NovelToon NovelToon
Cinta Di Raga Baru

Cinta Di Raga Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erunisa

Nayla hidup dalam pernikahan penuh luka, suami tempramental, mertua galak, dan rumah yang tak pernah memberinya kehangatan. Hingga suatu malam, sebuah kecelakaan merenggut tubuhnya… namun tidak jiwanya.
Ketika Nayla membuka mata, ia terbangun di tubuh wanita lain, Arlena Wijaya, istri seorang pengusaha muda kaya raya. Rumah megah, kamar mewah, perhatian yang tulus… dan seorang suami bernama Davin Wijaya, pria hangat yang memperlakukannya seolah ia adalah dunia.

Davin mengira istrinya mengalami gegar otak setelah jatuh dari tangga, hingga tidak sadar bahwa “Arlena” kini adalah jiwa lain yang ketakutan.

Namun kejutan terbesar datang ketika Nayla mengetahui bahwa Arlena sudah memiliki seorang putra berusia empat tahun, Zavier anak manis yang langsung memanggilnya Mama dan mencuri hatinya sejak pandangan pertama.
Nayla bingung, haruskah tetap menjadi Arlena yang hidup penuh cinta, atau mencari jalan untuk kembali menjadi Nayla..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erunisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Kebenaran ingatan terus datang seperti gelombang yang merobohkan pertahanan Nayla. Entah darimana datangnya tapi tiba-tiba saja Nayla seperti melihat hidup Arlena.

Di balik jeruji, Nayla duduk memeluk dirinya sendiri, sementara potongan-potongan masa lalu Arlena kembali mengalir, lebih gelap, lebih kejam, dan jauh lebih menyakitkan dari yang Nayla bayangkan.

Bukan hanya Roy. Ada lingkaran di sekelilingnya.

Circle pertemanan Roy, orang-orang dengan senyum licin, obrolan yang selalu berakhir pada uang, dan kebiasaan memberi “jalan keluar” lewat pil kecil yang katanya bisa menenangkan pikiran.

Obat. Roy selalu memberikannya pada Arlena.

“Biar kamu nggak stres.”

“Biar kamu bisa mikir jernih.”

“Biar kamu kuat.”

Namun obat itu bukan penenang. Obat itu perlahan membunuh sistem saraf.

Membuat Arlena tumpul. Patuh. Kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Nayla merasakan dadanya seperti diremas saat melihat Arlena yang duduk di depan cermin, wajahnya pucat, matanya kosong, tangannya gemetar saat meraih pil itu lagi.

Arlena dirusak, pelan-pelan. Dan bukan hanya tubuhnya.

Roy menanamkan racun di pikiran Arlena.

“Kamu nggak dicintai di rumah itu.”

“Davin cuma butuh citra istri sempurna.”

“Anak itu… cuma pengikat.”

“Kamu pantas dapat lebih.”

Kata-kata itu diulang terus oleh Roy, seperti mantra.

Hingga Arlena mulai percaya.

Arlena menjauh dari Davin. Dingin pada Xavier. Memikirkan perceraian. Menggugat harta gono gini. Bukan karena tamak, melainkan karena pikirannya sudah tak lagi utuh.

Arlena patuh. Karena hutang nyawa. Karena hutang nama baik.

Dan karena zat yang menggerogoti otaknya tanpa ampun.

Nayla menutup mata, air matanya jatuh tanpa suara.

“Kasihan sekali kamu.” bisik Nayla lirih, entah pada Arlena, atau pada dirinya sendiri.

Di ujung bayang-bayang ingatan itu, Nayla melihat Arlena berdiri sendirian.

Tanpa Roy. Tanpa Davin. Tanpa siapa pun.

Wajah Arlena pucat, matanya kosong, tubuhnya lelah menanggung terlalu banyak peran. Arlena menatap Nayla, kali ini bukan diam, bukan samar. Penuh keputusasaan.

“Aku capek,” suara Arlena bergetar. “Aku nggak sanggup jadi diriku sendiri lagi.”

Kalimat itu menghantam Nayla tepat di dada.

Arlena tidak mati saat jiwanya pergi. Arlena mati jauh sebelum itu, saat Arlena kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.

Nayla menghapus air matanya, matanya mengeras oleh tekad.

“Sekarang aku di sini,” bisik Nayla mantap. “Dan aku nggak akan biarin kamu mati sia-sia.” Nayla memberi kepastian ke Arlena.

