NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*19

Menunggu beberapa saat, akhirnya, Mika pun menampakkan wajah manis yang dia punya. Mata Paris langsung tertuju pada gadis tersebut. Seketika, ingatan Paris kembali terbawa pada kejadian tadi malam. Pada permintaan Naya yang menginginkan Paris menikahi Mika untuk dijadikan istri kedua.

"Pak Paris, Pak Rama. Maaf-- "

"Kok lama banget sih kamu buat jemput aku? Memangnya, kamar rawat mama mu ada di lantai berapa, hm?" Paris langsung memotong ucapan Mika.

Tentu saja rasa kesal yang sempat mereda kembali muncul. Ingin sekali Mika lepaskan kata-kata kasar yang ada dalam benaknya saat ini. Namun, tidak bisa ia lakukan.

Mika pun nyengir kuda tidak enak.

"Maaf, pak. Kamar rawat mama saya ada di lantai dua."

"Inikan lantai dua?"

"Iya, pak. Tapi lorong lantai dua ini tidak hanya satu ya, Pak. Melainkan, ada banyak."

"Ayo pak silahkan! Kamar rawat mama saya ada di ujung lorong."

16

Melihat Mika sesaat, Paris pun langsung beranjak. Setelah Paris melewati dirinya, Mika langsung mengubah wajah.

"Heh ... sabar, Mika. Sabar. Dia pimpinan Mika. Pimpinan." Tanpa sengaja, bibir Mika melepaskan kata-kata yang ada dalam pikirannya.

Meskipun kata-kata yang Mika ucapkan cukup pelan. Namun, Paris masih bisa mendengar ucapan itu dengan sangat baik. Paris sontak langsung menghentikan langkah kakinya. Memutar tubuh untuk melihat Mika yang ada di belakangnya.

"Apa yang kamu katakan barusan?"

"Ah, p-- pak. Ti-- tidak ada, Pak. Tidak ada."

"Tidak ada? Tapi barusan, saya dengar kamu ngoceh di belakang saya, Mika."

"Ah, it-- itu ... anu, pak. Langitnya mendung, mau hujan."

Gugup Mika membuat hati Paris merasa geli. Dia ingin tersenyum. Wajah Mika sangat lucu di mata Paris. Terutama, saat Mika berusaha untuk menyelamatkan diri dari intimidasi yang baru saja Paris lakukan.

"Si-- silahkan jalan, Pak." Mika langsung berusaha menyingkirkan pandangan tajam Paris yang masih menatap dirinya. Tatapan yang membuat Mika merasa sangat tidak nyaman. Padahal, dia kenal si pria bukan hanya dua hari. Sudah hampir satu bulan. Harusnya, dia sudah terbiasa dengan tatapan tajam dari si bos. Namun anehnya, tatapan itu selalu membuat hatinya terasa gugup. Jantungnya selalu tidak baik-baik saja ketika tatapan lekat itu si bos berikan padanya.

....

Beberapa hari kemudian, Naya mengajak Mika bertemu kembali. Kali ini, yang akan mereka bicarakan adalah tentang pernikahan. Jujur, usulan menikah dengan waktu yang mendadak membuat Mika merasa sangat tidak nyaman. Tapi mau bagaimana lagi, keputusan bukan dirinya yang mengambil.

"Apa, mbak? Minggu depan?" Kaget Mika bukan kepalang. "Bukankah ini terlalu cepat, mbak Naya?"

Naya yang sudah menduga menerima jawaban seperti itu dari Mika, tetap terlihat tenang. "Tidak cukup cepat, Mika. Karena jika bisa aku usahakan lebih cepat, maka aku menginginkan pernikahan kalian itu dilangsungkan dalam minggu ini."

"Kenapa ingin lebih cepat, mbak?"

"Karena aku takut suamiku berubah pikiran lagi, Mik. Aku sudah susah payah untuk membujuk Paris buat menikah dengan mu. Jika menunggu terlalu lama, maka aku yakin, dia akan berubah pikiran lagi."

"Paris?" Mika berucap pelan.

