“Mutiara Setelah Luka”
Kenzo hidup dalam penyesalan paling gelap setelah kehilangan Amara—istrinya yang selama ini ia abaikan. Amara menghembuskan napas terakhir usai melahirkan putra mereka, Zavian, menyisakan luka yang menghantam kehidupan Kenzo tanpa ampun. Dalam ketidakstabilan emosi, Kenzo mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh dan kehilangan harapan untuk hidup.
Hidupnya berubah ketika Mutiara datang sebagai pengasuh Zavian anak nya. Gadis sederhana itu hadir membawa ketulusan dan cahaya yang perlahan meruntuhkan tembok dingin Kenzo. Dengan kesabaran, perhatian, dan kata-kata hangatnya, Mutiara menjadi satu-satunya alasan Kenzo mencoba bangkit dari lembah penyesalan.
Namun, mampukah hati yang dipenuhi luka dan rasa bersalah sedalam itu kembali percaya pada kehidupan?
Dan sanggupkah Mutiara menjadi cahaya baru yang menyembuhkan Kenzo—atau justru ikut tenggelam dalam luka masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33. AKU AKAN MENIKAH
Kantor tempat kenzo bekerja hari itu terlihat jauh lebih sibuk dari biasanya. Perusahaan yang bergerak di bidang properti, hotel, dan beberapa investasi lain itu memang tengah berada dalam masa ekspansi besar.
Beberapa proyek baru mulai masuk tahap pengerjaan, dan seluruh karyawan tampak hilir mudik ke sana ke mari. Suara telepon berdering, printer menyala terus menerus, obrolan antar karyawan terdengar serius, dan lift hampir tidak berhenti naik turun.
Di lantai paling atas, tempat kantor pribadi kenzo berada, suasana sedikit lebih tenang tetapi tetap padat aktivitas. Bagian sekretaris sibuk memeriksa jadwal rapat, melakukan panggilan kepada klien, serta menyusun dokumen-dokumen penting yang harus diberikan kepada kenzo dan rio hari itu.
Kenzo sedang berada di ruang rapat utama. Para kepala divisi duduk rapi, mempresentasikan laporan bulanan dan perkembangan proyek masing masing. Rio duduk di samping kenzo sambil membantu mencatat, sesekali berbisik memberikan tambahan informasi. Kenzo terlihat jauh berbeda dari beberapa bulan lalu. Tatapan kosong yang dulu sering muncul kini sudah menghilang, diganti dengan fokus dan wibawa seperti dirinya yang sebelumnya dikenal sebagai pemimpin muda yang berprestasi.
Rapat berlangsung cukup lama. Dua jam lewat tanpa terasa. Begitu rapat selesai, kenzo mengangguk ringan, menutup laptopnya, lalu berdiri dari kursi. Ia tidak berbicara banyak, hanya memberi instruksi singkat pada beberapa kepala divisi.
Rapat selesai, kita lanjutkan pembahasan proposal baru besok pagi, ucap kenzo.
Baik bos, jawab mereka hampir bersamaan.
Kenzo melangkah keluar dari ruang rapat bersama rio tepat di belakangnya.
Sementara itu, tanpa sepengetahuan kenzo, seseorang sudah datang sejak lama dan masih menunggu. Adele. Perempuan itu muncul dengan tampilan yang sama seperti saat dia ke kantor sebelumnya. Dress ketat berwarna hitam, sepatu hak tinggi yang selalu berbunyi keras, tas mahal yang sengaja dipamerkan, dan parfum menyengat yang mudah dikenali.
Begitu keluar dari lift, adele berjalan penuh percaya diri menuju meja sekretaris.
Kenzo ada di ruangannya? tanya adele sambil melepas kacamata hitamnya.
Sekertaris menjawab sopan. Tuan kenzo sedang rapat bulanan, sepertinya masih lama.
Aku tunggu saja, jawab adele sambil duduk anggun.
Sang sekretaris hanya mengangguk meski dalam hati merasa jengkel. Semua orang di kantor tahu bagaimana dulu sikap adele pada kenzo dan bagaimana buruknya dampak perempuan itu pada kehidupan rumah tangga kenzo. Sekarang, ketika kenzo mulai bangkit, perempuan itu tiba tiba datang lagi.