Di balik jeruji, Nayla mengangkat wajahnya.

"Jika Roy berpikir Arlena sudah hancur dan tak berdaya, maka ia salah besar.Karena yang tersisa sekarang, bukan perempuan rapuh yang bisa dikendalikan, Melainkan Nayla,byang tahu bagaimana rasanya kehilangan segalanya dan tidak punya apa pun lagi untuk ditakutkan." kata Nayla penuh tekad.

Satu per satu simpul kusut masalah mulai terurai, bukan oleh keberuntungan, melainkan oleh keberanian Nayla yang berani bicara, dan oleh kuasa hukum terbaik yang Davin bayar tanpa ragu. Dari laptop, dari transaksi gelap, dari rekaman CCTV, hingga kesaksian orang-orang yang dulu berada di lingkaran Roy, semuanya mengarah pada satu nama yaitu Roy.

Kecelakaan yang selama ini menghantui Arlena, yang membuatnya merasa berutang nyawa dan nama baik, ternyata hanyalah rekayasa. Sebuah skenario keji yang dirancang dengan rapi. Korban tabrakan itu bukan ulah Arlena. Bahkan waktu dan tempatnya telah dimanipulasi agar Arlena percaya dirinya bersalah.

Lebih kejam lagi, Roy tidak melakukannya tanpa alasan.

Roy menyimpan dendam lama pada orang tua Arlena. Dendam yang tumbuh, berakar, dan akhirnya menemukan jalan balasannya melalui Arlena, anak perempuan yang tidak tahu apa-apa, yang tumbuh dalam kehidupan yang bagi Roy terasa terlalu mudah dan terlalu terang.

Dan Roy memilih cara paling kejam untuk membalasnya yaitu menghancurkan Arlena perlahan, dari dalam.

Saat hakim mengetuk palu, saat nama Roy resmi ditetapkan sebagai tersangka utama, Nayla tidak merasa lega. Yang ia rasakan hanyalah lelah. Sangat lelah.

Nayla bersandar di kursi ruang tunggu, menutup mata. Otaknya tidak sanggup mencerna dunia orang-orang kaya, dunia dengan intrik, dendam turun-temurun, uang yang bisa mengubah kebenaran, dan kejahatan yang dibungkus rapi dengan senyum.

“Aku cuma Nayla…” gumamnya pelan. “Bukan Arlena.”

"Semua ini terlalu besar. Terlalu berat." kata Nayla yang kemudian merasa semuanya berubah menjadi gelap.

Dan yang tadinya Nayla merasa gelap, tiba-tiba Nayla terbangun di sebuah tempat.

Nayla melihat dirinya berdiri di sebuah ruang putih, sunyi, tanpa jeruji, tanpa suara langkah polisi. Di sana, Arlena berdiri menghadapnya.

Bukan Arlena yang kosong. Bukan Arlena yang patah. Melainkan Arlena yang tersenyum. Senyum lembut, tenang, tanpa beban.

“Aku lihat semuanya,” kata Arlena. “Kamu sudah berjuang cukup jauh, terima kasih."

Nayla menggeleng, dadanya terasa sesak. “Ini hidupmu. Kamu yang seharusnya ada di sini. Kamu yang harus menyelesaikan semuanya, ini belum semuanya selesai, kamu selesaikan ya?”

Arlena melangkah mendekat. “Aku sudah terlalu lama di benci Nayla, tapi kamu, membuat aku kembali di cintai.” jawaban Arlena membuat Nayla terpaku.

Air mata Nayla jatuh. “Aku ingin kamu kembali. Masalahmu sudah ada titik terang. Davin, anakmu… mereka butuh kamu. Aku cuma numpang hidup di tubuhmu.” Nayla kembali menjelaskan.

Arlena tersenyum lebih dalam, kali ini ada rasa terima kasih yang tak terucap. “Tidak semua orang diberi kesempatan kedua. Tapi aku… aku mendapatkannya karena kamu, terima kasih dan...”

Ruang putih itu perlahan memudar.

Arlena menghilang sebelum menyelesaikan kalimatnya, entah kemana perginya Arlena, Entah untuk kembali ke tubuhnya sendiri, atau untuk melepaskan kendali atas tubuhnya.

