NovelToon NovelToon
Harus Kah Aku Menyerah

Harus Kah Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Intanpsarmy

Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya






Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Vera memukul meja dengan kekuatan nya, Lily yang tadi sedang duduk di sofa pun langsung berdiri, bukan hanya Lily. tapi mang Hasan dan mang Tubi pun terkejut

"Itu sama saja pembunuhan... apa dia gila? membakar satu keluarga hidup-hidup" teriak marah Vera. Vera pikir tidak sampai seperti itu ternyata sampai segila itu

Kedua mata Vera memerah. Lily juga merasakan kesal dengan tingkah manusia seperti itu

"QUEEN MENDAPATKAN MISI... BALAS DENDAM BOS TAHU, HADIAH RAHASIA"

"Ngga usah pake hadiah juga akan aku habisi manusia kotor seperti itu" jawab Vera dengan nada dingin

"Malam ini kita kerumah staf itu, dan kita buat rumah itu seperti konsleting listrik... bukan kah dia juga seperti itu" ucap Vera. mang Hasan dan mang Tubi pun saling tatap, mereka terkejut dengan ucapan majikan kecilnya itu, padahal dulu Vera tidak seperti itu dan dia hanya akan membalas dendam dengan ucapan bukan dengan melukai, tapi mereka bersyukur bila Vera sudah berubah seperti

"Baik neng biar semua nya menjadi urusan mamang" jawab mang Tubi

"Tidak mang Vera juga ikut, dan Vera ingin bertemu dengan staf itu... Untuk mengucapkan selamat tinggal" jawab Vera sambil tersenyum miring. mereka bertiga melihat senyum Vera merinding

"YAKIN LAH... BUKAN SELAMAT TINGGAL, TAPI SELAMAT JALAN YANG ADA" ujar Lily

Muka menyebalkan Lily pun langsung keluar saat mendengar tuanya akan jalan kan misi, Vera yang melihat raut wajah Lily pun hanya bisa mendenngus

Vera pergi ke kamarnya dulu untuk melihat kedua adiknya nanti malam dia akan menjalankan tugas balas dendamnya jadi butuh untuk istirahat sejenak

"QUEEN LILY UDAH COCOK BELUM UNTUK PERTUNJUKAN NANTI MALAM? HARUSNYA PAKAIAN INI SUDAH COCOK KAN UNTUK MELIHAT PERTUNJUKAN NANTI MALAM"

"Kamu mau lihat pertunjukan apa memangnya?" tanya Vera

"ACARA BAKAR MEMBAKAR QUEEN... TAKUT DISANA BANYAK NYAMUK, NANTI KULIT LILY MERAH-MERAH QUEEN" JAWAB Lily. Vera memutar mata malasnya saat mendengar ucapan Lily

"Ngga sekalian kamu pake jas hujan, takut hujan nanti" jawab Vera. Lily pun langsung cemberut diledek seperti itu oleh tuannya

"HUJAN DARI MANA? ORANG CUACANYA PANAS SEPERTI INI... QUEEN KALAU NGOMONG SUKA NGADA-NGADA"

"Sudah diam... aku mau lihat kedua adik ku dulu, jangan berisik ya" Vera. Lily pun mengangguk diam

Saat masuk kamarnya Vera pun melihat kedua adiknya sedang membereskan buku ke dalam tas mereka

"Wah... pinternya kedua adikku, kalian sudah tidak sabar untuk sekolah ya? nanti kalau disekolah ada menggangguin kalian, kalian Langsung aja lapor sama teteh paham... biar nanti itu menjadi urusan teteh" ucap Vera

"Teteh tenang saja, bukan nya bi Herti dan mbak Tini ikut kita, jadi pasti mereka yang lapor ke teteh" jawab Sabrina. Vera tersenyum saat mendengar ucapan sang adiknya memang benar walaupun kedua adiknya tidak melapor tapi pasti kedua wanita itu akan melapor kepadanya

"Baiklah.... sekarang Teteh mau mandi dulu nanti setelah mandi kita akan menonton kartun di ruangan TV ya" ucap Vera. sambil mengelus kedua kepala sang adik dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena melihat kedua adiknya sudah bersih dan rapi menggunakan baju tidur mereka

