau jejak digital mereka. Aku butuh laporannya besok pagi.”
Freya Montgomery kembali menjadi sosok yang dingin dan kalkulatif. Di balik peran asistennya yang manja, ia adalah singa yang siap menerkam siapa pun yang mengancam orang yang ia cintai.
Ia menatap pintu kamar Lucky yang tertutup. Di dalamnya, Lucky mungkin sedang bermimpi tentang masa depan bersama Renata. Di tempat lain, Renata mungkin sedang sibuk mengetik pesan permohonan maaf kepada Arthur. Dan di sini, Freya berdiri di antara mereka, memegang kunci kebenaran yang bisa menghancurkan atau menyelamatkan segalanya.
"Jika kau memang tulus untuknya, Renata, aku akan tetap menjadi bayangan," gumam Freya pada kegelapan. "Tapi jika kau hanya menggunakannya untuk mengisi kesepianmu... kau akan tahu apa artinya berurusan dengan seorang Montgomery."
Kabut London semakin tebal, seolah menyimpan semua rahasia yang mulai membusuk di bawah permukaan ketenaran dan cinta yang buta. Perang tanpa wajah baru saja dimulai, dan Freya siap berada di garis depan, meski wajahnya tetap tersembunyi di balik masker hitam.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰
smngt Thor ceritanya bgus bgt