Dua jam berlalu.
Akhirnya pintu lift terbuka dan kenzo keluar diikuti rio. Sekretaris berdiri memberi hormat, sementara adele langsung berdiri dan berjalan cepat mendekat.
Mas ken, panggilnya.
Kenzo langsung berhenti. Mata kenzo menajam seolah tidak percaya bahwa adele benar benar menunggunya lagi. Adele tersenyum manis, lalu, tanpa malu, berusaha memeluk kenzo.
Tapi kenzo bergerak mundur setengah langkah.
Adele hampir terjatuh.
Rio yang melihat itu hampir saja tertawa keras, namun ia buru buru menutup mulutnya. Sekretaris pun menunduk menahan tawa.
Adele memaksa tertawa kecil seolah tidak terjadi apa apa. Kenzo tidak berkata apa apa dan langsung berjalan ke ruangannya. Adele, tidak tahu malu, mengikuti dari belakang.
Rio hanya menggeleng sambil memutar bola mata sebelum masuk juga.
Begitu masuk ruang kerja, kenzo langsung menutup pintu dan berbalik menatap adele.
Apa tujuanmu datang lagi? tanyanya dingin.
Adele pura pura tersenyum manja. Mas ken, aku kangen. Aku cuma ingin bicara. Aku cuma ingin ketemu kamu.
Kenzo menghela napas, tampak tidak sabar.
Adele, apa yang harus saya lakukan supaya kamu berhenti mencari saya?
Adele berjalan mendekat lagi, mencoba memegang tangan kenzo.
Mas ken, aku cinta kamu. Dari dulu sampai sekarang.
Kenzo tersenyum sinis.
Kalau kamu benar benar cinta pada saya, seharusnya kamu berada di samping saya ketika saya jatuh. Ketika saya sakit. Ketika saya tidak bisa berdiri dan kehilangan semangat hidup. Bukan menghilang dan membuat saya semakin terpuruk.
Adele terdiam. Mulutnya terbuka tetapi tidak ada kata yang keluar.
A aku... aku...
Kenzo melanjutkan.
Cukup. Pergi. Jangan datang lagi ke kantor atau ke rumah saya.
Mas ken, jangan begitu, aku masih cinta sama kamu, ucap adele dengan suara bergetar namun jelas hanya air mata buaya.
Kenzo menoleh ke arah rio.
Kalau dia tidak pergi dalam lima detik, panggil security.
Adele tersentak.
Baik, baik, aku pergi, aku pergi, katanya terburu buru.
Tapi sebelum melangkah keluar, kenzo mengucapkan sesuatu yang membuat langkah adele berhenti mendadak.
Satu hal lagi. Saya akan menikah lagi.
Adele membeku. Tangannya mengepal. Napasnya tersengal sengal.
Mas ken... kamu gak serius kan? Kamu gak bisa menikah sama dia. Kamu cuma terbawa suasana. Kamu masih cinta sama aku, aku tahu.
Kenzo tidak menjawab. Dia hanya menatap adele dengan tatapan kosong dan penuh penolakan.
Keluar, ucap kenzo lagi.
Adele pun pergi dengan wajah merah padam.
Begitu sampai di luar gedung, adele berhenti, mengambil napas panjang, lalu berbisik penuh kebencian.
Kalau kamu bisa bahagia, aku juga bisa. Dan aku akan merebut kamu dari perempuan itu seperti dulu aku merebut kamu dari istri pertamamu. Kamu tetap milik aku.
Adele kemudian naik mobil dan pergi. Namun jelas dalam hati, perempuan itu menyimpan dendam dan rencana yang tidak baik.
Sementara itu, di kantor kenzo, rio hanya bisa menghela napas panjang.
Bos... ini pasti masalah lagi, ucap rio pelan.
Kenzo menatap keluar jendela.
Biarkan saja. Aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali. Biar waktu yang nanti menyelesaikan semuanya.
Hari itu untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kenzo merasa benar benar yakin bahwa hidupnya sudah mulai memasuki fase baru. Ia tidak ingin lagi melihat masa lalu menghancurkan masa depannya. Terutama masa depan bersama zavi dan orang yang selama ini tulus merawat anaknya, tiara.
Haii readers selamat malam selamat membaca
Terima kasih..