"Apa kau tau, sebenarnya aku adalah istri pertama Aldan, dan kau adalah madu ku Aura" ujar Vega.
Aura terkejut dengan fakta yang di berikan Kakak ipar palsunya itu, selama 2 tahun mereka hidup bersama ternyata Aura membiayai kehidupan istri pertama suaminya. aura tidak bisa membalas perkataan Vega karenya tubuhnya sangat lemah berbicara pun sangat kesulitan.
"Aura apa kau tau kenapa kamu bisa selemah ini? kamu bisa selemah ini Karen obat ini, selama 2 tahun aku memberikannya kepada mu perlahan - lahan sampai kamu mati secara perlahan. dan Seseorang yang sangat membantu ku adalah!!"
seseorang masuk ke dalam kamar aura dan itu adalah Virsa Asisten nya di perusahan ternyata dia seorang penghianat.
"Apa wanita itu sudah mati sayang?" tanya Aldan
"Dia sedang sekarat sayang" balas Vega
di detik - detik kepergiannya semua orang yang dia anggap baik muncul dan menertawakan kepergiannya.
"Tuhan beri aku kesempatan sekali saja, dan membalas semua perlakuan mereka terhadap ku....."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
"A-apa!! K-kamu hamil!!!" kaget Rianti
"iya Tante. saya hamil anak Aldan" ucap Caca
Rianti tidak bisa berbicara apa - apa dia sangat terkejut dengan ucapan Caca dimana dirinya sedang mengandung anak Aldan dan di dalam perut Caca sekarang ada cucu yang selama ini dia idam - idamkan.
Karena saat bulan - bulan pertama Vega dan Aldan menikah mereka masih belum di beri momongan lanjut dengan rencana Aldan dan keluarga Aldan untuk mengambil semua harta Aura, jadi harapan Rianti dan Vega untuk mendapatkan anak dan cucu pertama sangat sulit karena rencana ini.
"Kalo Tante gak percaya ini foto dan vidio kita" ujar Caca sambil memberikan sebuah foto di galeri ponselnya
Rianti melihat foto dan vidio dari ponsel Caca, dimana Aldan dan Caca sedang bercumbu mesra di dalam ruangan di sana juga ada beberapa teman Aldan.
Dan setelah itu foto dimana Aldan yang sedang tidur dengan Caca tanpa sehelai benang pun.
"Maaf ya Tante di sini saya tidak ada menggoda Aldan tapi semua terjadi karena alkohol Tante, maaf saya tidak bisa mengontrolnya" lanjut Caca sebari menundukkan kepalanya.
"Dan ini Tante, aku sudah mengandung selama 1 bulan lebih" ucap Caca sebari memperlihatkan hasil pemeriksaan nya dari dokter.
Rianti terdiam sebentar dan melihat ke bawah seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kamu pulang aja dulu, Aldan tidak ada di rumah nanti kita bicarakan dengan Aldan langsung" balas rianti
"Ba-baik Tante" gagap Caca
Caca pun pergi dari rumah Aldan tanpa menoleh ke belakang.
"Bocah itu kata dia itu cuma editan ternyata beneran kalo Vega sampe tau abis dia" gumam rianti
**
"Tuan.. Saya mendapatkan kabar jika hari ini nona Aura dan Aldan pergi ke gedung pengadilan untuk mediasi" ucap Govar
"Bagus lah" balas dingin Sean
"Setelah kau bebas dari bajingan itu aku akan langsung memiliki mu seutuhnya dan tidak ada siapapun yang memilik kamu kecuali Sean. Aura sayang" ucapannya dalam hati sembari melihat keluar mobil dan tersenyum tipis sekali.
"Kau harus ingat Govar bukan nona tapi nyonya Stevanus" perintah Sean
"A-ah maaf tuan, maksud saya nyonya Stevanus" ucap kembali Govar
Sean adalah laki - laki yang sangat terobsesi dengan Aura, namun sebelum dirinya mengungkapkan nya dia kecolongan dengan Aura yang menjalin hubungan dengan Aldan jadi dia sedikit menjauh namun dia selalu menjaga Aura dari marabahaya.