Nayla masih bingung berada di tempat yang asing, sampai akhirnya Nayla merasa ada sorot cahaya yang masuk ke matanya dan Nayla membuka mata dengan napas terengah.

Langit-langit kamar yang berbeda kini menjadi yang pertama kali Nayla lihat, kamar yang bersih dan ada bau obat, Nayla yakin ini bukan penjara, dan terlalu nyata untuk disebut mimpi.

Tidak ada lagi senyum Arlena, yang ada selang yang tertancap di lengannya.

“Aku… masih di sini?” gumam Nayla lirih. Tangannya terangkat, menatap jemari yang bukan miliknya, merasakan denyut nadi yang tetap berdetak seperti biasa. Tidak ada rasa memudar, tidak ada rasa ditarik ke tempat lain.

Harapannya runtuh perlahan.

Tadi, saat bertemu Arlena, Nayla benar-benar yakin, setelah mimpi itu, setelah Arlena tersenyum dan seolah mengucapkan perpisahan, ia akan menghilang. Jiwanya akan kembali ke tempat asalnya, atau setidaknya pergi dengan tenang. Dan Arlena akan bangun, melanjutkan hidupnya, menghadapi semuanya sebagai dirinya sendiri.

Namun kenyataannya berbeda. Arlena tidak kembali. Dan Nayla belum pergi.

Dada Nayla terasa sesak. Ada rasa kecewa yang sulit dijelaskan, bukan karena ia masih hidup, tetapi karena ia tak tahu lagi apa perannya sekarang. Masalah Arlena hampir selesai. Kebenaran sudah terungkap. Roy akan menerima balasannya. Lalu… Nayla harus apa?

“Kalau tugasku sudah selesai,” bisiknya pada ruang kosong, “kenapa aku masih di sini?”

Tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang membuat pikirannya semakin gaduh.

"Mungkin Arlena belum siap. Mungkin tubuh ini masih membutuhkanku." Nayla menguatkan dirinya sendiri.

"Atau mungkin, ini adalah hukuman terakhir, hidup dalam raga orang lain tanpa tahu kapan akan berakhir?" Nayla merasa pusing memikirkan semuanya.

Nayla menutup mata, menahan getar di bibirnya. sejak terbangun sebagai Arlena, ia merasa bingung dengan hidupnya. Tanpa arah. Tanpa kepastian.

Namun jauh di lubuk hati Nayla, ada perasaan aneh yang mulai tumbuh. Seperti ada sesuatu yang belum selesai. Seperti ada satu pintu lagi yang belum terbuka.

Nayla mendengar pintu terbuka, Nayla melihat Davin yang masuk.

"Kamu sudah sadar?" tanya Davin yang terlihat lelah.

"Aku kenapa mas?" tanya Nayla.

"Setelah sidang, kamu pingsan, dan ini sudah hari ke dua kamu baru sadar." Nayla melongo mendengar penjelasan Davin, tidak menyangka kalau pertemuannya dengan Arlena ternyata memakan waktu dua hari.

1
Yuni Anto
/Whimper/Thor mkasih update nya/Doubt/Thor Napa Nayla pingsan 🤩 apa lagi hamil muda y🥰 semangat terus un😍/Determined//Determined//Determined//Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/💪💪💪💪 terus y Thor n sehatt selalu 🥰🥰🥰😍
Erunisa: di bikin hamil sekarang atau nanti aja yah kira-kira?/Shy/
total 1 replies
Yuni Anto
🥰KKA author 🥰 tersayang mkasih update nya 🥳🥳🥳🥰bulan ini di kasih update terbaru 2x🤩🤩🥳🥳🥰🥰🥰💪 semangat terus ya Thor 💪😍 sehat selalu Bwt kka/Determined//Angry//Determined//Angry/😍
Erunisa: terima kasih kaka, semoga kaka juga sehat
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
mantab Nayla
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Putra Satria
🥰wah my 🩷 Thor 🩷 cinta banyak 2 bwt kka🥰 mkasih update terbaru hari ini 💪💪💪 terus y
Yuni Anto
🥰 makasih 🥰 update terbaru nya 💪💪💪 terus y Thor 🥳🥳🥳🥳🥰
Yuni Anto
next Thor 🥰
kawaiko
Gemes deh!
Rizitos Bonitos
Plot yang rumit tapi berhasil diungkap dengan cerdas.
Re Creators
Wah seru banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!