NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buku Nikah

Suasana makan malam mendadak canggung. Essa dan Alex hanya diam melihat tamu tak diundang sedang makan masakannya. Sang empunya saja tidak selera tapi tamu ini begitu menikmatinya.

"Ini masakan istrimu Alex, rasanya sangat tidak enak."

Ck, tidak enak tapi begitu lahap , batin Essa kesal.

"Rasanya kurang pas banyak kekurangannya, tapi lumayan aku menghargainya." Katanya yang melirik Essa.

Essa menyunggingkan senyum lalu bicara, "Aku tidak butuh pendapatmu. Lagi pula aku masak untuk suamiku bukan untukmu. Kamu bilang tidak enak, tapi menghabiskan tumisanku setengahnya." Essa melirik sinis pada sepiring capcay yang kini tinggal setengah. "Tidak enak apa karena lapar?" tanyanya dengan nada menyinggung.

"Heyra, ada apa kamu datang ke sini?" Akhirnya pertanyaan itu muncul dari Alex yang sedari tadi diam menatap kesal pada mantannya itu.

"Oh—aku sampai lupa." Heyra, menyimpan sendok dan garpu itu secara menyilang di atas piring. Ia melap bibir kotornya dengan tisu, membuka tasnya lalu mengambil sebuah ponsel di dalamnya yang langsung ia berikan kepada Alex. "Aku datang kesini untuk memberikan ini. Kau meninggalkannya, kan."

Essa melirik tajam. Ia benar-benar marah saat ini. Alex, berkata ponselnya ada bersama Ella tapi yang datang malah Heyra. Bagaimana bisa?

Tentu bisa.

Tidak ada yang tidak bisa Heyra lakukan. Kedatangan Karla waktu itu bukan sekedar mencemaskan artisnya, tetapi untuk memberikan sebuah ponsel yang ia dapatkan dari Ella.

Ketika itu Karla yang hendak pergi berpapasan dengan Ella, yang tidak sengaja mendengar Ella berteriak pada temannya.

"Aku duluan, ya. Ponsel Pak Alex ketinggalan jadi aku harus mengantarkannya."

Mendengar itu Karla tersenyum. Merasa ini kesempatan yang bagus untuk mendekatkan Heyra dan Alex lagi. Ya, Karla akan meminta ponsel itu dan memberikannya kepada Heyra.

"Permisi Mbak Ella, saya dengar Anda mau mengantarkan ponselnya pak Alex?"

"Ya, tadi ponselnya tertinggal."

"Kalau begitu biar aku saja. Aku akan ke rumah pak Alex bersama Heyra, karena ada yang ingin kami bicarakan tentang pekerjaan," ucapnya meyakini Ella. Awalnya Ella ragu, tapi karena Karla terus meyakinkannya, Ella akhirnya memberikan benda itu kepadanya.

Dan Karla ia memberikannya kepada Heyra, ketika di apartemen.

Beberapa jam yang lalu di apartemen.

"Sudah lupakan masalah itu Heyra. Kamu jangan berpikir negatif padaku, apapun yang aku lakukan itu untukmu. Dan sekarang lebih baik kamu siap-siap pergilah ke rumah Alex."

"Untuk apa?"

"Untuk menemuinya," jawab Karla enteng.

"Dengan alasan?" tanya Heyra lagi. Dia tidak mau datang tanpa alasan yang ada Alex kembali mengusirnya.

"Antarkan ini padanya." Karla menyerahkan sebuah benda pipih padanya. Heyra menatap penuh tanya sampai mengerutkan keningnya.

"Ini ponselnya yang tertinggal di kantor dan kamu bisa memberikannya padanya. Anggap saja kamu datang mengantarkan ini, tapi ingat usahaku ini jangan disia-siakan. Jangan sampai kamu pergi ke sana hanya untuk mengantarkan ini, setidaknya diamlah lebih lama."

Heyra tahu apa maksud manajernya. Ia pun tersenyum seraya mengambil ponselnya. "Terima kasih Karla, kamu sangat mengerti aku."

Dan disinilah Heyra, berada—mengacaukan suasana makan malam yang dianggapnya akan romantis. Wanita itu bahkan tidak malu duduk diantara Essa dan Alex, sambil menikmati makan malam tanpa si pemilik rumah.

"Om, bukannya tadi bilang Bu Ella yang akan mengantarnya, kenapa—" ucapnya tertahan ketika melirik Heyra. Essa sudah bisa menebak pasti ini akal-akalan wanita itu. Terkadang dirinya kesal, Heyra selalu saja ada di mana-mana.

"Alex, aku ke sini ingin menjengukmu. Aku khawatir tentang lukamu."

"Aku sudah tidak apa-apa dan kamu jangan khawatir karena sudah ada istriku yang merawatku."

"Aku juga ingin merawatmu. Kamu jangan merepotkan istrimu."