Namun di masa lalu kenapa Aura bisa terkena racun walaupun Sean menjaganya karena keluarga Aldan meracuni Aura secara perlahan dan sangat rapih dan mereka menyerang Aura dari dalam rumah Aura jadi Sean tidak ada rasa curiga kepada keluarga Aldan saat itu di tambah dengan Aura yang terlihat bahagia hidup dengan Aldan membuat Sean sedikit demi sedikit menjauh demi kebahagiaan Aura.
namun setelah meninggal Aura Sean sangat terpuruk dan dia mengakhiri hidupnya dengan melompat dari gedung tinggi karena frustasi dengan fakta bahwa Aura sudah meninggal.
Dan saat Sean mendengar jika keadaan rumah tangga Aldan dan Aura sedang terguncang dia mulai kembali mencoba mendekati Aura, dari dulu memang dia sangat - sangat perlahan dan tidak mau memaksa Aura walupun dia terobsesi dengan Aura.
"Tunggu aku sayang" ucapnya dengan lantang
Roger adalah saksi di mana rasa cinta seorang Sean yang membara tanpa padam untuk Aura.
"Beritahu mereka utamakan perceraian Aura dengan bajingan itu, dalam 1 bulan mereka harus sudah bercerai" perintah Sean
"Baik tuan" balas Regor.
30 Menit Kemudian
Sean pun pulang ke mansion nya, saat masuk ke dalam mansion tepat di ruang tamu ada ibu Sean yang sedang menonton tv.
"Mom lagi apa?" tanya Sean dan berjalan mendekati ibunya
"Lagi santai aja. Kamu dari mana? Keliatannya lagi bahagia banget? apa punya pacar" tanya mom Sean yang bernama irene sambil tersenyum lembut
"Gak mungkin. mau dapet pacar dari mana kerja Mulu" oceh tiba - tiba ayah Sean yang bernama David
"So tau banget" balas Sean sambil menyandarkan kepalanya di bahu Irene
"Heh... Jauh - jauh dari istri saya. Cari pacar sana, udah tua juga" cemburu David
"Ganggu banget ya mom" ucap Sean kepada Irene
"Kamu kenapa cemburu sama anak sendiri sih, aneh banget" bela Irene sambil mencubit pipi Sean
"Ck... Mom" kesal Sean
Sean sangat tidak suka jika ada yang mengelus area wajahnya kecuali Aura.
"Anak sama bapa sama aja gak ada romantis romantis nya, kerjaan nya cuma cemburu doang ah" lesu irene
Memang David dan Sean sifatnya sama persis, cemburuan, obsesi, raut wajahnya datar, jarang senyum, dan tidak romantis hanya di waktu tertentu saja mereka romantis.
Namun ada keunggulan nya gen dari Davin sangat kental sekali dengan Sean, Sean tinggi berwajah tampan, mata tajam, karismatik sedangkan gen dari ibu memilik kulit putih, rambut hitam lembut dan bulu mata yang sangat bagus.
Sean yang mendengar ucapan mommy nya itu langsung bangun dari duduknya dan berjalan ke lift, dia sudah tau akan ada ocehan ibunya yang menggelegar.
"Tuh tuhkan kabur tuh anak kamu" oceh Irene
"Udah lah sayang. ayo kita makan keluar, kamu mau makan apa?" tanya David mengalihkan pembicaraan
"Emmmm aku mau mie ayam. Let's go" jawab Irene langsung bangun dan menarik tangan David.
Ting....
Pintu Lift pun terbuka di lantai 3.
Sean pun keluar dari dalam lift dan bejalan menuju kamarnya.
Cklek....
Pintu kamar terbuka dan terlihat lah kamar Sean yang sangat rapih bernuansa warna biru tua dan putih.
Sean pun langsung duduk di atas sofa yang ada di kamarnya.
"Kamar ini sebentar lagi ada ocehan wanita" gumam nya sambil tersenyum manis terlihat Sean sangat tampan sekali.
Sean berjalan ke arah tembok yang ada bingkai foto yang tergantung di sana.
Sean melihat foto itu dengan senyum yang sangat manis.
Foto yang tergantung adalah foto dirinya dan Aura yang sedang memakai seragam SMA foto saat kelulusan sekolah bersama seluruh temanya, namun Sean potong tepat hanya mereka berdua.
Dan hanya itu lah foto Sean yang bersama Aura, dia selalu memandangi foto itu dengan lekat.
dah tahu sibangsat tu ada dlm bilik bawa sekali yg dikehendaki oleh keluarga sibangsat sedih