Vera selesai mandi dan langsung membawa kedua adiknya itu untuk menonton kartun bersama, Vera sengaja mengajak mereka agar semakin dekat dengan adiknya itu

"Oya nanti malem kalian ngga apa-apa kan tidur berdua dulu? soalnya teteh ada urusan, jam satu juga sudah kembali kok" ucap Vera sambil menemani adiknya nonton

"Ngga apa-apa kok teh, kami kadang sering kok tidur berdua di rumah, bahkan kami juga sering tidur berhari-hari tanpa di temani" jawab Sabrina

"iya teh... Tami juga celing bobo cendili, mamah celing ninggalin tami di lumah" ucap Mahesa

DEG

Wajah Vera yang tadinya menghadap ke arah TV pun langsung menatap kedua adiknya, dia tidak tahu kalau kedua adiknya sering ditinggal saat malam hari seperti itu

"Jadi kalian sering tidur sendiri?" tanya terkejut Vera

"Iya tata mamah tita nda boleh manja...tita halus dadi anat yang bait" ucap Mahesa. kedua mata Vera memejam sesaat. kata menjadi anak baik itu membuat dia muak

Setiap anak pasti diminta jadi anak yang baik dan menuruti perintah orang tua, tapi seolah mereka juga lupa kalau anak juga butuh perhatian mereka, bukan hanya perhatian orang tua yang dibutuhkan oleh anak-anaknya tapi bimbingan dan ajaran kebaikan pun dibutuhkan oleh kita sebagai orang tua mereka

"Berdalih dengan anak baik, cih... tapi wanita itu malah lebih buruk di sebut seorang ibu, andai saja kemarin hati pemilik dulu ini tidak merasakan sakit mungkin sudah aku lenyapkan wanita itu" gumam Vera

"Mulai sekarang kalian tidur akan ditemani oleh teteh, tapi nanti saat mulai meranjak dewasa kalian akan tidur di kamar masing-masing mengerti" ujar Vera

Kedua nya pun mengangguk mengiyakan ucapan sang teteh, Mahesa pun sambil memakan cemilan. celotehan demi celotehan. Mahesa keluarkan dari mulut mungilnya itu

"Teteh... teman Eca yang detat lumah, ada yang nda punya Olang tua, meleka tinggal cendili teh" ucap Mahesa

Vera menatap senyum Mahesa Dia pun tahu maksud ucapan sang adik itu, berapa merubah posisi duduknya dan menatap sang adik

"Esa ingin dia teteh bawa kesini?" tanya lembut Vera

"Apa boleh? dia tatihan teh, banyal yang ledet dia" ucap Mahesa

"Ledek gimana maksudnya? apa orang-orang disana tak punya rasa empati" ucap Vera

"Apa itu empati? bahkan mereka juga sering meledek kami, Mereka bilang kalau kamu itu hanya anak tidak diakui oleh kedua orang tua kami. mereka juga sering bilang, kalau kami itu hanya anak pembawa sial... makanya kedua orang tua kami tidak menginginkan kami" jawab Sabrina dengan nada sedih

"Apa benar mamah dan bapak ngga menginginkan kami teh?" tanya Sabrina. Mahesa pun menatap Vera

"Apa benal teh?" tanya Mahesa

Vera pun langsung memeluk kedua adiknya dengan lembut dan dia pun merasakan sakit saat mendengar ucapan kedua adiknya itu

"Kan sekarang ada teteh... jadi mulai sekarang siapapun yang membully kalian, kalian harus laporan sama teteh ya... Biar teteh yang langsung membalas mereka Jadi kalian nggak usah memikirkan ucapan yang nggak penting seperti itu, sekarang kalian hanya boleh fokus sekolah bermain dan bersenang-senang nanti saat dewasa kalian juga harus membantu teteh, kita akan membantu orang yang butuhkan bantuan kita, tapi kita juga tidak boleh terlalu baik dengan orang. karena bisa saja orang itu memanfaatkan kita, membantu boleh... tapi kita juga harus melihat-lihat apakah benar orang yang kita bantu itu, benar-benar butuh bantuan kita" ucap Vera

