Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Hari sudah menunjukkan pukul sembilan kurang lima belas menit saat Luna sampai di rumah. Saat masuk kedalam rumah di ruang tamu sudah duduk menunggu mertua dan juga suaminya.
"Assalamualaikum." ucap Luna.
"Dari mana kamu?" tanya mama mertua ketus tanpa menjawab salam menantunya.
"Habis keliling, ma." jawab Luna santai
"Hebat kamu ya, bukanya masak sarapan dan berbenah ini malah keluyuran ga jelas. Dasar mantu ga tau diri." umpat mama.
"Maaf ma, aku ini bukan babu kalian. Kalau mau sarapan ya buatlah sendiri. Enak saja aku di suruh masak sementara uang belanja aja ga di kasih." jawab Luna berani.
"Udah berani membantah kamu ya. Kamu itu cuma orang miskin yang kebetulan di nikahi anakku sehingga derajatnya terangkat. Kamu itu harus tau diri, memasak, mencuci, dan berbenah itu sebagai balasan buat kamu karna sudah bisa hidup enak. " hina mama membuat Luna tertawa kecil.
"Kenapa kamu ketawa? wah udah ga waras otak kamu semenjak pulang dari kampung." tambah mama mertua makin kesal. Sementara itu Keanu hanya diam, entah kenapa kali ini ia tak ikut memarahi istrinya.
"Kapan aku hidup enak, ma? Di sini aku itu hidup sudah seperti di neraka. Apa ada suami dan keluarganya memperlakukan istri seperti pembantu? " emosi Luna akhirnya memancing juga, mungkin dengan mengeluarkan unek - infonya sedikit hatinya terasa agak tenang.
"Makan, baju dan tempat tinggal siapa yang kasih, jika bukan karna kemurahan hati anakku kamu tentu masih jadi gembel diluar sana." sindir mama pedes..
"Mama tau kan dulu aku itu bekerja dan punya penghasilan sendiri tapi demi bakti sama suami dan keluarga ini aku rela resign. Tapi apa yang aku dapat, perlakuan tak lebih jadi babu kalian." Luna hampir saja lepas kontrol, rasanya tanganya sudah gatal ingin merobek - robek mulut pedes mertuanya. Keanu yang pusing mendengar perdebatan keduanya terpaksa melerai.
"Cukup, aku pusing dengar mama dan kamu ribut mulu, bisa ga sih kalian berdua itu diam." Keanu membanting bantal dengan kasar dan berlalu meninggalkan mama dan Luna yang kaget mendengar bentakan Keanu.
"Ini semua gara - gara kamu Keanu marah, mama ga mau tau rumah ini harus bersih, cucian dan setrika beres serta makanan sudah ada di meja makan." wanita itu ikut berlalu meninggalkan Lun. Luna cuma tersenyum miring sambil berkata.
"Bodo amat, mending aku hubungi yang punya rumah. Kalau mau makan masak sendiri, aku tidak akan mau lagi jadi babu kalian." gumam Luna lirih.
Luna melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket serta mendinginkan otaknya yang terasa. Luna merasa lega karna tak menemukan suaminya saat masuk kedalam kamar, berarti lelaki itu tengah berada di ruang kerjanya.
"Bagus ga ada mas Keanu aku bisa langsung hubungi orang itu." wajah Luna berubah cerah kembali seakan dia lupa kejadian barusan.
"Assalamualaikum pak, apa betul ini pak Robby?" tanya Luna saat panggilanya di angkat.
"Waalaikumsalam, betul. Ini siapa ya?" terdengar suara lelaki menjawab di sebrang sana.
"Saya Luna, pak. Saya mau bertanya tentang rumah yang hendak bapak jual di komplek mawar, apakah harganya masih bisa nego?" tanya Luna.
"Bisa, nanti kita bicarakan saat kita bertemu dan mbak sudah melihat langsung rumahnya.." Roby dan Luna tak banyak bicara mereka memutuskan untuk bertemu langsung memutuskan harga yang cocok.
Hati Luna merasa bahagia karna langkah pertamanya berjalan mudah. Kebahagian segera menyambutnya.
...****************...
Assalamualaikum kk²
Apa kabar kk? thor doakan kita semua selalu berada dalam lingkungan-Nya. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 👍🙏😘
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat