Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Rocky
*****
Rocky memasuki rumah dengan langkah gontai, matahari sudah berpindah di gantikan bulan.
Di balik tirai jendela, Nelly memperhatikannya dengan tatapan sinis, bibirnya menyunggingkan senyum penuh arti, memilih untuk tetap mengurung diri di kamarnya, enggan berhadapan langsung.
" Selamat datang Rocky. Hari ini kamu akan lihat kalau yang kamu lakukan itu hanya buang - buang energi saja. Aku tidak akan bisa di gantikan oleh siapa pun. Termasuk karyawan rendahan seperti pacar murahan kamu itu." Gumam Nelly pelan.
" Setelah hari ini, aku bisa pastikan kalau kamu tidak akan berani lagi bermain api di belakang ku. Rocky... Rocky..."
Di ruang tamu, sang mama sudah berdiri tegak, wajahnya memerah, nafasnya terengah-engah menahan amarah yang sudah memuncak.
Ketika Rocky melangkah masuk, suara langkahnya yang berat teredam oleh hentakan jantung sang mama yang kencang.
"Kamu dari mana saja? Segitu sibuk nya kamu di kantor sampai mengusir Nelly dari kantor? Iya Rocky? " Teriak sang mama, suaranya menggelegar memenuhi ruangan.
" Aku tidak mengusir nya, ma. Aku hanya menyuruhnya untuk pulang. " Jawab Rocky dengan tenang.
" Apa kah Nelly mengganggu kamu di kantor? Apa tidak bisa sedikit saja kamu menyisakan waktu untuk Nelly. Membahagiakan Nelly sama saja kamu sudah membahagiakan Nelly. Tapi di saat kamu menyakiti hati nya, hati mama jauh lebih sakit Rocky. Anak mama satu - satu nya tidak bisa menjaga perasaan wanita."
" Tadi aku memang sangat repot di kantor, ma."
" Sampai tidak punya waktu mempersiapkan pernikahan kamu dengan Nelly?"
" Ma..."
" Keinginan mama cuma satu Rocky. Kamu menikah dengan Nelly. Itu saja. Apa permintaan mama terlalu berlebihan buat kamu? Apa segitu sulit nya kamu untuk membuat mama senang dengan mengabulkan permintaan mama?" Pinta Yusnita memelas pada Rocky.
" Tapi kalau tadi mama tidak ada. Mama sudah meninggal, baru kamu bisa melakukan sesuai keinginan kamu. Toh mama juga tidak lihat kan?" Ucap Yusnita lagi.
" Bisa kita jangan membahas soal itu sekarang, ma?" Mohon Rocky menatap Yusnita.
" Lalu kapan? Kamu mau menunggu mama mati beneran ya?" Bentak Yusnita.
Tiba-tiba Nelly muncul dari balik pintu, dengan langkah yang mantap bak pahlawan yang datang untuk meredakan situasi.
" Tante, biarkan aku yang bicara dengan Rocky," Ucapnya tenang, menahan lengan Yusnita yang tampak hendak mengayunkan lebih banyak kata-kata pedas.
" Kenapa kamu di sini Nelly? Pulang lah. Kita bicarakan urusan kita lain waktu saja." Tanya Rocky menatap Nelly dengan raut tidak suka.
" Dia di sini karena dia sayang sama kamu. Tapi kamu malah mengabaikan Nelly. Nelly ini calon istri kamu Rocky. Jadi kamu harus mengutamakan Nelly dari hal apa pun." Potong Yusnita dengan lantang.
" Kamu harus ingat. Berkat papa nya Nelly, papa kamu masih hidup. Coba kamu bayangkan jika tidk ada donor dari papa nya Nelly? Apa papa kamu masih bisa bertahan sampai sekarang? Kita hutang nyawa dengan keluarga Nelly. Yang akan kamu lakukan sekarang ini, tidak sebanding dengan pengorbanan papa nya Nelly, Rocky. Kenapa kamu tidak paham juga." Keluh Yusnita antusias.
" Tante, sudah tante kasihan Rocky. Dia pasti capek sekarang." Bela Nelly berada di antara Rocky dan Yusnita.
" Anak ini harus di kasi pengertian biar nggak seenak nya lagi." Sahut Yusnita.
Rocky, yang terpojok oleh kehadiran kedua wanita itu, merasakan desakan emosi yang tak terkendali. Dalam kebingungan, kata-kata terlepas dari mulutnya tanpa filter.
" Tapi aku tidak mencintai Nelly, Ma. Jadi kami tidak mungkin menikah. Aku mencintai wanita lain. Dan aku hanya akan menikah dengan wanita yang aku cintai." Ucap Rocky dengan mantap dan penuh keyakinan.