Kedua adiknya pun mengangguk dan Vera pun langsung mengajak kedua adiknya untuk beristirahat karena waktu sudah menunjukkan untuk mereka istirahat

Saat melihat kedua adiknya sudah tertidur pulas, Vera pun turun dari tempat tidurnya, dengan perlahan dan dia pun langsung mengganti pakaiannya lagi. sedangkan Lily Dia sedang melakukan tugasnya, menyiapkan kebutuhan makanan yang akan di bagikan untuk besok

Vera keluar dari kamarnya dan dia pun langsung turun ke lantai satu, saat turun dia sudah melihat Mang Hasan dan Mang Tubi menunggu kedatangannya dan dia pun menitipkan kedua adiknya kepada Bi Herti

"Kita pergi sekarang juga, apa semuanya sudah disiapkan Mang? jangan lupa batu bara juga" ucap Vera

"Neng tenang saja... batu bara sudah di antar oleh anak-anak, jadi kita hanya tinggal datang saja ke sana, semua sudah diurus oleh anak-anak di sana" ucap mang Tubi Vera pun mengangguk

Akhirnya empat orang itu pergi, Vera sengaja turun di kampung Anu. agar mereka dengan mudah merencanakan semuanya

Untuk pembangunan jalan sudah di siapkan oleh para anak buah Mang Hasan dari pagi, banyak warga anjuran juga yang senang saat akses mereka bisa lewat

Mereka bahagia karena mereka bisa keluar masuk desa anjuran dengan bebas, tanpa ada yang memalak uang jalan untuk keluar dari desa anjuran

Vera dan rombongan pun tiba di kampung anu, dia pun langsung turun dari helikopternya dan di sana sudah ada beberapa anak buahnya Mang Hasan yang sedang ronda karena diperintahkan oleh majikan kecil mereka

"Ini buat teman ronda kalian, dan beberapa ikut Vera ya, kita akan melakukan tugasnya yang seru" ucap Vera. senyum bahagia dari mereka pun langsung terbit

"Ck ck ck.... kalian mendengar tugas seperti itu senyum bahagia, Oya kalau pak RT Hery bertanya ke mana Vera Bilang saja Vera sedang keliling di hutan belakang desa ini gitu ya" ucap Vera

"Hehehe... neng tenang saja, mereka ngga tau kalau neng datang ke sini, karena kami sengaja memberikan obat tidur. agar tidak ada yang curiga bila kita yang melakukan pembakaran itu" ucap salah satu anak buah Mang Hasan. yang bernama Udin

"Bagus... itu lebih baik sih, ayo kita langsung bakar saja, jangan basa basi... tapi Vera ingin mengucapkan selamat tinggal dulu" ucap Vera

Akhirnya mereka pun langsung pergi ke rumah staf desa yang akan menjadi pembalasan Pertama

"QUEEN JANGAN LUPAKAN LILY YANG CANTIK INI" UCAP Lily. yang baru tiba Vera pun menatap tajam Lily demi apa pun dia terkejut melihat Lily yang tiba-tiba muncul seperti itu

"HEHEHE MAAF QUEEN LILY NGGA SENGAJA, INI BARU KEREN KAN BAJUNYA"

"Jangan berisik" ucap Vera

Lily pun langsung diem, dia tidak berbicara apa-apa lagi dia hanya mengikuti Vera di sebelah nya. mereka pun berjalan pelan-pelan saat sudah sampai di kampung yang di huni Keluarga orang-orang Kepala desa Harto

Vera melihat rumah dan lingkungan kampung ini cukup mewah, bahkan banyak kebun sayur dan buah-buahan disana

"Benar-benar biadab.... di sini mereka hidup mewah, di luar para warga nya menderita, baiklah karena kalian yang memulai, biarkan aku y menutupnya" gumam Vera

"Lily... tebarkan racun pelumpuh di setiap kebun sayur buah dan bunga itu" perintah Vera

"HIHIHIHI.... SESUAI KEINGINAN ANDA" UCAP Lily

"Jangan tertawa seperti itu saat malam... kamu di kira temanan mbak Kun tau" ucap Vera