Saat nama itu menyentuh telinga, tiba-tiba saja, bayangan bosnya yang langsung terlihat. Hal itu terjadi karena nama bosnya dengan nama calon suami yang akan menikahinya itu sama. Tentu saja Naya langsung teringat akan si bos dingin yang selalu menguji kesabarannya itu.

"Mika."

"Mika."

"Iy-- iya, mbak."

"Kenapa melamun? Apa ada yang salah dengan apa yang aku ucap sebelumnya?"

"Oh, ng-- nggak kok, mbak. Gak ada yang salah."

"Baguslah kalo begitu. Sekarang, mari kita bicarakan soal pernikahan kamu. Kamu mau pernikahan yang seperti apa, Mika?"

"Aku? Tidak ada, mbak. Aku hanya ingin menikah secara sembunyi-sembunyi saja."

Tentu saja Mika tidak ingin ada yang tahu bahwa dia telah menikah. Soalnya, yang dia nikahi adalah suami orang. Bagaimanapun jalannya. Apapun alasannya, tetap saja, jadi orang ketiga itu bukanlah hal yang baik. Tidak akan ada orang yang akan mendukung dirinya kelak.

Dan yang terpaling penting, Mika tidak ingin sang mama tahu bahwa dirinya telah menikah dengan suami orang lain. Jika mamanya tahu, sudah bisa dipastikan, hati mamanya akan sangat hancur. Lalu, jika sang mama tahu pula apa alasannya, maka sudah pasti, mama Mika tidak akan ingin hidup lagi. Orang tua itu akan berpikir, karena dirinya yang sakit-sakitan, anaknya rela menghalalkan segala cara. Sampai terjerumus ke pilihan yang paling buruk dengan menjadi orang ketiga.

Naya yang mengerti apa yang Mika maksud langsung menarik napas berat. "Baiklah. Aku paham dengan maksudmu, Mika. Kamu ingin status pernikahan mu dirahasiakan, bukan? Kamu tidak ingin ada yang tahu kamu menikah, bikan, Mika?"

Mika mengangguk pelan.

"Kalau begitu, aku akan turuti apa yang kamu mau. Kalian hanya perlu sah menikah saja, Mika. Tidak perlu resepsi yang mewah, karena aku yakin, Paris juga tidak akan setuju untuk mengadakan resepsi. Tapi, jangan khawatir, Mik. Kamu akan jadi istri kedua. Bukan istri siri. Jadi, kamu dan aku punya hak yang sama sebagai istrinya Paris."

Mika hanya bisa melepas napas berat. Tak lupa, wajah pasrah juga ikut menyertai. Sungguh, dirinya saat ini sedang berada dalam suasana yang agak rumit. Sangat membingungkan juga.

Naya ini entah terbuat dari apa hatinya, Mika juga tidak tahu. Tapi yang jelas, Mika sangat yakin kalau hati Naya tidak sama dengan hati manusia pada umumnya. Atau mungkin juga Naya bukan manusia. Karena tidak ada manusia, terutama seorang istri yang rela berbagi suami. Setidaknya, itulah yang ada dalam pikiran Mika saat ini.

"Mbak Naya."

"Iya?"

"Apa ... pembicaraan kita sudah selesai?"

"Oh, sudah. Pembicaraannya sudah selesai. Apa kamu ingin kembali ke rumah sakit sekarang?"

"Iya, mbak. Saya harus kembali. Karena mama saya masih sangat membutuhkan saya di sana."

"Oh, baiklah kalau gitu. Kamu bisa kembali sekarang."

"Iya, Mbak." Mika berucap canggung.

Setelahnya, gadis itupun langsung beranjak dari duduknya. Namun, baru juga Mika berjalan beberapa langkah, Naya malah kembali mengeluarkan suara.

"Mika."

"Iya, mbak?"

"Nanti malam, bisakah kamu keluar? Aku akan pertemukan kamu dengan Paris. Di sini saja. Apakah bisa, Mika?"

Mika terlihat berpikir sejenak. Namun, rasa penasaran yang ada dalam hatinya membuat Mika segera menyanggupi apa yang Naya katakan. "Baik, mbak. Saya bisa."

"Bagus. Nanti malam jam delapan. Kalian akan bertemu di sini, di ruangan ini. Oke?"

"Iy-- iya, mbak."

1
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!