Rumah tangga yang hancur ibarat ranting yang patah.Takan bisa disambung kembali.
Begitupun hati seorang istri yang telah dipatahkan bahkan dihancurkan takan mudah untuk sembuh kembali.
Seorang istri dan seorang ibu akan tetap kokoh saat diuji dengan masalah ekonomi namun hatinya akan remuk dan hancur saat hati suaminya tak lagi untuknya..
apa yang tersisa?
rasa sakit, kekecewaan dan juga penyesalan.
Seperti halnya yang dialami oleh Arini dalam kisah yang berjudul " Ranting Patah "
Seperti apa kisahnya?
Akankan Arini bertahan dalam pernikahannya?
Baca selengkapnya!!!
Note: Dukung kisah ini dengan cara baca stiap bab dengan baik,like,komen, subscribe dan vote akan menjadi dukungan terbaik buat author.
Dilarang boom like ❌
lompat bab ❌
komentar kasar atau tidak sopan ❌
Terimakasih, sekecil apapun dukungan dari kalian sangat berati untuk author 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Arjun memutuskan untuk pulang dari rumahsakit karna ia merasa percuma saja berada disana justru hanya memperkeruh keadaan.
" Jun kenapa? Mana istri kamu?" Tanya ibu Arjun saat melihat putranya berjalan dengan langkah gontai saat memasuki rumah.
Ibu Arjun terus melihat kearah depan berharap menantu dan calon cucunya ikut serta dengan anaknya.
" Jun! Mana indah? Apa dia masih marah,apa dia tidak mau pulang?" cecar sang ibu.
Arjun masih saja bergeming, ingatan dikepalanya masih menari-nari bayangan indah yang tengah bergumul dengan laki-laki lain didepan matanya.
" Aku yakin Arjun sedang tidak baik-baik saja,apa sebenarnya yang sudah terjadi dirumah indah. Aku tidak mungkin bertanya lebih pada Arjun jika kondisinya seperti ini.Ya,aku harus cari tau sendiri apa yang sudah terjadi." Gumam ibu Arjun dalam hati.
Ia tak lagi bertanya pada putranya melainkan lebih memilih masuk kedalam kamar.Tak selang beberapa menit wanita dengan Rambut yang sudah disanggul rapih itu menenteng tas kecilnya dan menghampiri Arjun.
" Jun ibu ada urusan sebentar,kamu mandi dan istirahat.Kamu terlihat sangat kacau sekali."
puk puk
Ibu Arjun menepuk pundak Arjun kemudian pergi dengan mengendarai sepeda motor.
Ibu Arjun tergolong orang yang moderen karna diusianya ia masih bisa mengendarai sepeda motor maticnya.
" Aaarrrrrrggggggghhhhhhhhh! Sial! Brengsek, bisa-bisanya indah berbuat semenjijikan itu dibelakangku."
Bugh
daaaaar
Praaaang
Klonteng
Klonteng
praaaang
Buugh
Duuugh
Arjun membabi buta ia melempar apa saja yang ada didepan matanya.Rumahnya tak ubahnya seperti rumah yang baru saja terkena gempa.
Bantal sofa berserakan,fas bunga yang dipecahkan,bahkan bingkai fotonya dengan indahpun tak luput dari amukannya.
Berbeda dengan keadaan disebrang sana,dua insan yang tengah merasakan jatuh cinta sama-sama tak bisa menyembunyikan perasaannya.
" Mas Hans semakin hari semakin berani saja . Astaga apa iya aku mulai jatuh cinta,kenapa rasanya jantungku tidak aman saat berada didekatnya." gumam Arin seorang diri setelah berhasil lolos dari Hans.
" Ya ampun, wajahku kenapa Semerah ini? Arin,ingat kamu bukan lagi anak ABG yang baru mengenal cinta,kamu ibu dengan dua orang anak kendalikan dirimu Arin." imbuhnya lagi saat melihat wajahnya di cermin.
Ia tersenyum seorang diri kala mengingat apa yang sudah terjadi beberapa menit lalu.
" Rin tidak usah malu,kita sudah sama-sama dewasa." teriak Hans dari luar kamar Arin seolah ia tau apa yang terjadi didalam sana.
" Astaga,apa mas Hans melihatku? Apa si kamar ini ada kamera cctv?" batin Arin.
" Rin!"
teriak Hans lagi.
" I-iya mas!" jawab Arin.
" I love you." ucap Hans dengan lantang
Setelah mengatakan itu Hans pergi dengan senyum mengembang di bibirnya.
Sementara Arin kian berbunga-bunga setelah mendengar pernyataan cinta dari Hans.