Lily pun langsung pergi, Vera pun melihat sekitar "Simpan batu bara itu dekat kabel listrik, saat aku keluar nanti" ucap Vera. dia pun langsung masuk, di ikuti mang Hasan dan mang Tubi jangan lupa si tampan Jack

Saat pintu rumah tujuan mereka berhasil di buka, mereka pun langsung masuk, Vera menuju kamar staf itu dan dia pun menarik kuat sampai staf itu terjatuh dari tempat tidur nya

Vera tersenyum miring melihat staf itu terkejut melihat banyak orang di kamar nya, apa lagi dia tidak memakai pakaian. dia baru saja melepaskan hasrat nya dengan sang istri

"Wah wah wah.... seperti nya kita mengganggu ya, maaf dech aku hanya ingin memberitahu mu, salam ya sama orang yang sudah kamu bunuh" ucap Vera

"Ikat dia dan istrinya, biarkan dia merasakan panasnya di bakar hidup-hidup" ucap Vera

Staf itu pemberontak ingin melawan tapi sayang beribu sayang kekuatannya tidak melebihi Ketiga orang tersebut. Vera tersenyum sinis

Staf itu diikat bersama istri nya, mulut mereka juga di sumpal, dengan pakaian dalam mereka

"Ada pepatah bukan mata dibayar dengan mata, sekarang aku cuma bisa bilang, nyawa dibayar dengan nyawa" ucap Vera. dia pun langsung keluar dan memberikan kode kepada anak buahnya, batu bara itu mereka letakan di dekat kabel listrik

Boom

ledakan kecil api mulai menyambar, Vera dan rombongan pun sudah pergi kembali ke kampung itu

Semua orang tidak tahu bila ada rumah yang terbakar. semua orang tertidur pulas karena obat tidur yang di berikan para anak buah Mang Hasan

"Kita pergi biarkan besok pagi kita lihat kehebohan desa ini

TBC

Like komen share dan vote ya guys

1
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Lanjut Bun 😊😊
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: besok ya
total 1 replies
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mau atuh lah sisten kaya gitu atu mah /Hunger//NosePick/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: cus ambil teh
total 1 replies
Sribundanya Gifran
cakep pisan ey asisten asistennya,
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: 🤭 asisten Vera kan Lily Bun bisa ngereog Lily ada saingan
total 1 replies
Lala Kusumah
Mak mau juga tuh asisten seperti Sean wah kerja semangat terus sepertinya 😂😂😂🤭🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: 🤭 aku sulit nyari nya bun
total 1 replies
🔵≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
wehhh, gak cocok jadi robot... cocoknya jadi calon misua aku aja🤣🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: 🤭 aku Aminin ya
total 1 replies
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kenapa ganteng " asisten nya 🤣🤣🤣🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: biar bisa cuci mata bun
total 1 replies
dhiny
asisten nya keren2 semua takut oleng q
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: ayo oleng
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
mau yg baju putih pake topi doooonnggg 🤤🤤🤤🤣🤣🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: ambil mam Ambil aku ikhlas
total 1 replies
Zea Rahmat
duhh gantenggg nya🤣🙃😂
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: 🤭 biar pada makin terpeleset kalian yang baca
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Thooorrr asisten robotmu bikin aku oleng/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Eh iya ya, mana ini juga ngajak keluar lagi/Shy/
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Dewi Payang
Iiih si Mahesa kecil² dah guanteng😍
Dewi Payang
Enak nyoooo😍😍😍
Dewi Payang
Nah, kena kau bu manager.....
Dewi Payang
Rusak memang kelakuan keluarganya ini mah...
Lala Kusumah
ya Allah gemes pisan tuh Lily pengen gigit 🤭🤭😍😍
Nadhiraafifa
makin kiyuttttt ajaa nihh lily skrg 🤭😅
Sarah
duuhh cantik n comel nya,, bisa ga ya lily nya di bawa pulang😁
Sarah
rasa terharu dgn kekeluargaan para warga dan vera,eh malah di bikin gemes sama lily. tak cubit to pipi
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Lanjut Bun 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!