"Kenapa?" Essa bersuara. "Justru terdengar aneh jika orang lain ingin merawatnya," cibir Essa.

"Kenapa aneh? Aku pernah bertunangan dengannya, tentu aku sangat tahu apa yang terbaik untuknya. Kenapa kau tidak bertanya padaku apa kesukaannya?" tanyanya pada Essa.

Essa tertegun ia sempat bingung menjawab apa karena memang Essa tidak tahu apa kesukaan suaminya. "Om Alex menyukai semua yang ku masak."

"O, ya? Apa kau melihat Alex makan tadi?" Essa melirik Alex juga piring kosong di depan Alex.

"Alex, tidak begitu menyukai tumisan apalagi capcay ini yang terdapat kol, jamur, dan brokoli Alex tidak menyukai itu." Iirik Heyra kepada Alex. "Aku pikir kamu benar-benar tahu kesukaannya, karena bagi sepasang pengantin mereka pasti mengetahui kesukaan satu sama lain."

"Aku jadi ragu, apa kalian benar-benar menikah?" Heyra tersenyum penuh kemenangan. Ia berpikir rencananya berhasil.

Alex terperangah begitupun dengan Essa mereka sangat kesal dan geram, apa sih maunya Heyra. Dan Alex benar-benar tidak mengerti kenapa Heyra terus saja mengganggunya.

Essa mengepalkan tangannya yang berada di bawah meja, hatinya bergemuruh panas dan ada rasa yang meluap dalam dadanya. Namun, Essa tetap tenang ia tidak boleh tersulut emosi, dia harus bermain dengan cantik di depan si pelakor itu. Namun, dengan cara yang elegan tanpa harus merendahkan harga dirinya.

"Oh, sayang aku baru ingat." Alex, tercengang ia cukup terkejut ketika Heyra memangilnya sayang. Biasanya gadis itu hanya memanggilnya dengan sebutan Om, tapi panggilan itu juga terasa geli di telinganya. sebab Essa, begitu manja memanggilnya, ditambah tangannya kini melingkar di pada tangan kekarnya.

"Sayang, kenapa kita tidak mengerti apa yang dimaksud Nona Heyra, dia mantan mu dan ingin tahu apa kita menikah sungguhan. Berulang kali dia meminta bukti." Katanya melirik ke arah Heyra. Heyra merasa geli mendengar rayuan manja Essa kepada mantannya.

"Sebentar ya sayang, aku ke kamar dulu."

Essa beranjak dari kursnya berjalan mundur lantas berbalik ke arah kamar. Selang beberapa menit Essa keluar dengan membawa satu buah foto besar yang dipajang di dalam kamar.

"Sebaiknya foto ini kita pajang di luar, biar tidak jadi bahan pertanyaan. Aku akan memasangnya di sini. Tapi sebelum itu apa kau ingin melihatnya Nona, Heyra?"

Essa, mendekatkan foto itu kepada Heyra yang mendelik tajam pada sebuah foto sepasang pengantin yang tampak aneh. Sedetik tawanya berbunyi Heyra, merasa foto itu dibuat-buat. Karena dari ekspresi mereka tidak satupun terlihat bahagia. Essa, yang begitu jutek dan melirik jengkel Alex di sampingnya sedangkan Alex, dia hanya diam dengan wajah datarnya.

"Foto ini tidak seperti pernikahan. Apa kamu dibayar? Kamu terlihat memaksakan diri dan Alex, aku tidak melihat cinta di matamu. Ini konyol, sudahlah jangan dibuat-buat lagi. Lebih baik kalian jujur saja padaku."

"Ck," Essa berdecak kesal.

Sepasang tangannya berkacak pinggang. Satu kakinya terus dihentakkan, Essa terus berpikir bukti apa lagi yang harus diberikan, sedetik matanya berbinar, Essa baru ingat ada satu benda yang bisa memuat Heyra diam tidak lagi mengganggu. Ya, Essa berharap seperti itu.

"Tunggu sebentar aku harus mengambil sesuatu."

Essa kembali ke kamar, mengacak-ngacak laci dan lemarinya. Akhirnya dia ingat di mana menyimpannya. Essa, mengambil kedua buku kecil dalam laci lalu berjalan keluar yang kembali kepada Heyra, yang kini menunggunya.

Heyra merasa bosan tapi tidak setelah melihat apa yang Essa bawa.

"Buku Nikah?"

Ya, hanya buku itulah yang bisa membuktikan sepasang kekasih sah atau tidak di mata hukum dan agama.

1
Inez Putri
jgn terlalu muter2 thour, jd agak bosen baca nya, semngat 💪💪
kalea rizuky
essa cerai aja laki g bs move on dih menjijikkan
kalea rizuky
alex goblok
Herlina Susanty
heyra ulet bulu🤣🤣
lanjut thor smgt 💪😍
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!