Dia sudah yakin dengan keputusan nya sekarang. Apa pun yang akan terjadi ke depan nya, dia akan memperjuangkan hubungan nya dengan Ariana.
Mendengar pengakuan itu, ruangan seketika terasa membeku. Nelly menatap Rocky dengan perasaan terluka yang mendalam, matanya berkaca-kaca.
" Rocky, berani nya kamu mengatakan hal itu di depan ku." Bathin Nelly menggeram.
" Beb, apa yang kamu katakan? Bilang kalau kamu hanya bercanda, beb." Pinta Nelly sendu.
" Aku tidak sedang bercanda. Aku serius. Ada wanita lain yang aku cintai. Sejak awal, aku tidak pernah mencintai kamu. Kita bisa sampai ke tahap ini karena aku mengikuti semua keinginan Mama. Tapi sekarang aku tidak ingin lagi menyakiti orang yang aku sayang. Aku akan memperjuang kan nya. Maaf kan aku, Nelly." Jawab Rocky dengan tatapan yang serius.
Nelly memandang Rocky dengan raut tak percaya. Dia tidak menyangka kalau Rocky akan membongkar perselingkuhan nya sekarang di depan Yusnita.
Yusnita, yang seolah-olah ditampar oleh kenyataan itu, terdiam sejenak, kemudian wajahnya berubah menjadi pucat, tangannya gemetar.
Nelly, dengan langkah gontai, kembali ke kamarnya, meninggalkan Rocky dan Yusnita dalam hening yang menyesakkan.
*
*
*
Rizal baru saja keluar dari ruang kerjanya mendapati istri dan anaknya, Rocky, tengah terlibat dalam pertengkaran hebat. Yusnita, dengan nada tinggi dan mata berkilat, berusaha memaksakan kehendaknya untuk menikahkan Rocky dengan Nelly, seorang gadis pilihan keluarga yang menurutnya bisa menjamin masa depan dan status sosial mereka.
" Pikirkan sekali lagi, Rocky. Apa kurang nya Nelly dengan wanita itu. Wanita yang kamu sendiri juga tidak tahu asal usul nya." Ucap Yusnita dengan nada tinggi.
"Kita sudah berusaha keras untuk mencapai semua ini, Rocky! Kau tidak bisa seenaknya membuang semua pengorbanan kita hanya untuk cinta semu!" Seru Yusnita, tangan terkepal dan dada naik turun karena emosi yang memuncak.
Rocky, yang wajahnya memucat dan matanya berkaca-kaca, membalas dengan suara yang penuh keputusasaan.
" Ma, aku tidak bisa menikah dengan Nelly. Aku mencintai Ariana, dan aku akan memperjuangkannya, tidak peduli apa pun yang terjadi."
" Jadi ini balasan kamu untuk ibu yang sudah melahirkan kamu dengan pengorbanan?" Pekik Yusnita.
Tina-tiba saja, Yusnita memegang dadanya, matanya melebar karena rasa sakit yang tiba-tiba mendera.
" Rocky... mama tidak bisa bernapas," Keluhnya sambil tersungkur.
Keadaan menjadi kacau, dan Rocky dengan cepat menghampiri Yusnita, mengangkat tubuh Yusnita yang lemah ke dalam pelukannya.
" Ma... mama... mama bangun ma. Mama kenapa? Papa...." Pekik Rocky.
" Mama bangun ma. Mama dengar aku? Bangun ma..."
Rizal, yang semula terpaku, bergegas mendekat, wajahnya pucat pasi menyaksikan Yusnita dalam kondisi darurat.
" Pa... mama pa..." Ujar Rocky ketika Rizal berada di antara mereka.
Nelly yang mendengar suara jeritan Rocky tadi bergegas keluar dari kamar dan ingin menyaksikan kelanjutan dari drama nya tadi. Tapi dia terkejut ketika melihat Yusnita sudah berada dalam pelukan Rocky di atas lantai.
" Tante..." Jerit Nelly.
" Rocky, tante kenapa? Tante bangun tante..."
" Gendong Mama, kita ke rumah sakit sekarang." Pinta Rizal yang berjalan lebih dulu keluar rumah.
Dengan penuh kehati - hatian, Rocky menggendong Yusnita dan memasukkan nya ke dalam mobil dengan Rizal yang mengendarai mobil. Lalu Nelly ikut duduk di sebelah Rizal.
Rocky dengan wajah yang khawatir mendampingi Yusnita yang masih belum sadarkan diri.
* Duh... Yusnita kenapa tuh? Bisa sampai sesak nafas pingsan gitu?
Beneran apa pura - pura ya?
Jangan lupa tinggalkan komentar ya biar saya makin semangat melanjutkan bab nya
Terima kasih.