Fiiiuuu fiiuuu fiuuuu
" Wah wah sepertinya kamu sedang berbahagia sekali Hans." goda Sri saat melihat Hans masuk kedalam rumah dengan bersiul dan wajahnya tampak berbinar bahagia.
" Jelas dong Bu.Apa ibu mau tau hum?" goda Hans sembari merangkul ibu tercintanya.
" Em, sepertinya ibu sudah bisa menebak." kekeh Sri.
" Oh ya? Apa itu?" tanya Hans.
" Siapa lagi kalau bukan single mom dengan dua orang anak yang ada didepan sana ARINI.Betul bukan?" ucap Sri dengan lantang.
Cup cup cup
Hans menghujani Sri dengan kecupan diwajahnya.
" Setelah ibu,hanya dia wanita yang bisa membuatku bahagia.Apa ibu tau,dia mulai menunjukkan perasaannya.Aku yakin secepatnya dia akan menerima cintaku.Ah rasanya aku seperti remaja 18 tahun yang baru mengenal cinta.Apa ini yang disebut puber kedua?" Tanya Hans dengan terkekeh.
" Hans Hans,kamu ini. Em,ibu ingin bertanya satu hal sama kamu Hans." Kini wajah Sri brubah serius.
Laki-laki dengan rambut hitam legam itu tampak penasaran,ia sampai mengubah gaya duduknya.
" Apa Bu,apa ini ada kaitannya dengan Arin?" todong Hans.
Sri menghela nafas panjang,lalu menghembuskannya perlahan.
" Begini,kamu mencintai Arin dan ibu tau perasaan kamu sangat tulus pada wanita dengan dua orang anak itu.Tapi ibu ingin bertanya,jika Arin mau menerima kamu sebagai teman hidupnya apa kamu ingin menuntut keturunan dari dia?" Tanya Sri,sorot matanya begitu dalam,ia tak hanya menatap wajah putranya namun juga menatap iris matanya.
Sesaat keduanya tampak diam,Hans terlihat tengah berfikir dulu sebelum menjawab pertanyaan Sri.
Sementara disudut ruangan didalam rumah sakit ibu Arjun baru saja mendengar kenyataan pahit setelah mendengar pengakuan indah tentang bayi yang dikandungnya ternyata bukan buah hati dari Arjun.
Flashback...
" Bu,ibu cari siapa?" Tanya seorang perempuan yang tengah berada didepan rumahnya tak jauh dari rumah indah.
" Em,saya cari indah Bu tapi ko rumahnya sepi ya." Ucap ibu Arjun.
" Iya Bu,saya dengan ibu indah dibawa kerumah sakit karena mengalami pendarahan setelah bertengkar dengan mantan suami dan suami barunya." Ucap wanita tersebut.
" Apa? Lalu dia dibawa kerumah sakit mana Bu?" tanya ibu Arjun.
" Kurang faham Bu tapi sepertinya rumah sakit terdekat." Ujarnya.
Tanpa menunggu lama ibu Arjun gegas menuju ke rumah sakit terdekat, sesampainya di lobby rumah sakit ia langsung menuju resepsionis dan menanyakan tentang keberadaan indah.
Setelah data ditemukan, akhirnya ibu Arjun diarahkan oleh resepsionis ke tempat perawatan indah.
" Jadi ndah,kamu katakan saja sejujurnya siapa ayah dari bayi yang kamu kandung itu? Anakku atau si brengsek itu,jika dia anakku maka biaya rumah sakit ini biar aku yang akan menanggungnya namun jika dia anak si brengsek itu aku tidak mau,biar dia yang mengurus biaya rumah sakit ini."
Suara Doni terdengar hingga ke luar hal itu membuat ibu Arjun urung mengetuk pintu.
" Mas kenapa harus seperti itu?" keluh indah, suaranya masih tampak terdengar lemah.
" CK! Katakan saja!" cecar Doni.
" Dia anak kamu mas,kamu ingat dulu setelah q pulang dari pergi dengan Arjun aku datang bulan dan setelah selesai kita melakukan itu,satu bulan berikutnya aku telat datang bulan dan itu selama itu aku tidak melakukan hubungan badan dengan ba*****n itu." jelas indah.
Greeep
" Maafkan aku sayang aku sudah melukai anak kita,aku menyesal Angga pasti akan sedih jika tau hal ini." Ucap Doni.
" Astaga! Ternyata selama ini indah." Ibu Arjun sampai membekap mulutnya sendiri,ia begitu terpukul namun juga masih tak percaya jika selama ini wanita yang begitu ia bela nyatanya hanya seekor rubah.
Setelah mendengar kenyataan pahit itu ibu Arjun mengurungkan niatnya menjenguk indah,kini ia tau apa yang membuat putranya begitu lunglai dan kacau saat pulang.
Bersambung....